PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • es26 hlm. 107-120
  • September

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • September
  • Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari—2026
  • Subjudul
  • Selasa, 1 September
  • Rabu, 2 September
  • Kamis, 3 September
  • Jumat, 4 September
  • Sabtu, 5 September
  • Minggu, 6 September
  • Senin, 7 September
  • Selasa, 8 September
  • Rabu, 9 September
  • Kamis, 10 September
  • Jumat, 11 September
  • Sabtu, 12 September
  • Minggu, 13 September
  • Senin, 14 September
  • Selasa, 15 September
  • Rabu, 16 September
  • Kamis, 17 September
  • Jumat, 18 September
  • Sabtu, 19 September
  • Minggu, 20 September
  • Senin, 21 September
  • Selasa, 22 September
  • Rabu, 23 September
  • Kamis, 24 September
  • Jumat, 25 September
  • Sabtu, 26 September
  • Minggu, 27 September
  • Senin, 28 September
  • Selasa, 29 September
  • Rabu, 30 September
Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari—2026
es26 hlm. 107-120

September

Selasa, 1 September

Teruslah periksa apakah hidup kalian sesuai dengan iman Kristen.—2 Kor. 13:5.

Kita harus berupaya keras, bukan hanya untuk menjadi orang yang matang, tapi juga untuk tetap matang secara rohani. Kita tidak boleh terlalu percaya diri. (1 Kor. 10:12) Kita perlu terus memeriksa diri untuk memastikan bahwa kita terus membuat kemajuan. Dalam suratnya kepada orang-orang Kristen di Kolose, Rasul Paulus kembali menekankan pentingnya tetap matang secara rohani. Meskipun mereka sudah matang, Paulus memperingatkan mereka agar tidak terpengaruh oleh cara berpikir dunia. (Kol. 2:​6-10) Dia juga menulis bahwa Epafras, yang kelihatannya mengenal baik orang-orang Kristen di Kolose, selalu berdoa agar ”pada akhirnya [mereka] tetap menjadi orang yang matang”. (Kol. 4:12) Jelaslah, Paulus dan Epafras tahu bahwa untuk tetap matang secara rohani, dibutuhkan upaya yang sungguh-sungguh dan bantuan dari Yehuwa. Mereka ingin orang-orang di Kolose tetap matang meskipun menghadapi kesulitan. w24.04 6 ¶16-17

Rabu, 2 September

Yehuwa bersama kita. Jangan takut kepada mereka.—Bil. 14:9.

Kalau kita takut kepada Yehuwa, itu berarti kita sangat menyayangi Dia sampai-sampai kita tidak mau melakukan apa pun yang membuat Dia tidak senang. Kita pun berupaya keras untuk bisa membedakan mana yang benar dan yang salah, supaya kita bisa menyenangkan Yehuwa. (Ams. 2:​3-6, catatan kaki; Ibr. 5:14) Kalau kita lebih takut kepada manusia daripada Allah, kita bisa disimpangkan dari kebenaran. Perhatikan apa yang terjadi setelah 12 pemimpin Israel memata-matai negeri yang Yehuwa janjikan. Sepuluh dari antara mereka berkata kepada bangsa Israel, ”Kita tidak akan bisa melawan [orang Kanaan], karena mereka lebih kuat dari kita.” (Bil. 13:​27-31) Rasa takut mereka kepada orang Kanaan lebih besar daripada kasih mereka kepada Yehuwa. Memang, dari sudut pandang manusia, orang Kanaan lebih kuat. Tapi, itu bukan berarti orang Israel tidak bisa mengalahkan mereka. Mengapa? Karena Yehuwa mendukung orang Israel. w24.07 9 ¶5-6

Kamis, 3 September

Mana mungkin Hakim seluruh bumi berbuat tidak adil?—Kej. 18:25.

Apakah kita bisa benar-benar yakin bahwa semua penghakiman Yehuwa pasti benar? Ya! Seperti Abraham, kita yakin bahwa Yehuwa adalah ”Hakim seluruh bumi” yang sempurna, sangat berhikmat, dan berbelaskasihan. Dia sudah melatih Putra-Nya dan menyerahkan semua urusan penghakiman kepadanya. (Yoh. 5:22) Yehuwa dan Yesus bisa melihat isi hati setiap orang. (Mat. 9:4) Karena itu, mereka akan selalu membuat keputusan yang benar! Semoga kita terus yakin bahwa Yehuwa tahu yang terbaik. Kita sadar bahwa kita tidak sanggup untuk menghakimi, tapi Dia sanggup melakukannya. (Yes. 55:​8, 9) Jadi, kita bisa dengan yakin menyerahkan semua urusan penghakiman kepada Dia dan Putra-Nya, sang Raja yang dengan sempurna meniru keadilan dan belas kasihan Bapak-Nya.—Yes. 11:​3, 4. w24.05 7 ¶18-19.

Jumat, 4 September

Yehuwa jijik terhadap orang licik, tapi Dia berteman akrab dengan orang yang lurus hati.—Ams. 3:32.

Untuk lebih memahami pentingnya memiliki hati yang jujur, perhatikan apa yang terjadi sewaktu Filipus memperkenalkan Natanael temannya kepada Yesus. Meskipun belum pernah bertemu Natanael, Yesus berkata, ”Lihat, dia ini orang Israel sejati. Tidak ada kelicikan dalam dirinya.” (Yoh. 1:47) Yesus melihat bahwa kejujuran Natanael luar biasa. Natanael juga tidak sempurna seperti kita. Tapi, di hatinya sama sekali tidak ada niat untuk berpura-pura. Yesus pun kagum dan memuji Natanael. Kebanyakan syarat untuk menyenangkan Yehuwa yang ada di Mazmur 15 berkaitan dengan cara kita memperlakukan orang lain. Menurut Mazmur 15:​3, tamu di kemah Yehuwa ”tidak memfitnah dengan lidahnya”, ”tidak berbuat jahat kepada sesamanya”, dan ”tidak mempermalukan temannya”. Kalau kita menyalahgunakan lidah kita, kita bisa menyakiti orang lain.—Yak. 1:26. w24.06 10 ¶7; 11 ¶9, 10

Sabtu, 5 September

Tuan, roh-roh jahat pun patuh kepada kami sewaktu kami menggunakan namamu.—Luk. 10:17.

Persiapan yang baik bisa membuat Saudara tidak terlalu gugup sewaktu berbicara dengan orang lain. Dulu, Yesus membantu murid-muridnya mempersiapkan diri sebelum dia mengutus mereka untuk mengabar. (Luk. 10:​1-11) Karena menjalankan apa yang Yesus ajarkan, murid-muridnya berhasil melakukan banyak hal dan sangat bersukacita. Bagaimana Saudara bisa mempersiapkan diri sebelum mengabar? Coba pikirkan apa yang akan Saudara katakan dan bagaimana Saudara bisa menyampaikannya dengan jelas menggunakan kata-kata sendiri. Selain itu, pikirkan dua atau tiga reaksi yang umum dari orang-orang di daerah Saudara dan cara menanggapinya. Lalu sewaktu mengabar, berupayalah untuk berbicara dengan tenang, tersenyum, dan bersikap ramah. w24.04 15-16 ¶6-7

Minggu, 6 September

Yehuwa, Allah kami yang penuh kuasa, Engkau layak dimuliakan dan dihormati, karena Engkau menciptakan segalanya.—Why. 4:11.

Alasan utama kita memberitakan kabar baik adalah karena kita mengasihi Yehuwa dan nama suci-Nya. Dengan berdinas, kita memuji Allah yang kita sayangi. Kita sangat setuju bahwa Yehuwa adalah Allah yang penuh kuasa, yang layak dimuliakan dan dihormati oleh hamba-hamba-Nya yang setia. Kita memuliakan dan menghormati Yehuwa sewaktu kita memberikan bukti yang meyakinkan kepada orang lain bahwa Dia menciptakan segalanya dan bahwa kita bisa hidup karena Dia. Kita juga menggunakan waktu, tenaga, dan hal-hal lain yang kita miliki untuk mengabar sebisa-bisanya sesuai dengan keadaan kita. (Mat. 6:33; Luk. 13:24; Kol. 3:23) Intinya, kita sangat senang berbicara tentang Allah yang kita sayangi. Tapi bukan itu saja. Kita juga ingin memberi tahu orang-orang tentang nama-Nya dan sifat-sifat-Nya. w24.05 17 ¶11

Senin, 7 September

Dia mengupahi orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.—Ibr. 11:6.

Yehuwa memberi kita perasaan damai dan puas sekarang, dan Dia akan memberi kita kehidupan abadi di masa depan. Kita bisa yakin sepenuhnya bahwa Yehuwa ingin dan sanggup mengupahi kita. Keyakinan itu membuat kita tergerak untuk tetap sibuk melayani Dia, sama seperti hamba-hamba Allah yang setia di zaman dulu. Salah satunya adalah Timotius di abad pertama. (Ibr. 6:​10-12) Timotius berharap kepada Allah yang hidup. (1 Tim. 4:10) Karena itulah dia terus bekerja keras dan berjuang. Misalnya, sesuai nasihat Rasul Paulus, dia berupaya untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengajar dan berbicara di depan umum. Dia juga berupaya untuk menjadi teladan bagi rekan-rekan seimannya, baik tua maupun muda. Dan, dia juga mendapat beberapa tugas yang sulit, misalnya untuk memberikan nasihat yang tegas tapi pengasih kepada mereka yang membutuhkannya. (1 Tim. 4:​11-16; 2 Tim. 4:​1-5) Timotius yakin bahwa Yehuwa akan mengupahi dia.—Rm. 2:​6, 7. w24.06 22-23 ¶10-11

Selasa, 8 September

Yehuwa terus memperingatkan Israel dan Yehuda melalui semua nabi-Nya.—2 Raj. 17:13.

Yehuwa sering menggunakan para nabi-Nya untuk memperingatkan dan mengoreksi umat-Nya. Misalnya, Dia berkata melalui Yeremia, ”Kembalilah, Israel yang murtad . . . Aku tidak akan memandang ke bawah dengan marah kepadamu, karena Aku setia . . . Aku tidak akan selamanya merasa kesal. Tapi akuilah kesalahanmu, karena kamu memberontak kepada Yehuwa.” (Yer. 3:​12, 13) Melalui Yoel, Yehuwa berkata, ”Kembalilah kepada-Ku dengan sepenuh hati.” (Yl. 2:​12, 13) Yehuwa juga mengutus Yesaya untuk mengatakan, ”Bersihkan diri kalian; singkirkan kejahatan kalian dari depan mata-Ku; berhentilah berbuat buruk.” (Yes. 1:​16-19) Dan melalui Yehezkiel, Yehuwa berkata, ”Apa Aku senang kalau orang jahat mati? Bukankah Aku lebih senang kalau dia berbalik dari tingkah lakunya dan tetap hidup? Aku tidak senang dengan kematian siapa pun . . . Maka berbaliklah dan tetaplah hidup.” (Yeh. 18:​23, 32) Yehuwa senang kalau orang-orang bertobat, karena Dia ingin mereka terus hidup, bahkan sampai selamanya! w24.08 9 ¶5-6

Rabu, 9 September

Seluruh isi Kitab Suci berasal dari Allah dan bermanfaat.—2 Tim. 3:16.

Setiap hamba Yehuwa mendapat makanan rohani, bimbingan, dan perlindungan dari-Nya. Apa salah satu bukti yang menunjukkan bahwa Yehuwa tidak berat sebelah? Yehuwa memastikan orang-orang di seluruh dunia bisa membaca Alkitab. Kitab Suci awalnya ditulis dalam tiga bahasa, yaitu Ibrani, Aram, dan Yunani. Tapi, apakah mereka yang bisa membaca Alkitab dalam bahasa aslinya punya hubungan yang lebih akrab dengan Yehuwa daripada yang lain? Tidak. (Mat. 11:25) Yehuwa mengundang kita untuk menjadi sahabat-Nya, tidak soal latar belakang pendidikan atau kemampuan bahasa kita. Yehuwa memastikan agar orang-orang di seluruh dunia, termasuk yang tidak berpendidikan tinggi, bisa belajar dari hikmat-Nya. Firman-Nya, Alkitab, sudah diterjemahkan ke dalam ribuan bahasa. Hasilnya, orang-orang di berbagai bagian dunia bisa mendapat manfaat dari ajaran Alkitab dan belajar caranya menjadi sahabat Yehuwa.—2 Tim. 3:​16, 17. w24.06 6-7 ¶13-15

Kamis, 10 September

Yerusalem akan segera dihancurkan.—Luk. 21:20.

Tidak lama lagi, orang Kristen Ibrani di Yerusalem akan mengalami kesengsaraan karena Yerusalem akan dihancurkan seperti yang Yesus nubuatkan. Mereka perlu menggunakan waktu yang tersisa untuk berupaya memiliki iman yang kuat dan ketekunan. (Ibr. 10:25; 12:​1, 2) Sebentar lagi, kita akan menghadapi kesengsaraan yang jauh lebih berat daripada yang dihadapi orang Kristen Ibrani. (Mat. 24:21; Why. 16:​14, 16) Perhatikan beberapa nasihat yang Yehuwa berikan kepada mereka, yang bisa bermanfaat bagi kita juga. Dalam surat Rasul Paulus untuk orang Ibrani, dia menasihati mereka untuk menggali lebih dalam isi Firman Allah. (Ibr. 5:14–6:1) Paulus mengutip Kitab-Kitab Ibrani dan menjelaskan mengapa ibadah Kristen lebih baik daripada ibadah Yahudi. Paulus tahu bahwa kalau orang-orang Kristen itu punya lebih banyak pengetahuan tentang kebenaran dan lebih memahaminya, mereka bisa mengenali dan menolak pandangan yang salah sehingga mereka tidak akan disesatkan. w24.09 8-9 ¶2-3, 6

Jumat, 11 September

Tuan memang sudah bangkit.—Luk. 24:34.

Murid-murid Yesus sudah membuat berbagai pengorbanan karena mereka yakin bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. (Mat. 16:16) Misalnya, ada yang sudah meninggalkan rumah, keluarga, dan pekerjaan mereka supaya bisa mengikuti Yesus. (Mat. 19:27) Ada juga yang rela dikucilkan oleh masyarakat. (Yoh. 9:22) Tapi ternyata, Yesus malah dihukum mati. Ini membuat mereka merasa bahwa apa yang selama ini mereka nantikan tidak akan terwujud, dan mereka pun patah semangat. Mereka butuh dikuatkan. Yesus tahu bahwa kesedihan yang dirasakan para muridnya adalah hal yang wajar. Dia tidak menganggap mereka kurang beriman. Jadi pada hari dia dibangkitkan, dia langsung mulai menguatkan mereka. Misalnya, dia menemui Maria Magdalena yang sedang menangis di luar makam. (Yoh. 20:​11, 16) Dia juga menemui dua murid yang sedang dalam perjalanan ke desa Emaus. Dan dia menemui Rasul Petrus. w24.10 13 ¶5-6

Sabtu, 12 September

Kalian harus selalu siap menjawab orang yang mempertanyakan harapan yang kalian miliki.—1 Ptr. 3:15.

Orang tua, bantu anak kalian untuk bisa menjelaskan kepercayaannya tentang Pencipta. Kalian bisa membahas bersama-sama seri artikel ”Pertanyaan Anak Muda—Penciptaan atau Evolusi?” yang ada di jw.org. Lalu, minta anak kalian memilih salah satu penjelasan, yang menurut dia paling cocok untuk meyakinkan orang lain bahwa Pencipta memang ada. Kalau ada yang mau membicarakan topik itu, dia hanya perlu memberikan penjelasan yang sederhana dan masuk akal. Misalnya, kalau teman sekolahnya berkata, ’Aku tidak percaya Allah karena aku tidak pernah melihat-Nya,’ seorang anak muda Kristen bisa menjawab, ’Bayangkan kamu menemukan rumah yang indah di tengah hutan yang terpencil. Kamu memang tidak melihat siapa-siapa di sana. Tapi, apa kamu akan menyimpulkan kalau rumah itu ada dengan sendirinya? Nah, alam semesta jauh lebih rumit daripada sebuah rumah. Jadi, pasti ada yang menciptakannya.’ w24.12 18 ¶16

Minggu, 13 September

Bukankah orang yang sudah berumur itu berhikmat dan orang yang lanjut usia itu punya pengertian?—Ayb. 12:12.

Kita semua membutuhkan bimbingan untuk membuat berbagai keputusan penting dalam kehidupan. Kita bisa mendapatkannya dari para penatua dan orang Kristen lainnya yang matang. Kalau mereka jauh lebih tua daripada kita, kita tidak boleh langsung mengabaikan nasihat mereka karena menganggapnya sudah ketinggalan zaman. Yehuwa ingin kita belajar dari para lansia. Mereka sudah hidup lebih lama daripada kita sehingga punya lebih banyak pengalaman, pengertian, dan hikmat. Di zaman Alkitab, Yehuwa menggunakan para lansia yang setia untuk menguatkan dan membimbing umat-Nya. Misalnya, Dia menggunakan Musa, Daud, dan Rasul Yohanes. Mereka hidup di zaman dan situasi yang berbeda-beda. Di akhir kehidupan mereka, mereka memberikan nasihat yang bijak kepada yang lebih muda. Mereka semua menekankan pentingnya menaati Allah. Tidak soal berapa umur kita, kita bisa mendapat manfaat dengan mempelajari nasihat mereka.—Rm. 15:4; 2 Tim. 3:16. w24.11 8 ¶1-2

Senin, 14 September

Kalau kalian tidak makan daging Putra manusia dan minum darahnya, kalian tidak akan mendapat kehidupan.—Yoh. 6:53.

Di zaman Nuh, Allah melarang manusia memakan darah. (Kej. 9:​3, 4) Yehuwa mengulangi larangan itu dalam hukum Taurat yang Dia berikan kepada bangsa Israel: ”Orang yang makan darah harus dibunuh.” (Im. 7:27) Yesus menaati hukum itu. (Mat. 5:​17-19) Jadi, dia tidak mungkin meminta orang-orang Yahudi untuk benar-benar makan dagingnya atau minum darahnya. Dia menyebutkan daging dan darahnya hanya sebagai gambaran. Dari mana kita tahu? Sebelumnya, dia juga pernah menggunakan gambaran sewaktu mengajar seorang wanita Samaria. Dia berkata, ”Air yang akan saya berikan . . . akan . . . menghasilkan kehidupan abadi.” (Yoh. 4:​7, 14) Yesus tidak memaksudkan bahwa wanita Samaria itu akan hidup abadi hanya dengan meminum air tertentu. Begitu juga, dia tidak memaksudkan bahwa kumpulan orang di Kapernaum itu akan hidup selamanya kalau mereka benar-benar makan dagingnya dan minum darahnya. w24.12 9 ¶4-6

Selasa, 15 September

Saya mohon agar kalian memberikan tubuh dan hidup kalian kepada-Nya, seperti mempersembahkan korban yang suci yang akan diterima Allah. Jadi, gunakan seluruh pikiran kalian dalam melakukan pelayanan suci untuk-Nya.—Rm. 12:1.

Suami Kristen perlu berhati-hati untuk tidak terpengaruh oleh pandangan yang salah tentang wanita. Mengapa? Salah satu alasannya, karena pandangan seseorang sering kali memengaruhi tindakannya. Rasul Paulus memperingatkan orang-orang Kristen terurap di Roma, ”Jangan dipengaruhi dunia ini lagi.” (Rm. 12:​1, 2) Waktu itu, saudara-saudari di Roma kelihatannya sudah cukup lama menjadi orang Kristen. Tapi, kata-kata Paulus menunjukkan bahwa beberapa orang di sidang itu masih dipengaruhi oleh kebiasaan dan cara berpikir dunia ini. Karena itulah dia menasihati mereka untuk mengubah cara berpikir dan tingkah laku mereka. Nasihat itu juga berlaku untuk para suami Kristen sekarang. Sayangnya, beberapa dari mereka juga dipengaruhi oleh cara berpikir dunia ini dan bahkan menganiaya istri mereka. w25.01 9 ¶4

Rabu, 16 September

Gembalakan kawanan domba Allah yang dipercayakan kepada kalian. Kalian harus melayani sebagai pengawas.—1 Ptr. 5:2.

Para penatua sangat sibuk. Mereka adalah penginjil yang bersemangat dan menjadi teladan dalam dinas. (2 Tim. 4:5) Mereka juga mengatur pekerjaan pengabaran di wilayah sidang mereka dan melatih kita untuk mengabar dan mengajar dengan baik. Selain itu, mereka bertugas sebagai hakim yang berbelaskasihan dan tidak berat sebelah. Kalau ada orang Kristen yang melakukan dosa serius, para penatua berupaya keras untuk membantu dia memperbaiki hubungannya dengan Yehuwa. Di saat yang sama, mereka berupaya menjaga sidang tetap bersih. (1 Kor. 5:​12, 13; Gal. 6:1) Para penatua juga menjadi gembala, dan itu adalah tugas utama mereka. (1 Ptr. 5:​1-3) Mereka mempersiapkan dan menyampaikan khotbah berdasarkan Alkitab, berupaya mengenal semua orang di sidang, dan melakukan kunjungan penggembalaan. Beberapa penatua juga membantu proyek pembangunan dan pemeliharaan Balai Kerajaan, mengatur pertemuan regional, melayani sebagai anggota Panitia Penghubung Rumah Sakit dan Kelompok Pengunjung Pasien, dan melakukan tugas-tugas lain. Ya, para penatua bekerja keras untuk kita! w24.10 20 ¶9

Kamis, 17 September

Semuanya mati karena Adam, dan semuanya akan dihidupkan karena Kristus.—1 Kor. 15:22.

Alkitab mengatakan bahwa karena tebusan sudah dibayar, kita bisa dibebaskan. Rasul Petrus menjelaskan, ”Kalian telah dibebaskan [literal: ”ditebus”] dari jalan hidup sia-sia yang diturunkan oleh leluhur kalian, dan kalian tahu bahwa yang membebaskan kalian bukan sesuatu yang bisa musnah, bukan perak atau emas, tapi darah Kristus yang berharga, yang seperti darah anak domba yang tidak bercacat dan tidak bercela.” (1 Ptr. 1:​18, 19, catatan kaki) Karena darah Yesus yang berharga, yang dicurahkan untuk menebus kita, kita bisa dibebaskan dari dosa dan kematian, yang menimbulkan banyak penderitaan. (Rm. 5:21) Kita pasti sangat bersyukur kepada Yehuwa dan Yesus atas pengorbanan mereka. w25.02 5 ¶15-16

Jumat, 18 September

Orang yang selalu waspada berbahagia.—Ams. 28:14.

Bagaimana kita bisa melindungi diri? Perhatikan apa yang bisa kita pelajari dari seorang pemuda yang diceritakan di Amsal pasal 7. Dia melakukan perbuatan cabul dengan seorang perempuan bejat. Ayat 22 mengatakan bahwa pemuda itu ”langsung” mengikuti dia. Tapi dari ayat-ayat sebelumnya, kita bisa melihat bahwa pemuda itu sebenarnya sudah mengambil beberapa langkah, yang secara bertahap mengarahkan dia ke perbuatan dosa. Apa yang akhirnya membuat dia berdosa? Pertama, menjelang malam, dia ”melewati jalan di dekat rumah perempuan itu”. Lalu, dia ”melangkah menuju rumahnya”. (Ams. 7:​8, 9) Sewaktu melihat perempuan tersebut, dia tidak menghindar dan malah menerima ciumannya. Perempuan itu juga bercerita tentang persembahan persahabatan yang baru saja dia berikan. Mungkin dia mau memberi kesan bahwa dia adalah orang yang baik. Sayangnya, pemuda itu mendengarkan dia. (Ams. 7:​13, 14, 21) Kalau saja pemuda itu dari awal menghindari bahaya-bahaya yang mengarahkan dia ke perbuatan dosa, dia pasti bisa melindungi diri dari godaan dan tidak berbuat dosa. w24.07 16 ¶8-9; 19 ¶19

Sabtu, 19 September

Maafkan dia dengan baik hati dan hiburlah dia.—2 Kor. 2:7.

Yehuwa tidak mau dosa serius dibiarkan di antara umat-Nya. Beberapa orang mungkin berpikir bahwa karena Yehuwa berbelaskasihan, Dia tidak keberatan kalau orang yang tidak bertobat tetap bergaul dengan hamba-hamba-Nya yang setia. Tapi sebenarnya, meskipun Yehuwa berbelaskasihan, Dia tidak bersikap serba boleh dan tidak akan menurunkan standar-Nya. (Yud. 4) Kalau Dia melakukan itu, Dia malah tidak berbelaskasihan, karena hal itu bisa membahayakan semua orang di sidang. (Ams. 13:20; 1 Kor. 15:33) Dari catatan itu, kita juga belajar bahwa Yehuwa tidak ingin seorang pun dimusnahkan. Dia ingin menyelamatkan semua orang kalau itu memungkinkan. Dia berbelaskasihan kepada orang-orang yang mau bertobat dan mau memperbaiki hubungan mereka dengan-Nya. (Yeh. 33:11; 2 Ptr. 3:9) Jadi, sewaktu orang di sidang Korintus itu bertobat dan tidak lagi melakukan dosanya, Yehuwa memberikan petunjuk melalui Rasul Paulus bahwa sidang itu harus mengampuni dan menerima kembali orang tersebut. w24.08 17 ¶7; 18-19 ¶14-15

Minggu, 20 September

Sejauh kalian melakukannya untuk salah satu saudara saya yang paling kecil ini, kalian melakukannya untuk saya.—Mat. 25:40.

Dalam perumpamaan tentang domba dan kambing, Yesus mengatakan bahwa dia akan menghakimi orang-orang berdasarkan dukungan mereka untuk saudara-saudaranya yang terurap. (Mat. 25:​31-46) Dia akan menghakimi mereka pada ”kesengsaraan besar”, tepat sebelum Armagedon. (Mat. 24:21) Sama seperti seorang gembala memisahkan domba dari kambing, Yesus akan memisahkan orang-orang yang dengan setia mendukung para pengikut terurapnya dari orang-orang yang tidak mendukung mereka. Alkitab menubuatkan bahwa Yesus akan menghakimi dengan adil sebagai Hakim yang dilantik Yehuwa. (Yes. 11:​3, 4) Dia mengamati baik-baik tingkah laku, pikiran, dan kata-kata setiap orang, termasuk apa yang mereka lakukan terhadap saudara-saudaranya yang terurap. (Mat. 12:​36, 37) Yesus pasti tahu siapa saja yang mendukung saudara-saudaranya. Salah satu cara utama seseorang bisa mendukung saudara-saudara Kristus adalah dengan membantu mereka dalam pekerjaan pengabaran. w24.09 20-21 ¶3-4

Senin, 21 September

Periksa segala sesuatu.—1 Tes. 5:21.

Sewaktu kita meragukan sesuatu, coba periksa apa yang Alkitab katakan tentang hal itu. Misalnya, kalau seorang anak muda ragu apakah Allah peduli kepadanya, dia perlu memeriksa kebenarannya. Dia perlu mempelajari Alkitab untuk memastikan bagaimana sebenarnya perasaan Yehuwa terhadap dia. Nah, sewaktu membaca Firman Allah, kita seperti ”mendengar” Yehuwa berbicara kepada kita. Tapi, selain membaca, ada lagi yang perlu kita lakukan untuk mendapatkan jawaban Yehuwa atas pertanyaan kita. Kita perlu mencari dan mempelajari ayat-ayat yang berhubungan dengan pertanyaan tersebut. Gunakan berbagai alat bantu riset yang disediakan organisasi Yehuwa. (Ams. 2:​3-6) Berdoalah supaya kita bisa mendapatkan jawaban Yehuwa atas pertanyaan kita. Lalu, carilah prinsip Alkitab dan informasi yang cocok. w24.10 25 ¶4-5

Selasa, 22 September

[Orang yang punya kasih] tidak mementingkan diri.—1 Kor. 13:5.

Yehuwa tidak akan memberkati upaya siapa pun yang sombong atau ingin mengejar status. (1 Kor. 10:​24, 33; 13:4) Kadang, bahkan teman-teman terdekat Yesus berupaya mendapatkan tugas karena alasan yang salah. Misalnya, dua rasul Yesus, yaitu Yakobus dan Yohanes, pernah meminta Yesus untuk memberi mereka kedudukan istimewa dalam Kerajaannya. Yesus tidak senang dengan permintaan itu. Dia menjelaskan kepada ke-12 rasulnya, ”Siapa pun yang ingin menjadi besar di antara kalian harus menjadi pelayan kalian, dan siapa pun yang ingin menjadi pertama di antara kalian harus menjadi budak bagi semua.” (Mrk. 10:​35-37, 43, 44) Saudara-saudara yang ingin mendapat tugas karena alasan yang benar, yaitu untuk melayani orang lain, akan menjadi berkat bagi sidang.—1 Tes. 2:8. w24.11 15-16 ¶7-8

Rabu, 23 September

Rencana . . . berhasil kalau ada banyak penasihat.—Ams. 15:22.

Sewaktu membuat keputusan, kasih akan menggerakkan kita untuk mengutamakan ”kepentingan orang lain” dan bertimbang rasa. (1 Kor. 10:​23, 24, 32; 1 Tim. 2:​9, 10) Hasilnya, kita akan membuat keputusan yang menunjukkan bahwa kita mengasihi dan menghormati orang lain. Sebelum Saudara membuat keputusan penting, coba pikirkan apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan keputusan itu. Yesus mengajar kita untuk ”menghitung biayanya”. (Luk. 14:28) Jadi, perhitungkan berapa banyak waktu, uang, dan upaya yang perlu dikerahkan untuk menjalankan keputusan tersebut. Dalam situasi tertentu, Saudara dan keluarga Saudara bisa membahas apa yang perlu dilakukan setiap anggota keluarga untuk mendukung keputusan itu. Mengapa perencanaan seperti ini penting? Karena ini bisa membantu Saudara menyadari apakah keputusan itu perlu disesuaikan atau ada keputusan lain yang lebih baik. Kalau Saudara melibatkan keluarga Saudara dan mendengarkan masukan dari mereka sewaktu membuat keputusan, mereka akan lebih bersemangat untuk mendukung keputusan Saudara. w25.01 18-19 ¶14-15

Kamis, 24 September

Bergembiralah dan bersukacitalah.—Yes. 65:18.

Yesaya menjelaskan mengapa kita bisa ’bergembira dan bersukacita’ di firdaus rohani. Yehuwa-lah yang menciptakan firdaus rohani. (Yes. 65:​18, 19) Dia menggunakan kita untuk membantu orang-orang keluar dari organisasi dunia ini, yang tidak bisa memenuhi kebutuhan rohani mereka, dan masuk ke firdaus rohani yang indah. Kita bersukacita atas berkat-berkat yang kita nikmati karena berada dalam kebenaran, dan kita tergerak untuk menceritakannya kepada orang lain. (Yer. 31:12) Kita juga bersyukur dan bersukacita atas harapan yang kita miliki karena tinggal di firdaus rohani. Alkitab berjanji bahwa kita akan ”membangun rumah dan tinggal di situ [serta] membuat kebun anggur dan makan buahnya”. Kita ”tidak akan banting tulang dengan percuma”, karena kita akan ”diberkati Yehuwa”. Dia berjanji bahwa kita akan punya kehidupan yang berarti dan memuaskan. Dia tahu kebutuhan setiap orang dan akan ”memuaskan keinginan semua yang hidup”.—Yes. 65:​20-24; Mz. 145:16. w24.04 22-23 ¶11-12

Jumat, 25 September

Allah adalah gunung batuku yang kuat, tempatku berlindung.—Mz. 62:7.

Kita bisa menjadikan Yehuwa ”Gunung Batu kita” kalau kita mengandalkan Dia sepenuhnya. Kita yakin bahwa kalau kita menaati Dia bahkan di masa yang sulit, kita pasti akan mendapat manfaat. (Yes. 48:​17, 18) Setiap kali kita merasakan bantuan Yehuwa, kita menjadi semakin yakin kepada-Nya. Kita pun akan lebih siap untuk menghadapi kesulitan yang hanya bisa kita lewati dengan bantuan Yehuwa. Seperti gunung batu yang besar, Yehuwa selalu stabil dan tidak pernah goyah. Sifat-sifat-Nya, kehendak-Nya, dan standar-Nya tidak pernah berubah. (Mal. 3:6) Sewaktu terjadi pemberontakan di Eden, Yehuwa tidak mengubah kehendak-Nya bagi manusia. Seperti yang ditulis Rasul Paulus, Yehuwa ”tidak bisa melawan diri-Nya sendiri”. (2 Tim. 2:13) Artinya, kejadian apa pun atau tindakan siapa pun tidak akan membuat Yehuwa berubah. Karena Yehuwa selalu stabil, kita bisa yakin bahwa Dia pasti akan membantu kita di masa sulit dan menyelamatkan kita.—Mz. 62:​6, 7. w24.06 27-28 ¶7-8

Sabtu, 26 September

Kecantikan batin dalam diri kalian . . . sangat bernilai.—1 Ptr. 3:4.

Kalau kalian sedang berpacaran, bagaimana kalian bisa menentukan apakah kalian akan menikah atau tidak? Berupayalah mengenal pasangan kalian dengan baik. Kalian mungkin sudah tahu beberapa hal tentang dia sebelum mulai berpacaran. Tapi sekarang, kalian punya kesempatan untuk tahu seperti apa dia sebenarnya. Kalian akan tahu lebih banyak tentang kerohaniannya, sifat-sifatnya, dan cara berpikirnya. Setelah beberapa waktu, kalian seharusnya sudah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: ’Apakah dia akan menjadi teman hidup yang cocok untuk saya?’ (Ams. 31:​26, 27, 30; Ef. 5:33; 1 Tim. 5:8) ’Apakah kami bisa memenuhi kebutuhan emosi satu sama lain? Apakah kami bisa mengabaikan kekurangan satu sama lain?’ (Rm. 3:23) Ingatlah: Cocok atau tidak, itu bukan bergantung pada seberapa mirip kalian berdua, tapi bergantung pada apakah kalian bisa menyesuaikan diri dengan satu sama lain. w24.05 27 ¶5

Minggu, 27 September

Aku sudah berdosa kepada Yehuwa.—2 Sam. 12:13.

Raja Daud pernah melakukan dosa serius. Tapi sewaktu Nabi Natan menegurnya, Daud dengan rendah hati bertobat. (Mz. 51:​3, 4, 17, superskripsi) Raja Hizkia juga pernah berdosa terhadap Yehuwa. (2 Taw. 32:25) Tapi seperti Daud, Hizkia dengan rendah hati bertobat. (2 Taw. 32:26) Pada akhirnya, Yehuwa menilai dia sebagai raja yang setia, yang ”terus melakukan apa yang benar”. (2 Raj. 18:3) Apa pelajarannya? Kita perlu bertobat dari dosa-dosa kita dan berupaya sebisa-bisanya untuk tidak mengulanginya lagi. Bagaimana kalau kita dinasihati oleh para penatua, mungkin untuk sesuatu yang kelihatannya kecil? Jangan menyimpulkan bahwa Yehuwa tidak menyayangi kita dan berpikir bahwa para penatua tidak suka dengan kita. Ingatlah, raja-raja Israel yang baik pun perlu dinasihati dan ditegur. (Ibr. 12:6) Jadi sewaktu kita dikoreksi, kita harus (1) menanggapinya dengan rendah hati, (2) membuat perubahan, dan (3) terus melayani Yehuwa dengan sepenuh hati. Kalau kita bertobat, Yehuwa pasti akan mengampuni kita.—2 Kor. 7:​9, 11. w24.07 21 ¶8-9; 22 ¶11

Senin, 28 September

Keluarkan orang yang berbuat buruk itu dari antara kalian.—1 Kor. 5:13.

Seseorang yang tidak bertobat akan dikeluarkan dari sidang kalau dia tidak mau berubah meskipun para penatua sudah berulang kali berupaya membantu dia bertobat. (2 Raj. 17:​12-15) Tindakannya menunjukkan bahwa dia memang memilih untuk mengabaikan standar Yehuwa. (Ul. 30:​19, 20) Sebuah pengumuman akan disampaikan untuk memberi tahu sidang bahwa dia bukan lagi seorang Saksi Yehuwa. Tujuan pengumuman itu bukan untuk mempermalukan dia, tapi supaya sidang bisa mengikuti petunjuk Alkitab untuk ”tidak lagi bergaul” dengan dia, ”bahkan tidak makan dengan” dia. (1 Kor. 5:​9-11) Mengapa petunjuk itu perlu diberikan? Rasul Paulus menulis, ”Sedikit ragi memengaruhi seluruh adonan.” (1 Kor. 5:6) Kalau orang yang tidak bertobat dibiarkan tetap berada di sidang, itu bisa melemahkan tekad saudara-saudari yang berupaya mengikuti standar Yehuwa yang benar.—Ams. 13:20; 1 Kor. 15:33. w24.08 27 ¶3-4

Selasa, 29 September

Saya sanggup menghadapi segala sesuatu dengan kekuatan yang saya dapatkan dari Allah.—Flp. 4:13.

Kita tidak bisa membagikan kekuatan kita kepada orang lain, tapi kita bisa menggunakan tenaga kita untuk membantu mereka. Misalnya, kita bisa membantu saudara-saudari kita yang lansia atau yang sedang sakit dengan membersihkan rumah mereka atau berbelanja untuk mereka. Atau, kita bisa ikut dalam pekerjaan pembersihan dan pemeliharaan Balai Kerajaan. Kata-kata kita juga bisa menguatkan orang lain. Apakah ada seseorang yang akan merasa sangat dikuatkan kalau dia menerima pujian yang tulus? Atau, apakah ada yang sedang butuh dihibur? Kalau ya, cobalah dekati mereka dan tunjukkan bahwa kita peduli. Kita bisa mengunjungi mereka, menelepon mereka, atau mungkin mengirim kartu ucapan, e-mail, atau pesan singkat. Jangan khawatir kalau kita tidak bisa menyusun kata-kata yang indah. Kadang, beberapa kata yang sederhana dan berasal dari hati sudah cukup untuk menghibur mereka dan membantu mereka bertekun satu hari lagi.—Ams. 12:25; Ef. 4:29. w24.09 28 ¶8-10

Rabu, 30 September

Kalau seorang pria berupaya menjadi pengawas, dia menginginkan pekerjaan yang baik.—1 Tim. 3:1.

Kalau Saudara sudah menjadi hamba pelayanan selama beberapa waktu, Saudara sebenarnya sudah separuh jalan untuk bisa menjadi penatua. Apakah Saudara ”menginginkan pekerjaan yang baik” itu? Apa saja ”pekerjaan yang baik” yang dilakukan para penatua? Mereka menjadi teladan dalam berdinas, bekerja keras menggembalakan dan mengajar, serta menguatkan sidang dengan kata-kata dan teladan mereka. Karena itulah Alkitab menyebut mereka sebagai ”pemberian berupa manusia”. (Ef. 4:8) Bagaimana Saudara bisa memenuhi syarat untuk menjadi penatua? Persyaratan untuk menjadi penatua tidak seperti persyaratan untuk mendapat pekerjaan. Biasanya, untuk mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan, Saudara hanya perlu memiliki keterampilan yang dibutuhkan perusahaan itu. Tapi untuk menjadi penatua, keterampilan mengabar dan mengajar saja tidak cukup. Saudara perlu memenuhi persyaratan Alkitab yang ada di 1 Timotius 3:​1-7 dan Titus 1:​5-9. w24.11 20 ¶1-3

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan