PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • es26 hlm. 56-69
  • Mei

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Mei
  • Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari—2026
  • Subjudul
  • Jumat, 1 Mei
  • Sabtu, 2 Mei
  • Minggu, 3 Mei
  • Senin, 4 Mei
  • Selasa, 5 Mei
  • Rabu, 6 Mei
  • Kamis, 7 Mei
  • Jumat, 8 Mei
  • Sabtu, 9 Mei
  • Minggu, 10 Mei
  • Senin, 11 Mei
  • Selasa, 12 Mei
  • Rabu, 13 Mei
  • Kamis, 14 Mei
  • Jumat, 15 Mei
  • Sabtu, 16 Mei
  • Minggu, 17 Mei
  • Senin, 18 Mei
  • Selasa, 19 Mei
  • Rabu, 20 Mei
  • Kamis, 21 Mei
  • Jumat, 22 Mei
  • Sabtu, 23 Mei
  • Minggu, 24 Mei
  • Senin, 25 Mei
  • Selasa, 26 Mei
  • Rabu, 27 Mei
  • Kamis, 28 Mei
  • Jumat, 29 Mei
  • Sabtu, 30 Mei
  • Minggu, 31 Mei
Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari—2026
es26 hlm. 56-69

Mei

Jumat, 1 Mei

Allah tidak berat sebelah.—Rm. 2:11.

Setelah Yehuwa membebaskan umat-Nya dari perbudakan di Mesir, Dia melantik para imam untuk melayani di tabernakel. Dia juga memberi orang-orang Lewi beberapa tugas di kemah suci tersebut. Tapi, itu tidak membuat mereka atau orang-orang yang tinggal di dekat tabernakel mendapat perhatian lebih dari Yehuwa. Ini menunjukkan bahwa Yehuwa tidak berat sebelah. Setiap orang Israel punya kesempatan yang sama untuk menjadi sahabat Yehuwa. Sebagai contoh, Yehuwa memastikan seluruh bangsa Israel bisa melihat tiang awan dan tiang api yang ada di atas tabernakel. (Kel. 40:38) Sewaktu tiang awan itu mulai bergerak, orang yang tinggal paling jauh dari tabernakel juga bisa melihat awan itu, lalu membereskan barang mereka, membongkar kemah mereka, dan ikut pergi bersama yang lainnya. (Bil. 9:​15-23) Begitu juga sekarang. Yehuwa menyayangi, memperhatikan, dan melindungi kita tidak soal di mana kita tinggal. w24.06 4 ¶10-12

Sabtu, 2 Mei

Mari kita melarikan diri, karena kita tidak akan lolos dari Absalom!—2 Sam. 15:14.

Perhatikan apa yang Zadok lakukan sewaktu kehidupan Daud terancam. Suatu hari, Absalom anak Daud berupaya merebut kedudukan Daud sebagai raja. (2 Sam. 15:​12, 13) Daud harus segera melarikan diri dari Yerusalem! Tapi, harus ada orang yang tetap tinggal di sana untuk memberi tahu Daud tentang rencana Absalom. Jadi, Daud meminta Zadok dan beberapa imam lainnya kembali ke Yerusalem untuk menjadi mata-mata. (2 Sam. 15:​27-29) Mereka harus sangat berhati-hati. Daud membuat sebuah rencana. Untuk itu, dia membutuhkan bantuan teman-temannya yang setia, yaitu Zadok dan Husyai. (2 Sam. 15:​32-37) Husyai mengikuti rencana itu dan berhasil membuat Absalom percaya kepadanya. Husyai pun mengusulkan sebuah strategi perang kepada Absalom, yang bisa memberi Daud waktu untuk bersiap-siap sebelum diserang. Lalu, Husyai memberitahukan strategi itu kepada Zadok dan Abiatar. (2 Sam. 17:​8-16) Kemudian, kedua pria itu mengirim pesan untuk memberitahukan hal tersebut kepada Daud. Mereka pun berhasil melindungi Daud.—2 Sam. 17:​21, 22. w24.07 4-5 ¶9-10

Minggu, 3 Mei

”Mari kita selesaikan masalah di antara kita,” kata Yehuwa.—Yes. 1:18.

Beberapa hamba Yehuwa masih merasa bersalah karena dosa yang mereka lakukan dulu, mungkin sebelum atau sesudah mereka dibaptis. Tapi, kita harus ingat bahwa Yehuwa sudah menyediakan tebusan karena Dia sangat menyayangi kita. Dia pasti ingin kita menerima pemberian itu. Yehuwa meyakinkan kita bahwa kalau kita sudah ’menyelesaikan masalah’ kita dengan-Nya, Dia sudah benar-benar mengampuni kita. Dia tidak akan mengingat-ingat lagi dosa kita. Di sisi lain, Dia tidak akan melupakan perbuatan baik kita. Yehuwa benar-benar pengasih! (Mz. 103:​9, 12; Ibr. 6:10) Kalau Saudara terus merasa bersalah, berupayalah sebisa-bisanya untuk berfokus pada kehidupan Saudara saat ini dan pada masa depan Saudara, bukan pada masa lalu. Saudara tidak bisa mengubah masa lalu. Tapi, Saudara bisa memuliakan Yehuwa sekarang dan berfokus pada masa depan yang indah, yang Dia janjikan kepada Saudara. w24.10 8 ¶8-9

Senin, 4 Mei

Kenakan kepribadian baru.—Kol. 3:10.

Sewaktu Saudara membaca Alkitab dan berupaya menerapkannya, Saudara mungkin merasa kewalahan. Bayangkan situasi berikut: Hari ini, dalam pembacaan Alkitab Saudara, ada nasihat tentang sikap pilih kasih. (Yak. 2:​1-8) Saudara sadar bahwa Saudara perlu memperbaiki diri dalam hal ini, jadi Saudara memutuskan untuk membuat beberapa perubahan. Besoknya, Saudara membaca beberapa ayat tentang pentingnya mengendalikan lidah. (Yak. 3:​1-12) Saudara sadar bahwa kadang kata-kata Saudara agak negatif. Jadi, Saudara bertekad untuk menjadi lebih positif dan menguatkan. Di hari ketiga, Saudara membaca tentang bahayanya bersahabat dengan dunia. (Yak. 4:​4-12) Saudara pun sadar bahwa Saudara perlu lebih membatasi pilihan hiburan Saudara. Di hari keempat, Saudara mungkin sudah kewalahan karena ada banyak hal yang perlu Saudara upayakan. Tapi, jangan kecil hati. Ingatlah, ’mengenakan kepribadian baru’ adalah proses yang memang harus dilakukan terus-menerus. w24.09 5-6 ¶11-12

Selasa, 5 Mei

Akuilah dalam hati kalian bahwa Kristus adalah Tuan dan dia itu suci. Kalian harus selalu siap menjawab orang yang mempertanyakan harapan yang kalian miliki. Tapi, jawablah dengan lembut dan penuh hormat.—1 Ptr. 3:15.

Yesus tahu bahwa Yehuwa melihat semua ketidakadilan yang dia alami, dan dia yakin bahwa Yehuwa akan bertindak pada saat yang tepat. Sewaktu kita diperlakukan dengan tidak adil, kita bisa meniru Yesus dengan mengendalikan kata-kata kita. Misalnya, sewaktu ada perlakuan buruk yang sebenarnya tidak terlalu serius, kita mungkin tidak perlu mengatakan apa pun. Atau kita bisa memilih untuk tetap diam daripada mengatakan sesuatu yang akan memperburuk keadaan. (Pkh. 3:7; Yak. 1:​19, 20) Tapi kadang, kita mungkin harus mengatakan sesuatu, bisa jadi saat kita melihat orang lain diperlakukan dengan buruk atau saat kita harus membela kepercayaan kita. (Kis. 6:​1, 2) Kalau kita memilih untuk berbicara, kita harus berupaya sebisa-bisanya untuk berbicara dengan tenang dan sopan. Kita juga bisa meniru Yesus dengan menyerahkan semuanya kepada Yehuwa, ”Hakim yang adil”.—1 Ptr. 2:23. w24.11 5-6 ¶10-12

Rabu, 6 Mei

Malaikat-malaikat Allah bersukacita kalau ada satu orang berdosa yang bertobat.—Luk. 15:10.

Kalau seseorang yang berbuat dosa bertobat, itu pasti menghasilkan sukacita yang besar! (Luk. 15:7) Siapa yang sebenarnya berjasa? Apakah para penatua? Ingatlah apa yang Rasul Paulus tulis tentang orang-orang berdosa: ”Mungkin Allah akan mengizinkan mereka bertobat.” (2 Tim. 2:25) Jadi, yang berjasa dalam mengubah cara berpikir dan sikap orang itu bukan manusia mana pun, tapi Yehuwa. Dialah yang membantu orang Kristen yang menyimpang itu membuat perubahan penting tersebut. Lalu, Paulus menyebutkan beberapa hasil yang bagus dari pertobatan: Orang itu akan memiliki pengetahuan yang lebih tepat tentang kebenaran, menjadi sadar, dan bisa keluar dari jerat Setan. (2 Tim. 2:26) Sewaktu seseorang bertobat, para penatua akan terus memberikan bantuan yang dia butuhkan. Panitia yang menangani kasusnya akan mengatur kunjungan-kunjungan penggembalaan supaya dia bisa melawan jerat Setan dan terus berjalan lurus.—Ibr. 12:​12, 13. w24.08 23 ¶14-15

Kamis, 7 Mei

Kalian mencari saya bukan karena kalian melihat mukjizat, tapi karena kalian sudah makan roti sampai kenyang.—Yoh. 6:26.

Kumpulan orang yang diberi makan oleh Yesus hanya berfokus pada kebutuhan dan keinginan jasmani mereka. Perhatikan apa yang terjadi besoknya. Mereka melihat bahwa Yesus dan para rasulnya sudah pergi. Jadi, mereka menaiki beberapa perahu yang datang dari Tiberias dan pergi ke arah Kapernaum untuk mencari Yesus. (Yoh. 6:​22-24) Apakah mereka melakukannya karena ingin belajar lebih banyak tentang Kerajaan Allah? Tidak. Mereka hanya ingin mendapat roti lagi. Dari mana kita tahu? Sewaktu kumpulan orang itu bertemu dengan Yesus di dekat Kapernaum, dia mengatakan dengan terus terang bahwa fokus mereka hanya untuk memenuhi kebutuhan jasmani mereka. Mereka ”sudah makan roti sampai kenyang” tapi dengan ”makanan yang bisa basi”. Yesus pun menasihati mereka bahwa mereka seharusnya bekerja untuk ”makanan yang bertahan lama dan menghasilkan kehidupan abadi”. (Yoh. 6:​26, 27) Lalu, Yesus mengatakan bahwa Bapaknya akan menyediakan makanan seperti itu. w24.12 5 ¶8-9

Jumat, 8 Mei

Hati orang berhikmat membuatnya berbicara dengan pemahaman dan membuat perkataannya lebih meyakinkan.—Ams. 16:23.

Para saudara, untuk menjadi guru yang terampil, Saudara harus menggunakan Firman Allah sewaktu mengajar di depan umum dan memberikan nasihat secara pribadi. Jadi, Saudara perlu mempelajari baik-baik Alkitab dan publikasi kita. (Ams. 15:28) Sewaktu belajar, perhatikan apa penerapan yang benar untuk ayat-ayat yang Saudara baca. Dan sewaktu mengajar, berupayalah sebisa-bisanya untuk menyentuh hati pendengar Saudara. Saudara juga bisa menjadi lebih terampil kalau Saudara meminta dan mengikuti saran dari para penatua yang berpengalaman. (1 Tim. 5:17) Seorang penatua harus bisa menguatkan saudara-saudarinya. Tapi kadang, dia juga perlu menasihati atau bahkan menegur mereka. Meski begitu, dia harus selalu melakukannya dengan baik hati. Kalau Saudara bersikap lembut, pengasih, dan selalu menggunakan Firman Allah untuk mengajar, Saudara meniru Guru Agung kita, Yesus, dan Saudara akan menjadi guru yang terampil.—Mat. 11:​28-30; 2 Tim. 2:24. w24.11 24 ¶16

Sabtu, 9 Mei

Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa.—Mz. 96:3.

Kita bisa memuliakan Yehuwa dengan kata-kata kita. Umat Yehuwa diundang untuk ’bernyanyi bagi Yehuwa’, ’memuji nama-Nya’, ’memberitakan kabar baik tentang penyelamatan yang Dia lakukan’, dan ’menceritakan kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa’. (Mz. 96:​1-3) Dengan melakukan hal-hal itu, kita bisa memuliakan Bapak kita yang di surga melalui kata-kata kita. (Kis. 4:29) Kita juga bisa memuliakan Yehuwa dengan barang-barang kita yang berharga. Itulah yang dilakukan umat Yehuwa sejak dulu. (Ams. 3:9) Misalnya, orang Israel memberikan sumbangan untuk pembangunan dan pemeliharaan bait. (2 Raj. 12:​4, 5; 1 Taw. 29:​3-9) Murid-murid Kristus ”menggunakan harta mereka” untuk melayani Kristus dan para rasulnya. (Luk. 8:​1-3) Orang Kristen abad pertama juga memberikan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudari mereka. (Kis. 11:​27-29) Sekarang, kita juga bisa memuliakan Yehuwa dengan memberikan sumbangan. w25.01 4 ¶8; 5 ¶11

Minggu, 10 Mei

Siapa yang bisa melarang mereka dibaptis dengan air?—Kis. 10:47.

Bagaimana Kornelius akhirnya bisa dibaptis? Alkitab mengatakan, ”Dia dan seluruh keluarganya . . . takut kepada Allah.” Kornelius juga selalu berdoa kepada Allah. (Kis. 10:2) Jadi, sewaktu Petrus memberitakan kabar baik kepadanya, dia dan keluarganya beriman kepada Kristus dan langsung dibaptis. (Kis. 10:​47, 48) Ya, Kornelius rela membuat perubahan apa pun yang dibutuhkan supaya dia bisa dibaptis dan melayani Yehuwa bersama keluarganya. (Yos. 24:15; Kis. 10:​24, 33) Kornelius punya tantangan yang sama seperti Saul. Karena kedudukannya, Kornelius bisa saja tidak mau menjadi orang Kristen. Tapi, dia tidak membiarkan itu menghalanginya. Apakah Saudara juga perlu membuat perubahan besar supaya bisa dibaptis? Yehuwa akan membantu Saudara. Dia akan memberkati Saudara kalau Saudara bertekad melayani Dia sesuai dengan prinsip Alkitab. w25.03 5 ¶12-13

Senin, 11 Mei

Tolaklah cerita-cerita bohong yang menghina Allah.—1 Tim. 4:7.

Kalau Saudara mendengar berita yang negatif tentang organisasi atau saudara-saudara yang mengambil pimpinan, ingatlah bahwa Yesus dan murid-muridnya di abad pertama juga difitnah oleh para penentang. Selain itu, Yesus sudah menubuatkan bahwa umat Yehuwa akan dianiaya dan difitnah. Jadi, kita tidak perlu heran sewaktu hal itu terjadi sekarang. (Mat. 5:​11, 12) Kita tidak akan tertipu oleh berita-berita bohong kalau kita mengenali sumbernya dan langsung bertindak untuk melindungi diri. Bagaimana kita bisa melakukannya? Tolaklah berita yang tidak benar. Rasul Paulus memberi tahu kita dengan jelas apa yang harus dilakukan kalau kita mendengar berita yang tidak benar. Dia menyuruh Timotius memperingatkan orang-orang tertentu untuk ”tidak . . . memperhatikan cerita-cerita bohong” dan menolaknya. (1 Tim. 1:​3, 4) Jadi, kita tidak akan mendengarkan atau membaca berita-berita bohong, karena kita tahu siapa sumbernya. Sebaliknya, kita akan berpegang pada ”ajaran yang benar”.—2 Tim. 1:13. w24.04 11 ¶16; 13 ¶17

Selasa, 12 Mei

Mereka mengambil hati orang-orang yang polos dengan pujian dan kata-kata manis.—Rm. 16:18.

Tetaplah bersatu dengan orang-orang yang setia kepada Yehuwa. Allah ingin kita melayani Dia bersama saudara-saudari kita. Kita bisa tetap bersatu kalau kita terus berpegang pada kebenaran. Siapa pun yang menyimpang dari kebenaran bisa membuat sidang terpecah belah. Karena itu, Allah memperingatkan kita untuk ’menghindari mereka’ supaya kita tidak ikut menyimpang dari kebenaran. (Rm. 16:17) Kalau kita bisa mengenali kebenaran dan berpegang pada kebenaran itu, kita akan tetap aman dan kuat secara rohani. (Ef. 4:​15, 16) Kita tidak akan tertipu oleh ajaran palsu dan kebohongan yang disebarkan Setan. Selama kesengsaraan besar, kita juga akan tetap aman dalam perlindungan Yehuwa. Jadi, teruslah berpegang pada kebenaran ”supaya Allah kedamaian menyertai kalian”.—Flp. 4:​8, 9. w24.07 13 ¶16-17

Rabu, 13 Mei

Orang ini mempersembahkan satu korban yang menghapus dosa untuk selamanya.—Ibr. 10:12.

Yesus memberikan perhatian khusus kepada orang-orang yang merasa terbebani oleh dosa, dan dia mengundang mereka untuk menjadi pengikutnya. Yesus tahu bahwa dosa adalah penyebab utama penderitaan manusia. Jadi, dia berupaya membantu orang-orang yang dikenal sebagai orang berdosa. Dia berkata, ”Orang sehat tidak butuh tabib, tapi orang sakit butuh. . . . Saya datang bukan untuk memanggil orang benar, tapi orang berdosa.” (Mat. 9:​12, 13) Dan memang, itulah yang Yesus lakukan. Sewaktu seorang wanita mencuci kaki Yesus dengan air matanya, Yesus dengan lembut memberi tahu dia bahwa dosanya diampuni. (Luk. 7:​37-50) Yesus juga mengajarkan kebenaran yang berharga kepada seorang wanita Samaria yang ada di dekat sumur, meskipun dia tahu bahwa wanita itu tinggal bersama pria yang bukan suaminya. (Yoh. 4:​7, 17-19, 25, 26) Yesus bahkan mendapat kuasa dari Allah untuk mengalahkan kematian, akibat terburuk dari dosa. Dia bisa membangkitkan orang-orang, baik pria maupun wanita, anak-anak maupun orang dewasa.—Mat. 11:5. w24.08 4 ¶9-10

Kamis, 14 Mei

Dia akan menghakimi penduduk bumi dengan adil dan menghakimi bangsa-bangsa dengan setia.—Mz. 96:13.

Yehuwa akan memuliakan nama-Nya di masa depan melalui penghakiman-Nya yang adil. Sebentar lagi, Dia akan menghancurkan Babilon Besar, yang sudah mencela nama suci-Nya. (Why. 17:​5, 16; 19:​1, 2) Beberapa orang yang melihat kehancuran itu mungkin akan bergabung dengan kita dalam ibadah yang sejati. Dan akhirnya, di Armagedon, Yehuwa akan menghancurkan seluruh dunia Setan. Dia akan memusnahkan semua yang menentang Dia dan merusak nama baik-Nya. Tapi di saat yang sama, Dia akan menyelamatkan semua yang mengasihi, menaati, dan memuliakan Dia. (Mrk. 8:38; 2 Tes. 1:​6-10) Lalu, setelah Pemerintahan Seribu Tahun Kristus dan ujian terakhir selesai, nama Yehuwa sudah benar-benar disucikan. (Why. 20:​7-10) Saat itu, ”seperti laut penuh dengan air, bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan Yehuwa”. (Hab. 2:14) Kita pasti menantikan saatnya semua orang memberi Yehuwa kemuliaan yang layak Dia terima! w25.01 7 ¶15-16

Jumat, 15 Mei

Kalian harus bertekun sebagai bagian dari disiplin kalian.—Ibr. 12:7.

Apa yang bisa membantu orang Kristen Ibrani bertekun menghadapi tentangan? Rasul Paulus tahu bahwa mereka perlu punya pandangan yang benar tentang ujian yang mereka alami. Jadi, dia menjelaskan bahwa Allah bisa saja membiarkan iman mereka diuji sebagai bagian dari pelatihan mereka. Pelatihan seperti itu bisa membantu mereka memiliki dan meningkatkan sifat-sifat Kristen. Ya, ketekunan mereka bisa menghasilkan banyak manfaat. Dengan berfokus pada hal itu, mereka bisa lebih mudah untuk bertekun. (Ibr. 12:11) Paulus menasihati orang Kristen Ibrani untuk terus bertekun dengan penuh keberanian. Dia bisa memberikan nasihat yang cocok tentang hal ini. Mengapa? Dulu, dia pernah menganiaya orang Kristen sehingga dia tahu apa yang mereka alami. Dan setelah menjadi orang Kristen, dia sendiri juga mengalami berbagai penganiayaan.—2 Kor. 11:​23-25. w24.09 12 ¶16-17

Sabtu, 16 Mei

Teruslah berjaga-jaga.—Mat. 25:13.

Dari hari ke hari, dinas kita menjadi semakin penting. Mengapa? Karena waktunya semakin sedikit. Perhatikan nubuat Yesus tentang pengabaran pada hari-hari terakhir, seperti yang dicatat di Markus 13:10. Nubuat tersebut juga dicatat di buku Matius, dan di situ Yesus mengatakan bahwa kabar baik akan diberitakan di seluruh bumi sebelum ”akhir itu” datang. (Mat. 24:14) ”Akhir itu” memaksudkan akhir dunia Setan yang jahat. Yehuwa sudah menentukan ”hari dan jamnya” beberapa peristiwa yang dinubuatkan itu akan terjadi. (Mat. 24:36; Kis. 1:7) Setiap hari, kita semakin dekat dengan hari yang Yehuwa tentukan itu. (Rm. 13:11) Jadi sampai akhir itu datang, kita harus terus mengabar. Ada pertanyaan penting yang perlu kita pikirkan: Mengapa kita mau memberitakan kabar baik? Sederhananya, karena kasih. Kita mengabar karena kita mengasihi kebenaran, mengasihi orang lain, dan yang terutama, mengasihi Yehuwa dan nama-Nya. w24.05 14-15 ¶2-3

Minggu, 17 Mei

Allah melihat bahwa semua yang Dia buat sangat baik.—Kej. 1:31.

Orang tua, bantu anak kalian merenungkan ciptaan Yehuwa. Sewaktu kalian berjalan-jalan di taman atau sedang berkebun, tunjukkan kepada anak kalian pola-pola menarik yang ada di alam. Bantu dia menyadari bahwa pola seperti itu pasti dirancang oleh Pencipta yang sangat berhikmat. Misalnya, pola berbentuk spiral. Pola ini bisa ditemukan di banyak objek yang ada di alam semesta, seperti galaksi, cangkang siput, susunan daun, dan bunga matahari. Para ilmuwan sudah bertahun-tahun meneliti pola ini. Seorang ahli biofisika bernama Nicola Fameli menjelaskan bahwa kalau kita menghitung jumlah spiral yang ada di sebuah objek di alam, kita akan mendapat angka yang termasuk dalam deret Fibonacci. w24.12 16 ¶7

Senin, 18 Mei

Yehuwa-lah yang memberi kalian nyawa.—Ul. 30:20.

Musa, Daud, dan Yohanes hidup di zaman dulu, dan situasi mereka berbeda dengan situasi kita. Tapi, kita punya banyak persamaan dengan mereka. Seperti mereka, kita melayani Allah yang benar. Kita berdoa kepada Yehuwa, mengandalkan Dia, serta mencari bimbingan-Nya. Dan, sama seperti mereka, kita yakin bahwa Yehuwa dengan limpah memberkati orang-orang yang menaati Dia. Jadi, semoga kita terus menaati perintah Yehuwa, sesuai dengan kata-kata terakhir Musa, Daud, dan Yohanes. Dengan begitu, kehidupan kita akan berhasil. Kita juga akan ”tetap hidup”, bahkan untuk selamanya. Dan, kita akan bersukacita karena tahu bahwa kita menyenangkan Bapak kita yang pengasih, yang mewujudkan semua janji-Nya dengan cara yang luar biasa, jauh melebihi apa yang kita harapkan atau bayangkan!—Ef. 3:20. w24.11 13 ¶20-21

Selasa, 19 Mei

Allah sudah menetapkan agar di sidang jemaat ada [saudara-saudara ini].—1 Kor. 12:28.

Di abad pertama, ada saudara-saudara yang dilantik sebagai hamba pelayanan. (1 Tim. 3:8) Mungkin, merekalah yang Rasul Paulus maksudkan sewaktu dia menulis bahwa ada orang-orang yang mendapat ”karunia untuk memberikan bantuan”. Mereka kelihatannya mengerjakan banyak hal penting supaya para penatua bisa berfokus untuk mengajar dan menggembalakan sidang. Misalnya, para hamba pelayanan mungkin ikut membuat salinan Kitab Suci atau membeli bahan-bahan yang diperlukan untuk menyalinnya. Perhatikan beberapa hal penting yang dikerjakan para hamba pelayanan di sidang Saudara. (1 Ptr. 4:10) Mereka mungkin diberi tugas untuk mengurus keuangan sidang, daerah dinas, pesanan publikasi, perlengkapan audio/video, atau pemeliharaan Balai Kerajaan. Mereka juga mungkin melayani sebagai petugas tata tertib. Semua hal itu perlu dilakukan supaya segala sesuatu di sidang bisa berjalan dengan baik.—1 Kor. 14:40. w24.10 19 ¶4-5

Rabu, 20 Mei

Saya sanggup menghadapi segala sesuatu dengan kekuatan yang saya dapatkan dari Allah.—Flp. 4:13.

Kita bisa menghadapi kesulitan apa pun kalau kita ingat bahwa Yehuwa itu hidup dan selalu siap membantu kita. Dia Mahakuasa, dan Dia bisa memberi kita kekuatan untuk bertekun. Jadi, kita tidak perlu takut saat menghadapi kesulitan. Sewaktu merasakan bagaimana Yehuwa membantu kita menghadapi masalah-masalah kecil, kita menjadi yakin bahwa Dia juga akan membantu kita menghadapi masalah yang lebih besar. Perhatikan dua pengalaman Raja Daud yang membuat dia semakin percaya kepada Yehuwa. Sewaktu dia masih muda dan menjadi gembala, domba ayahnya pernah dibawa pergi oleh binatang buas, sekali oleh beruang dan sekali oleh singa. Dalam kedua kejadian itu, Daud dengan berani mengejar mereka dan menyelamatkan domba-domba tersebut. Daud tahu bahwa dia bisa berhasil bukan karena upayanya sendiri, tapi karena bantuan Yehuwa. (1 Sam. 17:​34-37) Dengan merenungkan pengalaman-pengalaman itu, Daud menjadi yakin bahwa Yehuwa, Allah yang hidup, akan menguatkan dia pada kesempatan lainnya juga. w24.06 21 ¶5-6

Kamis, 21 Mei

Kalau seseorang menjawab suatu hal sebelum mendengar faktanya, itu bodoh dan memalukan.—Ams. 18:13.

Saudara sering kali bisa mendapatkan informasi dengan mengajukan pertanyaan. Katakanlah Saudara diundang ke sebuah acara ramah-tamah. Apakah Saudara akan datang? Kalau Saudara tidak begitu mengenal tuan rumahnya atau tidak tahu rencana apa saja yang dibuat untuk acara itu, Saudara perlu bertanya kepadanya: Kapan dan di mana acaranya? Berapa banyak dan siapa saja yang akan datang? Siapa yang akan mengawasi acaranya? Kegiatan apa saja yang sudah direncanakan? Apakah akan ada minuman beralkohol? Dengan mengetahui hal-hal itu, Saudara bisa membuat keputusan yang bijak. Setelah mengumpulkan informasinya, coba pikirkan semua itu baik-baik. Misalnya, bagaimana kalau ternyata orang-orang yang tidak menghargai prinsip Alkitab juga akan datang? Atau, bagaimana kalau di sana akan ada minuman beralkohol tapi tidak ada yang mengawasi? Apakah ada kemungkinan acara itu akan menjadi pesta liar? (1 Ptr. 4:3) Kalau Saudara memikirkan semua itu baik-baik, Saudara sudah mengambil langkah yang benar untuk membuat keputusan yang bijak. w25.01 15 ¶4-5

Jumat, 22 Mei

Walau dosa-dosa kalian semerah darah, itu akan dibuat seputih salju.—Yes. 1:18.

Yehuwa memberikan gambaran ini untuk menunjukkan bahwa Dia bisa menghapus dosa orang yang bertobat karena adanya korban tebusan. Kalau baju putih kita terkena noda merah, itu pasti sangat sulit dibersihkan. Tapi, Yehuwa meyakinkan kita bahwa Dia bisa mencuci bersih dosa kita. Hasilnya, dosa itu sama sekali tidak kelihatan lagi. Dosa juga bisa disamakan dengan ”utang”. (Mat. 6:​12, catatan kaki; Luk. 11:4) Jadi setiap kali kita berdosa, kita berutang kepada Yehuwa. Utang kita kepada-Nya sudah sangat besar! Tapi, sewaktu Yehuwa mengampuni kita, Dia membatalkan utang itu. Dia tidak menuntut kita membayar dosa-dosa yang sudah Dia ampuni. Kita pasti merasa lega! w25.02 10 ¶9-10

Sabtu, 23 Mei

Bukan anak-anak yang perlu mengumpulkan harta untuk orang tua, tapi orang tualah yang perlu melakukannya untuk anak-anak.—2 Kor. 12:14.

Sewaktu orang tua semakin berumur, mereka mungkin perlu bantuan anak mereka, dan kebanyakan anak senang untuk melakukannya. (1 Tim. 5:4) Tapi, orang tua Kristen tahu bahwa mereka akan lebih bahagia kalau mereka membesarkan anak mereka untuk melayani Yehuwa, bukan untuk menjadi investasi mereka. (3 Yoh. 4) Orang tua, ajarlah anak kalian untuk mengandalkan Yehuwa melalui teladan kalian. Bantu mereka untuk bisa menafkahi diri. Sejak mereka masih kecil, ajar mereka tentang pentingnya bekerja keras. (Ams. 29:21; Ef. 4:28) Dan, bantu mereka untuk melakukan yang terbaik di sekolah. Kalian perlu melakukan riset dan menggunakan prinsip Alkitab yang cocok untuk membantu anak kalian membuat keputusan yang bijak tentang pendidikan mereka. Dengan begitu, mereka bisa menafkahi diri dan berbuat lebih banyak dalam pelayanan. w25.03 30-31 ¶15-16

Minggu, 24 Mei

Kalian harus mengenakan kepribadian baru.—Ef. 4:24.

Di Yesaya pasal 65, Yehuwa menunjukkan seperti apa kehidupan orang-orang yang tinggal di firdaus rohani. Nubuat itu pertama kali menjadi kenyataan pada tahun 537 SM. Waktu itu, orang-orang Yahudi yang sudah bertobat dibebaskan dari penawanan di Babilon dan kembali ke negeri asal mereka. Yehuwa memberkati umat-Nya itu dan membantu mereka membangun kembali Yerusalem dan baitnya yang sudah hancur. Kota itu pun menjadi indah seperti sebelumnya, dan bait tersebut kembali menjadi pusat ibadah yang sejati di Israel. (Yes. 51:11; Za. 8:3) Nubuat Yesaya mulai menjadi kenyataan untuk kedua kalinya pada tahun 1919, saat umat Yehuwa dibebaskan dari penawanan Babilon Besar. Setelah itu, firdaus rohani mulai berkembang ke seluruh dunia. Para pemberita Kerajaan yang bersemangat mulai membentuk banyak sidang dan menghasilkan buah secara rohani. Pria dan wanita yang dulunya bertingkah laku kasar dan bejat ”mengenakan kepribadian baru, yang dibuat menurut kehendak Allah”. w24.04 20-21 ¶3-4

Senin, 25 Mei

Setiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.—Gal. 6:5.

Di beberapa negeri, orang tua atau orang dewasa lainnya mungkin diharapkan untuk memilihkan teman hidup bagi anggota keluarga mereka. Di negeri lain, keluarga atau sahabat biasanya mencarikan calon teman hidup, lalu mengatur agar pria dan wanita itu bertemu untuk memutuskan apakah mereka mau berpacaran atau tidak. Kalau Saudara diminta untuk mencarikan pasangan, pertimbangkan keinginan dan kebutuhan kedua belah pihak. Sewaktu Saudara menemukan orang yang Saudara rasa cocok, cobalah cari tahu sebanyak mungkin tentang sifat-sifat orang itu dan terutama kerohaniannya. Hubungan yang akrab dengan Yehuwa jauh lebih penting daripada uang, pendidikan, atau status sosial. Tapi ingatlah, saudara dan saudari itu sendiri yang harus memutuskan apakah mereka akan menikah. w24.05 23 ¶11

Selasa, 26 Mei

Teman sejati menyayangi pada setiap waktu.—Ams. 17:17.

Kita bisa mendukung pasangan yang sedang berpacaran dengan menjaga kata-kata kita. Kadang, kita mungkin harus menahan diri dan tidak mengatakan apa-apa. (Ams. 12:18) Misalnya, kita mungkin sangat ingin memberi tahu orang-orang bahwa mereka sudah mulai berpacaran. Tapi, pasangan itu mungkin ingin agar mereka sendiri yang memberi tahu orang-orang. Jangan bergosip tentang mereka atau mengkritik mereka tentang hal-hal pribadi. (Ams. 20:19; Rm. 14:10; 1 Tes. 4:11) Selain itu, pasangan tersebut mungkin tidak senang kalau kita mengatakan atau menanyakan sesuatu yang membuat mereka tertekan untuk menikah. Bagaimana kalau pasangan yang berpacaran memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka? Jangan menanyakan urusan pribadi mereka atau menyalahkan salah satu dari mereka. (1 Ptr. 4:15) Kalau pasangan yang berpacaran akhirnya putus, itu bukan berarti mereka gagal. Biasanya, itu berarti mereka sudah mencapai tujuan mereka berpacaran, yaitu untuk menentukan apakah mereka akan menikah atau tidak. Meski begitu, mereka mungkin sedih dan kecewa. Jadi, kita bisa mencari cara untuk menghibur mereka. w24.05 31 ¶15-16

Rabu, 27 Mei

Kalau kamu patah semangat di saat susah, kekuatanmu akan terkuras.—Ams. 24:10.

Apakah ada anggota keluarga atau sahabat Saudara yang meninggalkan Yehuwa? Itu mungkin adalah kesulitan terberat yang pernah Saudara hadapi, apalagi kalau Saudara sangat akrab dengan dia. (Mz. 78:40) Nah, teladan kesetiaan Zadok bisa menguatkan Saudara. Zadok dan Abiatar sudah bersahabat dan bekerja sama sebagai imam selama puluhan tahun. Tapi sewaktu Abiatar memilih untuk tidak setia kepada Yehuwa, Zadok tetap setia. Ini terjadi sewaktu Raja Daud sudah tua dan hampir meninggal. Adoniya, salah satu putra Daud, berupaya untuk menjadi raja, padahal Yehuwa sudah berjanji bahwa Salomo yang akan menjadi raja. (1 Taw. 22:​9, 10) Tapi, Abiatar memilih untuk mendukung Adoniya. (1 Raj. 1:​5-8) Dengan begitu, Abiatar tidak setia, bukan hanya kepada Daud dan Zadok, tapi juga kepada Yehuwa.—2 Sam. 8:17; 15:29; 19:​11-14. w24.07 6 ¶14-15

Kamis, 28 Mei

Orang yang selalu waspada berbahagia.—Ams. 28:14.

Kita bisa yakin bahwa upaya kita untuk tetap berjaga-jaga tidak akan sia-sia. Dosa hanya bisa membuat kita ”menikmati kesenangan sementara”, tapi kita akan jauh lebih bahagia kalau kita mengikuti standar Yehuwa. (Ibr. 11:25; Mz. 19:8) Mengapa? Karena kita memang diciptakan untuk hidup sesuai dengan standar-Nya. (Kej. 1:27) Kalau kita terus berupaya menyenangkan Yehuwa, kita akan punya hati nurani yang bersih dan akhirnya mendapat kehidupan abadi. (1 Tim. 6:12; 2 Tim. 1:3; Yud. 20, 21) Seperti yang Yesus katakan, ”tubuh” kita memang lemah. (Mat. 26:41) Tapi, itu bukan berarti kita tidak sanggup mengatasi kelemahan kita. Yehuwa siap memberi kita kesanggupan yang kita butuhkan. (2 Kor. 4:​7, catatan kaki) Meski begitu, perhatikan bahwa yang Yehuwa berikan adalah kesanggupan yang melampaui apa yang normal. Itu berarti kita harus lebih dulu menggunakan kesanggupan yang normal, yaitu kesanggupan kita sendiri, untuk melawan godaan setiap hari. Yehuwa pasti akan memberi kita kekuatan tambahan yang kita butuhkan sewaktu kita berdoa memintanya. (1 Kor. 10:13) Ya, dengan bantuan Yehuwa, kita bisa tetap berjaga-jaga terhadap godaan! w24.07 19 ¶19-21

Jumat, 29 Mei

Orang yang terus berbuat dosa harus ditegur di depan orang-orang.—1 Tim. 5:20.

Rasul Paulus menulis kata-kata itu kepada rekan penatuanya, Timotius, bahwa ”orang yang terus berbuat dosa harus ditegur di depan orang-orang”. Apa maksudnya? Apakah seluruh sidang perlu diberi tahu tentang teguran tersebut? Tidak selalu. ”Orang-orang” yang Paulus maksudkan adalah orang-orang yang sudah mengetahui dosa orang tersebut. Beberapa orang mungkin melihatnya sendiri atau mendengarnya dari orang yang melakukan dosa itu. Hanya mereka yang akan diberi tahu para penatua bahwa masalahnya sudah ditangani. Dalam beberapa kasus, dosa orang itu mungkin sudah diketahui banyak orang di sidang atau kemungkinan besar akan diketahui oleh mereka. Kalau begitu, seluruh sidang perlu diberi tahu bahwa saudara atau saudari itu sudah ditegur. Seorang penatua akan mengumumkannya kepada sidang. Mengapa? Paulus mengatakan bahwa itu akan menjadi ”peringatan bagi yang lain” untuk tidak jatuh ke dalam dosa. w24.08 24 ¶16-17

Sabtu, 30 Mei

Itulah firman yang benar dari Allah.—Why. 19:9.

Kita harus tetap sibuk melayani Yehuwa sampai ke akhir. Orang-orang terurap harus tetap berjaga-jaga supaya mereka bisa ”dibawa” ke Kerajaan surga oleh Yesus. (Mat. 24:40) Mereka sangat menanti-nantikan saatnya mereka akan ”dikumpulkan” untuk berada bersama Yesus di surga. Dan setelah perang Armagedon, mereka akan menjadi pengantin perempuan Yesus dalam pernikahan Anak Domba. (2 Tes. 2:1) Sebentar lagi, Yesus akan menghakimi orang-orang. Tapi, kita tidak perlu takut. Kalau kita tetap setia, Bapak kita yang pengasih di surga akan memberi kita ’kesanggupan yang begitu luar biasa’ sehingga kita ”bisa berdiri di hadapan Putra manusia”, atau dinyatakan benar. (2 Kor. 4:7; Luk. 21:36) Tidak soal kita punya harapan untuk hidup di surga atau di bumi, kita akan menyenangkan Bapak kita kalau kita memperhatikan peringatan dalam perumpamaan Yesus. Dan, karena kebaikan hati Yehuwa yang luar biasa, nama kita pun akan tertulis dalam buku kehidupan.—Dan. 12:1; Why. 3:5. w24.09 24-25 ¶19-20

Minggu, 31 Mei

Mendekat kepada Allah itu sungguh baik.—Mz. 73:28.

Dengan bantuan Firman Allah, Saudara bisa merasa tenang. Coba renungkan betapa bernilainya hal-hal yang Saudara miliki, termasuk harta di surga. Lalu, bandingkan itu dengan apa yang dimiliki orang lain. Mereka tidak punya harapan di masa depan dan hanya bisa menikmati apa yang ditawarkan dunia ini. Karena itulah mereka mengejar karier dan kehidupan yang nyaman sekarang. Bagaimana dengan Saudara? Yehuwa sudah berjanji untuk memberi Saudara berkat yang limpah, jauh melebihi apa yang bisa Saudara bayangkan. (Mz. 145:16) Selain itu, coba pikirkan: Apakah Saudara tahu pasti seperti apa jadinya kehidupan Saudara kalau dulu Saudara membuat keputusan yang berbeda? Tidak. Tapi yang pasti, kalau Saudara membuat keputusan berdasarkan kasih kepada Allah dan sesama, Saudara akan benar-benar bahagia. Saudara tidak kehilangan apa pun! w24.10 27 ¶12-13

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan