PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w26 Mei hlm. 20-25
  • Tetaplah Dekat dengan Yehuwa saat Menempuh Pendidikan Tambahan

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Tetaplah Dekat dengan Yehuwa saat Menempuh Pendidikan Tambahan
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
  • Subjudul
  • Bahan Terkait
  • PERTAHANKAN RUTIN ROHANIMU
  • JAGA KEMAMPUAN BERPIKIRMU
  • ATUR WAKTUMU DENGAN BIJAK
  • TERUS ”BERJALAN DENGAN ORANG BIJAKSANA”
  • PERSIAPKAN DIRIMU
  • Buatlah Keputusan yang Bijak tentang Pendidikan Tambahan
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
  • Carilah Jawaban untuk Pertanyaan Berikut
    Daftar Acara Pertemuan Wilayah dengan Pengawas Wilayah 2025-2026
  • Terimalah Kenyataan Bahwa Ada Yang Tidak Kita Ketahui
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2025
  • ’Terus Mengikuti Yesus’ Setelah Dibaptis
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2024
Lihat Lebih Banyak
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
w26 Mei hlm. 20-25

27 JULI–2 AGUSTUS 2026

NYANYIAN 56 Melangkah di Jalan Kebenaran

Tetaplah Dekat dengan Yehuwa saat Menempuh Pendidikan Tambahan

”Yang penting, kita terus maju seperti yang selama ini sudah kita lakukan.”—FLP. 3:16.

INTI

Empat prinsip Alkitab yang akan membantumu tetap dekat dengan Yehuwa kalau kamu menempuh pendidikan tambahan.

1-2. (a) Kalau kamu memutuskan untuk menempuh pendidikan tambahan, apa yang perlu terus kamu lakukan? (b) Apa artinya ”terus maju seperti yang selama ini sudah kita lakukan”? (Filipi 3:16)

BEBERAPA hamba Yehuwa memutuskan untuk menempuh pendidikan tambahan setelah menyelesaikan pendidikan yang diwajibkan pemerintah. Mereka mungkin melakukannya supaya bisa mendapat pekerjaan yang mendukung pelayanan mereka kepada Yehuwa. Kalau kamu mau menempuh pendidikan tambahan, bagaimana kamu bisa memastikan bahwa kamu tetap dekat dengan Yehuwa? (Yak. 4:8a) Sebelumnya, kamu sudah berhasil menghadapi berbagai ujian iman selama masih sekolah. Sekarang, kamu perlu ”terus maju seperti yang selama ini sudah [kamu] lakukan”, yaitu terus melayani Yehuwa dengan setia.—Baca Filipi 3:16.

2 Kata ”maju” dalam bahasa Yunaninya sering digunakan untuk menggambarkan barisan prajurit yang maju bersama-sama. Kalau kamu memutuskan untuk menempuh pendidikan tambahan, kamu perlu terus maju dalam melayani Yehuwa, bukannya berdiri saja atau malah mundur. Artikel ini akan membahas empat prinsip Alkitab yang bisa membantumu. Kamu sebenarnya sudah tahu prinsip-prinsip itu dan sudah mengikutinya selama ini. Tapi, kamu perlu terus mengikutinya selama kamu menempuh pendidikan tambahan dan bahkan setelahnya.

PERTAHANKAN RUTIN ROHANIMU

3. Apa yang perlu kamu waspadai?

3 Yang perlu kamu waspadai. Dengan menempuh pendidikan tambahan, kamu akan semakin sibuk. Meskipun kamu menganggap serius pendidikanmu, jangan sampai kamu menjadikannya lebih penting daripada pelayananmu kepada Yehuwa dan mulai tidak rutin berhimpun, berdinas, belajar Alkitab, dan berdoa.—Why. 2:4.

4. Kenapa kamu perlu ”sibuk mengerjakan banyak hal bagi Tuhan”? (1 Korintus 15:58)

4 Baca 1 Korintus 15:58. Sama seperti orang yang naik sepeda harus terus mengayuh supaya tidak jatuh, kamu harus tetap aktif melayani Yehuwa supaya tidak jatuh secara rohani. Karena itulah kita dinasihati untuk selalu ”sibuk mengerjakan banyak hal bagi Tuhan”. Ini bukan hanya soal berapa banyak waktu yang kamu gunakan untuk kegiatan rohani, tapi juga apa yang kamu utamakan. Kamu perlu lebih mengutamakan pelayananmu kepada Yehuwa daripada pendidikanmu. (Mat. 22:37) Seorang saudari muda bernama Samantha berkata, ”Dari awal saya bertekad, kalau pendidikan saya mengganggu pelayanan saya kepada Yehuwa, saya tidak akan melanjutkannya.”

5. Apa yang bisa kamu lakukan untuk tetap aktif melayani Yehuwa?

5 Yang bisa kamu lakukan sebelum menempuh pendidikan tambahan. Pastikan Yehuwa tetap menjadi yang terpenting dalam hidupmu. Pikirkan: ’Apa rencana saya supaya saya bisa tetap rutin berhimpun, berdinas, dan belajar pribadi?’ (Yos. 1:8; Mat. 28:​19, 20; Ibr. 10:25) Pikirkan juga, selama kamu sekolah dulu, apa yang kamu lakukan supaya bisa punya waktu untuk hal-hal rohani? Kalau ada yang bisa ditingkatkan, buatlah perubahan yang diperlukan. Bertekadlah untuk tetap aktif melayani Yehuwa selama kamu menempuh pendidikan tambahan. Meskipun pendidikanmu penting, jangan sampai itu membuat kamu mengorbankan hubunganmu dengan Yehuwa.a—Mat. 6:24.

6. Apa saja yang bisa kamu pikirkan waktu memeriksa diri? (Lihat juga gambar.)

6 Selama kamu menempuh pendidikan tambahan, cobalah periksa diri secara rutin, mungkin setiap bulan. Pikirkan: ’Apakah Yehuwa masih menjadi yang terpenting bagi saya? Apakah belakangan ini saya sering tidak berhimpun, datang terlambat, atau hanya berhimpun lewat video-conference? Waktu berhimpun, apakah saya malah memikirkan tugas-tugas yang harus saya kerjakan? Apakah saya mulai jarang berdoa dan membaca Alkitab? Waktu berdinas, apakah saya ingin cepat-cepat selesai dan menganggapnya hanya sebagai kewajiban?’ Kalau ada satu saja yang jawabannya ya, segeralah buat perubahan. Jangan biarkan pendidikanmu menjadi lebih penting daripada pelayananmu kepada Yehuwa.

Seorang saudara mempelajari baik-baik sebuah artikel ”Menara Pengawal” sambil membuka ayat-ayatnya.

Jangan biarkan pendidikanmu menjadi lebih penting daripada pelayananmu kepada Yehuwa (Lihat paragraf 6)


JAGA KEMAMPUAN BERPIKIRMU

7. Bagaimana pendidikan tambahan bisa memengaruhi cara berpikirmu?

7 Yang perlu kamu waspadai. Bergantung kelas apa yang kamu ambil, kamu mungkin diajari berbagai ”ajaran manusia dan tipuan kosong” dunia ini, seperti kepercayaan ateis dan teori evolusi. (Kol. 2:8) Beberapa guru juga mengajarkan pentingnya mengandalkan diri sendiri. Seorang saudara muda bercerita, ”Kami tidak hanya diajari keterampilan, tapi juga cara berpikir, yang sering kali bertentangan dengan cara berpikir Yehuwa. Misalnya, kami diajari bahwa sukses itu tergantung upaya kita sendiri. Saya jadi merasa saya tidak butuh Yehuwa dan tidak perlu mengandalkan Dia.”

8. Kenapa kamu perlu ”menjaga kemampuan berpikirmu”? (Amsal 5:​1, 2)

8 Baca Amsal 5:​1, 2. Alkitab memperingatkan kamu untuk ”menjaga kemampuan berpikirmu”. Kenapa? Karena Setan dan dunia ini selalu berupaya menyerangnya. (1 Ptr. 5:8) Kalau tidak hati-hati, kamu bisa terpengaruh pandangan guru atau teman sekelasmu yang tidak percaya bahwa standar moral Alkitab itu benar, bahwa kehidupan memang diciptakan, dan bahwa Allah itu ada. Mereka mungkin berupaya menunjukkan bahwa seperti itulah pandangan orang-orang pintar, padahal itu adalah ”kebodohan” bagi Allah.—1 Kor. 3:​18-20.

9. Apa yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kemampuan berpikirmu?

9 Yang bisa kamu lakukan sebelum menempuh pendidikan tambahan. Untuk menjaga kemampuan berpikirmu, pastikan kamu benar-benar yakin dengan ajaran Alkitab sebelum kamu menempuh pendidikan tambahan. Coba pikirkan: ’Kenapa saya percaya bahwa Allah itu ada? Dari mana saya tahu bahwa Alkitab itu Firman Allah? Apa yang meyakinkan saya bahwa standar Alkitab lebih baik daripada standar dunia?’ Pikirkan juga pengalamanmu dulu di sekolah. Apakah imanmu goyah waktu kamu mendengar tentang teori evolusi, atau apakah kamu mudah tergoda untuk meniru tingkah laku buruk teman-temanmu? Kalau ya, perkuat imanmu dari sekarang. Bertekadlah untuk terus menjaga kemampuan berpikirmu.—2 Tim. 2:​16-18.b

10. Bagaimana kamu bisa terus menjaga kemampuan berpikirmu?

10 Selama kamu menempuh pendidikan tambahan, teruslah periksa diri secara rutin. Pikirkan: ’Apakah saya mulai merasa bahwa tingkah laku buruk orang-orang di sekitar saya tidak salah? Waktu mendengar ajaran yang salah, apakah saya bisa mengenali bahwa itu hanya hikmat manusia dan bukan kebenaran? Apakah saya benar-benar yakin bahwa hanya Kerajaan Allah yang bisa menyelesaikan semua masalah di dunia ini?’ Untuk menjaga kemampuan berpikirmu, teruslah pelajari Firman Allah dan terapkan apa yang kamu pelajari. Itu bisa meyakinkan kamu bahwa ajaran Alkitab memang benar.—1 Tim. 4:15.

ATUR WAKTUMU DENGAN BIJAK

11. Kenapa kamu perlu memperhatikan cara kamu menggunakan waktu?

11 Yang perlu kamu waspadai. Kesibukanmu mungkin akan bertambah, terutama saat ada tugas yang perlu cepat diselesaikan atau sebelum ujian. Kalau kamu tidak mengatur waktumu dengan bijak, kamu akan stres dan selalu kelelahan. Jadi, perhatikan cara kamu menggunakan waktu supaya kamu bisa tetap sehat secara fisik dan mental.

12. Kamu perlu seimbang dalam melakukan hal apa saja? (Efesus 5:​15, 16)

12 Baca Efesus 5:​15, 16. Tidak selalu mudah untuk menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, karena ada banyak hal yang perlu kamu lakukan. Misalnya, selain belajar dan mengerjakan tugas, kamu perlu meluangkan waktu untuk hal-hal yang lebih penting, seperti bergaul dengan keluarga dan saudara-saudarimu. (Mz. 133:1; Ams. 18:1) Kamu juga mungkin punya tanggung jawab dalam keluarga dan pekerjaan sekuler. Selain itu, kamu perlu menjaga kesehatanmu dengan cukup istirahat dan olahraga. (Pkh. 4:6; 1 Tim. 4:8) Dan yang terpenting, kamu perlu mengutamakan kebutuhan rohanimu. (Mat. 6:33) Jelaslah, untuk bisa melakukan itu semua, kamu perlu seimbang dan mengatur waktumu dengan baik.

13. Apa yang bisa kamu lakukan untuk menggunakan waktumu sebaik-baiknya?

13 Yang bisa kamu lakukan sebelum menempuh pendidikan tambahan. Alkitab mengatakan bahwa perencanaan yang baik akan membuatmu berhasil. (Ams. 21:5) Jadi, buatlah jadwal yang masuk akal sebelum kamu memulai pendidikanmu. Kamu bisa memikirkan bagaimana dulu kamu mengatur waktumu selama masih sekolah. Kalau ternyata ada yang bisa ditingkatkan, buatlah perubahan yang dibutuhkan. Bertekadlah untuk mengatur waktumu supaya kamu tidak menjadi orang yang selalu dikejar-kejar waktu.c

14. Pertanyaan apa saja yang bisa kamu pikirkan?

14 Selama menempuh pendidikan tambahan, periksalah diri secara rutin. Pikirkan: ’Dengan jadwal saya sekarang, apakah saya punya cukup waktu untuk istirahat dan olahraga? Apakah saya masih bisa bergaul dengan saudara-saudari? Apakah saya menyelesaikan tugas-tugas sekolah saya tepat waktu? Kalau tidak, apakah itu karena kegiatan saya memang terlalu banyak atau karena saya yang suka menunda? Apakah teman dan keluarga saya merasa bahwa saya perlu membuat perubahan?’ Kalau jadwalmu perlu disesuaikan atau kamu perlu lebih disiplin, segeralah buat perubahan. Kamu juga bisa meminta saran dari orang-orang yang pintar mengatur waktu.—Ams. 11:14.

TERUS ”BERJALAN DENGAN ORANG BIJAKSANA”

15. Apa lagi yang perlu kamu waspadai?

15 Yang perlu kamu waspadai. Teman-teman sekelasmu mungkin akan mengajak kamu melakukan berbagai kegiatan bersama mereka. Kamu bisa saja tergoda untuk ikut, mungkin karena kamu punya banyak kesamaan dengan mereka dan sering bertemu mereka di kelas. Bahkan, kamu mungkin merasa lebih cocok dengan mereka daripada dengan saudara-saudari di sidang. Tapi, hati-hati. Meskipun kalian ada di kelas yang sama, prinsip kalian berbeda. Semakin sering kamu bergaul dengan mereka, cara berpikirmu akan semakin mirip dengan mereka. (1 Kor. 15:33) Perhatikan komentar Michael, yang sudah menyelesaikan pelatihan kerja selama empat tahun di bidang listrik: ”Saya menghabiskan lebih dari 40 jam seminggu bersama teman-teman kerja saya. Lama-lama, saya mulai terpengaruh dengan pandangan mereka soal lawan jenis, dengan pilihan musik mereka, dan dengan cara bicara mereka yang kotor.”

16. Apa yang kita pelajari dari Amsal 13:20?

16 Baca Amsal 13:20. Alkitab memperingatkan kita tentang bahayanya pergaulan buruk. Tapi Alkitab juga mengatakan, ”Orang yang berjalan dengan orang bijaksana akan menjadi bijaksana.” Pelajarannya jelas: Teman bergaul kita bisa punya pengaruh yang besar, entah baik atau buruk. Jadi, bersahabatlah dengan orang-orang yang sepenuh hati melayani Yehuwa dan menginginkan yang terbaik untukmu.—Mz. 101:​6, 7; 119:63.

17. Apa yang bisa kamu lakukan untuk menghindari pergaulan buruk?

17 Yang bisa kamu lakukan sebelum menempuh pendidikan tambahan. Tetapkan batas yang jelas untuk pergaulanmu. Seorang saudara bernama Trenton berkata, ”Saya ramah kepada teman-teman sekelas saya, tapi saya tidak bergaul dengan mereka di luar jam pelajaran. Saya menganggap mereka sebagai teman sekelas saja, bukan teman dekat.” Batasan apa yang akan kamu tetapkan? Kamu bisa memikirkan lagi batasan apa yang dulu pernah kamu tetapkan waktu masih sekolah. Kalau ternyata ada yang bisa ditingkatkan, buatlah perubahan yang diperlukan. Bertekadlah untuk ”terus berjalan dengan orang bijaksana” dan tidak bergaul dengan orang yang tidak menyayangi Yehuwa.d

18. Pertanyaan apa saja yang perlu kamu pikirkan? (Lihat juga gambar.)

18 Periksalah dirimu secara rutin. Pikirkan: ’Apakah saya mulai terlalu akrab dengan teman sekelas saya? Apakah kata-kata, cara berpikir, dan kebiasaan saya mulai terpengaruh oleh mereka? Bagaimana perasaan Yehuwa terhadap pergaulan saya?’ (Mz. 1:1) Kalau ada yang perlu diperbaiki, segeralah perbaiki itu. Pastikan bahwa sahabatmu adalah orang-orang yang menyayangi Yehuwa seperti kamu. Selain itu, jangan ragu untuk memberikan kesaksian kepada teman sekelasmu. Kamu punya kesempatan yang bagus untuk membantu mereka belajar kebenaran.

Setelah kelas tata rambutnya selesai, seorang saudari menunjukkan risalah ”Apa Semua Agama Sama Saja?” kepada teman sekelasnya.

Jangan ragu memberikan kesaksian kepada teman sekelasmu (Lihat paragraf 18)e


PERSIAPKAN DIRIMU

19. Bagaimana kamu bisa mempersiapkan diri secara rohani sebelum menempuh pendidikan tambahan? Berikan perumpamaan.

19 Orang yang mau mendaki gunung perlu mempersiapkan diri sebelum memulai perjalanannya. Meskipun dia tidak tahu apa saja yang akan dia hadapi, dia memastikan fisiknya cukup kuat, pakaiannya cocok, dan tujuannya jelas. Begitu juga, kamu perlu mempersiapkan diri sebelum menempuh pendidikan tambahan. Pastikan kamu punya iman yang kuat, memakai ”seluruh perlengkapan perang dari Allah”, dan punya tujuan yang jelas—bukan untuk menjadi sukses di dunia ini, tapi untuk selalu memuliakan Yehuwa.—Ef. 6:​11-13; 1 Kor. 9:​26, 27; 10:31.

20. Bagaimana kamu bisa terus memeriksa diri?

20 Alkitab menasihati kita, ”Teruslah periksa apakah hidup kalian sesuai dengan iman Kristen. Teruslah pastikan seperti apa kalian sebenarnya.” (2 Kor. 13:5) Bagaimana caranya? Selama menempuh pendidikan tambahan, pikirkan pertanyaan-pertanyaan ini dari waktu ke waktu: ’Apakah saya punya rutin rohani yang baik? Apakah saya melindungi pikiran saya dari hikmat dunia ini? Apakah saya mengatur waktu dengan bijak? Apakah saya bersahabat dengan saudara-saudari dan menghindari pergaulan buruk?’ Pertanyaan-pertanyaan itu perlu dipikirkan, tidak soal kamu sedang menempuh pendidikan, bekerja, atau melakukan hal lainnya. Bertekadlah untuk tetap dekat dengan Yehuwa dalam segala situasi. Yehuwa pasti akan memberkati semua upayamu.—Ams. 3:​5, 6.

SEBELUM MENEMPUH PENDIDIKAN TAMBAHAN, BAGAIMANA KAMU BISA MEMIKIRKAN CARANYA . . .

  • mempertahankan rutin rohanimu?

  • ”menjaga kemampuan berpikirmu”?

  • mengatur waktu dengan bijak dan menghindari pergaulan buruk?

NYANYIAN 87 Datanglah, Dapatkan Kesegaran!

a Untuk saran-saran tentang caranya kamu bisa tetap aktif melayani Yehuwa, lihat artikel ini di jw.org: ”Pertanyaan Anak Muda . . . Apa yang Perlu Kulakukan Setelah Dibaptis?—Bagian 1: Pertahankan Rutin Rohani”.

b Untuk saran-saran tentang caranya menjaga kemampuan berpikirmu, lihat artikel ”Jangan Tertipu oleh ’Hikmat Dunia’ Ini” di Menara Pengawal Mei 2019.

c Untuk saran-saran tentang caranya mengatur jadwalmu sehari-hari, lihat artikel ini di jw.org: ”Pertanyaan Anak Muda . . . Bagaimana Caranya Mengatur Waktu?”

d Untuk saran-saran tentang caranya memilih pergaulan dengan bijak, lihat artikel ”Pilihlah Teman Bergaul dengan Bijak” di pelajaran 48 dari buku Hidup Bahagia Selamanya!

e PENJELASAN GAMBAR: Seorang saudari yang belajar untuk menjadi penata rambut memberikan kesaksian dengan bijak kepada teman sekelasnya.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan