PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w26 Mei hlm. 14-19
  • Buatlah Keputusan yang Bijak tentang Pendidikan Tambahan

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Buatlah Keputusan yang Bijak tentang Pendidikan Tambahan
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
  • Subjudul
  • Bahan Terkait
  • MENEMPUH PENDIDIKAN TAMBAHAN ATAU TIDAK?
  • PERIKSA TUJUANMU
  • CARI TAHU KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA
  • Tetaplah Dekat dengan Yehuwa saat Menempuh Pendidikan Tambahan
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
  • Apakah Alkitab Menentang Pendidikan?
    Sedarlah!—1998
  • Pendidikan​—Gunakanlah untuk Memuji Yehuwa
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1996
  • Pendidikan yang Bertujuan
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1992
Lihat Lebih Banyak
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
w26 Mei hlm. 14-19

20-26 JULI 2026

NYANYIAN 133 Menyembah Yehuwa di Masa Muda

Buatlah Keputusan yang Bijak tentang Pendidikan Tambahan

”Orang cerdik mempertimbangkan setiap langkahnya.”—AMS. 14:15.

INTI

Prinsip Alkitab dan hal-hal penting yang perlu dipertimbangkan waktu membuat keputusan tentang pendidikan tambahan.

1-2. (a) Keputusan apa yang harus dibuat anak-anak muda? (b) Apa yang dimaksud dengan ”pendidikan tambahan”? (Lihat ”Penjelasan”.)

WAKTU masih kecil, kamu mungkin sering ditanya: ”Kamu mau jadi apa nanti kalau sudah besar?” Pilihan yang terbaik adalah melayani Yehuwa sepenuh waktu. Tapi, kamu juga perlu bekerja untuk membiayai hidupmu. (2 Tes. 3:10) Mungkin, sekarang kamu sudah mulai memikirkan pekerjaan apa yang akan kamu lakukan.

2 Supaya bisa mendapat pekerjaan, beberapa anak muda (biasanya setelah membahasnya dengan orang tua mereka) memilih untuk menempuh pendidikan tambahan setelah menyelesaikan pendidikan yang diwajibkan pemerintah.a Kamu juga mungkin pernah memikirkan apakah kamu sebaiknya menempuh pendidikan tambahan. Kalau ya, pendidikan seperti apa? Artikel ini akan membahas prinsip-prinsip Alkitab yang bisa membantu kamu membuat keputusan yang bijak. Meskipun artikel ini terutama ditujukan kepada anak muda, prinsipnya bermanfaat bagi semua orang Kristen yang sedang mempertimbangkan pendidikan tambahan dan orang tua yang sedang membantu anak mereka membuat keputusan tentang hal itu.

MENEMPUH PENDIDIKAN TAMBAHAN ATAU TIDAK?

3. Kenapa beberapa orang Kristen memikirkan untuk menempuh pendidikan tambahan?

3 Di beberapa daerah, orang-orang tidak membutuhkan pendidikan tambahan untuk punya penghasilan yang cukup. Tapi di daerah lain, itu mungkin dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan yang penghasilannya lebih tinggi atau jadwal kerjanya lebih fleksibel. Pekerjaan seperti itu mungkin bisa membuat orang Kristen punya lebih banyak waktu untuk berdinas atau melakukan kegiatan rohani lainnya. Tapi, untuk menempuh pendidikan tambahan, ada pengorbanan yang harus dibuat dan banyak hal yang harus dipertimbangkan.

4. Siapa yang harus membuat keputusan tentang pendidikan tambahan? (Lihat juga catatan kaki.)

4 Alkitab mengatakan bahwa setiap orang harus ”memikul tanggung jawabnya sendiri”. (Gal. 6:​5, catatan kaki) Jadi, setiap orang Kristen dewasa harus membuat keputusan sendiri tentang pendidikan tambahan.b Kalau seorang anak masih di bawah umur, orang tuanya bertanggung jawab untuk membuat keputusan tentang pendidikannya. (Ef. 6:1) Dan dengan bimbingan mereka, anak itu nantinya bisa membuat keputusan yang bijak tentang pendidikan tambahan setelah dia dewasa.—Ams. 22:6.

5. Kapan kita bisa mulai mempertimbangkan pendidikan tambahan, dan kenapa? (Lihat gambar.)

5 Sering kali, anak muda perlu membuat keputusan tentang pendidikan tambahan sebelum lulus sekolah. Dia sebaiknya membicarakan ini dengan orang tuanya jauh sebelum dia perlu membuat keputusan. Dengan begitu, mereka punya waktu untuk mengumpulkan informasi bersama-sama dan mempertimbangkan pilihan yang ada. Mereka mungkin bisa memilih sekolah kejuruan atau mata pelajaran yang cocok dengan pendidikan yang akan dipilih selanjutnya atau pekerjaan yang diinginkan. Apakah mereka harus membuat keputusan sebelum anak itu lulus sekolah? Tidak selalu. (Ams. 21:5) Beberapa anak muda bekerja dan merintis setelah lulus, sambil memikirkan apakah mereka akan menempuh pendidikan tambahan. Ada juga yang baru memikirkannya bertahun-tahun kemudian, jauh setelah mereka lulus sekolah.

Seorang remaja perempuan dan orang tuanya membahas tentang pendidikan tambahan dan pilihan apa saja yang tersedia. Di depan mereka ada beberapa brosur sekolah, video JW Broadcasting, dan Alkitab.

Orang tua Kristen perlu membantu anak mereka membuat keputusan yang bijak tentang pendidikan tambahan (Lihat paragraf 5)


6. Bagaimana kita bisa membuat keputusan yang bijak tentang pendidikan tambahan?

6 Anak muda, bagaimana kamu bisa membuat keputusan yang bijak tentang pendidikan tambahan? Kamu perlu mendoakannya. (Yak. 1:5) Coba lakukan juga dua hal ini: (1) Periksa tujuanmu dengan jujur. (Mz. 26:2) (2) Cari tahu kelebihan dan kekurangan dari pendidikan yang kamu inginkan. (Ams. 14:15) Mari kita bahas dua hal ini lebih jauh.

PERIKSA TUJUANMU

7. Apa yang perlu dipikirkan orang Kristen yang mau menempuh pendidikan tambahan?

7 Kalau kamu mau menempuh pendidikan tambahan, pikirkan pertanyaan penting ini: ’Apa tujuan saya?’ Banyak orang ingin mendapat pekerjaan yang mereka sukai atau yang penghasilannya lebih tinggi. Apakah tujuan seperti itu salah? Tidak selalu. (1 Tim. 5:8) Tapi, Alkitab memperingatkan kita tentang bahayanya mencintai uang atau berpikir bahwa uang bisa menjamin kehidupan kita. (Ams. 23:​4, 5; 1 Tim. 6:​8-10; 1 Yoh. 2:17) Kalau tujuanmu adalah untuk menjadi kaya atau terpandang, kamu akan merasa hampa dan bahkan bisa menjauh dari Yehuwa.

8-9. (a) Bagaimana seharusnya orang Kristen memandang pendidikan? (Matius 6:33) (b) Apa yang kamu pelajari dari Josefina, Morine, dan Iris?

8 Bagi kita, tidak ada yang lebih penting daripada melayani Yehuwa. (Mat. 22:​37, 38; Flp. 3:8) Jadi, bagaimana seharusnya kamu memandang pendidikan? Pendidikan bisa membantu kamu membiayai hidup, supaya kamu bisa fokus melayani Yehuwa dengan sepenuh hati.—Baca Matius 6:33.

9 Perhatikan bagaimana beberapa orang Kristen punya pandangan yang seimbang soal pendidikan tambahan. Josefina, dari Cile, mengatakan, ”Saya menempuh pendidikan sekuler supaya bisa melayani Yehuwa lebih sepenuhnya. Saya pastikan pendidikan saya mendukung cita-cita rohani saya, bukan malah menggesernya.” Seorang saudari bernama Morine mengikuti kelas selama setahun untuk menjadi penata rambut. Dia bercerita, ”Cita-cita saya adalah melayani di tempat yang lebih membutuhkan. Jadi, saya cari program pelatihan yang bisa membantu saya mencapai cita-cita itu. Setelah selesai pelatihan, saya kerja sebagai penata rambut dan menabung untuk pindah ke tempat yang lebih membutuhkan. Dan setelah pindah, saya juga bisa kerja karena punya keterampilan itu.” Iris, yang mengikuti pendidikan yang lebih lama untuk menjadi dokter gigi, berkata, ”Pendidikan tambahan memang ada manfaatnya, tapi itu tidak akan membuat kita benar-benar bahagia atau puas. Resepnya sederhana: Kalau Yehuwa itu yang terpenting bagi kita, hidup kita dijamin bahagia dan puas.” Dengan kata lain, kalau kita mengutamakan persahabatan kita dengan Yehuwa, kita akan membuat keputusan yang bijak dan bisa bahagia selamanya.

CARI TAHU KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA

10. Bagaimana prinsip di Ulangan 32:29 bisa membantu kita waktu membuat keputusan soal pendidikan tambahan?

10 Kamu mungkin tertarik dengan program pendidikan atau pelatihan tertentu. Tapi, coba pertimbangkan juga pilihan-pilihan lain, termasuk di bidang yang berbeda. (Bandingkan Amsal 18:17.) Sekarang, ada banyak pilihan yang dulu tidak tersedia, seperti program pendidikan online. Pikirkan juga apakah kamu bisa membiayai diri tanpa menempuh pendidikan tambahan. Perhatikan komentar Johanna, dari Finlandia: ”Setelah lulus sekolah, saya kerja paruh waktu sambil merintis. Saya pernah kerja macam-macam, dan saya sudah melihat bahwa Yehuwa selalu menepati janji-Nya untuk menyediakan kebutuhan kita.” Ingatlah, selalu ada hal-hal positif dan negatif di balik setiap keputusan. Jadi, pertimbangkan hal-hal positif dan negatifnya, lalu tentukan keputusan mana yang terbaik. (Baca Ulangan 32:29; 1 Kor. 10:23) Mari kita bahas beberapa hal yang bisa kamu pikirkan.

11. Waktu memilih program pendidikan, kenapa penting untuk mempertimbangkan jadwalnya? (Lihat juga gambar.)

11 Bagaimana jadwalnya? Pikirkan berapa jam yang akan kamu habiskan setiap minggu untuk mengikuti kelas dan mengerjakan tugas. Apakah kamu masih punya waktu untuk kegiatan rohani dan tanggung jawab dalam keluarga? (Flp. 1:10) Apakah kamu nantinya terlalu lelah untuk mempersiapkan bahan perhimpunan dan belajar pribadi? Itulah yang dialami Jeroz, dari India. Dia bercerita, ”Waktu itu, kegiatan rohani saya jadi terganggu. Kadang, saya tidak berhimpun. Kalau dipikir-pikir lagi, pendidikan yang saya pilih terlalu menyita waktu dan tenaga saya.” Tapi, ada juga program yang tidak terlalu menyita waktu, dan tugasnya tidak banyak. Rabeca, dari Mozambik, memilih program seperti itu. Dia berkata, ”Programnya hanya dua jam per hari. Saya jadi bisa terus merintis biasa.”

Beberapa gambar: Seorang saudara memikirkan apakah dia bisa tetap seimbang dan menjalankan semua tanggung jawabnya kalau dia menempuh pendidikan tambahan. 1. Dia bertugas sebagai pembawa mikrofon di perhimpunan. 2. Dia mengabar dari rumah ke rumah. 3. Dia bekerja membuat kopi di sebuah kafe. 4. Dia belajar di kelas.

Kalau kamu sedang memikirkan untuk mengambil pendidikan tambahan, pastikan kamu akan punya waktu untuk melakukan semua tanggung jawabmu (Lihat paragraf 11)


12. Apa saja yang perlu kamu pikirkan untuk bisa menggunakan waktumu sebaik-baiknya? (Pengkhotbah 12:1)

12 Berapa lama programnya? Kalau kamu memilih program itu, apakah kamu menggunakan waktumu sebaik-baiknya? (Ef. 5:​15-17) Apakah kamu tetap bisa memberikan yang terbaik kepada Yehuwa di masa mudamu, mungkin dengan melayani dalam dinas sepenuh waktu? (Baca Pengkhotbah 12:1.) Apakah ada program lain yang lebih singkat di bidang yang sama? Beberapa program pelatihan, yang lebih singkat dan murah dibanding program universitas, mungkin bisa memberimu keterampilan yang dibutuhkan. Mario, dari Cile, berkata, ”Saya memilih program dua tahun yang lebih murah daripada kuliah di universitas. Kelasnya hanya empat hari seminggu, jadi saya bisa sambil merintis.”

13. Apa bahayanya kalau program yang dipilih mengharuskan kita untuk terpisah dari keluarga?

13 Di mana lokasinya? Apakah program pendidikan itu dekat dengan rumahmu? Bagaimana kalau program itu ada di kota lain atau kamu jadi harus tinggal di kos atau asrama? Ingatlah, tinggal jauh dari keluarga bisa membahayakan kerohanianmu, apalagi kalau kamu tinggal dengan orang yang tidak seiman. (Ams. 22:3; 1 Kor. 15:33) Matias, dari Mozambik, menempuh pendidikan selama setahun yang biayanya tidak mahal. Tapi, dia menyesalinya. Dia berkata, ”Selama setahun itu, saya harus tinggal di asrama. Setiap hari, saya tergoda untuk melakukan hal-hal yang salah. Menurut saya, lebih baik memilih program yang tidak membuat kita terpisah dari keluarga.” Seorang saudari dari Rusia berkata, ”Karena saya tinggal di rumah bersama orang tua, bukan di asrama, saya terhindar dari banyak bahaya dan godaan.” Cari tahu juga apakah program pendidikan yang kamu inginkan tersedia secara online.

14. Bagaimana prinsip di Lukas 14:28 bisa membantu waktu kamu mempertimbangkan pendidikan tambahan?

14 Berapa biayanya? Ada program pendidikan yang biayanya rendah atau ditanggung pemerintah. Jadi, kamu mungkin bisa mempelajari keterampilan kerja yang dibutuhkan tanpa mengeluarkan banyak uang. Tapi, ada juga program yang lebih mahal. Dan untuk bisa mendaftar, kamu mungkin harus mengikuti les tambahan, yang juga butuh biaya. Sebagian orang butuh waktu bertahun-tahun untuk melunasi biaya pendidikan mereka. Adilson, dari Mozambik, menyesali pilihan pendidikannya. Dia berkata, ”Keluarga saya sampai harus mengorbankan kebutuhan dasar, termasuk makanan, untuk membiayai pendidikan saya selama empat tahun.” Waktu kamu mempertimbangkan pendidikan tertentu, coba pikirkan: ’Berapa biayanya? Apakah saya atau keluarga saya sanggup membayarnya? Apakah ada pilihan lain yang lebih murah?’ (Baca Lukas 14:28.) ’Kalau saya berutang, berapa lama sampai saya bisa melunasinya? Apakah penghasilan saya nantinya cukup untuk membiayai hidup dan juga melunasi utang itu?’—Ams. 22:7.

15. Sebelum memilih pendidikan, kenapa kamu perlu memikirkan pekerjaan apa yang nantinya bisa kamu dapatkan?

15 Bagaimana pekerjaannya? Apakah pendidikan yang akan kamu pilih bisa membantumu mendapat pekerjaan? Beberapa program pendidikan berfokus pada teori dan tidak banyak mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan. (Kol. 2:8) Seorang saudari dari India mengatakan, ”Pendidikan yang saya pilih tidak memberi saya keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja. Saya jadi sulit mendapat pekerjaan di bidang yang saya pelajari.” Ingat juga, tidak semua pekerjaan mungkin dibutuhkan di daerahmu. Jadi, cari tahu pekerjaan apa yang dibutuhkan di sana, atau di daerah lain kalau kamu berencana untuk pindah. Sublime, dari Republik Afrika Tengah, mengikuti kursus memperbaiki AC. Tapi dia mengatakan, ”Di daerah saya, kebanyakan orang memperbaiki sendiri barang-barang yang rusak. Jadi, saya sulit mendapat pekerjaan.”

16. Pertanyaan apa saja yang bisa membantu kamu mempertimbangkan jenis pekerjaan yang bisa kamu dapatkan?

16 Pertimbangkan juga jenis pekerjaan yang bisa kamu dapatkan. Apakah kamu menyukainya? (Pkh. 3:​12, 13) Seperti apa lingkungan kerjanya? Apakah pekerjaan itu biasanya berbahaya, penuh persaingan, atau membuat banyak orang stres? Berapa rata-rata penghasilannya? Apakah itu cukup untuk membiayai hidupmu? Apakah kamu perlu terus mengikuti pendidikan lanjutan untuk bisa mempertahankan pekerjaanmu? Yang terpenting, kalau kamu punya pekerjaan itu, apakah kamu bisa mengutamakan Kerajaan Allah? (Pkh. 12:13) Memang, kalau pekerjaan di daerahmu terbatas, kamu mungkin tidak bisa pilih-pilih. Tapi, keputusanmu soal pendidikan bisa memengaruhi kesempatanmu untuk mendapat pekerjaan. Tabitha, dari India, mengikuti kelas menjahit selama enam bulan. Dia mengatakan, ”Saya pikir, kalau saya jadi penjahit, itu bisa bantu saya merintis. Pekerjaan itu selalu dibutuhkan, jadwalnya fleksibel, dan modalnya tidak besar.” Tabitha pun mendapat pekerjaan yang membuatnya bisa terus merintis.

17. (a) Bagaimana kamu bisa mendapat informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang bijak? (b) Prinsip Alkitab mana yang bisa membantumu? (Lihat kotak ”Prinsip Alkitab yang Bisa Dipikirkan”.)

17 Kita sudah membahas berbagai hal yang bisa kamu pikirkan. Bagaimana kamu bisa mendapat informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang bijak? Kamu bisa datang langsung ke sekolah yang menawarkan program di bidang yang kamu inginkan atau membuka situs web mereka. Cari tahu berapa banyak pekerjaan yang tersedia di bidang itu, misalnya dengan melihat daftar lowongan pekerjaan. Cobalah mengobrol dengan orang-orang yang pernah mengambil program yang sama atau bekerja di bidang itu, dan tanyakan hal-hal positif dan negatifnya. (Ams. 13:10) Bicaralah dengan orang-orang yang bahagia melayani Yehuwa. (Ams. 15:22) Mereka mungkin bisa menyarankan program pendidikan atau pekerjaan tertentu, bahkan yang sebelumnya tidak pernah kamu pikirkan.

Prinsip Alkitab yang Bisa Dipikirkan

  • Apa tujuan saya menempuh pendidikan tambahan? (Mat. 6:33; 1 Tim. 6:​8-10)

  • Setiap minggu, berapa banyak waktu yang diperlukan untuk mengikuti kelas dan mengerjakan tugas? (Flp. 1:10)

  • Pendidikan itu akan selesai dalam berapa tahun? (Ef. 5:​15-17)

  • Di mana saya akan tinggal? (1 Kor. 15:33)

  • Berapa biaya pendidikannya? (Luk. 14:28)

  • Apakah pendidikan itu akan membantu saya mendapat pekerjaan yang penghasilannya cukup untuk membiayai hidup dan mendukung cita-cita rohani saya? (Pkh. 12:13)

18. Apa yang perlu kita ingat?

18 Jelaslah, pendidikan tambahan memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi, berdoalah dan pertimbangkan pilihanmu baik-baik. Memang, pendidikan tambahan mungkin nantinya bisa menguntungkan secara materi. Tapi ingatlah, bersahabat dengan Yehuwa adalah satu-satunya cara kamu bisa benar-benar bahagia. (Mz. 16:​9, 11) Yehuwa selalu memenuhi kebutuhan umat-Nya, tidak soal latar belakang pendidikan mereka. (Ibr. 13:5) Nah, bagaimana kalau kamu sudah memutuskan untuk mengambil pendidikan tambahan? Apa yang bisa membantumu tetap dekat dengan Yehuwa selama menempuh pendidikan itu? Artikel berikut akan membahasnya.

APA JAWABANMU?

  • Sesuai Galatia 6:​5, siapa yang bertanggung jawab untuk membuat keputusan soal pendidikan tambahan?

  • Bagaimana seharusnya orang Kristen memandang pendidikan tambahan?

  • Apa saja yang perlu dipertimbangkan soal pendidikan tambahan?

NYANYIAN 45 Renungan Hatiku

a PENJELASAN: Di artikel ini dan artikel berikutnya, ”pendidikan tambahan” memaksudkan pendidikan atau pelatihan sekuler apa pun selain pendidikan dasar yang diwajibkan atau disediakan pemerintah. Ini termasuk kuliah di universitas, program pelatihan kerja, dan kursus keterampilan.

b Dulu, publikasi kita mengatakan bahwa orang Kristen sebaiknya tidak menempuh pendidikan tambahan tertentu. Misalnya, artikel ”Orang Tua—Masa Depan Apa yang Kalian Inginkan bagi Anak Kalian?” di Menara Pengawal 1 Oktober 2005 membahas bahayanya menempuh pendidikan tinggi. Meskipun bahayanya masih ada sampai sekarang, keputusan untuk menempuh pendidikan tambahan adalah keputusan pribadi. Sebelum membuat keputusan, setiap orang Kristen (atau setiap kepala keluarga kalau anaknya masih di bawah umur) harus berdoa, memikirkan prinsip-prinsip Alkitab yang terkait, dan mempertimbangkan berbagai hal seputar pendidikan yang diinginkan. Tidak seorang pun, termasuk penatua, boleh menghakimi keputusan pribadi rekan seiman mereka tentang hal ini.—Yak. 4:12.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan