PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w26 Februari hlm. 26-29
  • Anak-Anak Adalah ”Karunia Yehuwa”

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Anak-Anak Adalah ”Karunia Yehuwa”
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
  • Subjudul
  • Bahan Terkait
  • APA YANG MUNGKIN MEMBUAT ORANG TUA PUNYA BANYAK ANAK?
  • YANG YEHUWA INGINKAN DARI ORANG TUA
  • YEHUWA INGIN KALIAN BERHASIL MEMBESARKAN ANAK KALIAN
  • Orang Tua—Latihlah Anak Kalian untuk Mengasihi Yehuwa
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2019
  • Orang Tua—Bantulah Anak Kalian Mengasihi Yehuwa
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2022
  • Orang Tua, Sediakanlah Kebutuhan Keluarga Kalian
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—2005
  • Membangun Keluarga yang Kuat secara Rohani
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—2001
Lihat Lebih Banyak
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
w26 Februari hlm. 26-29
Seorang ayah dan ibu sedang memeluk putri mereka yang masih kecil. Mereka bertiga terlihat bahagia.

Anak-Anak Adalah ”Karunia Yehuwa”

ALKITAB mengatakan bahwa anak-anak adalah ”karunia” dan ”anugerah” dari Yehuwa. (Mz. 127:3) Orang tua Kristen pasti setuju dengan kata-kata itu. Mereka menganggap anak mereka sebagai hadiah yang sangat berharga dari Allah. Karena itu, mereka berupaya sebisa-bisanya untuk menjaga anak mereka dan memenuhi kebutuhan jasmani, emosi, dan rohani anak mereka.

Sayangnya, ada orang tua yang tidak menganggap anak mereka sebagai karunia dari Allah. (Yes. 49:15; 2 Tim. 3:​1-3) Ada juga yang sebenarnya ingin mengurus anak mereka tapi tidak sanggup melakukannya karena punya terlalu banyak anak. Apa yang mungkin membuat mereka punya banyak anak? Apa yang Yehuwa inginkan dari orang tua? Dan bagaimana orang tua Kristen bisa membesarkan anak mereka dengan baik?

APA YANG MUNGKIN MEMBUAT ORANG TUA PUNYA BANYAK ANAK?

  • Ditekan oleh keluarga dan orang lain. Di beberapa daerah, orang tua yang punya banyak anak lebih dihormati dalam masyarakat. Suami istri yang tinggal di daerah seperti itu mungkin ditekan oleh keluarga atau tetangga mereka untuk punya banyak anak, padahal mereka sebenarnya tidak sanggup mengurus anak sebanyak itu.

  • Khawatir tentang masa depan. Di beberapa daerah, tingkat kematian anak cukup tinggi karena kurangnya makanan bergizi, terbatasnya layanan kesehatan, dan banyaknya penyakit. Karena itu, beberapa pasangan punya banyak anak untuk memastikan setidaknya ada anak yang bertahan hidup sampai dewasa. Pasangan lainnya punya banyak anak karena mereka ingin ada yang mengurus mereka waktu mereka sudah tua. Pandangan ini biasanya umum di negeri yang tidak memiliki program bantuan pemerintah untuk lansia.

  • Sulit membatasi jumlah anak. Di beberapa daerah, jenis alat kontrasepsi yang tersedia mungkin terbatas. Atau, mutu alat kontrasepsi yang tersedia mungkin tidak terlalu bagus sehingga orang jadi khawatir dengan efek sampingnya. Ada juga yang tidak sanggup membeli alat kontrasepsi karena harganya terlalu mahal.a

YANG YEHUWA INGINKAN DARI ORANG TUA

Sebuah keluarga sedang piknik di taman. Sang ayah mendengarkan baik-baik waktu putrinya yang masih remaja bercerita, sedangkan sang ibu bermain bola dengan putra mereka yang masih kecil.

Luangkan waktu bersama setiap anak

Penuhi kebutuhan anak kalian. Yehuwa ingin orang tua bekerja keras agar bisa menyediakan makanan, pakaian, dan tempat tinggal untuk anak mereka sampai anak itu dewasa. Yehuwa juga meminta orang tua untuk mendidik anak mereka. Karena itu, orang tua Kristen perlu memastikan anak mereka tinggal bersama mereka sampai anak itu dewasa. Dengan begitu, mereka bisa memastikan anak mereka mendapat pelatihan dan pendidikan yang dibutuhkan. Mereka juga bisa menghabiskan waktu bersama setiap anak sehingga anak mereka merasa aman dan disayangi. Tapi ingatlah, Yehuwa tidak pernah mengharuskan orang tua untuk menjadi kaya. Malah, saat Yehuwa memilih orang yang akan membesarkan Putra-Nya, Dia memilih Yusuf dan Maria, yang berkekurangan tapi mau bekerja keras.—Mat. 13:​55, 56; Luk. 2:24.

Prinsip Alkitab: ”Kalau seseorang tidak menyediakan kebutuhan orang-orang yang menjadi tanggungannya, terutama anggota keluarganya, dia sudah meninggalkan iman dan lebih buruk daripada orang yang tidak beriman.”—1 Tim. 5:8.

Yehuwa tahu bahwa orang tua yang semakin lansia mungkin butuh bantuan. Alkitab bahkan mengatakan bahwa anak-anak perlu memastikan orang tua mereka mendapat bantuan saat sudah lansia. Itu salah satu cara untuk menghormati orang tua. (Kel. 20:12; 1 Tim. 5:4) Meski begitu, Yehuwa senang kalau orang tua lebih berfokus pada tanggung jawab mereka untuk mengurus anak mereka, bukan sebaliknya.—2 Kor. 12:14.

Ajar anak kalian tentang Yehuwa. Orang tua Kristen juga diberi tanggung jawab untuk membantu anak mereka agar bisa mengasihi Yehuwa dan menjadi hamba-Nya. Bagi Yehuwa, ini adalah hal terpenting yang bisa diajarkan orang tua kepada anak mereka.—Ul. 6:​6, 7.

Prinsip Alkitab: ”Besarkan [anak-anak kalian] dengan didikan dan nasihat Yehuwa.”—Ef. 6:4.

YEHUWA INGIN KALIAN BERHASIL MEMBESARKAN ANAK KALIAN

Sepasang suami istri sedang mengobrol di rumah. Di meja depan mereka, ada Alkitab yang terbuka.

Sejak awal, tentukan berapa anak yang kalian inginkan

Buat rencana. Kalau kalian ingin punya anak, pikirkan baik-baik keadaan kalian. Misalnya, apakah kalian akan sanggup membesarkan banyak anak dengan baik? Pasti dibutuhkan banyak uang, waktu, dan tenaga untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka dan mendidik mereka. Selain itu, kalian pasti ingin memenuhi kebutuhan setiap anak dengan cara yang Yehuwa inginkan. Jadi, kalian perlu merencanakan jumlah anak yang ingin kalian miliki. Memang, ada hal-hal yang bisa saja terjadi di luar rencana, dan Yehuwa memahami hal itu. (Pkh. 9:11) Tapi, Yehuwa pasti akan memberkati kalian kalau kalian sungguh-sungguh berupaya menjadi orang tua yang baik.

Prinsip Alkitab: ”Rencana orang rajin pasti menguntungkan, tapi semua yang bertindak terburu-buru pasti jatuh miskin.”—Ams. 21:5.

”Kalau di antara kalian ada yang mau membangun menara, tentu dia akan duduk dulu dan menghitung biayanya untuk melihat apakah dia punya cukup uang untuk menyelesaikannya.”—Luk. 14:28.

Utamakan Yehuwa dalam keluarga kalian. Pastikan keluarga kalian selalu menomorsatukan ibadah kepada Yehuwa. Kalau kalian sudah punya anak, bertekadlah untuk membantu setiap anak agar bisa mengasihi Yehuwa. Bantu mereka untuk bisa memperhatikan dan menikmati acara perhimpunan. Adakan ibadah keluarga setiap minggu. Latihlah anak kalian untuk berdinas. Sebagai orang tua, kalianlah yang harus melakukan semua tanggung jawab itu. Jangan menyerahkannya kepada anak kalian yang lebih besar atau anggota keluarga lainnya. Memang, dibutuhkan waktu dan upaya untuk membantu anak-anak agar bisa mengasihi Yehuwa. Tapi kalau kalian berhasil melakukannya, kalian pasti akan sangat bahagia.

Prinsip Alkitab: ”Tidak ada yang membuatku lebih bersukacita daripada mendengar bahwa anak-anakku terus mengikuti jalan kebenaran.”—3 Yoh. 4.b

Berimanlah kepada Yehuwa. Kalau kalian sedang berencana untuk punya anak atau sudah punya anak, yakinlah bahwa pandangan Yehuwa jauh lebih penting daripada pandangan orang-orang di sekitar kalian.

Beberapa gambar: 1. Seorang ayah dan ibu duduk bersama putra mereka saat berhimpun. Putra mereka mengangkat tangan untuk memberikan komentar. 2. Sebuah keluarga sedang berdinas bersama. Sang ayah berdinas dengan putri mereka yang sudah remaja, sedangkan sang ibu berdinas dengan dua anak mereka yang lebih kecil.

Dibutuhkan waktu dan upaya untuk membantu anak kalian agar bisa mengasihi Yehuwa dan menjadi penyembah-Nya

Kalau kalian memutuskan untuk membatasi jumlah anak kalian, yakinlah bahwa Yehuwa akan terus menjaga kalian dan memenuhi kebutuhan kalian saat kalian tua nanti. Jangan terpengaruh dengan pandangan bahwa anak adalah ”jaminan masa tua”. Yakinlah bahwa kalian tidak akan pernah ditelantarkan. Yehuwa sudah berjanji bahwa Dia tidak akan meninggalkan kalian, dan Dia selalu menepati janji-Nya.—Yos. 23:14.

Prinsip Alkitab: ”Percayalah kepada Yehuwa dengan sepenuh hatimu, dan jangan andalkan pengertianmu sendiri. Dalam semua jalanmu, perhatikanlah Dia, dan Dia akan membuat jalan-jalanmu lurus.”—Ams. 3:​5, 6.

”Dulu aku muda, sekarang sudah tua, tapi aku tidak pernah melihat orang benar ditinggalkan, atau anak-anaknya minta-minta makanan.”—Mz. 37:25.

”Teruslah utamakan Kerajaan dan hal-hal yang benar menurut Allah, dan semua hal lain itu akan diberikan kepada kalian.”—Mat. 6:33.

Anak-anak adalah karunia berharga yang Yehuwa percayakan kepada orang tua. Karena menyadari hal itu, orang tua Kristen pasti akan menganggap serius tugas mereka. Bagi mereka, pandangan Yehuwa jauh lebih penting daripada pandangan orang di sekitar mereka. Karena itu, mereka memikirkan baik-baik jumlah anak yang akan mereka miliki. Dengan begitu, mereka bisa memenuhi kebutuhan jasmani, emosi, dan rohani setiap anak mereka. Kalau orang tua menjalankan semua tanggung jawab mereka dengan baik, Yehuwa pasti akan senang!

Mereka Tidak Menyesali Keputusan Mereka

Seorang ayah mengadakan ibadah keluarga bersama istri dan dua anak mereka.

Di daerah-daerah miskin, banyak orang tua khawatir mereka akan mengalami berbagai kesulitan kalau tidak punya banyak anak. Tapi, apakah itu memang benar? Perhatikan komentar dari beberapa kepala keluarga yang tinggal di negeri-negeri seperti itu.

Apakah Saudara dan istri pernah ditekan untuk punya banyak anak?

”Ya, bahkan oleh beberapa saudara-saudari di sidang. Sepasang suami istri pernah bilang, ’Kok kalian cuma punya satu anak laki-laki? Di sini, di Afrika, itu sama seperti tidak punya anak. Kalau kalian punya dua anak laki-laki, itu seperti hanya punya satu.’ Belakangan kami punya anak perempuan. Tapi, kami masih terus ditekan untuk punya anak lagi.”—Jeremias

Apakah keputusan kalian untuk tidak punya banyak anak pernah membuat kalian mengalami kesulitan secara jasmani atau rohani?

”Tidak. Justru sebaliknya. Karena keluarga kami kecil, kami jadi lebih mudah memenuhi kebutuhan jasmani dan terutama kebutuhan rohani. Saya sendiri dibesarkan dalam keluarga yang besar. Saya ingat, Papa dan Mama sering kesulitan memenuhi kebutuhan kami dan membiayai sekolah kami.”—Jeremias

Bagaimana perasaan anak-anak kalian tentang keputusan kalian?

”Mereka bisa melihat bahwa orang tua yang punya banyak anak sering kali kesulitan untuk mengurus semua anak dengan baik. Mereka bersyukur karena tidak mengalami itu.”—Filipe

”Waktu masih tinggal bersama kami, anak-anak kami merasa aman dan disayangi. Saya dan istri juga sering mengundang saudara-saudari yang matang secara rohani. Mereka menyemangati keluarga kami untuk mengejar cita-cita rohani. Sekarang, setelah anak-anak kami sudah besar, kami bisa melihat hasil dari upaya kami.”—Carlos

Apa saja manfaat yang kalian rasakan karena keputusan kalian?

”Kami jadi lebih mudah memenuhi kebutuhan jasmani keluarga kami. Tiga tahun lalu, saya kehilangan pekerjaan yang gajinya cukup tinggi. Tapi karena keluarga kami kecil, pengeluaran kami tidak terlalu besar. Kami jadi lebih mudah menyesuaikan diri dengan perubahan itu.”—Jeremias

”Kami jadi bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak-anak kami. Kami juga bisa melayani di daerah-daerah yang lebih membutuhkan. Saya dan istri juga bisa memperhatikan kebutuhan setiap anak. Sekarang, semua anak kami melayani Yehuwa dan terus berupaya meluaskan pelayanan.”—Lenadi

Apakah ada yang ingin kalian sampaikan untuk para orang tua lain?

”Saya sudah merasakan sendiri benarnya kata-kata di Mazmur 34:10b: ’Orang yang mencari Yehuwa tidak akan kekurangan apa pun yang baik.’ Yehuwa selalu memastikan kebutuhan keluarga kami terpenuhi.”—Rafael

a Setiap pasangan suami istri perlu menentukan jumlah anak yang mereka inginkan dan kapan mereka akan punya anak. Mereka juga bisa memilih untuk menggunakan alat kontrasepsi selama itu tidak melibatkan cara apa pun yang termasuk aborsi. Tidak ada yang berhak menghakimi keputusan mereka. (Rm. 14:​4, 10-13) Selain itu, mereka perlu mengingat nasihat yang ada di 1 Korintus 7:​3-5.

b Walaupun ’anak-anak’ yang dimaksud Yohanes di ayat ini adalah anak-anak rohaninya, perasaan Yohanes pasti mewakili perasaan orang tua yang anak-anaknya melayani Yehuwa.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan