Oktober
Kamis, 1 Oktober
Saya akan terus menantikan Yehuwa.—Mi. 7:7.
Kita sering menerima petunjuk tentang cara kita beribadah dari penatua, pengawas wilayah, kantor cabang, atau Badan Pimpinan. Tapi kadang, kita mungkin tidak mengerti mengapa petunjuk tertentu diberikan. Kita mungkin merasa bahwa petunjuk itu hanya akan mempersulit kita. Bahkan, kita mungkin mulai berfokus pada ketidaksempurnaan dari saudara-saudara yang memberikan petunjuk itu. Kita bisa berjalan dengan iman kalau kita yakin bahwa Yehuwa-lah yang membimbing organisasi-Nya dan bahwa Dia tahu apa yang terbaik untuk kita. Dengan begitu, kita akan siap dan rela menaati petunjuk apa pun yang diberikan. (Ibr. 13:17) Kita juga perlu ingat bahwa ketaatan kita bisa membantu sidang tetap bersatu. (Ef. 4:2, 3) Selain itu, meskipun saudara-saudara yang memimpin kita tidak sempurna, kita perlu yakin bahwa Yehuwa akan memberkati kita kalau kita menaati mereka. (1 Sam. 15:22) Kalaupun ada yang perlu disesuaikan, Yehuwa pasti akan membuat penyesuaian pada waktunya. w25.03 23-24 ¶13-14
Jumat, 2 Oktober
Allah [adalah] Pengungkap rahasia.—Dan. 2:28.
Ada banyak hal luar biasa yang terjadi di zaman kita. Setiap hari, kita melihat nubuat Alkitab menjadi kenyataan. Misalnya, ”raja utara” dan ”raja selatan” bersaing untuk menguasai dunia. (Dan. 11:40, catatan kaki) Selain itu, kabar baik tentang Kerajaan Allah sedang diberitakan di seluruh bumi, dan jutaan orang menyambutnya. (Yes. 60:22; Mat. 24:14) Kita juga menerima berlimpah makanan rohani ”pada waktu yang tepat”. (Mat. 24:45-47) Yehuwa terus memberi kita pemahaman yang lebih jelas tentang beberapa peristiwa penting yang sebentar lagi akan terjadi. (Ams. 4:18) Kita bisa yakin bahwa saat kesengsaraan besar dimulai, kita sudah tahu semua yang perlu kita ketahui, sehingga kita bisa bertekun dengan setia dan bahkan tetap bersukacita melayani Yehuwa di masa yang sulit itu. Tapi, kita harus mengakui bahwa kita tidak tahu semua hal yang akan segera terjadi. w24.05 8 ¶1-2
Sabtu, 3 Oktober
Dia tidak memfitnah dengan lidahnya.—Mz. 15:3.
Mazmur 15:3 menyebutkan tentang fitnah. Apa itu fitnah? Intinya, itu adalah pernyataan yang tidak benar dan bisa merusak nama baik orang lain. Mazmur 15:3 juga mengingatkan kita bahwa tamu Yehuwa tidak akan berbuat jahat kepada sesamanya atau mempermalukan temannya. (Mz. 15:1) Apa maksudnya? Kita bisa tanpa sengaja mempermalukan orang lain dengan menyebarkan informasi negatif tentang mereka. Misalnya, itu bisa terjadi ketika (1) seorang saudari berhenti dari dinas sepenuh waktu, (2) sepasang suami istri tidak lagi melayani di Betel, atau (3) seorang saudara tidak lagi melayani sebagai penatua atau hamba pelayanan. Apakah bijaksana kalau kita menebak-nebak mengapa hal itu terjadi dan membicarakannya dengan orang lain? Mungkin ada banyak alasan yang tidak kita ketahui. Ingatlah, tamu di kemah Yehuwa ”tidak berbuat jahat kepada sesamanya” dan ”tidak mempermalukan temannya”. w24.06 11-12 ¶11-13
Minggu, 4 Oktober
Aku selalu melihat Yehuwa di depanku. Aku tidak akan pernah goyah, karena Dia ada di sebelah kananku.—Mz. 16:8.
Kita harus memiliki rasa takut yang kuat kepada Yehuwa. Untuk itu, setiap kali kita mau membuat keputusan, kita perlu memikirkan bagaimana kita bisa menyenangkan Yehuwa. Sewaktu membaca kisah-kisah di Alkitab, coba renungkan: ’Kalau saya ada di situ, keputusan apa yang akan saya buat?’ Misalnya, bayangkan Saudara sedang mendengarkan laporan buruk dari sepuluh pemimpin Israel setelah mereka memata-matai negeri yang Yehuwa janjikan. Apakah Saudara akan percaya kepada mereka dan menjadi takut? Atau, apakah kasih Saudara kepada Yehuwa dan tekad Saudara untuk menyenangkan Dia akan mengalahkan rasa takut Saudara? Waktu itu, seluruh bangsa Israel tidak percaya pada kebenaran yang disampaikan Yosua dan Kaleb. Akibatnya, mereka tidak bisa masuk ke Negeri Perjanjian.—Bil. 14:10, 22, 23. w24.07 10 ¶7
Senin, 5 Oktober
Hati diperiksa oleh Yehuwa.—Ams. 17:3.
Gomer berzina dengan pria-pria lain dan meninggalkan Hosea. Apakah Gomer masih bisa diterima kembali? Yehuwa, yang bisa membaca hati, memberi tahu Hosea, ”Cintailah lagi istrimu itu, yang berzina dan dicintai pria lain, seperti Yehuwa menyayangi orang-orang Israel yang menyembah allah-allah lain.” (Hos. 3:1; Ams. 16:2) Perhatikan bahwa saat itu, istri Hosea masih melakukan dosa serius. Tapi, Yehuwa meminta Hosea berinisiatif untuk mengampuni dia dan menerimanya kembali. Begitu juga, Yehuwa tidak menolak atau mengabaikan umat-Nya yang keras kepala. Meskipun mereka masih melakukan dosa serius, Yehuwa tetap menyayangi mereka dan berinisiatif untuk membantu mereka. Dia terus berupaya agar mereka bertobat dan membuat perubahan. Contoh ini menunjukkan bahwa Yehuwa, yang memeriksa hati, berinisiatif untuk membantu seseorang bertobat bahkan sewaktu orang itu masih melakukan dosa serius. w24.08 10 ¶7
Selasa, 6 Oktober
Hukum Taurat hanyalah bayangan hal-hal baik yang akan datang.—Ibr. 10:1.
Orang Yahudi abad pertama yang menjadi Kristen harus membuat perubahan besar, dan itu tidak mudah. Dulu, orang Yahudi adalah umat pilihan Yehuwa. Pemerintahan di Yerusalem mewakili Kerajaan Allah, dan bait di sana adalah pusat ibadah yang murni. Semua orang Yahudi yang setia berupaya untuk mengikuti Hukum Musa dan berbagai aturan yang diajarkan para pemimpin agama. Misalnya, ada aturan tentang makanan, sunat, dan bahkan caranya memperlakukan orang dari bangsa lain. Tapi, setelah kematian Yesus, Hukum Musa tidak berlaku lagi, dan tidak perlu lagi ada korban yang dipersembahkan di bait. Perubahan ini tidak mudah bagi orang Yahudi yang menjadi Kristen, karena mereka sudah terbiasa mengikuti Hukum Musa. (Ibr. 10:1, 4, 10) Bahkan, orang-orang Kristen yang matang, seperti Rasul Petrus, juga harus berjuang untuk menyesuaikan diri. (Kis. 10:9-14; Gal. 2:11-14) Selain itu, orang Kristen ditentang oleh para pemimpin agama Yahudi karena kepercayaan baru mereka. w24.09 9 ¶4
Rabu, 7 Oktober
Ingatlah orang-orang yang memimpin kalian, yang sudah menyampaikan firman Allah kepada kalian.—Ibr. 13:7.
Setiap kali Yehuwa memberikan tugas kepada hamba-Nya, Dia ingin mereka melakukannya dengan cara yang terorganisasi. (1 Kor. 14:33) Misalnya, Yehuwa ingin kabar baik diberitakan di seluruh bumi. (Mat. 24:14) Jadi, Yehuwa menugasi Yesus untuk mengarahkan pekerjaan itu. Yesus pun memastikan pekerjaan tersebut dilakukan dengan terorganisasi. Di Yerusalem pada abad pertama, ada badan pimpinan yang terdiri dari para rasul dan beberapa penatua yang berpengalaman. Mereka membuat keputusan-keputusan yang akan diikuti oleh semua sidang. (Kis. 15:2; 16:4) Sewaktu sidang-sidang dibentuk di berbagai tempat, para penatua yang dilantik di setiap sidang menyampaikan keputusan itu kepada saudara-saudari. (Kis. 14:23) Karena saudara-saudari menaati petunjuk yang diberikan, ”iman sidang-sidang jemaat menjadi semakin teguh, dan jumlah mereka bertambah”.—Kis. 16:5. w24.04 8 ¶1
Kamis, 8 Oktober
Maria Magdalena pergi dan memberi tahu murid-murid, ”Aku sudah lihat Tuan!”—Yoh. 20:18.
Tanggal 16 Nisan, pagi-pagi sekali, beberapa wanita pergi ke tempat Yesus dimakamkan. (Luk. 24:1, 10) Salah satu wanita itu adalah Maria Magdalena. Waktu Maria sampai di sana, dia melihat bahwa makam itu sudah kosong. Dia pun berlari untuk memberi tahu Petrus dan Yohanes lalu ikut bersama mereka untuk kembali ke makam. Setelah Petrus dan Yohanes melihat bahwa makam itu memang kosong, mereka pulang ke rumah. Tapi Maria tetap tinggal di sana. Dia menangis di luar makam itu. Tanpa dia sadari, Yesus memperhatikan dia. Karena melihat kesedihan Maria, Yesus tergerak untuk menghibur dia. Jadi Yesus menemui Maria dan melakukan sesuatu yang sederhana tapi sangat menguatkan dia. Yesus memberi Maria tugas untuk memberi tahu para murid lain bahwa Yesus sudah dibangkitkan.—Yoh. 20:17, 18. w24.10 13 ¶7
Jumat, 9 Oktober
Aku akan membuat lebih banyak mukjizat lagi di Mesir.—Kel. 7:3.
Musa adalah seorang nabi, hakim, pemimpin, dan penulis catatan sejarah. Dia punya banyak sekali pengalaman. Dia memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir dan menyaksikan sendiri banyak mukjizat Yehuwa. Yehuwa menggunakan dia untuk menulis lima buku pertama dalam Alkitab, Mazmur 90, dan mungkin Mazmur 91. Musa juga kemungkinan besar menulis buku Ayub. Sewaktu Musa berumur 120 tahun, tidak lama sebelum dia meninggal, dia mengumpulkan seluruh bangsa Israel untuk mengingatkan mereka tentang hal-hal yang sudah mereka lihat dan alami. Mereka pernah menyaksikan berbagai mukjizat Yehuwa dan melihat penghukuman-Nya atas Mesir. (Kel. 7:4) Mereka menyeberangi Laut Merah yang dibelah oleh Yehuwa dan melihat pasukan Firaun dimusnahkan. (Kel. 14:29-31) Di padang belantara, mereka merasakan bagaimana Yehuwa melindungi mereka dan memenuhi kebutuhan mereka. (Ul. 8:3, 4) Sekarang, mereka sudah hampir memasuki Negeri Perjanjian. Jadi, Musa ingin memanfaatkan kesempatan terakhirnya untuk menguatkan bangsa itu. w24.11 8-9 ¶3-4
Sabtu, 10 Oktober
Orang yang makan roti ini akan hidup selamanya . . . Roti yang akan saya berikan adalah daging saya, supaya dunia ini mendapat kehidupan.—Yoh. 6:51.
Apa yang Yesus katakan kepada para rasulnya di Perjamuan Malam Tuan berbeda dengan apa yang dia katakan kepada kumpulan orang di Galilea. Kata-katanya di Galilea berlaku untuk banyak orang. Di Galilea pada tahun 32 M, Yesus terutama berbicara kepada orang-orang Yahudi yang ingin mendapat roti darinya. Tapi, dia berupaya membantu mereka berfokus pada sesuatu yang jauh lebih bermanfaat daripada makanan. Itu bisa membuat mereka hidup abadi. Lalu, Yesus menjelaskan bahwa orang mati bisa dibangkitkan pada hari terakhir dan hidup selamanya. Dia tidak sedang membicarakan harapan bagi sekelompok kecil orang pilihan, seperti yang dia bicarakan belakangan di Perjamuan Malam Tuan. Tapi, dia sedang membicarakan harapan yang akan tersedia bagi semua orang. w24.12 11 ¶10-11
Minggu, 11 Oktober
Suami-suami, teruslah kasihi istri kalian.—Kol. 3:19.
Yehuwa membenci orang yang melakukan kekerasan. (Mz. 11:5) Dia sangat tidak suka dengan suami yang menganiaya istrinya. (Mal. 2:16) Kalau suami tidak memperlakukan istrinya dengan baik, hubungannya dengan Allah akan terganggu. Bahkan, itu bisa membuat doanya tidak didengarkan Yehuwa. (1 Ptr. 3:7) Beberapa suami juga berbicara dengan kasar dan mengatakan hal-hal yang menyakitkan kepada istri mereka. Tapi, Yehuwa membenci ”amarah, kemurkaan, teriakan, [dan] hinaan”. (Ef. 4:31, 32) Suami yang berbicara dengan kasar kepada istrinya tidak hanya merusak perkawinannya tapi juga persahabatannya dengan Allah. (Yak. 1:26) Bagaimana dengan suami yang menonton pornografi? Dia juga merusak hubungannya dengan Yehuwa, dan dia merendahkan istrinya. Yehuwa ingin suami tetap setia kepada istrinya. Itu berarti suami tidak boleh melakukan perbuatan cabul dengan wanita lain dan bahkan tidak memikirkannya. Yesus berkata bahwa seorang pria yang melihat wanita lain sampai bernafsu terhadapnya ”sudah berzina dengannya dalam hati”.—Mat. 5:28, 29. w25.01 9 ¶6-8
Senin, 12 Oktober
Seseorang dinyatakan benar hanya kalau dia beriman kepada Yesus Kristus.—Gal. 2:16.
Apa maksudnya kita ”dinyatakan benar”? Maksudnya, kita dianggap tidak bersalah dan tidak lagi dituntut untuk membayar dosa-dosa kita. Apakah itu berarti Yehuwa mengabaikan standar keadilan-Nya sendiri? Tidak. Kita dinyatakan benar bukan karena kita memang layak dinyatakan benar atau karena dosa-dosa kita berterima bagi Yehuwa. Sebaliknya, Yehuwa punya dasar untuk mengampuni kita karena kita beriman pada tebusan yang Dia dan Yesus sediakan. (Rm. 3:24) Apa pengaruhnya bagi kita masing-masing? Orang-orang yang dipilih untuk memerintah bersama Yesus di surga dinyatakan benar dan menjadi anak-anak Allah. (Tit. 3:7; 1 Yoh. 3:1) Dosa mereka sudah diampuni. Mereka dianggap tidak bersalah sehingga memenuhi syarat untuk masuk ke Kerajaan Allah. (Rm. 8:1, 2, 30) Orang-orang yang punya harapan untuk hidup di bumi dinyatakan benar dan menjadi sahabat Allah, dan dosa mereka juga sudah diampuni.—Yak. 2:21-23. w25.02 5 ¶17-18
Selasa, 13 Oktober
Kamu tidak memikirkan pikiran Allah, tapi pikiran manusia.—Mat. 16:23.
Rasul Petrus sempat gagal meniru cara berpikir Yehuwa. Misalnya, Yesus pernah memberi tahu para rasulnya bahwa dia harus pergi ke Yerusalem, diserahkan ke para pemimpin agama di sana, disiksa, dan dihukum mati. (Mat. 16:21) Petrus tahu bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, yang akan menyelamatkan bangsa Israel. Karena itu, dia mungkin sulit menerima kenyataan bahwa Yehuwa akan membiarkan Yesus dibunuh. (Mat. 16:16) Dia pun menarik Yesus ke samping dan mengatakan, ”Kasihanilah dirimu sendiri, Tuan. Itu sama sekali tidak akan terjadi padamu.” (Mat. 16:22) Saat itu, Petrus tidak sepikiran dengan Yesus karena cara berpikir Petrus tidak sesuai dengan cara berpikir Yehuwa. Yesus tahu bahwa untuk melakukan kehendak Yehuwa, dia harus menderita dan mati. Karena itu, Yesus menolak nasihat Petrus meskipun Petrus mungkin punya niat baik. Dari sini, Petrus belajar bahwa dia perlu meniru cara berpikir Allah. Kita juga perlu melakukannya. w25.03 9 ¶5-6
Rabu, 14 Oktober
Yehuwa dekat dengan orang yang hancur hatinya; Dia menyelamatkan orang yang patah semangat.—Mz. 34:18.
Apakah hati Saudara hancur karena dikecewakan atau dikhianati oleh orang yang Saudara percayai? Tidak soal bagaimana seseorang memperlakukan Saudara, Bapak Saudara yang di surga selalu menyayangi Saudara. Sewaktu dikhianati, kita bisa terhibur oleh kata-kata Daud di ayat hari ini. Menurut sebuah referensi, orang yang ”patah semangat” bisa memaksudkan orang yang merasa bahwa masa depannya suram. Apa yang Yehuwa lakukan terhadap orang yang merasa seperti itu? Yehuwa ada di dekatnya. Dia seperti seorang ayah yang memeluk dan menghibur anaknya yang menangis. Sewaktu kita dikhianati atau ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi, Yehuwa merasakan penderitaan kita dan siap membantu kita. Dia sangat ingin menyembuhkan luka di hati kita dan memulihkan semangat kita. Dia juga memberi kita banyak hal yang bisa kita nantikan di masa depan supaya kita bisa terus bertekun.—Yes. 65:17. w24.12 23 ¶13-14
Kamis, 15 Oktober
Dari Yehuwa-lah kalian akan menerima upah.—Kol. 3:24.
Sekarang, para penatua bisa yakin bahwa Yehuwa melihat dan menghargai kerja keras mereka. Selain menggembalakan, mengajar, dan mengabar, banyak penatua ikut dalam proyek pembangunan dan penanggulangan bencana. Ada juga yang melayani sebagai anggota Kelompok Pengunjung Pasien atau Panitia Penghubung Rumah Sakit. Para penatua yang merelakan diri untuk tugas-tugas seperti itu tahu bahwa sidang Kristen adalah pengaturan dari Yehuwa. Mereka melakukan tugas mereka dengan sepenuh jiwa dan benar-benar yakin bahwa Allah akan mengupahi mereka. (Kol. 3:23, 24) Tidak semua orang bisa menjadi penatua. Tapi, kita semua bisa melakukan sesuatu untuk Yehuwa. Allah kita menghargai upaya kita yang sepenuh hati untuk melayani-Nya. Dia menghargai sumbangan kita untuk pekerjaan sedunia meskipun itu mungkin kecil. Dan, Dia bersukacita sewaktu kita mengabaikan pelanggaran dan mengampuni orang lain. Yakinlah bahwa Yehuwa menghargai apa yang bisa Saudara lakukan. Dia menyayangi Saudara, dan Dia akan mengupahi Saudara.—Luk. 21:1-4. w24.06 23 ¶12-13
Jumat, 16 Oktober
Jangan biarkan hatimu berpaling ke jalan perempuan itu. Jangan menyimpang masuk ke jalannya.—Ams. 7:25.
Kisah yang diceritakan Salomo itu menunjukkan apa yang bisa terjadi pada seorang hamba Yehuwa. Dia mungkin melakukan dosa serius dan belakangan mengatakan, ”Itu tiba-tiba saja terjadi.” Tapi, kalau dia memikirkannya lagi, dia mungkin akan sadar bahwa dia sebenarnya sudah mengambil langkah-langkah yang tidak bijaksana, yang akhirnya membuat dia melakukan dosa itu. Misalnya, dia mungkin memilih teman bergaul yang buruk, menikmati hiburan yang tidak pantas, pergi ke tempat-tempat yang meragukan, atau membuka situs web yang tidak pantas. Mungkin dia juga sudah tidak lagi berdoa, membaca Alkitab, berhimpun, atau berdinas. Jadi sebenarnya, seperti pemuda yang disebutkan di buku Amsal, dia mungkin tidak langsung melakukan dosa yang serius secara tiba-tiba. Apa pelajarannya? Kita perlu menghindari bukan hanya dosa yang serius, tapi juga langkah-langkah yang mengarah ke dosa tersebut. Itulah yang Salomo tandaskan di kisah tersebut.—Mat. 5:29, 30. w24.07 16 ¶10-11
Sabtu, 17 Oktober
Walaupun kami hanya seperti wadah dari tanah liat, harta itu ditaruh dalam diri kami.—2 Kor. 4:7.
Harta yang Paulus maksudkan adalah pekerjaan untuk memberitakan Kerajaan Allah, yang bisa menyelamatkan kehidupan. (2 Kor. 4:1) Wadah dari tanah liat menggambarkan hamba-hamba Allah yang membawakan kabar baik kepada orang lain. Di zaman Paulus, para pedagang menggunakan wadah dari tanah liat untuk membawa makanan, minuman anggur, uang, dan barang berharga lainnya. Begitu juga, Yehuwa memercayakan kepada kita tugas untuk membawakan kabar baik yang berharga. Dengan bantuan Yehuwa, kita bisa mendapat kekuatan untuk terus menyampaikan berita kita. Kadang, perasaan takut kepada manusia atau takut ditolak bisa membuat kita sulit mengabar. Bagaimana kita bisa mengatasi perasaan seperti itu? Dulu, para rasul pernah diperintahkan untuk berhenti mengabar. Tapi, mereka tidak menjadi takut atau menyerah. Sebaliknya, mereka berdoa agar Yehuwa membantu mereka untuk ”berani menyampaikan firman-[Nya]”. Yehuwa pun langsung menjawab doa mereka. (Kis. 4:18, 29, 31) Begitu juga, Saudara bisa berdoa untuk mengatasi rasa takut kepada manusia. Mintalah Yehuwa membantu Saudara memperkuat kasih Saudara kepada sesama sehingga kasih Saudara bisa mengalahkan rasa takut Saudara. w24.04 16 ¶8-9
Minggu, 18 Oktober
Bapak kami yang di surga, disucikanlah nama-Mu.—Mat. 6:9.
Kasih kita kepada Yehuwa membuat kita mau menyucikan nama-Nya. Kita mau ikut membersihkan nama-Nya dari berbagai fitnah Setan. (Kej. 3:1-5; Ayb. 2:4; Yoh. 8:44) Dalam dinas, kita dengan bersemangat menceritakan kebenaran tentang Allah kita kepada semua yang mau mendengarkan. Kita ingin semua orang tahu bahwa sifat utama-Nya adalah kasih, bahwa Dia memerintah dengan cara yang benar dan adil, dan bahwa Kerajaan-Nya sebentar lagi akan menghapus penderitaan sehingga manusia bisa hidup damai dan bahagia. (Mz. 37:10, 11, 29; 1 Yoh. 4:8) Dengan mengabar, kita membela Yehuwa dan ikut menyucikan nama-Nya. Kita juga merasa puas karena sudah menjalankan tugas kita sebagai Saksi-Nya. w24.05 18 ¶12
Senin, 19 Oktober
Kalau kamu membuat pesta, undanglah orang-orang yang miskin, cacat, pincang, dan buta. Kamu akan bahagia karena mereka tidak punya apa-apa untuk membalasnya. Kamu akan mendapat balasannya sewaktu orang-orang benar dibangkitkan.—Luk. 14:13, 14.
Saudara menunjukkan bahwa Saudara ’murah hati’, atau suka menerima tamu, dengan berbuat baik kepada orang lain, termasuk kepada orang yang bukan teman dekat Saudara. (1 Ptr. 4:9, juga catatan kaki) Sebuah referensi mengatakan hal ini tentang orang yang suka menerima tamu: ”Pintu rumahnya—dan pintu hatinya—harus terbuka untuk orang asing.” Coba pikirkan: ’Apakah saya dikenal sebagai orang yang suka menerima tamu?’ (Ibr. 13:2, 16, catatan kaki) Orang yang seperti itu senang berbagi dengan orang lain, termasuk yang tidak punya banyak uang dan yang bekerja keras dalam pelayanan, seperti pengawas wilayah dan pengkhotbah tamu.—Kej. 18:2-8; Ams. 3:27; Kis. 16:15; Rm. 12:13. w24.11 21 ¶6
Selasa, 20 Oktober
Gadis-gadis yang sudah siap pun masuk bersamanya ke pesta pernikahan.—Mat. 25:10.
Yesus menceritakan perumpamaan tentang sepuluh gadis yang pergi untuk menyambut pengantin laki-laki. (Mat. 25:1-4) Mereka ingin menemani pengantin laki-laki itu ke pesta pernikahannya. Yesus menyebut lima di antara mereka ”bijaksana” dan lima lagi ”bodoh”. Lima gadis yang bijaksana siap untuk terus menunggu, bahkan kalau pengantin laki-laki itu baru tiba pada tengah malam. Mereka membawa lampu minyak dan juga minyak cadangan supaya lampu mereka bisa tetap menyala. (Mat. 25:6-10) Sewaktu pengantin laki-laki datang, lima gadis yang bijaksana itu pun masuk bersamanya ke pesta pernikahan. Begitu juga, orang Kristen terurap yang terbukti siap dan tetap setia sampai kedatangan Kristus akan dianggap layak untuk ikut memerintah di surga bersama Yesus, sang Pengantin Laki-Laki.—Why. 7:1-3. w24.09 21 ¶6
Rabu, 21 Oktober
Saya melihat suatu kumpulan besar orang [yang] berasal dari semua bangsa.—Why. 7:9.
Sewaktu melihat hasil pengabaran di seluruh dunia, kita pasti tergerak untuk terus mengabar dengan bersemangat. Setiap tahun, ada jutaan orang yang menghadiri acara Peringatan dan belajar Alkitab dengan kita. Selain itu, ada ratusan ribu orang yang dibaptis dan ikut mengabar bersama kita. Kita tidak tahu berapa banyak lagi yang akan menerima kabar baik. Tapi, kita tahu bahwa akan ada suatu kumpulan besar orang yang selamat melewati kesengsaraan besar. (Why. 7:9, 14) Sebagai Pemilik panen, Yehuwa yakin bahwa masih ada banyak orang yang akan menerima kabar baik. Jadi, kita pasti mau terus mengabar. (Luk. 10:2) Dulu, murid-murid Yesus dikenal sebagai penginjil yang bersemangat. Sewaktu orang-orang melihat para rasul mengabar dengan sangat berani, ”mereka pun sadar bahwa kedua orang itu dulunya bersama Yesus”. (Kis. 4:13) Sekarang, pengabaran kita juga diperhatikan orang-orang. Semoga mereka bisa melihat bahwa kita melakukannya dengan bersemangat seperti Yesus. w25.03 18 ¶15; 19 ¶17-18
Kamis, 22 Oktober
Oh Yehuwa, apalah manusia itu sampai Engkau melihatnya?—Mz. 144:3.
Alkitab mengajarkan bahwa Yehuwa memperhatikan orang-orang yang dianggap tidak penting oleh orang lain. Misalnya, Yehuwa pernah mengutus Nabi Samuel ke rumah Isai untuk mengurapi salah satu anak laki-laki Isai sebagai raja Israel yang berikutnya. Isai hanya memanggil tujuh dari delapan anak laki-lakinya untuk menemui Samuel. Dia tidak memanggil Daud, anak bungsunya. Tapi, ternyata yang dipilih Yehuwa adalah Daud. (1 Sam. 16:6, 7, 10-12) Yehuwa melihat hati Daud, dan Dia tahu bahwa Daud adalah anak muda yang menghargai hal-hal rohani. Yehuwa sebenarnya sudah menunjukkan bahwa Dia memperhatikan Saudara. Coba pikirkan: Dia memberi Saudara nasihat yang sangat pas dengan kebutuhan Saudara. (Mz. 32:8) Bagaimana mungkin Dia bisa melakukannya kalau Dia tidak mengenal Saudara dengan baik? (Mz. 139:1) Selain itu, kalau Saudara mengikuti nasihat Yehuwa dan merasakan manfaatnya, Saudara akan menjadi yakin bahwa Yehuwa memang peduli kepada Saudara. (1 Taw. 28:9; Kis. 17:26, 27) Yehuwa memperhatikan upaya Saudara untuk melayani-Nya. Dia melihat sifat-sifat baik Saudara dan ingin bersahabat dengan Saudara.—Yer. 17:10. w24.10 25-26 ¶7-9
Jumat, 23 Oktober
Dia tergerak oleh rasa kasihan, karena mereka seperti domba tanpa gembala.—Mrk. 6:34.
Saudara pasti mengasihi Yehuwa dan ingin melayani orang lain. Bagaimana Saudara bisa memperkuat keinginan itu? Coba pikirkan sukacita yang akan Saudara dapatkan dengan melayani saudara-saudari. Yesus berkata, ”Lebih bahagia memberi daripada menerima.” (Kis. 20:35) Yesus sendiri merasakan bahagianya melayani orang lain. Perhatikan kisah di Markus 6:31-34. Waktu itu, Yesus dan para rasulnya sudah lelah dan memutuskan untuk pergi ke tempat yang sepi untuk beristirahat. Tapi ternyata, di sana ada sekumpulan orang yang sudah tiba lebih dulu karena ingin diajar oleh Yesus. Sebenarnya, Yesus bisa saja menolak mereka. Lagi pula, pada hari itu dia dan para rasulnya ”tidak punya waktu luang bahkan untuk makan”. Atau, Yesus bisa saja mengajarkan satu atau dua hal kepada mereka lalu menyuruh mereka pergi. Tapi, karena kasih, dia ”mulai mengajar mereka”, bahkan sampai ”hari sudah sore”.—Mrk. 6:35. w24.11 16 ¶9-10
Sabtu, 24 Oktober
Tindakan kalian akan diberkati.—2 Taw. 15:7.
Orang tua, bantu anak kalian untuk tidak ragu memberikan kesaksian. (Rm. 10:10) Jelaskan bahwa memberikan kesaksian itu mirip seperti bermain musik. Awalnya, kita mungkin berlatih untuk memainkan lagu yang sangat sederhana. Lama-lama, kita semakin terampil dan bisa memainkan lagu yang lebih sulit. Begitu juga, seorang anak muda Kristen awalnya bisa menggunakan cara yang sangat sederhana untuk mengabar. Misalnya, dia bisa berkata, ”Apa kamu tahu kalau para ilmuwan sering meniru rancangan yang ada di alam? Coba lihat video yang menarik ini.” Lalu, setelah menunjukkan salah satu video dari seri Apakah Ini Dirancang?, dia bisa mengatakan, ”Para ilmuwan hanya meniru rancangan yang ada di alam, tapi mereka mendapat pujian. Nah, siapa yang perlu dipuji karena membuat rancangan aslinya?” Cara yang sederhana seperti itu mungkin cukup untuk membuat seorang anak muda mau belajar lebih banyak tentang kebenaran. w24.12 19 ¶17-18
Minggu, 25 Oktober
Dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang, dan kematian masuk melalui dosa.—Rm. 5:12.
Untuk menyelamatkan kita dari dosa dan kematian, Yehuwa mengatur agar Yesus menjadi korban tebusan. Tapi, bagaimana kematian satu orang yang sempurna bisa menebus banyak sekali orang? Rasul Paulus menjelaskan, ”Sama seperti pelanggaran satu orang itu [Adam] membuat banyak orang berdosa, ketaatan satu orang itu [Yesus] membuat banyak orang dinyatakan benar.” (Rm. 5:19; 1 Tim. 2:6) Ya, semua orang menjadi berdosa dan mati karena pelanggaran satu orang yang sempurna. Jadi, dibutuhkan satu orang sempurna yang taat kepada Allah untuk menyelamatkan kita. Tapi, bukankah Yehuwa bisa membiarkan keturunan Adam yang taat kepada-Nya untuk hidup selamanya? Sebagai manusia yang tidak sempurna, kita mungkin merasa bahwa itulah tindakan yang baik hati dan masuk akal. Tapi, tindakan itu tidak sesuai dengan keadilan Yehuwa yang sempurna. Mengapa? Karena kalau Dia melakukannya, Dia seolah-olah menganggap bahwa Adam tidak pernah melakukan dosa serius dan keturunannya tidak berdosa, padahal itu tidak benar. w25.01 21 ¶3-4
Senin, 26 Oktober
Kita hidup berdasarkan iman, bukan berdasarkan apa yang kelihatan.—2 Kor. 5:7.
Rasul Paulus tahu bahwa sebentar lagi dia akan dihukum mati. Tapi, sewaktu mengingat kembali apa saja yang sudah dia lakukan, dia merasa sangat puas. Dia mengatakan, ”Aku sudah berlari sampai garis finis, dan aku sudah menjalankan iman.” (2 Tim. 4:6-8) Selama pelayanannya, Paulus membuat berbagai keputusan yang bijaksana, dan dia yakin dia sudah menyenangkan Yehuwa. Kita pasti juga mau membuat keputusan yang bijaksana dan menyenangkan Allah. Bagaimana caranya? Sewaktu berbicara tentang dirinya dan orang Kristen lain yang setia, Paulus mengatakan, ”Kita berjalan dengan iman, bukan [dengan] apa yang kelihatan.” Di Alkitab, kata ”berjalan” bisa memaksudkan cara seseorang menjalani kehidupannya. Orang yang ”berjalan dengan iman” akan membuat keputusan sesuai dengan keinginan Allah Yehuwa. Dia yakin kalau dia mengikuti nasihat Alkitab, Yehuwa akan memberkati dia sekarang dan di masa depan.—Mz. 119:66; Ibr. 11:6. w25.03 20 ¶1-2
Selasa, 27 Oktober
Berubahlah dengan mengubah cara berpikir kalian.—Rm. 12:2.
Dengan bantuan kuasa kudus Allah, banyak orang yang dulunya kasar, garang, dan jahat berhasil membuat perubahan besar dalam hidup mereka. (Yes. 65:25) Mereka sudah membuang sifat-sifat buruk mereka. (Ef. 4:22-24) Memang, umat Allah masih tidak sempurna dan bisa berbuat salah. Tapi, mereka semua bisa hidup damai karena Yehuwa mempersatukan ”segala macam orang” dengan ikatan kasih yang tidak terputuskan. (Tit. 2:11) Ini adalah mukjizat yang hanya bisa dilakukan oleh Allah Yang Mahakuasa! Nah, perkataan Yehuwa selalu menjadi kenyataan. (Yes. 55:10, 11) Sekarang, firdaus rohani sudah terwujud. Yehuwa sudah menciptakan persaudaraan yang sangat istimewa. Di tengah dunia yang jahat ini, kita bisa merasa aman dan damai karena berada bersama umat Allah. (Mz. 72:7) Semua ini membuat kita ingin membantu sebanyak mungkin orang untuk bergabung dalam persaudaraan Kristen kita. Kita bisa melakukannya dengan berfokus untuk membuat murid.—Mat. 28:19, 20. w24.04 23 ¶13, 15
Rabu, 28 Oktober
Kita memiliki pikiran Kristus.—1 Kor. 2:16.
Yesus mengasihi Yehuwa dengan seluruh pikirannya. Dia tahu kehendak Allah untuk dia dan bertekad untuk bertindak sesuai dengan itu, meskipun dia harus menderita. Karena berfokus melakukan kehendak Bapaknya, Yesus tidak membiarkan apa pun membuat dia tersimpangkan. Petrus dan para rasul lainnya punya kesempatan istimewa untuk bergaul bersama Yesus dan mempelajari cara berpikirnya. Sewaktu Petrus menulis suratnya yang pertama di bawah bimbingan kuasa kudus, dia menasihati orang Kristen untuk memperlengkapi diri dengan memiliki cara berpikir Kristus. (1 Ptr. 4:1) Dalam bahasa aslinya, istilah ”memperlengkapi diri” yang Petrus gunakan menggambarkan tentara yang membawa senjata untuk siap-siap berperang. Jadi, kalau orang Kristen meniru cara berpikir Yesus, mereka seolah-olah memperlengkapi diri dengan senjata yang kuat untuk berperang melawan keinginan yang salah dan melawan dunia yang dikuasai Setan.—2 Kor. 10:3-5; Ef. 6:12. w25.03 8-9 ¶1-3
Kamis, 29 Oktober
Niat hati manusia itu seperti air yang dalam, tapi orang yang punya pengertian akan menimbanya.—Ams. 20:5.
Apa yang perlu kalian ketahui tentang pasangan kalian selama berpacaran? Sebelum perasaan kalian kepada dia terlalu kuat, bicarakan beberapa hal yang penting, misalnya apa rencana dia untuk masa depan. Lalu, bagaimana kalian bisa tahu seperti apa pasangan kalian sebenarnya? Salah satu cara terbaik adalah mengobrol dengan jujur dan terbuka. Ajukan pertanyaan, dan dengarkan jawabannya baik-baik. (Yak. 1:19) Untuk itu, kalian bisa melakukan kegiatan yang bisa memberi kalian kesempatan untuk mengobrol, misalnya makan bersama, berjalan bersama di tempat umum, dan berdinas bersama. Kalian juga bisa lebih mengenal satu sama lain sewaktu kalian bergaul dengan teman dan keluarga. Selain itu, coba rencanakan kegiatan yang bisa menunjukkan bagaimana reaksi pasangan kalian dalam berbagai situasi dan dengan berbagai macam orang. w24.05 27-28 ¶6-7
Jumat, 30 Oktober
Tirulah Allah sebagai anak-anak yang dikasihi.—Ef. 5:1.
Sebentar lagi, kita akan menghadapi masa yang benar-benar sulit. Kisah-kisah di Alkitab dan pengalaman dari para Saksi di zaman kita menunjukkan bagaimana Yehuwa sebagai Gunung Batu terus mendukung hamba-hamba-Nya. Dengan memikirkan hal itu baik-baik, Saudara bisa menjadikan Yehuwa sebagai Gunung Batu Saudara. Saudara juga bisa menguatkan saudara-saudari dengan lebih baik. Sebagai contoh, Yesus memberi Simon sebuah nama, yaitu Kefas (atau ”Petrus”), yang berarti ”Sebuah Batu”. (Yoh. 1:42) Ini menunjukkan bahwa Petrus akan menjadi sumber penghiburan bagi saudara-saudarinya dan menguatkan iman mereka. Contoh lainnya, para penatua digambarkan sebagai ”naungan tebing besar”. Ini menunjukkan bahwa mereka akan melindungi saudara-saudari di sidang. (Yes. 32:2) Tapi tentu saja, sidang akan mendapat manfaat kalau semua orang di sidang, baik saudara maupun saudari, meniru sifat-sifat Yehuwa yang seperti gunung batu. w24.06 28 ¶10-11
Sabtu, 31 Oktober
Yehuwa . . . mengharuskan orang mengabdi kepada Dia saja.—Ul. 4:24.
Raja-raja Israel yang dinilai setia oleh Yehuwa menjalankan ibadah yang sejati. Kebanyakan raja-raja yang dinilai tidak setia oleh Yehuwa meninggalkan Hukum-Nya dan menjalankan ibadah palsu. (1 Raj. 21:25, 26; 2 Taw. 12:1) Mengapa kesetiaan seorang raja terhadap ibadah sejati sangat penting bagi Yehuwa? Pertama, karena seorang raja bertanggung jawab untuk membantu umat Allah menjalankan ibadah sejati. Kedua, kalau seseorang menjalankan ibadah palsu, dia biasanya akan melakukan dosa serius lainnya dan bersikap tidak adil. (Hos. 4:1, 2) Ketiga, raja Israel dan rakyatnya sudah dibaktikan sebagai hamba Yehuwa. Jadi kalau mereka menjalankan ibadah palsu, itu sama saja dengan berzina menurut Alkitab. (Yer. 3:8, 9) Orang yang berzina berdosa terhadap teman hidupnya dan benar-benar menyakiti hatinya. Begitu juga, hamba Yehuwa yang menjalankan ibadah palsu berdosa terhadap Yehuwa dan benar-benar menyakiti hati-Nya.—Ul. 4:23. w24.07 22-23 ¶12-15