PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • es26 hlm. 146-159
  • Desember

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Desember
  • Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari—2026
  • Subjudul
  • Selasa, 1 Desember
  • Rabu, 2 Desember
  • Kamis, 3 Desember
  • Jumat, 4 Desember
  • Sabtu, 5 Desember
  • Minggu, 6 Desember
  • Senin, 7 Desember
  • Selasa, 8 Desember
  • Rabu, 9 Desember
  • Kamis, 10 Desember
  • Jumat, 11 Desember
  • Sabtu, 12 Desember
  • Minggu, 13 Desember
  • Senin, 14 Desember
  • Selasa, 15 Desember
  • Rabu, 16 Desember
  • Kamis, 17 Desember
  • Jumat, 18 Desember
  • Sabtu, 19 Desember
  • Minggu, 20 Desember
  • Senin, 21 Desember
  • Selasa, 22 Desember
  • Rabu, 23 Desember
  • Kamis, 24 Desember
  • Jumat, 25 Desember
  • Sabtu, 26 Desember
  • Minggu, 27 Desember
  • Senin, 28 Desember
  • Selasa, 29 Desember
  • Rabu, 30 Desember
  • Kamis, 31 Desember
Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari—2026
es26 hlm. 146-159

Desember

Selasa, 1 Desember

Dia membantu mereka untuk mengerti sepenuhnya makna Kitab Suci.—Luk. 24:45.

Murid-murid Yesus beriman pada Firman Allah dan berupaya menjalankannya dalam kehidupan mereka. (Yoh. 17:6) Tapi, waktu Yesus dihukum mati sebagai seorang penjahat, mereka sempat merasa bingung dan ragu. Yesus tahu bahwa mereka sebenarnya punya hati yang tulus dan hanya perlu dibantu untuk punya pemahaman yang lebih tepat. (Luk. 9:​44, 45; Yoh. 20:9) Jadi, Yesus membantu mereka untuk lebih memahami Kitab Suci. Mari kita lihat bagaimana Yesus melakukan itu sewaktu dia menemui dua murid yang sedang berjalan ke Emaus. Yesus tidak langsung memberi tahu kedua murid itu siapa dirinya. Mengapa? Kemungkinan, Yesus ingin mereka menyampaikan isi hati dan pikiran mereka, dan itulah yang mereka lakukan. Mereka mengatakan bahwa mereka tadinya berharap Yesus akan membebaskan orang Israel dari penindasan Romawi. (Luk. 24:​18-27) Yesus menggunakan Kitab Suci untuk membantu mereka memahami bahwa semua yang Yesus alami sebenarnya sudah dinubuatkan. Malamnya, Yesus juga memberikan penjelasan yang sama kepada para murid lain.—Luk. 24:​33-48. w24.10 14 ¶9-10

Rabu, 2 Desember

Saya tidak melakukan apa pun atas kemauan saya sendiri. Apa yang Bapak ajarkan kepada saya, itulah yang saya bicarakan.—Yoh. 8:28.

Yesus belajar dari Bapaknya tentang apa yang harus dia lakukan dan katakan. Sesuai dengan teladan Yesus, organisasi Yehuwa menggunakan Firman Allah untuk memberikan arahan dan mengajarkan apa yang benar dan yang salah. (2 Tim. 3:​16, 17) Kita sering diingatkan untuk mempelajari Firman Allah. Sewaktu melakukannya, kita bisa membandingkan ajaran Alkitab dengan petunjuk dari organisasi yang ada di publikasi kita. Saat melihat bahwa petunjuk itu didasarkan atas Firman Allah, kita akan semakin percaya pada organisasi Yehuwa. (Rm. 12:2) Yesus juga memberitakan ”kabar baik tentang Kerajaan Allah”. (Luk. 4:​43, 44) Dan, dia memerintahkan murid-muridnya untuk melakukan itu. (Luk. 9:​1, 2; 10:​8, 9) Sekarang, semua yang bergabung dengan organisasi Yehuwa memberitakan Kerajaan Allah tidak soal di mana mereka tinggal. w24.04 9 ¶5-7

Kamis, 3 Desember

Kami akan melakukan semua perintahmu, dan kami akan pergi ke mana pun kamu mengutus kami.—Yos. 1:16.

Teruslah percaya pada petunjuk dari organisasi Yehuwa. Di Israel zaman dulu, Yehuwa menggunakan Musa dan belakangan Yosua untuk memberikan petunjuk kepada umat-Nya. (Yos. 1:17) Orang Israel diberkati sewaktu mereka memandang pria-pria itu sebagai wakil Allah Yehuwa. Di abad pertama, sewaktu sidang Kristen baru dibentuk, Yehuwa menggunakan 12 rasul untuk memberikan petunjuk. (Kis. 8:​14, 15) Belakangan, Yehuwa juga menggunakan para penatua lainnya di Yerusalem. Karena sidang-sidang jemaat mengikuti petunjuk dari pria-pria yang setia itu, ”iman [mereka] menjadi semakin teguh, dan jumlah mereka bertambah dari hari ke hari”. (Kis. 16:​4, 5) Sekarang, Yehuwa juga memberkati kita sewaktu kita mengikuti petunjuk dari organisasi-Nya. w24.07 10 ¶10

Jumat, 4 Desember

Aku telah menemukan Daud anak Isai, orang yang menyenangkan hati-Ku.—Kis. 13:22.

Yehuwa sangat menyayangi Raja Daud. Dia bahkan menyebutnya ”orang yang menyenangkan hati-Ku”. Tapi, Daud melakukan beberapa dosa serius, termasuk berzina dan membunuh. Menurut Hukum Musa, Daud sebenarnya pantas dihukum mati. (Im. 20:10; Bil. 35:31) Meski begitu, Yehuwa dengan baik hati membantu Daud untuk bertobat. Yehuwa mengutus Nabi Natan untuk menemui Daud, padahal waktu itu Daud belum menunjukkan bahwa dia mau bertobat. Natan menggunakan sebuah perumpamaan yang menyentuh hati Daud. Daud pun menyadari kesalahannya dan tergerak untuk bertobat. (2 Sam. 12:​1-14) Dia menulis sebuah mazmur yang menunjukkan bahwa dia bertobat dengan sungguh-sungguh. (Mz. 51, superskripsi) Banyak orang yang berbuat dosa merasa terhibur dan tergerak untuk bertobat sewaktu membaca mazmur itu. Kita pasti bersyukur karena Yehuwa dengan pengasih membantu Daud untuk bertobat. w24.08 10 ¶9

Sabtu, 5 Desember

[Buktikan] sendiri kehendak Allah yang baik, sempurna, dan menyenangkan Dia.—Rm. 12:2.

Banyak orang setuju bahwa menjadi orang tua itu tidak mudah. Sebagai orang tua, kalian pasti berupaya keras untuk membantu anak kalian punya iman yang kuat, dan itu patut dipuji. (Ul. 6:​6, 7) Sewaktu anak kalian bertambah dewasa, dia mungkin punya pertanyaan tentang kepercayaan kita, misalnya mengapa Alkitab mengajarkan standar moral tertentu. Saat anak kalian mengajukan pertanyaan, kalian mungkin khawatir dan bahkan menganggap dia tidak beriman. Tapi sebenarnya, seorang anak memang perlu mengajukan pertanyaan supaya dia bisa punya iman yang kuat. (1 Kor. 13:11) Jadi, jangan khawatir. Kalau anak kalian menanyakan sesuatu, gunakan kesempatan itu untuk membantu dia belajar caranya menggunakan kemampuan berpikirnya. w24.12 14 ¶1-2

Minggu, 6 Desember

Kita [adalah] orang yang beriman sehingga tetap hidup.—Ibr. 10:39.

Orang Kristen Ibrani perlu memiliki iman yang kuat untuk bisa selamat melewati kesengsaraan yang akan terjadi di Yudea. (Ibr. 10:​37, 38) Yesus sudah memperingatkan para pengikutnya untuk melarikan diri ke pegunungan sewaktu mereka melihat pasukan musuh berkemah di sekeliling Yerusalem. Semua orang Kristen harus menaati petunjuk itu, tidak soal mereka tinggal di Yerusalem atau di desa-desa sekitarnya. (Luk. 21:​20-24) Di zaman dulu, kalau ada musuh yang menyerang, orang-orang biasanya mencari perlindungan di kota yang bertembok, seperti Yerusalem. Karena itu, petunjuk Yesus untuk melarikan diri ke pegunungan mungkin terdengar tidak masuk akal, dan orang Kristen perlu memiliki iman yang kuat untuk menaatinya. Orang Kristen Ibrani juga perlu percaya kepada orang-orang yang Yesus gunakan untuk mengarahkan sidang. Orang-orang itu kemungkinan besar memberikan petunjuk spesifik supaya semua orang di sidang bisa melarikan diri pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tertib, atau teratur.—Ibr. 13:17. w24.09 10 ¶9-10

Senin, 7 Desember

Dia . . . memberikan mereka sebagai pemberian berupa manusia.—Ef. 4:8.

Sewaktu berada di bumi, Yesus dengan sempurna menjalankan semua tugas yang diberikan oleh Bapaknya. (Yoh. 17:4) Tapi, Yesus tidak pernah berpikir bahwa hanya dia yang bisa menjalankan tugas dari Yehuwa. Dia melatih orang-orang lain untuk melakukan tugas itu. Dia memberikan tugas yang penting kepada para muridnya, yaitu untuk mengurus domba-domba Yehuwa dan memimpin pekerjaan pengabaran dan pengajaran. Yesus dengan baik hati memberikan nasihat yang terus terang kepada para murid. Dia menasihati mereka sewaktu melihat beberapa dari mereka ragu bahwa Mesias memang perlu menderita dan mati. (Luk. 24:​25-27; Yoh. 20:27) Dia juga memberi tahu mereka untuk menggembalakan domba-domba Yehuwa dan tidak berfokus mengejar harta materi. (Yoh. 21:15) Dia memberi tahu mereka agar tidak terlalu memusingkan kehormatan yang mungkin didapatkan orang lain. (Yoh. 21:​20-22) Dan dia meluruskan beberapa pandangan mereka yang salah tentang Kerajaan Allah dan membantu mereka untuk berfokus pada pengabaran.—Kis. 1:​6-8. w24.10 15-16 ¶13-14

Selasa, 8 Desember

Orang-orang benar akan memiliki bumi, dan mereka akan tinggal di situ selamanya.—Mz. 37:29.

Ketaatan menghasilkan kehidupan. Seperti bangsa Israel yang sudah hampir memasuki Negeri Perjanjian, kita sudah hampir memasuki dunia baru yang Allah janjikan. Kita akan melihat bumi diubah menjadi Firdaus. (Yes. 35:1; Luk. 23:43) Iblis dan roh-roh jahat akan dilenyapkan. (Why. 20:​2, 3) Tidak akan ada lagi agama palsu yang membuat orang jauh dari Yehuwa. (Why. 17:16) Tidak akan ada lagi pemerintahan manusia yang menindas rakyatnya. (Why. 19:​19, 20) Orang-orang yang memberontak tidak akan dibiarkan tetap ada di Firdaus. (Mz. 37:​10, 11) Semua orang akan menaati hukum Yehuwa yang menghasilkan persatuan dan perdamaian. Mereka pun akan mengasihi dan memercayai satu sama lain. (Yes. 11:9) Benar-benar harapan yang indah! Kalau kita terus menaati Yehuwa, kita bisa tetap hidup di bumi Firdaus, bukan selama ratusan tahun saja, tapi sampai selamanya.—Yoh. 3:16. w24.11 9 ¶7

Rabu, 9 Desember

Kabar baik tentang Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi, sebagai kesaksian bagi semua bangsa.—Mat. 24:14.

Sekarang, sudah semakin jelas bahwa nubuat yang disebutkan di ayat hari ini sedang menjadi kenyataan. Berita Kerajaan sudah tersedia dalam lebih dari 1.000 bahasa. Dan dengan adanya situs web jw.org, sebagian besar penduduk bumi bisa menerima berita itu. Tapi, Yesus juga memberi tahu murid-muridnya bahwa mereka ”tidak akan selesai mengunjungi semua kota Israel sampai Putra manusia datang”. (Mat. 10:23; 25:​31-33) Itu berarti murid-murid Yesus tidak akan bisa mengabar kepada semua orang sebelum Yesus datang. Sekarang, jutaan orang tinggal di negeri-negeri yang sangat membatasi pekerjaan pengabaran. Selain itu, ada ratusan bayi yang lahir setiap menit. Memang, kita berupaya sebisa-bisanya untuk memberitakan kabar baik kepada orang-orang dari ”setiap suku, ras, [dan] bahasa”. (Why. 14:6) Tapi kenyataannya, kita tidak akan bisa mengabar kepada setiap orang di bumi sebelum akhir itu datang. w24.05 10 ¶6-7

Kamis, 10 Desember

Mereka bukan lagi dua, tapi satu.—Mat. 19:6.

Yesus menggunakan kata-katanya untuk menguatkan dan menyegarkan orang lain. Dia tidak berbicara dengan kasar kepada para pengikutnya. (Luk. 8:​47, 48) Benar-benar teladan yang bagus untuk para suami Kristen! Yesus meminta para suami untuk tetap setia kepada istri mereka. Dia mengutip kata-kata Bapaknya bahwa seorang suami harus ”terus bersama istrinya”. (Mat. 19:​4-6) Di ayat ini, kata kerja Yunani yang diterjemahkan menjadi ”terus bersama” berarti ”melekatkan”. Itu berarti ikatan perkawinan di antara suami istri harus begitu kuat sampai-sampai mereka seperti dilekatkan, atau dilem. Kalau mereka dipisahkan, mereka berdua akan merasa sakit. Nah, untuk mempertahankan ikatan perkawinan yang kuat, suami harus menolak semua jenis pornografi. Dia akan langsung ’mengalihkan matanya agar tidak melihat apa yang tidak berguna’. (Mz. 119:37) Dia seolah-olah membuat perjanjian dengan matanya untuk tidak melihat wanita lain dengan hasrat yang salah.—Ayb. 31:​1, catatan kaki. w25.01 10 ¶12-13

Jumat, 11 Desember

Allah kita . . . akan memberi ampun dengan murah hati.—Yes. 55:7.

Pengampunan dari manusia memang kadang rumit. Tapi, cara Yehuwa mengampuni kita, manusia yang tidak sempurna, sangat berbeda dengan cara kita mengampuni satu sama lain. Pengampunan Yehuwa itu unik. Seorang penulis mazmur berkata tentang Yehuwa, ”Engkau benar-benar mengampuni, sehingga Engkau dihormati.” (Mz. 130:4) Dengan melihat pengampunan dari Yehuwa, kita bisa memahami seperti apa pengampunan itu sebenarnya. Sewaktu para penulis Alkitab menggambarkan pengampunan Yehuwa, mereka kadang menggunakan kata Ibrani yang tidak pernah digunakan untuk menggambarkan pengampunan manusia. Sewaktu Yehuwa mengampuni seseorang, Dia menghapus dosa orang itu. Hubungan yang rusak antara orang itu dengan Yehuwa juga dipulihkan lagi. Ya, Yehuwa mengampuni dengan begitu murah hati dan benar-benar tuntas. w25.02 8-9 ¶1-3

Sabtu, 12 Desember

Dia menyuruh kami untuk memberi tahu bangsa itu dan bersaksi dengan saksama.—Kis. 10:42.

Kesuksesan kita dalam dinas tidak bergantung pada hasil yang kita dapatkan. Mengapa? Karena kalau kita sudah memberikan kesaksian, kita sebenarnya sudah melakukan apa yang diinginkan Yehuwa dan Putra-Nya. Kalaupun tidak ada orang yang bisa diajak bicara atau berita kita ditolak, kita bisa tetap bersukacita karena kita sudah menyenangkan Bapak kita yang di surga. (Ams. 27:11) Kita juga senang sewaktu penyiar lain menemukan orang yang berminat. Menara Pengawal pernah menggambarkan pekerjaan pengabaran seperti ini: Sewaktu ada anak yang hilang, banyak orang ikut mencarinya dari satu tempat ke tempat lain. Saat anak itu ditemukan, semua orang yang ikut mencarinya pasti senang, bukan hanya orang yang menemukan dia. Begitu juga, semua orang di sidang ikut dalam pekerjaan membuat murid. Kita semua diperlukan untuk menjangkau seluruh daerah. Dan, sewaktu ada seseorang yang mulai datang berhimpun, kita semua bersukacita. w24.04 18 ¶13-14

Minggu, 13 Desember

Semua yang memiliki sikap yang benar untuk mendapat kehidupan abadi menjadi percaya.—Kis. 13:48.

Kita pasti menanti-nantikan apa yang akan terjadi sebentar lagi. Semoga dengan berkat Yehuwa, semakin banyak orang mau menerima kebenaran sebelum kesengsaraan besar dimulai. Tapi, kita juga senang karena bahkan selama kesengsaraan besar, kemungkinan masih ada orang-orang yang mau meninggalkan dunia Setan dan bergabung bersama kita untuk memuji Yehuwa! Sambil menunggu, kita harus tetap sibuk. Kita punya kehormatan untuk memberitakan kabar baik tentang Kerajaan Allah di seluruh bumi. Itu adalah pekerjaan penting yang tidak akan terulang lagi. Di saat yang sama, kita harus terus memperingatkan orang-orang. Mereka perlu tahu bahwa akhir dunia yang jahat ini sudah semakin dekat. Ya, karena mengasihi kebenaran, mengasihi orang lain, dan yang terutama, mengasihi Allah Yehuwa dan nama-Nya, kita akan terus mengabar dengan bersemangat sampai Yehuwa akhirnya mengatakan, ”Sudah cukup.” w24.05 19 ¶14-16

Senin, 14 Desember

[Bersikaplah] rendah hati dalam memperlakukan satu sama lain, karena Allah menentang orang sombong, tapi memberikan kebaikan hati yang luar biasa kepada yang rendah hati.—1 Ptr. 5:5.

Pada malam sebelum Yesus dibunuh, dia mengajar Petrus dan rasul-rasul lainnya tentang pentingnya rendah hati. Para rasul pasti kaget karena Yesus mau melakukan sesuatu yang biasanya dilakukan seorang pelayan. Dia melepaskan baju luarnya, mengikatkan handuk di pinggangnya, mengisi baskom dengan air, dan mulai mencuci kaki mereka. (Yoh. 13:​4, 5) Pasti butuh waktu cukup lama untuk mencuci kaki ke-12 rasul, termasuk Yudas yang nantinya akan mengkhianati Yesus. Meski begitu, Yesus dengan sangat rendah hati melakukannya. Lalu, dia dengan sabar menjelaskan, ”Apa kalian mengerti kenapa aku lakukan itu kepada kalian? Kalian panggil aku ’Guru’ dan ’Tuan’, dan kalian memang benar. Kalau aku saja, Tuan dan Guru kalian, mencuci kaki kalian, kalian juga harus mencuci kaki satu sama lain.”—Yoh. 13:​12-14. w25.03 10 ¶9-11

Selasa, 15 Desember

Engkau membimbing aku dengan nasihat-Mu, dan akhirnya, Engkau akan membawaku menuju kemuliaan.—Mz. 73:24.

Dunia ini membuat kita sulit untuk tetap dekat dengan Yehuwa. Banyak orang tidak percaya bahwa Allah itu ada. Dan sering kali, orang-orang yang mengabaikan hukum Allah kelihatannya bahagia. Ini bisa menguji iman kita. Memang, kita yakin bahwa Allah itu ada, tapi kita bisa mulai ragu apakah Dia akan bertindak untuk kita. Itulah yang dirasakan penulis Mazmur 73. Dia melihat bahwa orang-orang di sekitarnya mengabaikan hukum Allah tapi hidupnya senang. Dia pun menjadi ragu apakah melayani Allah memang ada gunanya. (Mz. 73:​11-13) Belakangan, apa yang membantu penulis mazmur itu mengubah cara berpikirnya? Dia merenungkan apa yang akan terjadi pada orang-orang yang melupakan Yehuwa. (Mz. 73:​18, 19, 27) Dia juga memikirkan apa saja manfaatnya melayani Allah. (Mz. 73:24) Kita juga bisa merenungkan berkat-berkat yang sudah Yehuwa berikan. w24.06 25 ¶16-17

Rabu, 16 Desember

Jangan mencintai uang.—Ibr. 13:5.

Di zaman Alkitab, ada yang memanfaatkan saudara-saudara mereka yang miskin dengan meminjamkan uang dan menuntut bunga dari mereka. Ada juga hakim-hakim yang menerima suap sehingga merugikan orang yang tidak bersalah. Hal-hal seperti itu membuat Yehuwa muak. (Yeh. 22:12) Kita masing-masing perlu memeriksa pandangan kita tentang uang. Coba renungkan: ’Apakah saya sering memikirkan tentang uang dan hal-hal yang bisa saya beli? Kalau saya meminjam uang, apakah saya lambat membayarnya karena berpikir bahwa orang yang meminjamkannya tidak membutuhkan uang itu? Apakah saya merasa diri penting karena memiliki uang? Apakah saya sulit untuk bermurah hati? Apakah saya menganggap saudara-saudari saya materialistis hanya karena mereka punya uang? Apakah saya hanya berteman dengan orang kaya dan tidak peduli dengan orang miskin?’ Kalau kita tidak mencintai uang, kita bisa menjaga persahabatan kita dengan Allah. Dengan begitu, Yehuwa tidak akan pernah meninggalkan kita! w24.06 12-13 ¶17-18

Kamis, 17 Desember

Aku tidak mau berjalan di jalan kejahatan, agar aku bisa menjalankan firman-Mu.—Mz. 119:101.

Untuk melindungi diri dari godaan, kita perlu berupaya memiliki keinginan yang benar. Kalau kita belajar untuk ’membenci apa yang buruk dan mencintai yang baik’, kita akan semakin bertekad untuk melakukan apa yang benar. (Am. 5:15) Kalaupun ada godaan, kita akan bisa menolaknya kalau kita punya keinginan yang benar. Kita perlu sebisa mungkin sibuk melakukan kegiatan rohani. Kalau kita berhimpun atau berdinas, keinginan kita untuk menyenangkan Yehuwa akan menjadi semakin kuat. (Mat. 28:​19, 20; Ibr. 10:​24, 25) Dengan membaca, mempelajari, dan merenungkan Firman Allah, kita akan semakin mencintai apa yang baik dan membenci yang buruk. (Yos. 1:8; Mz. 1:​2, 3; 119:97) Selain itu, ingatlah nasihat Yesus kepada murid-muridnya: ”Teruslah berdoa, supaya kalian tidak menyerah pada godaan.” (Mat. 26:41) Dengan begitu, kita akan mendapat bantuan dari Yehuwa dan semakin bertekad untuk menyenangkan Dia.—Yak. 4:8. w24.07 17 ¶14-16

Jumat, 18 Desember

Aku akan membuatmu mengerti dan menunjukkan ke mana kamu harus berjalan. Aku akan menasihatimu dengan mata-Ku tertuju kepadamu.—Mz. 32:8.

Sewaktu melatih yang lain, kita perlu meniru Yehuwa, yang membagikan hikmat-Nya dengan murah hati. Kita mau membagikan semua pengetahuan dan pengalaman yang kita miliki, tanpa menahan apa pun. Kita tidak akan khawatir bahwa kalau kita melakukannya, orang yang kita latih akan menggantikan kita suatu saat nanti. Kita juga tidak akan berpikir, ’Dulu, tidak ada yang melatih saya. Biar saja dia belajar sendiri!’ Cara berpikir seperti itu seharusnya tidak ada di antara umat Yehuwa. Sebaliknya, kita senang membagikan ilmu kita dan bahkan rela membuat pengorbanan yang besar untuk melatih orang lain. (1 Tes. 2:8) Kita berharap mereka ”selanjutnya akan sanggup mengajar yang lain”. (2 Tim. 2:​1, 2) Kalau kita semua dengan murah hati membagikan pengetahuan yang kita miliki, baik kita maupun orang lain akan menjadi lebih berhikmat dan lebih bahagia. w24.09 29 ¶12-13

Sabtu, 19 Desember

Kita masing-masing adalah anggota yang saling membutuhkan.—Rm. 12:5.

Kalau Saudara merasa bahwa Saudara tidak punya keterampilan apa-apa, jangan kecil hati. Saudara pasti punya sifat-sifat bagus yang bisa membuat Saudara berguna bagi sidang. Bacalah 1 Korintus 12:​12-30. Di situ, Paulus menunjukkan bahwa setiap hamba Yehuwa, termasuk Saudara, berharga dan punya peran yang penting di sidang. Renungkan ayat-ayat itu, dan berdoalah kepada Yehuwa. Lakukan apa pun yang bisa Saudara lakukan untuk Yehuwa dan saudara-saudari. Yakinlah, para penatua akan mempertimbangkan kesanggupan Saudara dan memberi Saudara tugas yang cocok. (Rm. 12:​4-8) Kita semua harus mendekat kepada Yehuwa, memberi dengan bersukacita, dan menjadi teladan dalam mengikuti standar Yehuwa. w24.11 17 ¶12-13

Minggu, 20 Desember

Dia mulai berdoa kepada Yehuwa sambil menangis tersedu-sedu.—1 Sam. 1:10.

Hana menghadapi beberapa masalah yang membuat dia sangat sedih dan menangis. Suaminya punya istri lain, yaitu Penina, dan Penina sangat membenci Hana. Dan yang memperburuk situasinya, Hana tidak punya anak, sedangkan Penina punya beberapa anak. (1 Sam. 1:​1, 2) Penina terus-menerus mengejek Hana karena hal itu. Alkitab berkata bahwa ”Hana menangis dan tidak mau makan” karena hatinya ”begitu sedih”. (1 Sam. 1:​6, 7, 10) Apa yang Hana lakukan untuk mendapat penghiburan? Salah satunya, dia pergi ke tabernakel untuk beribadah kepada Yehuwa. Di sana, dia memohon agar Yehuwa melihat penderitaannya dan mengingat dia. (1 Sam. 1:11) Yehuwa pun melihat penderitaannya, mendengarkan permohonannya, dan belakangan memberkati dia sehingga dia bisa punya anak.—1 Sam. 1:​19, 20; 2:21. w24.12 21 ¶5-7

Senin, 21 Desember

Aku khususnya menyukai manusia.—Ams. 8:31.

Dari tebusan, kita belajar bahwa Yesus benar-benar peduli kepada semua orang, khususnya kepada murid-muridnya. (Yoh. 13:1) Misalnya, Yesus sebenarnya tahu bahwa dia akan menghadapi berbagai kesulitan selama pelayanannya di bumi dan mengalami kematian yang menyakitkan, tapi dia tetap menjalankan pelayanannya dengan sepenuh hati. Dia mengabar, mengajar, dan memberikan bantuan karena dia mengasihi orang-orang, bukan sekadar menjalankan tugas. Bahkan, pada malam sebelum kematiannya, dia menggunakan waktunya untuk mencuci kaki para rasul, mengajar mereka, dan menguatkan mereka. (Yoh. 13:​12-15) Lalu di tiang siksaan, Yesus menggunakan sisa waktunya untuk memberikan harapan kepada seorang penjahat dan mengatur agar ada yang mengurus ibunya. (Luk. 23:​42, 43; Yoh. 19:​26, 27) Ya, kasih Yesus yang dalam terlihat jelas bukan hanya dari kematiannya, tapi juga dari seluruh kehidupannya di bumi. w25.01 23 ¶11

Selasa, 22 Desember

Dia menanggung hukuman demi kedamaian kami, dan kami disembuhkan karena luka-lukanya.—Yes. 53:5.

Alkitab memberikan sebuah gambaran untuk membantu kita mengerti bahwa pengampunan Yehuwa bisa membebaskan kita. Karena kita tidak sempurna, kita bisa disebut ”budak dosa”. Tapi karena Yehuwa mengampuni kita, kita ”dibebaskan dari dosa”. (Rm. 6:​17, 18; Why. 1:5) Sewaktu kita sadar bahwa Yehuwa sudah mengampuni kita, kita pasti sangat senang, sama seperti seorang budak yang dibebaskan. Dengan adanya korban tebusan yang Yehuwa sediakan melalui Putra-Nya, kita seolah-olah disembuhkan. (1 Ptr. 2:24) Hubungan kita dengan Yehuwa pun bisa benar-benar pulih. Bagaimana perasaan kita sewaktu kita disembuhkan secara rohani dan bisa bersahabat lagi dengan Yehuwa? Kita pasti bersukacita, sama seperti orang yang disembuhkan dari penyakit yang parah. w25.02 11 ¶16-17

Rabu, 23 Desember

Kalau kalian terus melakukan hal-hal itu, kalian pasti tidak akan jatuh.—2 Ptr. 1:10.

Dalam perumpamaan tentang talenta, Yesus menceritakan tentang dua budak yang setia dan satu budak yang tidak setia. (Mat. 25:​14-30) Dua budak yang setia dalam perumpamaan itu menggambarkan orang Kristen terurap yang setia. Majikan mereka, Yesus, mengundang mereka untuk ”ikut bersukacita bersama [dia]”. Mereka pun menerima kebangkitan pertama dan mendapat upah mereka di surga. (Mat. 25:​21, 23; Why. 20:5a) Di sisi lain, contoh buruk dari budak yang malas menjadi peringatan bagi orang-orang terurap. Mereka harus tetap rajin. Seperti perumpamaan tentang sepuluh gadis, perumpamaan tentang talenta tidak menunjukkan bahwa orang-orang terurap akan menjadi malas. Yesus menceritakan perumpamaan itu hanya untuk menjelaskan apa yang akan terjadi kalau mereka kehilangan semangat. Mereka akan gagal untuk ”memastikan bahwa [mereka] tetap menjadi orang yang terpanggil dan terpilih”, dan mereka tidak akan diizinkan untuk masuk ke Kerajaan surga. w24.09 22 ¶10; 23 ¶12-13

Kamis, 24 Desember

[Pastikan] hal-hal mana yang lebih penting.—Flp. 1:10.

Kita semua pasti mau punya pekerjaan yang bisa memenuhi kebutuhan kita dan keluarga. (Pkh. 7:12; 1 Tim. 5:8) Memang, sewaktu memutuskan pekerjaan apa yang mau kita terima, kita pasti memikirkan gajinya. Tapi, kalau kita hanya memikirkan hal tersebut, itu berarti kita berjalan dengan apa yang kelihatan. Kalau kita berjalan dengan iman, kita juga akan memikirkan pengaruh pekerjaan itu terhadap hubungan kita dengan Yehuwa. Coba pikirkan: ’Kalau saya menerima pekerjaan itu, apakah saya harus melakukan hal-hal yang Yehuwa benci?’ (Ams. 6:​16-19) ’Apakah rutin rohani saya akan terganggu?’ ’Apakah saya jadi harus meninggalkan keluarga saya untuk waktu yang lama?’ Kalau ada yang Saudara jawab iya, lebih baik Saudara tidak menerima pekerjaan itu, meskipun Saudara sulit mencari pekerjaan. Saudara perlu membuat keputusan yang menunjukkan bahwa Saudara yakin Yehuwa akan memenuhi kebutuhan Saudara. (Mat. 6:33; Ibr. 13:5) Dengan begitu, Saudara berjalan dengan iman. w25.03 21 ¶5-6

Jumat, 25 Desember

Kalian harus saling berbaik hati dan beriba hati, juga saling mengampuni dengan tulus.—Ef. 4:32.

Kita harus selalu berupaya memandang saudara-saudari kita seperti cara Yehuwa memandang mereka. Untuk itu, kita harus berfokus pada sifat-sifat baik mereka, bukan pada kelemahan mereka, yang akhirnya akan hilang. Kita bisa menyelesaikan perselisihan apa pun kalau kita memperlakukan saudara-saudari dengan pengasih. Hasilnya, orang-orang yang ingin diperlakukan dengan cara yang sama akan tertarik untuk masuk ke firdaus rohani. Semoga kita selalu bersyukur atas firdaus rohani yang sudah Yehuwa ciptakan untuk kita. Siapa pun yang ingin disegarkan, bahagia, merasa tenang, dan aman harus masuk ke firdaus rohani dan tidak pernah meninggalkannya! Tapi, kita harus waspada, karena Setan berupaya sebisa-bisanya untuk memancing kita keluar dari situ. (1 Ptr. 5:8; Why. 12:9) Jangan terpengaruh! Mari kita berupaya keras untuk menjaga firdaus rohani tetap bersih, indah, dan damai. w24.04 24-25 ¶18-19

Sabtu, 26 Desember

Utamakan Kerajaan.—Mat. 6:33.

Orang tua, kalian bisa membantu anak kalian bersemangat melayani Yehuwa. Melalui kata-kata dan teladan kalian, ajarkan bahwa kegiatan rohani, seperti belajar Alkitab, berhimpun, dan berdinas, lebih penting daripada semua kegiatan lainnya. Kalau tidak, anak kalian bisa merasa bahwa mereka harus beribadah kepada Yehuwa hanya karena orang tua mereka Saksi Yehuwa. Akibatnya, mereka mungkin tidak mengutamakan ibadah sejati atau bahkan meninggalkannya. Tapi kalau seseorang sudah berhenti melayani Yehuwa, apakah dia bisa menjadi sahabat Yehuwa lagi? Ya, karena dia bisa bertobat dan kembali menjalankan ibadah sejati. Tapi, dia harus bersikap rendah hati dan mau menerima bantuan dari para penatua. (Yak. 5:14) Meskipun dia mungkin harus mengerahkan upaya yang besar, upayanya tidak akan sia-sia, karena itu bisa membuat dia menjadi sahabat Yehuwa lagi. w24.07 24-25 ¶18-19

Minggu, 27 Desember

Segera tolak perbuatan cabul!—1 Kor. 6:18.

Bagaimana kalian bisa tetap bersih secara moral selama berpacaran? Semakin lama, perasaan kalian terhadap satu sama lain bisa semakin kuat. Jadi, kalian perlu menjaga tingkah laku kalian tetap bersih dengan tidak membicarakan hal-hal cabul, berduaan di tempat sepi, atau minum alkohol berlebihan. (Ef. 5:3) Itu bisa menimbulkan nafsu seksual dan melemahkan tekad kalian untuk mengikuti standar Yehuwa. Dari waktu ke waktu, bicarakan apa saja yang bisa kalian lakukan agar tetap bersih secara moral. (Ams. 22:3) Sewaktu rasa sayang kalian semakin kuat, kalian mungkin ingin menunjukkannya sampai batas-batas tertentu. (Kid. 1:2; 2:6) Tapi, kalau hal itu menimbulkan nafsu seksual, itu bisa mengaburkan pandangan kalian terhadap pasangan kalian. Tindakan untuk menunjukkan rasa sayang juga bisa dengan mudah membuat kalian kehilangan pengendalian diri dan akhirnya berbuat cabul. (Ams. 6:27) Jadi, sewaktu baru mulai berpacaran, bicarakan batas-batasnya, sesuai dengan prinsip Alkitab.—1 Tes. 4:​3-7. w24.05 29 ¶10-11

Senin, 28 Desember

Kalau kalian bilang ”Ya”, itu harus berarti ya, dan ”Tidak”, berarti tidak.—Mat. 5:37.

Kita ingin menjadi orang yang bisa diandalkan, terutama pada masa sulit. (Ams. 17:17) Bagaimana caranya? Kita perlu berupaya sebisa-bisanya untuk meniru Yehuwa setiap hari, misalnya dengan menepati janji dan berupaya sebisa mungkin untuk tepat waktu. Kalau para penatua bisa diandalkan, sidang akan mendapat manfaat. Contohnya, para penyiar akan merasa aman kalau mereka tahu bahwa mereka bisa menghubungi penatua, misalnya pengawas kelompok dinas lapangan mereka, setiap kali mereka butuh bantuan. Mereka juga akan merasa disayangi kalau mereka tahu bahwa para penatua mau membantu mereka. Para penatua juga bisa dipercaya karena mereka memberikan nasihat berdasarkan Alkitab dan publikasi dari budak yang setia, bukan berdasarkan pendapat mereka sendiri. Selain itu, saudara-saudari percaya kepada penatua karena mereka bisa menjaga rahasia. Dan, sewaktu penatua mengatakan bahwa mereka akan melakukan sesuatu, mereka benar-benar melakukannya. w24.06 30 ¶14-15

Selasa, 29 Desember

Engkau akan terus memberinya kedamaian, karena dia percaya kepada-Mu.—Yes. 26:3.

Saat ini, kita memang tidak bisa mengharapkan Yehuwa menyingkirkan semua masalah kita. Tapi, kita bisa yakin bahwa Dia akan menguatkan kita. (Mz. 41:3) Melalui kuasa kudus-Nya, Yehuwa memberi kita kekuatan, hikmat, dan kedamaian untuk bisa bertekun. (Ams. 18:14; Flp. 4:13) Dia juga menguatkan kita dengan memberi kita harapan di Alkitab bahwa nanti, semua penyakit tidak akan ada lagi. (Yes. 33:24) Yehuwa memastikan kata-kata-Nya dicatat di Alkitab untuk menghibur kita sewaktu kita menghadapi kesulitan. (Rm. 15:4) Seorang saudari di Afrika Barat terkena penyakit kanker, dan dia sering menangis. Dia mengatakan, ”Satu ayat yang sangat menguatkan saya adalah Yesaya 26:3. . . . Ayat itu meyakinkan saya bahwa Yehuwa bisa memberi kita kedamaian sehingga kita bisa mengendalikan reaksi kita.” Apakah Saudara juga punya ayat favorit yang selalu menguatkan Saudara sewaktu Saudara menghadapi situasi yang kelihatannya tidak ada harapan? w24.12 24 ¶17-18

Rabu, 30 Desember

Ketika dia masih jauh, ayahnya melihat dia dan tergerak oleh rasa kasihan. Maka ayahnya berlari, lalu memeluk dan menciumnya dengan lembut.—Luk. 15:20.

Yehuwa mau mengampuni orang-orang yang sudah menjauh dari-Nya. Para penatua berupaya keras untuk meniru sikap Yehuwa itu. Mereka ingin domba-domba yang hilang itu kembali kepada Yehuwa. (Luk. 15:​22-24, 32) Sewaktu ada satu orang berdosa yang kembali, ada sukacita yang besar di surga dan di bumi! (Luk. 15:7) Memang, Yehuwa tidak membiarkan orang berdosa yang tidak bertobat untuk tetap berada di sidang. Tapi, Dia tidak menyerah dalam membantu mereka. Dia berharap mereka kembali. Perasaan Yehuwa terhadap orang yang bertobat dicatat di Hosea 14:4: ”Aku akan menyembuhkan sikap mereka yang tidak setia. Aku akan mengasihi mereka karena kemauan-Ku sendiri, karena Aku sudah tidak marah kepada mereka.” Ini menjadi alasan yang kuat bagi para penatua untuk tanggap terhadap perubahan apa pun yang menunjukkan pertobatan. Dan, ini juga menjadi alasan yang kuat bagi orang-orang yang sudah meninggalkan Yehuwa untuk segera kembali kepada-Nya. w24.08 28 ¶8-9

Kamis, 31 Desember

Teruslah bersyukur.—Kol. 3:15.

Kenyataannya, beberapa orang mungkin tidak selalu menunjukkan rasa terima kasih mereka. Kadang, kita mungkin sudah memberi mereka waktu, tenaga, atau hal-hal lainnya, tapi mereka kelihatannya tidak peduli. Kalau itu yang terjadi, bagaimana kita bisa tetap bahagia dan tidak menjadi kecewa? Ingatlah, kebahagiaan kita tidak bergantung pada tanggapan orang lain. (Kis. 20:35) Apa yang bisa kita lakukan kalau pemberian kita kelihatannya tidak dihargai? Berfokuslah untuk meniru Yehuwa. Dia memberikan hal-hal baik kepada semua orang, tidak soal mereka menghargainya atau tidak. (Mat. 5:​43-48) Yehuwa juga berjanji bahwa kalau kita memberi ”tanpa mengharapkan balasan”, kita akan ”mendapat upah yang besar”. (Luk. 6:35) ”Balasan” itu bisa termasuk ungkapan rasa terima kasih. Tidak soal kita mendapatkannya atau tidak, Yehuwa akan mengupahi kebaikan kita dan kerelaan kita untuk memberi.—Ams. 19:17; 2 Kor. 9:7. w24.09 29 ¶14-16

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan