PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • es26 hlm. 133-146
  • November

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • November
  • Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari—2026
  • Subjudul
  • Minggu, 1 November
  • Senin, 2 November
  • Selasa, 3 November
  • Rabu, 4 November
  • Kamis, 5 November
  • Jumat, 6 November
  • Sabtu, 7 November
  • Minggu, 8 November
  • Senin, 9 November
  • Selasa, 10 November
  • Rabu, 11 November
  • Kamis, 12 November
  • Jumat, 13 November
  • Sabtu, 14 November
  • Minggu, 15 November
  • Senin, 16 November
  • Selasa, 17 November
  • Rabu, 18 November
  • Kamis, 19 November
  • Jumat, 20 November
  • Sabtu, 21 November
  • Minggu, 22 November
  • Senin, 23 November
  • Selasa, 24 November
  • Rabu, 25 November
  • Kamis, 26 November
  • Jumat, 27 November
  • Sabtu, 28 November
  • Minggu, 29 November
  • Senin, 30 November
Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari—2026
es26 hlm. 133-146

November

Minggu, 1 November

Aku tidak akan selamanya merasa kesal.—Yer. 3:12.

Para penatua berupaya untuk meniru belas kasihan Yehuwa sewaktu memperlakukan orang yang sudah dikeluarkan dari sidang. Di zaman Israel dulu, sewaktu umat Yehuwa menyimpang, Yehuwa tidak sekadar menunggu sampai mereka mengambil langkah pertama untuk kembali. Tapi, Dia berinisiatif untuk membantu mereka bahkan sebelum mereka menunjukkan bahwa mereka mau bertobat. Yehuwa mengajarkan tentang belas kasihan-Nya melalui contoh nyata Nabi Hosea. Dia meminta Hosea berinisiatif untuk menerima kembali istrinya, meskipun saat itu istrinya masih melakukan dosa. (Hos. 3:1; Mal. 3:7) Seperti Yehuwa, para penatua benar-benar ingin orang yang berbuat dosa itu kembali, dan mereka tidak akan mempersulit dia untuk kembali ke sidang. Dalam perumpamaan Yesus tentang anak yang hilang, ayahnya langsung ”berlari, lalu memeluk dan menciumnya dengan lembut”. (Luk. 15:20) Ayahnya tidak menunggu sampai anak itu memohon untuk diampuni. Sebaliknya, dia berinisiatif menemui anak itu karena dia sayang kepadanya. w24.08 28 ¶7-8

Senin, 2 November

Kalau kalian perlu lebih banyak hikmat, teruslah memintanya kepada Allah, . . . karena Allah memberi dengan limpah kepada semua orang dan tidak akan mencela.—Yak. 1:5.

Seperti yang dikatakan ayat hari ini, Yehuwa tidak menyimpan hikmat-Nya untuk diri sendiri saja. Dia dengan murah hati memberikannya kepada orang-orang. Dan sewaktu Yehuwa memberikan hikmat-Nya, Dia ”tidak akan mencela”, atau membuat kita merasa bersalah. Dia juga tidak pernah merendahkan kita sewaktu kita meminta hikmat-Nya. Malah, Dia ingin kita memintanya. (Ams. 2:​1-6) Bagaimana kita bisa meniru Yehuwa? Kita bisa membagikan apa yang kita ketahui kepada orang lain. (Mz. 32:8) Umat Yehuwa punya banyak kesempatan untuk melakukan itu. Misalnya, sewaktu berdinas, kita sering melatih para penyiar yang masih baru. Para penatua dengan sabar melatih hamba pelayanan dan saudara terbaptis lainnya untuk mengerjakan tugas-tugas di sidang. Dan, saudara-saudari yang berpengalaman di bidang pembangunan dan pemeliharaan juga melatih yang lainnya untuk mengerjakan proyek-proyek di organisasi. w24.09 28-29 ¶11-12

Selasa, 3 November

Kami sangat menyayangi kalian.—1 Tes. 2:8.

Saudara-saudara, untuk memenuhi syarat sebagai penatua, Saudara harus ”bebas dari celaan”. Itu berarti Saudara punya nama baik di dalam sidang. Tidak seorang pun memiliki dasar untuk mencela tingkah laku Saudara. (1 Tim. 3:2) Selain itu, Saudara juga harus punya nama baik di luar sidang. Orang-orang yang bukan Saksi bisa saja menjelek-jelekkan kepercayaan Saudara, tapi mereka seharusnya tidak punya dasar untuk mempertanyakan kejujuran atau tingkah laku Saudara. (Dan. 6:​4, 5) Coba pikirkan: ’Apakah saya punya nama baik di dalam dan di luar sidang?’ Selain itu, kalau Saudara ”mencintai kebaikan”, Saudara mencari hal-hal baik dalam diri orang lain dan memuji mereka. (Tit. 1:8) Saudara juga senang untuk berbuat baik, bahkan melebihi apa yang diharapkan. Mengapa seorang saudara yang menjadi penatua perlu ”mencintai kebaikan”? Karena dia akan menggunakan banyak waktu untuk menggembalakan sidang dan mengerjakan tugas-tugas lainnya. (1 Ptr. 5:​1-3) Meski begitu, kebahagiaan yang akan dia dapatkan karena melayani orang lain pasti jauh lebih besar daripada pengorbanan apa pun yang dia buat.—Kis. 20:35. w24.11 20-21 ¶3-5

Rabu, 4 November

Lebih bahagia memberi daripada menerima.—Kis. 20:35.

Para hamba pelayanan melakukan tugas yang penting di sidang. Rasul Paulus menghargai saudara-saudara yang setia ini. Misalnya, dalam suratnya kepada orang Kristen di Filipi, dia menulis bahwa surat itu ditujukan kepada para hamba pelayanan juga, bukan hanya para penatua. (Flp. 1:1) Banyak saudara terbaptis sangat senang melayani sebagai hamba pelayanan, tidak soal berapa usia mereka. Misalnya, Devan dilantik sewaktu berusia 18 tahun, sedangkan Luis dilantik sewaktu berusia awal 50-an. Luis berkata, ”Saya sangat bersyukur bisa melayani saudara-saudari sebagai hamba pelayanan, terutama karena selama ini mereka sudah menunjukkan kasih yang besar kepada saya.” Banyak hamba pelayanan juga merasa seperti itu. Saudara-saudara terbaptis, kalau kalian belum menjadi hamba pelayanan, apakah kalian bisa menjadikan itu tujuan kalian? w24.11 14 ¶1-3

Kamis, 5 November

Aku mohon, Yehuwa, ingatlah bagaimana aku telah . . . melakukan apa yang baik di mata-Mu.—2 Raj. 20:3.

Sewaktu berusia 39 tahun, Hizkia raja Yehuda jatuh sakit. Melalui Nabi Yesaya, Yehuwa memberi tahu dia bahwa dia akan meninggal karena penyakit itu. (2 Raj. 20:1) Kelihatannya tidak ada harapan lagi bagi Hizkia. Karena putus asa, dia menangis sejadi-jadinya dan berdoa kepada Yehuwa dengan sungguh-sungguh. Yehuwa merasa kasihan sewaktu mendengar Hizkia memohon kepada-Nya sambil menangis. Yehuwa pun dengan baik hati berkata kepadanya, ”Aku telah mendengar doamu dan melihat air matamu. Aku akan menyembuhkan kamu.” Melalui Yesaya, Yehuwa berjanji untuk memperpanjang kehidupan Hizkia dan untuk melepaskan Yerusalem dari tangan raja Asiria. (2 Raj. 20:​4-6) Apakah Saudara terkena penyakit serius yang kelihatannya tidak bisa sembuh? Berdoalah kepada Yehuwa. Dia akan mendengarkan Saudara bahkan sewaktu Saudara berdoa sambil menangis. Alkitab berkata bahwa Yehuwa adalah ”Bapak yang lembut dan berbelaskasihan” dan ”Allah segala penghiburan”. Dia pasti akan menghibur kita dalam segala cobaan kita.—2 Kor. 1:​3, 4. w24.12 23-24 ¶15-17

Jumat, 6 November

Saya juga memiliki harapan kepada Allah, seperti yang dimiliki orang-orang ini, bahwa akan ada kebangkitan bagi orang-orang yang benar maupun yang tidak benar.—Kis. 24:15.

Bayangkan betapa senangnya Saudara sewaktu menyambut orang-orang yang dibangkitkan. Saudara juga bisa belajar lebih banyak tentang Yehuwa dengan mengamati ciptaan yang tidak terhitung jumlahnya. (Mz. 104:24; Yes. 11:9) Yang paling menakjubkan, Saudara bisa melayani Yehuwa tanpa ada perasaan bersalah sedikit pun, karena Saudara sudah menjadi sempurna! Apakah Saudara mau menukar semua berkat itu dengan ”kesenangan sementara dari dosa”? (Ibr. 11:25) Pasti tidak! Malah, kita rela membuat pengorbanan apa pun demi mendapatkan berkat-berkat itu. Ingatlah, pada saatnya nanti, Firdaus akan menjadi kenyataan, bukan lagi sekadar harapan! Semua itu bisa terjadi karena Yehuwa sangat menyayangi kita sampai-sampai Dia mau memberikan Putra-Nya sebagai tebusan bagi kita. w25.01 29 ¶12

Sabtu, 7 November

Apa tangan Yehuwa terlalu pendek?—Bil. 11:​23, catatan kaki.

Ada banyak teladan iman yang luar biasa yang dicatat di buku Ibrani, dan salah satunya adalah Musa. (Ibr. 3:​2-5; 11:​23-25) Dia percaya pada Yehuwa, dan dia pun tidak dikecewakan. Yehuwa secara mukjizat menyediakan makanan dan air untuk membantu umat-Nya bertahan hidup di padang belantara yang tandus. (Kel. 15:​22-25; Mz. 78:​23-25) Tapi, meskipun Musa punya iman yang kuat, sekitar satu tahun setelah bangsa Israel dibebaskan secara mukjizat, Musa sempat meragukan kesanggupan Yehuwa. Waktu itu, Yehuwa mengatakan bahwa Dia akan menyediakan daging untuk orang Israel. Bagaimana Dia sanggup melakukannya untuk jutaan orang yang berkemah di padang belantara? Yehuwa pun bertanya kepada Musa, ”Apa tangan Yehuwa terlalu pendek?” (Bil. 11:​21-23, catatan kaki) Yehuwa seolah-olah mengatakan, ’Apa menurutmu Aku tidak sanggup melakukan apa yang Aku katakan?’ w25.03 26 ¶1-2

Minggu, 8 November

Allah . . . tidak menahan diri untuk menghukum dunia zaman dulu.—2 Ptr. 2:5.

Apakah setiap perincian dalam peristiwa Air Bah menggambarkan sesuatu yang akan terjadi di masa depan? Tidak, karena Alkitab tidak mengatakan hal itu. Memang, Yesus menyamakan zaman Nuh dengan masa kehadirannya. Tapi, dia tidak menunjukkan bahwa ditutupnya pintu bahtera dan semua hal lain yang terjadi pada zaman itu adalah nubuat. (Mat. 24:​37-39) Bagaimana reaksi Nuh sewaktu mendengar peringatan dari Yehuwa? Nuh membuktikan imannya dengan membangun bahtera. (Ibr. 11:7; 1 Ptr. 3:20) Begitu juga, orang-orang yang mendengar kabar baik tentang Kerajaan Allah harus bertindak untuk membuktikan iman mereka. (Kis. 3:​17-20) Nah, Petrus menyebut Nuh sebagai ”pemberita kebenaran”. Sekarang, kita ikut dalam kegiatan pengabaran sedunia, dan kita bersemangat melakukannya. Tapi, sebesar apa pun upaya kita, kita tidak mungkin bisa menyampaikan kabar baik kepada setiap orang di bumi sebelum akhir itu datang. w24.05 9-10 ¶3-5

Senin, 9 November

[Dia] menghormati orang yang menghormati Yehuwa.—Mz. 15:4.

Kita perlu mencari cara untuk menunjukkan hormat dan berbaik hati kepada sahabat-sahabat Yehuwa. (Rm. 12:10) Salah satu caranya disebutkan di Mazmur 15:​4, yaitu dengan ”menepati janji, meskipun rugi”. Kalau kita tidak menepati janji, kita bisa menyakiti orang lain. (Mat. 5:37) Misalnya, Yehuwa ingin tamu-tamu-Nya memenuhi ikrar perkawinan mereka. Dia juga senang kalau orang tua berupaya sebisa-bisanya untuk menepati janji mereka kepada anak-anak mereka. Ya, karena mengasihi Allah dan sesama, kita akan berupaya sebisa mungkin untuk memenuhi janji kita. Cara lain kita bisa menghormati sahabat-sahabat Allah adalah dengan bermurah hati dan suka menerima tamu. (Rm. 12:​13, juga catatan kaki) Bergaul bersama saudara-saudari bisa membuat kita semakin akrab dengan mereka dan dengan Yehuwa. Selain itu, kalau kita bermurah hati, kita meniru Yehuwa. w24.06 12 ¶15-16

Selasa, 10 November

Apalah manusia itu sampai Engkau mengingat dia?—Mz. 8:4.

Yehuwa menyingkapkan kebenaran kepada orang-orang yang rendah hati. (Mat. 11:25) Kita sudah dengan rendah hati menerima bantuan untuk mempelajari kebenaran. (Kis. 8:​30, 31) Tapi, kita harus berhati-hati untuk tidak menjadi sombong. Itu bisa membuat kita merasa bahwa pendapat kita sama pentingnya dengan prinsip Alkitab dan petunjuk dari organisasi Yehuwa. Untuk tetap rendah hati, kita perlu ingat bahwa kita sangat kecil dibanding Yehuwa. (Mz. 8:​3, 4) Kita juga bisa berdoa supaya kita tetap rendah hati dan mau diajar. Yehuwa pun akan membantu kita melalui Alkitab dan organisasi-Nya supaya kita bisa mengikuti cara berpikir-Nya, bukan cara berpikir kita sendiri. Sewaktu membaca Alkitab, perhatikan bagaimana Yehuwa menyukai kerendahan hati dan membenci kesombongan. Saudara terutama perlu berupaya untuk tetap rendah hati kalau Saudara mendapat tugas tambahan yang membuat Saudara diperhatikan banyak orang. w24.07 10 ¶8-9

Rabu, 11 November

Yang sedikit akan menjadi seribu, dan yang kecil menjadi bangsa yang kuat. Aku, Yehuwa, akan mempercepatnya pada waktunya.—Yes. 60:22.

Sejak tahun 1919, dengan pengarahan Yehuwa, Yesus menggunakan sekelompok kecil pria yang terurap untuk mengorganisasi pekerjaan pengabaran dan menyediakan makanan rohani bagi para pengikutnya. (Luk. 12:42) Kita bisa melihat dengan jelas bahwa Yehuwa memberkati pekerjaan pria-pria itu. (Yes. 65:​13, 14) Kalau kita tidak terorganisasi, kita tidak akan bisa menyelesaikan tugas yang Yesus berikan. (Mat. 28:​19, 20) Misalnya, kalau tidak ada pembagian daerah, setiap orang bisa mengabar di daerah mana pun yang dia inginkan. Akibatnya, beberapa daerah mungkin dikerjakan berulang kali oleh penyiar yang berbeda-beda, sedangkan daerah lainnya mungkin tidak pernah dikerjakan sama sekali. Apakah Saudara bisa memikirkan manfaat lain yang kita dapatkan karena kita terorganisasi? Sewaktu di bumi, Yesus mengorganisasi para pengikutnya. Dan sekarang, dia masih mengorganisasi umat Allah dengan cara yang sama. w24.04 8-9 ¶2-4

Kamis, 12 November

Kalau kamu berubah dan berbuat baik, Aku akan menerimamu lagi. Tapi kalau tidak, dosa sudah mengintai di dekatmu dan ingin sekali menguasaimu.—Kej. 4:7.

Kain adalah anak pertama Adam dan Hawa, dan dia mewarisi dorongan untuk berbuat dosa dari orang tuanya. Selain itu, Alkitab berkata tentang dia, ”Perbuatannya sendiri jahat.” (1 Yoh. 3:12) Mungkin karena itulah Yehuwa ”tidak senang dengan Kain dan persembahannya”. Tapi, bukannya berubah, ”Kain menjadi sangat marah dan kecewa”. (Kej. 4:​3-7) Lalu, apa yang Yehuwa lakukan? Dia dengan baik hati berbicara kepada Kain. Yehuwa memberi tahu dia bahwa dia akan diberkati kalau dia melakukan apa yang benar. Yehuwa juga memperingatkan dia untuk berhati-hati terhadap dosa. Sayangnya, Kain tidak mau mendengarkan. Dia mengabaikan upaya Yehuwa untuk membantunya bertobat. Apakah tanggapan Kain membuat Yehuwa tidak mau lagi membantu orang-orang lain untuk bertobat? Sama sekali tidak! w24.08 10 ¶8

Jumat, 13 November

[Pilihlah] kehidupan supaya kalian bisa tetap hidup.—Ul. 30:19.

Bangsa Israel sebenarnya punya masa depan yang cerah. Dengan berkat Yehuwa, mereka bisa hidup untuk waktu yang lama di negeri yang Dia janjikan. Negeri itu sangat indah dan subur. Musa menggambarkan negeri tersebut seperti ini: ”Negeri dengan kota-kota yang besar dan indah yang tidak kalian bangun, rumah-rumah yang penuh barang-barang bagus yang bukan hasil kerja kalian, penampungan air yang tidak kalian gali, dan kebun-kebun anggur serta pohon-pohon zaitun yang tidak kalian tanam.” (Ul. 6:​10, 11) Tapi, Musa memperingatkan bangsa Israel bahwa mereka harus menaati perintah Yehuwa supaya mereka bisa tetap hidup di negeri yang indah itu. Musa menasihati mereka untuk ”memilih kehidupan” dengan mendengarkan Yehuwa dan ”tetap setia kepada-Nya”. (Ul. 30:20) Tapi, orang Israel malah meninggalkan Yehuwa. Jadi, akhirnya Yehuwa membiarkan orang Asiria dan belakangan orang Babilonia untuk menaklukkan mereka dan membawa mereka ke penawanan.—2 Raj. 17:​6-8, 13, 14; 2 Taw. 36:​15-17, 20. w24.11 9 ¶5-6

Sabtu, 14 November

Tidak seorang pun bisa datang kepada saya kecuali dia ditarik oleh Bapak yang mengutus saya.—Yoh. 6:44.

Banyak orang yang mengaku Kristen merasa bahwa mereka akan diselamatkan hanya dengan ”percaya kepada [Yesus]” dan menerima dia sebagai juru selamat. (Yoh. 6:​29, Terjemahan Baru-LAI) Meski begitu, percaya saja tidak cukup. Banyak orang yang mendengarkan Yesus di Galilea awalnya percaya kepadanya, tapi belakangan mereka meninggalkan dia. Mengapa? Kebanyakan orang yang Yesus beri makan itu sebenarnya mengikuti dia hanya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka ingin disembuhkan secara mukjizat, mendapat makanan gratis, dan mendengarkan ajaran yang mereka sukai saja. Tapi, Yesus menunjukkan bahwa dia datang ke bumi bukan hanya untuk memenuhi keinginan jasmani manusia. Dia datang untuk mengajarkan apa yang perlu dilakukan orang-orang supaya mereka bisa menjadi muridnya. Mereka harus menanggapi undangan untuk ’datang kepadanya’ dengan menerima dan menaati semua yang dia ajarkan.—Yoh. 5:40. w24.12 12 ¶12-13

Minggu, 15 November

Suami-suami, teruslah kasihi istri kalian, seperti Kristus juga mengasihi sidang jemaat.—Ef. 5:25.

Bagaimana seorang suami bisa berhenti menganiaya dan merendahkan istrinya? Dia perlu berupaya meniru Yesus. Cara Yesus memperlakukan murid-muridnya bisa menjadi teladan bagi para suami. Perhatikan apa yang bisa dipelajari para suami dari cara Yesus berbicara kepada rasul-rasulnya dan cara dia memperlakukan mereka. Yesus memperlakukan para rasulnya dengan baik hati dan penuh respek, dan dia tidak pernah kasar. Dia tidak menggunakan wewenangnya untuk membuat mereka merasa lemah atau takut kepadanya. Tapi, dia dengan rendah hati melayani mereka. (Yoh. 13:​12-17) Dia memberi tahu murid-muridnya, ”Belajarlah dariku, karena aku lembut hati dan rendah hati, dan kalian akan segar kembali.” (Mat. 11:​28-30) Perhatikan bahwa Yesus lembut hati. Orang yang lembut hati bukan orang yang lemah. Sebaliknya, dia punya kekuatan untuk menahan diri. Sewaktu ada yang memancing kemarahannya, dia tetap tenang dan mengendalikan emosinya. w25.01 10 ¶10-11

Senin, 16 November

Percayakan semua yang kamu lakukan kepada Yehuwa.—Ams. 16:3.

Karena akhir dunia ini semakin dekat, keadaan ekonomi pasti akan semakin buruk. Situasi politik yang tidak stabil, peperangan, bencana alam, atau pandemi bisa mengakibatkan pengeluaran yang tidak terduga. Hal-hal itu juga bisa membuat kita kehilangan pekerjaan, harta, atau tempat tinggal. Kalau itu terjadi, bagaimana kita bisa membuat keputusan yang menunjukkan bahwa kita percaya kepada Yehuwa? Langkah terpenting yang perlu kita lakukan adalah menceritakan kekhawatiran kita kepada Yehuwa. Mintalah hikmat dari-Nya supaya kita bisa membuat keputusan yang baik. Kita juga bisa meminta Yehuwa membantu kita tetap tenang sehingga tidak terlalu khawatir. (Luk. 12:​29-31) Selain itu, teruslah minta Yehuwa membantu kita untuk tetap merasa puas dengan kebutuhan dasar kita. (1 Tim. 6:​7, 8) Gunakanlah publikasi kita untuk mencari tahu caranya mengatasi masalah keuangan. Banyak orang mendapat manfaat dari artikel dan video di jw.org yang membahas hal itu. w25.03 28-29 ¶10-11

Selasa, 17 November

Allah telah menunjukkan kepada saya bahwa saya tidak boleh menganggap siapa pun najis atau cemar.—Kis. 10:28.

Waktu itu, Yehuwa mulai mengizinkan orang yang tidak bersunat untuk menjadi umat-Nya. Rasul Petrus pun ditugaskan untuk mengabar kepada Kornelius, orang pertama dari bangsa lain yang akan menjadi orang Kristen. Nah, orang Yahudi biasanya tidak berurusan dengan orang dari bangsa lain. Jadi, Petrus pasti butuh bantuan untuk menjalankan tugasnya. Setelah Petrus memahami pandangan Allah tentang orang dari bangsa lain, dia menyesuaikan cara berpikirnya. Hasilnya, dia pergi ke rumah Kornelius ”tanpa keberatan apa pun”. (Kis. 10:​28, 29) Dia mengabar kepada Kornelius dan seluruh keluarganya, dan mereka pun dibaptis. (Kis. 10:​21-23, 34, 35, 44-48) Bertahun-tahun kemudian, Petrus menasihati orang Kristen untuk menjadi sepikiran. (1 Ptr. 3:8) Sebagai umat Yehuwa, kita bisa sepikiran dengan rekan seiman kalau kita meniru cara berpikir Yehuwa, yang dicatat di Alkitab. w25.03 9-10 ¶7-8

Rabu, 18 November

Jangan disesatkan oleh berbagai ajaran asing.—Ibr. 13:9.

Cara berpikir dunia semakin bertentangan dengan cara berpikir Allah yang sempurna. (Ams. 17:15) Karena itu, kita harus bisa mengenali pemikiran yang salah dan menolaknya. Jangan sampai para penentang berhasil membuat kita kecil hati atau bahkan meninggalkan kebenaran. Rasul Paulus menasihati orang Kristen Ibrani untuk terus berupaya menjadi dewasa secara rohani. Kita juga harus mengikuti nasihat tersebut. Itu berarti kita perlu mempelajari Alkitab dengan mendalam dan berupaya memiliki cara berpikir Yehuwa. Kita harus terus melakukannya bahkan setelah kita membaktikan diri dan dibaptis. Tidak soal sudah berapa lama kita berada dalam kebenaran, kita semua harus rutin membaca dan mempelajari Firman Allah. (Mz. 1:2) Dengan begitu, kita bisa punya satu hal penting yang Paulus tandaskan dalam suratnya, yaitu iman yang kuat.—Ibr. 11:​1, 6. w24.09 10 ¶7-8

Kamis, 19 November

Mendekatlah kepada Allah, dan Dia akan mendekat kepada kalian.—Yak. 4:8.

Kalau kita dekat dengan Yehuwa, kita bisa lebih mudah untuk tetap setia kepada-Nya. Itulah yang dialami Yusuf. Dia bisa dengan tegas menolak untuk berbuat cabul, karena dia dekat dengan Yehuwa dan tidak mau membuat-Nya kecewa. (Kej. 39:9) Supaya kita bisa dekat dengan Yehuwa, kita perlu meluangkan waktu untuk berdoa kepada-Nya dan mempelajari Firman-Nya. Hasilnya, seperti Yusuf, kita tidak akan mau melakukan apa pun yang bisa membuat Yehuwa kecewa. Sebaliknya, kalau kita lupa bahwa Yehuwa adalah Allah yang hidup, kita bisa dengan mudah menjauh dari-Nya. Perhatikan pengalaman bangsa Israel di padang belantara. Mereka tahu bahwa Yehuwa itu ada, tapi mereka mulai ragu apakah Dia akan memenuhi kebutuhan mereka. (Kel. 17:​2, 7) Akibatnya, mereka memberontak terhadap Allah. Kita pasti tidak mau meniru contoh buruk mereka.—Ibr. 3:12. w24.06 24 ¶14-15

Jumat, 20 November

Mata Yehuwa memperhatikan orang benar, dan telinga-Nya mendengarkan teriakan mereka minta tolong.—Mz. 34:15.

Akhir dunia ini sudah semakin dekat, dan hal-hal yang membuat kita menangis akan semakin banyak. Yehuwa melihat air mata kita, dan Dia juga merasa sedih. Air mata kita sangat berharga bagi-Nya. Jadi, sewaktu kita menghadapi situasi yang sangat sulit, kita pasti mau mencurahkan isi hati kita kepada Yehuwa dalam doa. Semoga kita tidak pernah menjauh dari saudara-saudari kita yang pengasih di sidang. Dan, semoga kita terus mendapat penghiburan dari kata-kata yang dicatat di Alkitab. Kita bisa yakin bahwa kalau kita terus bertekun dengan setia, Yehuwa akan memberkati kita. Dia sudah memberikan janji yang luar biasa bahwa Dia akan menghapus semua air mata kita. (Why. 21:4) Kita tidak akan lagi menangis karena kesedihan yang mendalam, karena dikhianati, atau karena putus asa. Kita hanya akan menangis karena benar-benar bahagia! w24.12 20 ¶3; 24 ¶19

Sabtu, 21 November

”Kalianlah saksi-saksi-Ku,” kata Yehuwa.—Yes. 43:12.

Yehuwa sudah memilih kita sebagai Saksi-Saksi-Nya, dan Dia berjanji untuk memberi kita keberanian. (Yes. 43:​10, 11) Setidaknya ada empat persediaan dari Yehuwa yang bisa membuat kita berani. Pertama, Yesus menyertai kita setiap kali kita memberitakan kabar baik. (Mat. 28:​18-20) Kedua, para malaikat diberi tugas untuk membantu kita. (Why. 14:6) Ketiga, kuasa kudus Yehuwa membantu kita mengingat hal-hal yang sudah kita pelajari. (Yoh. 14:​25, 26) Dan keempat, ada saudara-saudari yang menemani kita. Dengan bantuan Yehuwa dan dukungan dari saudara-saudari yang pengasih, kita pasti bisa mengabar dengan berani. Tapi, saat mengabar, apakah Saudara merasa kecil hati sewaktu kebanyakan orang tidak ada di rumah? Coba pikirkan: ’Di jam seperti ini, orang-orang biasanya ada di mana?’ (Kis. 16:13) Mungkin mereka sedang bekerja atau berbelanja. Kalau begitu, Saudara mungkin bisa bertemu lebih banyak orang dengan mengabar di tempat umum. w24.04 17 ¶10-11

Minggu, 22 November

Kalau seorang pria tidak bisa memimpin rumah tangganya sendiri, bagaimana dia akan mengurus sidang jemaat Allah?—1 Tim. 3:5.

Kalau Saudara adalah seorang suami, reputasi keluarga Saudara bisa memengaruhi apakah Saudara memenuhi syarat sebagai penatua atau tidak. Karena itu, Saudara perlu ”memimpin keluarga [Saudara] dengan baik”. Saudara perlu dikenal sebagai kepala keluarga yang pengasih dan bertanggung jawab. Saudara juga perlu memimpin mereka secara rohani, atau membantu mereka melakukan semua hal yang termasuk dalam ibadah kita. Kalau Saudara punya anak-anak di bawah umur, Saudara harus memastikan bahwa ”anak-anak [Saudara] patuh dan serius”. (1 Tim. 3:4) Saudara perlu mengajar dan melatih mereka dengan pengasih. Seperti anak-anak pada umumnya, mereka pasti senang bermain dan tertawa. Tapi, pelatihan yang baik bisa membuat mereka taat, sopan, dan bertingkah laku dengan baik. Saudara juga harus berupaya sebisa-bisanya untuk membantu mereka bersahabat dengan Yehuwa, mengikuti prinsip-prinsip Alkitab, dan membuat kemajuan untuk dibaptis. w24.11 22 ¶10-11

Senin, 23 November

Tidak ada yang memiliki kasih yang lebih besar daripada orang yang menyerahkan nyawanya demi sahabat-sahabatnya.—Yoh. 15:13.

Semakin banyak Saudara berdinas, Saudara akan semakin merasakan dukungan Yehuwa sehingga iman Saudara juga semakin kuat. (1 Kor. 3:9) Tapi ingatlah, Yehuwa tidak membandingkan apa yang Saudara lakukan dengan apa yang orang lain lakukan. Dia tahu isi hati Saudara. Dia senang sewaktu melihat bahwa Saudara benar-benar menghargai tebusan, hadiah-Nya yang istimewa. (1 Sam. 16:7; Mrk. 12:​41-44) Karena tebusan, kita bisa diampuni, bersahabat dengan Yehuwa, dan punya harapan untuk hidup selamanya. Semoga kita terus menunjukkan bahwa kita menghargai kasih Yehuwa, yang menggerakkan Dia untuk menyediakan semua berkat ini. (1 Yoh. 4:19) Semoga kita juga menunjukkan rasa terima kasih kita kepada Yesus, yang sangat menyayangi kita sampai-sampai rela mengorbankan nyawanya demi kita! w25.01 31 ¶16-18

Selasa, 24 November

Aku menderita sepanjang hari.—Mz. 73:14.

Perhatikan pengalaman dari penulis Mazmur 73. Dia melihat bahwa orang-orang lain sepertinya sejahtera, sehat, dan tidak pernah susah. (Mz. 73:​3-5, 12) Dia pun kecil hati karena merasa bahwa upayanya untuk melayani Yehuwa selama ini sia-sia. Dia ”menderita sepanjang hari” karena terus memikirkan hal itu. (Mz. 73:​13, 14) Bagaimana dia mengatasi perasaan negatifnya? Penulis mazmur itu masuk ke tempat suci Yehuwa. (Mz. 73:​16-18) Di sana, suasananya penuh damai, dan dia bisa berpikir dengan lebih jernih. Dia sadar bahwa meskipun beberapa orang hidup nyaman, mereka tidak punya harapan di masa depan. Dia pun merasa tenang dan yakin bahwa mengejar hal-hal rohani memang keputusan yang terbaik. Hasilnya, dia bertekad untuk terus melayani Yehuwa.—Mz. 73:​23-28. w24.10 27 ¶11-12

Rabu, 25 November

Semoga orang-orang tahu bahwa Engkau, yang bernama Yehuwa, Engkau saja Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.—Mz. 83:18.

Yehuwa sudah memilih kita untuk menjadi ’saksi-saksi-Nya’. (Yes. 43:10-12) Beberapa tahun lalu, sebuah surat dari Badan Pimpinan mengatakan, ”Kehormatan terbesar yang dapat dinikmati siapa pun di antara kita adalah dikenal sebagai Saksi-Saksi Yehuwa.” Mengapa? Coba bayangkan Saudara dituduh melakukan sesuatu. Di pengadilan, Saudara membutuhkan seseorang untuk bersaksi bahwa Saudara tidak mungkin melakukan itu. Siapa yang akan Saudara pilih sebagai saksi? Pasti seseorang yang Saudara percayai. Orang itu juga harus punya reputasi yang baik supaya orang lain percaya kepadanya. Nah, Yehuwa memilih kita sebagai Saksi-Nya. Itu berarti Yehuwa benar-benar mengenal kita dan percaya kepada kita. Dia yakin kita akan memberikan kesaksian bahwa Dia adalah satu-satunya Allah yang benar. Kita merasa terhormat dan bangga menjadi Saksi-Nya. Itu membuat kita mau menggunakan setiap kesempatan untuk memberitahukan nama-Nya dan mematahkan semua tuduhan tentang Dia. Dengan begitu, kita bertindak sesuai dengan nama kita, Saksi-Saksi Yehuwa!—Rm. 10:​13-15. w24.05 18 ¶13

Kamis, 26 November

Dia . . . menyembuhkan semua orang yang sakit.—Mat. 8:16.

Melayani orang lain membuat Yesus sangat bahagia. Sewaktu melayani sekumpulan orang, Yesus tidak hanya mengajar mereka, tapi dia juga memenuhi kebutuhan jasmani mereka. Dia menyediakan makanan secara mukjizat lalu meminta murid-muridnya untuk membagikannya. (Mrk. 6:41) Dengan melakukan itu, dia mengajar murid-muridnya cara melayani orang lain. Dia juga menunjukkan bahwa tugas-tugas semacam itu sangat penting. Bayangkan betapa senangnya para rasul sewaktu bekerja sama dengan Yesus untuk membagikan makanan sampai semua orang kenyang! (Mrk. 6:42) Yesus mengutamakan kepentingan orang lain bukan pada kesempatan ini saja. Sepanjang kehidupannya di bumi, dia selalu melayani orang lain. (Mat. 4:23) Dia merasa bahagia dan puas sewaktu mengajar dan memenuhi kebutuhan orang-orang. w24.11 16 ¶10-11

Jumat, 27 November

Keadaan pada hari-hari terakhir akan sulit dihadapi dan berbahaya.—2 Tim. 3:1.

Karena keadaan di ”hari-hari terakhir” akan semakin buruk, kita pasti akan punya lebih banyak kesempatan untuk saling membantu. Kita juga bisa menguatkan saudara-saudari secara rohani dan menghibur mereka. Misalnya, kita bisa menyambut mereka di Balai Kerajaan. Jadi, sewaktu saudara-saudari kita datang berhimpun, kita mau berupaya sebisa-bisanya untuk membuat mereka merasa aman, disayangi, dan disegarkan. Para penatua bisa menjadi tempat berlindung bagi saudara-saudari yang sedang menghadapi kesulitan. Sewaktu ada bencana alam dan situasi darurat medis, para penatua segera membuat pengaturan untuk memberikan bantuan, termasuk bantuan rohani. Kalau seorang penatua dikenal punya sikap yang lembut, seperasaan, dan mau mendengarkan, saudara-saudari akan merasa lebih nyaman untuk meminta bantuannya. Sikap seperti itu juga akan membuat saudara-saudari merasa disayangi, sehingga mereka bisa lebih mudah mengikuti nasihat Alkitab dari para penatua.—1 Tes. 2:​7, 8, 11. w24.06 29 ¶12-13

Sabtu, 28 November

Dia bahkan tidak mencegah Putra-Nya menderita.—Rm. 8:32.

Yehuwa memang mahakuasa, tapi apakah itu berarti Dia tidak punya perasaan? Jangan sampai kita berpikir seperti itu. Kita diciptakan mirip dengan Dia, dan kita punya perasaan. Jadi, Yehuwa pasti punya perasaan juga. Alkitab mengatakan bahwa hati-Nya bisa merasa sakit. (Mz. 78:​40, 41) Yehuwa pasti sangat sedih dan tertekan sewaktu melihat Putra-Nya disiksa dengan kejam sampai mati. Dari tebusan, kita belajar bahwa tidak ada yang lebih menyayangi kita daripada Yehuwa. (Rm. 8:​32, 38, 39) Dia bahkan lebih menyayangi kita daripada keluarga atau sahabat kita. Malah, Dia lebih menyayangi kita daripada diri kita sendiri. Apakah Saudara ingin hidup selamanya? Yehuwa menginginkan hal itu lebih daripada Saudara. Apakah Saudara ingin dosa Saudara diampuni? Yehuwa juga menginginkan hal itu lebih daripada Saudara. Dia hanya meminta kita untuk menghargai tebusan, beriman, dan menaati Dia. Tebusan benar-benar membuktikan kasih Yehuwa yang dalam kepada kita.—Pkh. 3:11. w25.01 22 ¶8-9

Minggu, 29 November

Selalu pastikan hal apa yang menyenangkan Tuhan.—Ef. 5:10.

Kita semua kadang membuat keputusan berdasarkan apa yang kita lihat dan dengar. Tapi, apa yang kita lihat dan dengar tidak selalu benar. Kalaupun itu benar, kita pada akhirnya akan melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Allah kalau kita tidak berjalan dengan iman. (Pkh. 11:9; Mat. 24:​37-39) Sebaliknya, kalau kita berjalan dengan iman dan mengikuti nasihat Allah, kita akan membuat keputusan yang ”menyenangkan Tuhan”. Kita juga akan merasa damai dan benar-benar bahagia. (Mz. 16:​8, 9; Yes. 48:​17, 18) Selain itu, kalau kita terus berjalan dengan iman, kita akan mendapat kehidupan abadi. (2 Kor. 4:18) Apakah kita berjalan dengan iman atau dengan apa yang kelihatan? Untuk mendapat jawabannya, coba pikirkan: ’Sewaktu membuat keputusan, apakah saya hanya mengandalkan hal-hal yang saya lihat? Atau, apakah saya mengandalkan Yehuwa dan mengikuti nasihat-Nya?’ w25.03 20-21 ¶3-4

Senin, 30 November

Upayakan untuk tetap damai satu sama lain.—1 Tes. 5:13.

Kita masing-masing punya peran yang penting untuk membuat orang-orang tertarik pada firdaus rohani. Untuk itu, kita harus meniru Yehuwa. Dia tidak menyeret orang-orang untuk masuk ke dalam organisasi-Nya. Sebaliknya, Dia menarik mereka dengan lembut. (Yer. 31:3; Yoh. 6:44) Sewaktu orang-orang yang tulus belajar tentang sifat-sifat Yehuwa yang pengasih dan kepribadian-Nya yang menarik, mereka pasti tergerak untuk mendekat kepada-Nya. Bagaimana sifat dan tingkah laku kita yang baik juga bisa membuat orang-orang tertarik untuk masuk ke firdaus rohani? Kita perlu memperlakukan rekan seiman kita dengan pengasih dan baik hati. Sewaktu ada orang-orang baru yang datang berhimpun, kita ingin mereka menarik kesimpulan yang sama dengan orang-orang yang belum beriman di Korintus zaman dulu, yang kemungkinan datang berhimpun. Orang-orang itu mengatakan, ”Allah memang ada di tengah-tengah kalian.” (1 Kor. 14:​24, 25; Za. 8:23) Jelaslah, kita harus terus mengikuti nasihat di ayat hari ini. w24.04 23-24 ¶16-17

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan