PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • es26 hlm. 43-56
  • April

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • April
  • Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari—2026
  • Subjudul
  • Rabu, 1 April
  • TANGGAL PERINGATAN
    Setelah Matahari Terbenam
    Kamis, 2 April
  • Jumat, 3 April
  • Sabtu, 4 April
  • Minggu, 5 April
  • Senin, 6 April
  • Selasa, 7 April
  • Rabu, 8 April
  • Kamis, 9 April
  • Jumat, 10 April
  • Sabtu, 11 April
  • Minggu, 12 April
  • Senin, 13 April
  • Selasa, 14 April
  • Rabu, 15 April
  • Kamis, 16 April
  • Jumat, 17 April
  • Sabtu, 18 April
  • Minggu, 19 April
  • Senin, 20 April
  • Selasa, 21 April
  • Rabu, 22 April
  • Kamis, 23 April
  • Jumat, 24 April
  • Sabtu, 25 April
  • Minggu, 26 April
  • Senin, 27 April
  • Selasa, 28 April
  • Rabu, 29 April
  • Kamis, 30 April
Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari—2026
es26 hlm. 43-56

April

Rabu, 1 April

Bapak saya ingin agar setiap orang yang mengakui dan beriman kepada Putra mendapat kehidupan abadi.—Yoh. 6:40.

Kita perlu beriman pada korban tebusan Yesus untuk mendapat manfaat dari daging dan darahnya. (Ef. 1:7) Orang-orang yang Yesus sebut sebagai ”domba-domba lain” tidak boleh makan roti dan minum anggur yang diedarkan di Perjamuan Malam Tuan. (Yoh. 10:16) Tapi, mereka tetap bisa mendapat manfaat dari daging dan darah Yesus Kristus kalau mereka beriman pada korban tebusannya. (Yoh. 6:53) Di sisi lain, orang-orang terurap akan makan roti dan minum anggur di acara tersebut. Dengan begitu, mereka menunjukkan bahwa mereka sudah menjadi bagian dari perjanjian baru dan akan memerintah bersama Yesus di Kerajaan surga. Ya, kita semua, tidak soal terurap atau domba-domba lain, harus beriman pada korban tebusan Yesus supaya kita bisa hidup abadi. w24.12 13 ¶14, 16

Pembacaan Alkitab untuk Peringatan: (Peristiwa setelah matahari terbit: 12 Nisan) Matius 26:​1-5, 14-16; Lukas 22:​1-6

TANGGAL PERINGATAN
Setelah Matahari Terbenam
Kamis, 2 April

Jangan takut, kawanan kecil, karena Bapak kalian sudah berkenan untuk memberi kalian Kerajaan itu.—Luk. 12:32.

Di Perjamuan Malam Tuan, Yesus mengedarkan roti tanpa ragi kepada para rasulnya dan mengatakan bahwa itu melambangkan tubuhnya. Lalu, dia mengedarkan anggur dan mengatakan bahwa itu melambangkan ”darah untuk perjanjian”. (Mrk. 14:​22-25; Luk. 22:20; 1 Kor. 11:24) Nah, perjanjian baru dibuat hanya dengan Israel rohani, yaitu sekelompok orang yang akan memerintah dalam Kerajaan Allah. (Ibr. 8:​6, 10; 9:15) Selama Perjamuan Malam Tuan, Yesus hanya berfokus pada ”kawanan kecil”. Kelompok tersebut awalnya terdiri dari para rasulnya yang setia, yang berada bersamanya di ruangan itu. Merekalah yang akan mendapat tempat bersama Yesus di surga. w24.12 11 ¶9-10

Pembacaan Alkitab untuk Peringatan: (Peristiwa setelah matahari terbit: 13 Nisan) Matius 26:​17-19; Markus 14:​12-16; Lukas 22:​7-13 (Peristiwa setelah matahari terbenam: 14 Nisan) Yohanes 13:​1-5; 14:​1-3

Jumat, 3 April

Allah begitu mengasihi dunia ini sehingga Dia memberikan Putra tunggal-Nya, supaya setiap orang yang beriman kepadanya tidak dibinasakan tapi mendapat kehidupan abadi.—Yoh. 3:16.

Yesus dikhianati, ditangkap, diejek, difitnah, dinyatakan bersalah, dan bahkan disiksa. Lalu, dia dibawa oleh para prajurit ke tempat dia akan dihukum mati, dan dia dipaku pada sebuah tiang. Yesus menanggung semua rasa sakit itu dan tetap setia. Tapi waktu itu, ada yang merasakan kepedihan yang lebih besar, yaitu Allah Yehuwa. Dia sangat menyayangi Yesus, dan Dia bisa saja menggunakan kekuatan-Nya yang tidak terbatas untuk melindungi Putra-Nya itu. Tapi, Dia menahan diri. Mengapa? Karena kasih-Nya kepada manusia. Korban tebusan Yesus adalah bukti terbesar bahwa Yehuwa sangat menyayangi Saudara. Dia membuat pengorbanan besar, bahkan rela mengalami kepedihan yang luar biasa, demi menyelamatkan Saudara dari dosa dan kematian. (1 Yoh. 4:​9, 10) Dia mau membantu kita masing-masing untuk melawan dosa dan akhirnya menang! w24.08 6 ¶13-14

Pembacaan Alkitab untuk Peringatan: (Peristiwa setelah matahari terbit: 14 Nisan) Yohanes 19:​1-42

Sabtu, 4 April

Kristus . . . menderita demi kalian.—1 Ptr. 2:21.

Kita bisa lebih memahami seberapa dalam kasih Yehuwa kepada kita dengan memikirkan pengorbanan yang Dia buat demi menyediakan tebusan. Setan mengatakan bahwa tidak ada hamba Yehuwa yang akan tetap setia kalau keadaannya sulit. Untuk membuktikan bahwa itu tidak benar, Yehuwa membiarkan Yesus menderita sampai mati. (Ayb. 2:​1-5) Yehuwa melihat sewaktu Yesus diejek, dicambuk para prajurit, dan dipaku di tiang. Lalu, Yehuwa melihat Putra yang Dia sayangi mati dengan cara yang menyakitkan. (Mat. 27:​28-31, 39) Sebenarnya, Yehuwa punya kuasa untuk menghentikan penderitaan Yesus kapan pun Dia mau. (Mat. 27:​42, 43) Tapi kalau Dia melakukannya, tebusan tidak akan terbayar, dan kita tidak punya harapan. Karena itu, Yehuwa membiarkan Putra-Nya menderita sampai mati. w25.01 22 ¶7

Pembacaan Alkitab untuk Peringatan: (Peristiwa setelah matahari terbit: 15 Nisan) Matius 27:​62-66 (Peristiwa setelah matahari terbenam: 16 Nisan) Yohanes 20:1

Minggu, 5 April

Dia sering menemui mereka selama 40 hari.—Kis. 1:3.

Hari itu tanggal 16 Nisan tahun 33 M. Semua murid Yesus masih diliputi dukacita dan perasaan takut. Dua di antara mereka pergi dari Yerusalem ke Emaus. Lalu, seorang pria yang tidak dikenal mendekati mereka dan berjalan bersama mereka. Kedua murid itu menceritakan kepadanya tentang apa yang Yesus alami. Itu adalah awal dari pembahasan yang tidak akan pernah mereka lupakan. Berdasarkan ”tulisan Musa dan semua Tulisan Para Nabi”, pria itu menjelaskan mengapa Mesias harus menderita dan mati. Waktu mereka bertiga tiba di Emaus, pria itu menunjukkan bahwa dia sebenarnya adalah Yesus yang telah dibangkitkan. (Luk. 24:​13-35) Setelah itu, Yesus menghabiskan 40 hari di bumi sebelum dia kembali ke surga. Selama 40 hari itu, dia berulang kali menemui dan menguatkan para murid, yang saat itu merasa sedih dan takut. Hasilnya, mereka jadi bersukacita dan lebih berani untuk mengabar dan mengajar. w24.10 12 ¶1-3

Pembacaan Alkitab untuk Peringatan: (Peristiwa setelah matahari terbit: 16 Nisan) Yohanes 20:​2-18

Senin, 6 April

Bangunlah iman kalian yang sangat suci.—Yud. 20.

Seorang anak pasti bertumbuh menjadi dewasa. Tapi, orang Kristen tidak otomatis bertumbuh menjadi matang. Misalnya, saudara-saudari di Korintus zaman dulu sudah menerima kabar baik, dibaptis, mendapat kuasa kudus, dan belajar banyak dari Rasul Paulus. (Kis. 18:​8-11) Tapi beberapa tahun setelah mereka dibaptis, ada banyak yang masih belum menjadi matang secara rohani. (1 Kor. 3:2) Untuk menjadi orang Kristen yang matang, kita pertama-tama harus punya keinginan untuk menjadi matang secara rohani. Ada orang-orang yang ’menyukai keadaan mereka yang tidak berpengalaman’. Mereka lebih suka menjadi bayi secara rohani sehingga mereka tidak membuat kemajuan. (Ams. 1:22) Kita pasti tidak mau menjadi seperti orang yang umurnya sudah dewasa tapi masih bergantung pada orang tuanya untuk membuatkan keputusan bagi dia. Sebaliknya, kita mau memikul tanggung jawab kita sendiri dengan berupaya untuk bertumbuh secara rohani. Kalau itu yang sedang Saudara upayakan, berdoalah agar Yehuwa memberi Saudara ”keinginan dan kekuatan” untuk melakukannya.—Flp. 2:13. w24.04 4 ¶9-10

Selasa, 7 April

Yehuwa . . . tidak ingin seorang pun dimusnahkan.—2 Ptr. 3:9.

Yehuwa dengan baik hati memberi tahu kita bagaimana perasaan Dia sewaktu menghakimi manusia. (Yeh. 33:11) Yehuwa tidak akan memusnahkan siapa pun untuk selamanya, kecuali ada alasan yang kuat untuk melakukannya. Dia sangat berbelaskasihan, dan Dia akan selalu menunjukkan belas kasihan kalau memungkinkan. Apakah ada orang-orang yang kita tahu tidak akan dibangkitkan? Alkitab hanya menyebutkan beberapa dari mereka. Misalnya, Yesus menunjukkan bahwa Yudas Iskariot tidak akan dibangkitkan. (Mrk. 14:21; lihat juga Yohanes 17:12 dan keterangan tambahannya.) Yudas tahu bahwa perbuatannya bertentangan dengan kehendak Allah Yehuwa dan Putra-Nya, dan dia sengaja melakukannya. (Lihat Markus 3:29 dan keterangan tambahannya.) Selain itu, Yesus mengatakan bahwa beberapa pemimpin agama yang menentangnya akan mati tanpa harapan kebangkitan. (Mat. 23:33; lihat Yohanes 19:11 dan keterangan tambahan untuk ”orang”.) Dan, Rasul Paulus memperingatkan bahwa orang-orang murtad yang tidak bertobat tidak akan dibangkitkan.—Ibr. 6:​4-8; 10:29. w24.05 4 ¶10-11

Rabu, 8 April

Yehuwa melindungi orang yang setia.—Mz. 31:23.

Kalau kita tetap dekat dengan Yehuwa, hal buruk apa pun yang kita alami akibat tindakan Setan tidak akan berlangsung selamanya. (1 Yoh. 3:8) Di dunia baru, Yehuwa akan terus melindungi sahabat-sahabat-Nya yang setia, bukan hanya dari bahaya rohani, tapi juga dari kematian. (Why. 21:4) Kita pasti merasa terhormat bisa menjadi tamu di kemah Yehuwa dan terus bersahabat dengan Dia. (Yeh. 37:27) Tapi, supaya kita bisa terus menjadi tamu-Nya, apa yang perlu kita lakukan? Kalau kita diundang ke rumah seseorang, kita pasti berupaya menjadi tamu yang baik dengan mengikuti keinginan tuan rumah. Begitu juga, kalau kita mau terus menjadi tamu Yehuwa, kita perlu tahu apa yang Dia inginkan. Dan karena kita menyayangi Yehuwa, kita akan berupaya sebisa-bisanya untuk ”menyenangkan Dia sepenuhnya”. (Kol. 1:10) Kalau kita selalu ingat bahwa Yehuwa adalah Allah kita dan benar-benar menghormati Dia, kita tidak akan melakukan hal-hal yang bisa membuat Dia tidak senang. Kita pasti akan ”berjalan dengan sadar diri” bersama Allah kita.—Mi. 6:8. w24.06 4 ¶8-9

Kamis, 9 April

Dia . . . menjadi penengah bagi orang yang berdosa.—Yes. 53:12.

Yehuwa meminta Abraham untuk mengorbankan putranya sendiri, Ishak. Meskipun ini sangat berat bagi Abraham, dia rela melakukan hal itu. Tapi di saat-saat terakhir, Yehuwa mencegah Abraham melakukannya. Dari kisah ini, semua orang yang beriman bisa belajar satu hal yang penting: Sama seperti Abraham rela mengorbankan Ishak, Yehuwa rela mengorbankan Putra-Nya sendiri. Jelaslah, Yehuwa benar-benar menyayangi manusia! (Kej. 22:​1-18) Ratusan tahun kemudian, bangsa Israel mendapat hukum Taurat. Hukum itu mengharuskan umat Allah untuk mempersembahkan korban-korban binatang supaya dosa mereka bisa diampuni. (Im. 4:​27-29; 17:11) Semua korban itu sebenarnya adalah gambaran untuk satu korban yang nilainya jauh lebih tinggi, yang bisa benar-benar menyelamatkan manusia dari dosa. Allah menggunakan para nabi-Nya untuk menjelaskan bahwa keturunan yang dijanjikan itu, yang ternyata adalah Putra Allah yang istimewa, akan menderita dan dibunuh demi menyelamatkan manusia, termasuk Saudara, dari dosa dan kematian!—Yes. 53:​1-12. w24.08 4 ¶7-8

Jumat, 10 April

Aku sungguh mencintai hukum-Mu! Aku memikirkannya sepanjang hari.—Mz. 119:97.

Sewaktu membaca Alkitab, Saudara perlu memikirkan penerapannya. Setelah membaca beberapa ayat, coba pikirkan: ’Bagaimana saya bisa menerapkannya sekarang atau di masa depan?’ Misalnya, katakanlah Saudara baru saja membaca 1 Tesalonika 5:​17, 18. Cobalah berhenti sebentar dan pikirkan: ’Seberapa sering saya berdoa? Apakah saya berdoa dengan sungguh-sungguh?’ Pikirkan juga apa saja yang membuat Saudara bersyukur kepada Yehuwa. Saudara mungkin bisa mencari tiga hal yang Saudara syukuri. Nah, dari contoh ini, kita bisa melihat bahwa dengan menggunakan beberapa menit saja untuk merenungkan apa yang Saudara baca, Saudara bisa menjadi pendengar dan pelaku firman. Kalau Saudara melakukannya setiap hari, Saudara pasti akan menjadi hamba Yehuwa yang lebih baik. w24.09 4-5 ¶9-10

Sabtu, 11 April

Waspadalah, jangan kehilangan hal-hal yang kami hasilkan dengan kerja keras, agar kamu menerima upah penuh.—2 Yoh. 8.

Yehuwa menciptakan kita untuk merasa bahagia sewaktu memberi. Meskipun kita bahagia sewaktu menerima sesuatu, kita lebih bahagia sewaktu memberi kepada orang lain. Kita senang kalau kita bisa membantu rekan seiman kita. Kita juga pasti senang sewaktu mereka menunjukkan rasa terima kasih. Tapi, tidak soal mereka menunjukkannya atau tidak, kita tetap bahagia karena sudah melakukan apa yang benar. Dan ingatlah, tidak soal berapa banyak yang sudah kita berikan, ”Yehuwa sanggup memberi [kita] jauh lebih banyak daripada itu”! (2 Taw. 25:9) Bayangkan, Yehuwa sendiri yang akan membalas kebaikan kita, dan itulah yang membuat kita benar-benar bahagia! Jadi, semoga kita bertekad untuk terus meniru Bapak kita yang murah hati. w24.09 31 ¶20-21

Minggu, 12 April

Aku memuji-Mu, oh Yehuwa Allahku, dengan sepenuh hatiku, dan aku akan memuliakan nama-Mu selamanya.—Mz. 86:12.

Yehuwa berbelaskasihan dan pengasih. (Mz. 103:13; Yes. 49:15) Sewaktu kita menderita, Yehuwa merasakan penderitaan kita. (Za. 2:8) Dia membuka diri dan membantu kita untuk menjadi sahabat-Nya. (Mz. 25:14; Kis. 17:27) Dia juga rendah hati. ”Dia membungkuk untuk melihat langit dan bumi, mengangkat orang kecil dari debu.” (Mz. 113:​6, 7) Semua ini pasti membuat kita ingin memuliakan Allah kita yang hebat! Kita juga memuliakan Yehuwa karena kita ingin orang-orang tahu kebenaran tentang Dia. Banyak orang tidak mengetahuinya karena Setan membutakan pikiran mereka dengan menyebarkan berbagai kebohongan tentang Allah. (2 Kor. 4:4) Setan membuat orang-orang berpikir bahwa Yehuwa itu pemarah, tidak peduli, dan malah menyebabkan banyak penderitaan di dunia ini. Tapi, kita tahu yang sebenarnya! Kita punya kesempatan yang istimewa untuk meluruskan hal itu dan membuat Yehuwa dimuliakan.—Yes. 43:10. w25.01 3 ¶6-7

Senin, 13 April

Setan . . . sedang menyesatkan seluruh dunia.—Why. 12:9.

Di abad pertama, Putra Allah yang sempurna melakukan banyak mukjizat. Tapi, para pendukung Setan menyebarkan banyak kebohongan tentang dia. Misalnya, para pemimpin agama memberi tahu orang-orang bahwa kuasa Yesus untuk mengusir roh jahat berasal dari ”penguasa roh jahat”. (Mrk. 3:22) Sewaktu Yesus diadili, mereka menuduh dia menghina Allah, dan mereka menghasut orang-orang untuk meminta dia dihukum mati. (Mat. 27:20) Belakangan, sewaktu para pengikut Kristus memberitakan kabar baik, para penentang ”menghasut orang-orang” untuk menganiaya para pengikut Kristus itu. (Kis. 14:​2, 19) Majalah Menara Pengawal 1 Desember 1998 berkomentar tentang Kisah 14:2: ”Masih belum puas menolak berita itu, para penentang Yahudi melancarkan kampanye untuk mencoreng kekristenan.” Ya, mereka berupaya membuat orang-orang berpikiran negatif dan membenci orang Kristen. Sampai sekarang, Setan masih ”menyesatkan seluruh dunia” dengan menyebarkan kebohongan. w24.04 11 ¶15-16

Selasa, 14 April

Mana mungkin Hakim seluruh bumi berbuat tidak adil?—Kej. 18:25.

Apakah kesempatan seseorang untuk hidup abadi bergantung pada kapan dia meninggal? Tidak. Yehuwa adalah Hakim yang sempurna. Semua keputusan-Nya benar dan adil. (Mz. 33:​4, 5) Kita bisa yakin bahwa ”Hakim seluruh bumi” akan melakukan apa yang benar. Kita juga bisa menyimpulkan bahwa kesempatan seseorang untuk hidup abadi tidak bergantung pada di mana dia tinggal. Jutaan orang di beberapa negeri tidak pernah punya kesempatan untuk menerima berita Kerajaan. Tidak mungkin Yehuwa langsung menghakimi mereka sebagai ”kambing” hanya karena mereka tinggal di negeri-negeri itu. (Mat. 25:46) Yehuwa adalah ”Hakim seluruh bumi” yang adil. Dia sangat peduli kepada mereka, jauh melebihi kita. Kita tidak tahu apa saja yang akan Yehuwa lakukan selama kesengsaraan besar. Mungkin beberapa dari mereka akan mendapat kesempatan untuk belajar tentang Yehuwa, beriman, dan berpihak kepada-Nya sewaktu Dia menyucikan nama-Nya di depan semua bangsa.—Yeh. 38:16. w24.05 12 ¶14-15

Rabu, 15 April

Kasihi satu sama lain.—Yoh. 15:12.

Umat Yehuwa senang membantu satu sama lain. (2 Kor. 8:4) Tapi kadang, dibutuhkan keberanian untuk melakukannya. Misalnya, sewaktu terjadi perang, para penatua tahu bahwa saudara-saudari butuh penghiburan dan dukungan. Mungkin mereka juga butuh persediaan rohani, seperti Alkitab atau publikasi kita, dan juga bantuan secara jasmani. Karena mengasihi domba-domba Yehuwa, para penatua rela menghadapi bahaya untuk memberikan bantuan. Sewaktu situasinya berbahaya, kita harus tetap bersatu. Untuk itu, kita perlu mengikuti petunjuk dari kantor cabang. (Ibr. 13:17) Para penatua perlu secara rutin meninjau petunjuk tentang apa yang perlu disiapkan sebelum bencana terjadi dan apa yang harus dilakukan sewaktu ada bencana. (1 Kor. 14:​33, 40) Bersikaplah berani tapi juga berhati-hati. (Ams. 22:3) Kita perlu berpikir sebelum bertindak. Jangan mengambil risiko kalau itu tidak diperlukan. Andalkan Yehuwa. Dia bisa membantu Saudara untuk memberikan bantuan kepada yang lainnya dengan cara yang aman. w24.07 4 ¶8; 5 ¶11

Kamis, 16 April

Saat susah, aku berseru kepada Yehuwa, . . . dan jeritanku minta tolong sampai ke telinga-Nya.—Mz. 18:6.

Raja Daud mengenal Yehuwa dan mengandalkan Dia. Sewaktu Daud dikejar-kejar oleh musuhnya, termasuk Raja Saul, dia berdoa meminta pertolongan Yehuwa. Setelah Yehuwa menjawab doanya dan menyelamatkan dia, Daud berseru, ”Yehuwa itu hidup!” (Mz. 18:46) Sewaktu mengatakan hal tersebut, Daud tidak sekadar mengakui bahwa Allah itu ada. Menurut sebuah referensi, kata-kata itu menunjukkan keyakinan Daud bahwa Yehuwa, ”sebagai Allah yang hidup, selalu bertindak bagi umat-Nya”. Ya, pengalaman Daud membuat dia yakin bahwa Allahnya itu hidup, sehingga dia semakin bertekad untuk terus melayani dan memuji Yehuwa. (Mz. 18:​28, 29, 49) Kalau kita yakin bahwa Yehuwa itu Allah yang hidup, kita akan bisa melayani Dia dengan bersemangat. Kita akan sanggup menghadapi ujian dan mau terus bekerja keras untuk Yehuwa. Kita juga akan bertekad untuk tetap dekat dengan Yehuwa. w24.06 20-21 ¶3-4

Jumat, 17 April

Jangan disesatkan oleh siapa pun dengan cara apa pun.—2 Tes. 2:3.

Apa yang bisa kita pelajari dari kata-kata Paulus kepada orang-orang di Tesalonika? Kalau kita mendengar sesuatu yang berbeda dengan apa yang kita pelajari dari Alkitab, atau kalau ada berita yang mengejutkan, kita perlu menggunakan pertimbangan yang baik. Di Uni Soviet dulu, para penentang pernah menyebarkan sebuah surat yang kelihatannya berasal dari kantor pusat. Surat itu meminta beberapa saudara untuk memisahkan diri dan membentuk organisasi baru. Surat itu sendiri kelihatannya asli. Tapi, saudara-saudara kita yang setia tidak tertipu. Mereka sadar bahwa isi surat itu tidak sesuai dengan apa yang sudah mereka pelajari. Sekarang, para penentang juga kadang menggunakan teknologi yang canggih untuk membuat kita bingung dan terpecah belah. Kita bisa melindungi diri dengan memikirkan baik-baik apakah hal yang kita dengar atau baca itu sesuai dengan kebenaran yang selama ini kita pelajari.—2 Tes. 2:2; 1 Yoh. 4:1. w24.07 12 ¶14-15

Sabtu, 18 April

Kalau ada yang berbuat dosa, kita punya penolong.—1 Yoh. 2:1.

Keputusan terpenting yang bisa dibuat seseorang adalah membaktikan diri kepada Yehuwa dan menjadi bagian dari keluarga-Nya. Yehuwa berharap semua orang membuat keputusan itu. Mengapa? Dia ingin kita bersahabat dengan Dia dan hidup selamanya. (Ul. 30:​19, 20; Gal. 6:​7, 8) Tapi, Yehuwa tidak memaksa siapa pun melayani Dia. Dia membiarkan setiap orang membuat keputusannya sendiri. Bagaimana kalau orang Kristen yang terbaptis melakukan dosa serius dengan melanggar hukum Allah? Kalau dia tidak bertobat, dia harus dikeluarkan dari sidang. (1 Kor. 5:13) Meski begitu, Yehuwa sungguh-sungguh berharap agar orang itu bertobat dan kembali kepada-Nya. Malah, salah satu alasan penting Yehuwa menyediakan tebusan adalah supaya orang berdosa yang bertobat bisa diampuni. Allah kita yang pengasih dengan hangat mengundang mereka untuk bertobat.—Za. 1:3; Rm. 2:4; Yak. 4:8. w24.08 14 ¶1-2

Minggu, 19 April

Kalau hatimu bijaksana, hatiku akan senang.—Ams. 23:15.

Sewaktu Rasul Yohanes menulis suratnya yang ketiga, ada orang-orang yang menyebarkan ajaran yang salah dan menimbulkan perpecahan. Tapi, yang lainnya terus ”mengikuti jalan kebenaran”. Mereka menaati Yehuwa dan ”mengikuti perintah-perintah-Nya”. (2 Yoh. 4, 6) Orang-orang yang setia ini tidak hanya membuat Yohanes bersukacita. Mereka juga membuat Yehuwa senang. (Ams. 27:11) Apa pelajarannya? Kesetiaan menghasilkan sukacita. (1 Yoh. 5:3) Kita bersukacita karena tahu bahwa kita menyenangkan Yehuwa. Sewaktu Yehuwa melihat kita menolak godaan dari dunia dan menerima kebenaran, Dia sangat senang. Para malaikat di surga juga bersukacita. (Luk. 15:10) Kita sendiri pasti senang sewaktu melihat rekan seiman kita tetap setia. (2 Tes. 1:4) Dan nanti, saat dunia Setan dihancurkan, kita akan merasa senang dan puas, karena selama ini kita tetap setia kepada Yehuwa di tengah dunia yang dikuasai Setan. w24.11 12-13 ¶17-18

Senin, 20 April

Setiap orang harus memikirkan kepentingan orang lain, bukan kepentingannya sendiri.—1 Kor. 10:24.

Kalau kalian menyukai seseorang, berapa lama kalian sebaiknya mengamati dia sebelum menyatakan perasaan kalian? Kalau terlalu cepat, dia bisa menyimpulkan bahwa kalian belum benar-benar memikirkan keputusan kalian. (Ams. 29:20) Tapi kalau terlalu lama, kalian bisa dianggap sebagai orang yang tidak bisa membuat keputusan, apalagi kalau dia sudah merasa bahwa kalian menyukai dia. (Pkh. 11:4) Ingatlah, sebelum menyatakan perasaan kepada seseorang, kalian tidak perlu merasa yakin bahwa kalian akan menikahi orang itu. Tapi, kalian harus yakin bahwa kalian sudah siap untuk menikah dan bahwa orang itu kemungkinan bisa menjadi teman hidup yang cocok untuk kalian. Nah, bagaimana kalau kalian merasa bahwa seseorang menyukai kalian? Kalau kalian tidak punya perasaan yang sama, tunjukkan itu dengan jelas melalui tindakan kalian. Jangan memberikan harapan palsu, karena hal itu tidak pengasih.—Ef. 4:25. w24.05 22-23 ¶9-10

Selasa, 21 April

Aku akan datang lagi dan membawa kalian ke rumahku.—Yoh. 14:3.

Hanya orang terurap yang benar-benar setia yang akan diterima oleh Yesus ke Kerajaan surga. Kalau orang terurap tidak tetap berjaga-jaga secara rohani, mereka tidak akan dikumpulkan bersama ”orang-orang pilihan”. (Mat. 24:31) Tapi sebenarnya, bukan mereka saja yang harus memperhatikan peringatan Yesus. Semua hamba Allah yang punya harapan untuk hidup di bumi juga harus tetap berjaga-jaga dan tetap setia. Nah, bagaimana kalau sampai sekarang Yehuwa masih memilih beberapa orang untuk menjadi orang terurap? Apakah kita akan mempertanyakan keputusan Yehuwa? Tidak. Kita sudah mengenal Yehuwa dengan baik, dan kita yakin bahwa keputusan-Nya selalu benar. Ingatlah perumpamaan Yesus tentang orang-orang yang dipanggil untuk bekerja di kebun anggur pada jam lima sore. (Mat. 20:​1-16) Mereka mendapat upah yang sama dengan orang-orang yang bekerja dari pagi. Sama seperti itu, tidak soal kapan orang-orang terurap dipilih, mereka akan menerima upah yang sama di surga kalau mereka tetap setia. w24.09 24 ¶15-17

Rabu, 22 April

Kristus . . . menderita demi kalian, menjadi teladan supaya kalian mengikuti jejaknya dengan saksama.—1 Ptr. 2:21.

Yesus memberikan teladan sempurna tentang caranya menghadapi ketidakadilan. Dia sering diperlakukan tidak adil oleh banyak orang, termasuk keluarganya sendiri. Beberapa anggota keluarganya mengatakan bahwa dia sudah tidak waras. Para pemimpin agama menuduh dia mendapat kuasa dari roh-roh jahat. Dan para tentara Romawi mengejek dia, memukuli dia, dan membunuh dia. (Mrk. 3:​21, 22; 14:55; 15:​16-20, 35-37) Meski mengalami semua perlakuan buruk itu, Yesus tidak pernah membalas. Apa pelajarannya untuk kita? (1 Ptr. 2:​21-23) Kita bisa meniru teladan Yesus sewaktu kita diperlakukan dengan buruk. Dia tahu kapan dia harus diam dan kapan dia harus bicara. (Mat. 26:​62-64) Meskipun ada banyak tuduhan palsu terhadapnya, Yesus sering kali memilih untuk tetap diam. (Mat. 11:19) Dan waktu dia memilih untuk berbicara, dia tidak pernah menghina atau mengancam para penentangnya. w24.11 4-5 ¶9-10

Kamis, 23 April

Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang-orang berdosa.—1 Tim. 1:15.

Bayangkan Saudara memberikan hadiah yang istimewa dan sangat berguna kepada orang yang Saudara sayangi. Kalau dia hanya menaruhnya di lemari dan membiarkannya begitu saja, Saudara pasti kecewa. Tapi, kalau dia menggunakan hadiah itu dan menunjukkan bahwa dia menghargainya, Saudara pasti senang. Nah, karena Yehuwa sangat menyayangi kita, Dia memberi kita hadiah istimewa, yaitu korban tebusan Putra-Nya. Kalau kita menunjukkan bahwa kita menghargainya, Yehuwa pasti sangat senang. (Yoh. 3:16; Rm. 5:​7, 8) Tapi, kalau kita sudah lama dalam kebenaran, kita mungkin mulai menganggap tebusan sebagai pemberian yang biasa saja. Meskipun kita senang mendapatkannya, kita seperti menaruh pemberian itu di dalam lemari dan membiarkannya begitu saja. Jadi, supaya kita tetap menghargai pemberian itu, kita harus sering merenungkan apa saja yang sudah Allah dan Kristus lakukan bagi kita. w25.01 26 ¶1-2

Jumat, 24 April

Pikirkan baik-baik semua ini, dan kerahkan dirimu untuk itu, agar kemajuanmu terlihat jelas oleh semua orang.—1 Tim. 4:15.

Seorang saudara yang memenuhi syarat sebagai penatua bukanlah orang yang baru dibaptis. Apakah itu berarti Saudara harus sudah dibaptis selama bertahun-tahun? Tidak. Meski begitu, Saudara butuh waktu untuk menjadi orang Kristen yang matang. Sebelum dilantik sebagai penatua, Saudara harus menunjukkan bahwa Saudara rendah hati seperti Yesus. Saudara sabar dan tidak kesal sewaktu harus menunggu sampai Yehuwa memberi Saudara tugas di sidang. (Mat. 20:23; Flp. 2:​5-8) Saudara bisa membuktikan bahwa Saudara setia kepada Yehuwa dengan terus mengikuti standar-Nya yang benar dan petunjuk dari organisasi-Nya. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa seorang pengawas harus punya kesanggupan mengajar. Apakah itu berarti Saudara harus sangat terampil berkhotbah? Tidak. Banyak penatua bukan pengkhotbah yang sangat terampil, tapi mereka bisa mengajar dengan baik sewaktu berdinas dan melakukan kunjungan penggembalaan. w24.11 23-24 ¶14-15

Sabtu, 25 April

Aku mencintai perintah-Mu lebih daripada emas, bahkan emas murni.—Mz. 119:127.

Kalau ada ayat di Alkitab yang tidak begitu Saudara mengerti, lakukan riset. Sepanjang hari itu, pikirkan hasil riset Saudara dan apa yang Saudara pelajari dari situ tentang Yehuwa, Putra-Nya, dan kasih mereka kepada Saudara. (Mz. 119:97) Saudara mungkin tidak selalu menemukan hal yang baru atau menarik setiap kali Saudara membaca Alkitab atau melakukan riset. Tapi jangan kecil hati. Sebagai gambaran, orang yang mencari emas biasanya menghabiskan waktu berjam-jam atau berhari-hari sebelum dia menemukan sebutir emas yang sangat kecil. Tapi dia tidak menyerah. Bagi dia, emas sekecil apa pun sangat berharga. Nah, permata rohani yang ada di Alkitab jauh lebih berharga daripada emas. (Ams. 8:10) Jadi, teruslah membaca Alkitab dan jangan menyerah dalam mencari permata rohani.—Mz. 1:2. w25.01 24-25 ¶14-15

Minggu, 26 April

Sama seperti Yehuwa dengan tulus memaafkan kalian, lakukan itu juga.—Kol. 3:13.

Yehuwa ingin kita siap mengampuni orang yang menyakiti kita. (Mz. 86:5; Luk. 17:4; Ef. 4:32) Kata-kata atau tindakan orang lain bisa membuat kita sangat sakit hati, apalagi kalau orang yang menyakiti kita adalah teman dekat atau anggota keluarga kita. (Mz. 55:​12-14) Kadang, kita mungkin merasa seperti ditusuk pisau. (Ams. 12:18) Kalau kita berupaya untuk mengabaikan rasa sakit itu, kita seperti membiarkan pisaunya tertancap terus. Akibatnya, luka kita tidak akan sembuh, dan kita akan terus merasa sakit. Sewaktu disakiti, kita mungkin menjadi marah. Alkitab mengatakan bahwa itu memang wajar. Tapi, Alkitab juga memperingatkan bahwa kita tidak boleh terus marah. (Mz. 4:4; Ef. 4:26) Mengapa? Karena rasa marah biasanya membuat kita melakukan hal yang buruk. (Yak. 1:20) Ingatlah, munculnya rasa marah itu di luar kendali kita, tapi terus marah atau tidak, itu pilihan kita. w25.02 15 ¶4-6

Senin, 27 April

Hikmat . . . menjaga kehidupan pemiliknya.—Pkh. 7:12.

Yesus pernah menceritakan sebuah perumpamaan tentang orang yang menimbun harta materi ”tapi tidak kaya di mata Allah”. (Luk. 12:​16-21) Tindakannya tidak masuk akal. Mengapa? Kita semua tidak tahu seperti apa kehidupan kita besok. (Ams. 23:​4, 5; Yak. 4:​13-15) Selain itu, Yesus mengatakan bahwa orang-orang yang menjadi pengikutnya harus siap ”meninggalkan semua harta” mereka. (Luk. 14:33) Itulah yang terjadi dengan orang Kristen di Yudea pada abad pertama. Tapi, mereka tetap bersukacita. (Ibr. 10:34) Sekarang, banyak saudara-saudari kehilangan harta atau pekerjaan mereka karena tidak mau terlibat urusan politik. (Why. 13:​16, 17) Mereka benar-benar yakin dengan janji Yehuwa ini: ”Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu, dan Aku tidak akan pernah mengabaikan kamu.” (Ibr. 13:5) Kita memang perlu merencanakan baik-baik keuangan kita untuk masa depan. Tapi, kalau ada kejadian yang tidak terduga, kita yakin Yehuwa akan memenuhi kebutuhan kita. w25.03 29-30 ¶13-14

Selasa, 28 April

Setelah selesai mempelajari ajaran dasar tentang Kristus, mari kita terus berupaya untuk menjadi dewasa, tidak lagi meletakkan dasar.—Ibr. 6:1.

Yehuwa tidak mengharapkan kita untuk bertumbuh secara rohani hanya dengan upaya kita sendiri. Dia memberi kita gembala dan guru di sidang, yang bisa membantu kita menjadi ”dewasa” secara rohani dan ”benar-benar matang seperti Kristus”. (Ef. 4:​11-13) Yehuwa juga memberikan kuasa kudus-Nya supaya kita bisa ”memiliki pikiran Kristus”. (1 Kor. 2:​14-16) Selain itu, Allah memberikan empat Injil, yang menunjukkan cara berpikir, kata-kata, dan tindakan Yesus selama pelayanannya di bumi. Dengan meniru Yesus, Saudara bisa menjadi orang Kristen yang matang. Tapi, untuk bisa menjadi dewasa secara rohani, tidak cukup kalau kita hanya ”mempelajari ajaran dasar tentang Kristus”. w24.04 4-5 ¶11-12

Rabu, 29 April

Kemampuan berpikir akan terus menjagamu, dan pertimbangan yang baik akan melindungimu.—Ams. 2:11.

Setiap hari, kita perlu membuat keputusan. Ada keputusan yang mudah dibuat, seperti mau sarapan apa atau mau tidur jam berapa. Tapi, ada juga keputusan yang sulit dibuat, yang mungkin memengaruhi kesehatan, kebahagiaan, keluarga, atau ibadah kita. Kita pasti ingin membuat keputusan yang bermanfaat bagi kita dan keluarga kita. Dan yang terutama, kita ingin membuat keputusan yang menyenangkan Yehuwa. (Rm. 12:​1, 2) Langkah penting untuk membuat keputusan yang baik adalah mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Mengapa ini penting? Coba pikirkan: Kalau ada pasien yang terkena penyakit serius, apakah dokter yang baik akan langsung memutuskan untuk memberikan pengobatan tertentu sebelum memeriksa pasiennya atau mengajukan pertanyaan kepadanya? Pasti tidak. Begitu juga, Saudara bisa membuat keputusan yang baik kalau Saudara pertama-tama mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan situasi Saudara. w25.01 14 ¶1-3

Kamis, 30 April

Yehuwa mengampuni kamu. Kamu tidak akan mati.—2 Sam. 12:13.

Tapi, apa yang kita tahu tentang belas kasihan Yehuwa? Bagaimana Dia menunjukkan bahwa Dia ”tidak ingin seorang pun dimusnahkan”? (2 Ptr. 3:9) Perhatikan bagaimana Dia berbelaskasihan kepada dua orang yang pernah melakukan dosa serius. Pertama, Raja Daud. Dia melakukan beberapa dosa serius, termasuk berzina dan membunuh. Tapi, Daud bertobat. Jadi, Yehuwa berbelaskasihan dan mengampuni dia. (2 Sam. 12:​1-12) Kedua, Raja Manasye. Dia melakukan banyak kejahatan yang parah selama sebagian besar kehidupannya. Tapi, Yehuwa tetap berbelaskasihan dan mengampuni dia sewaktu dia bertobat. (2 Taw. 33:​9-16) Jelaslah, Yehuwa selalu menunjukkan belas kasihan setiap kali Dia melihat ada dasar untuk melakukannya. Kalau seseorang sadar bahwa dia sudah melakukan dosa serius dan bertobat, Yehuwa akan membangkitkan dia. w24.05 4 ¶12

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan