PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w26 Februari hlm. 30-hlm. 31 par. 7
  • Pertanyaan Pembaca

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Pertanyaan Pembaca
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
  • Bahan Terkait
  • Waspada terhadap ’Perdamaian dan Keamanan’ yang Dirancang Bangsa-Bangsa
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1987 (s-40)
  • Perdamaian Dari Allah​—Bilamana?
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1986 (s-29)
  • Pandangan Alkitab tentang Perdamaian dan Keamanan
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1991
  • Pertanyaan Pembaca
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2025
Lihat Lebih Banyak
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
w26 Februari hlm. 30-hlm. 31 par. 7
Para pemimpin dunia berdiri di dekat kantor pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mengumumkan ”damai dan aman”. Di depan mereka, sekumpulan orang terlihat senang mendengar pengumuman itu.

Pertanyaan Pembaca

Kapan bangsa-bangsa akan mengumumkan ”damai dan aman”?

Menurut ”Pertanyaan Pembaca” di Menara Pengawal November 2025, Yehuwa sebentar lagi akan menanamkan ”keinginan untuk melaksanakan kehendak-Nya” ke hati semua pemerintahan manusia (”sepuluh tanduk”), yaitu keinginan untuk menyerahkan kuasa dan wewenang mereka kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (”binatang buas berwarna merah menyala”, yang juga disebut ”patung binatang buas”). (Why. 13:​14, 15; 17:​3, 16, 17) Setelah itu, ”sepuluh tanduk” dan ”binatang buas” yang baru diberi kuasa itu akan memusnahkan agama palsu di seluruh dunia. Sekarang pertanyaannya: Kapan bangsa-bangsa akan mengumumkan ”damai dan aman”?a (1 Tes. 5:3) Apakah pengumuman itu akan disampaikan sebelum atau setelah agama palsu dihancurkan?

Singkatnya, kita tidak tahu pasti kapan pengumuman ”damai dan aman” akan disampaikan. Seandainya kita sudah tahu semua perincian tentang bagaimana nubuat itu menjadi kenyataan, itu berarti kita tidak perlu berjaga-jaga. Padahal, Yesus berulang kali memberi tahu para pengikutnya, ”Teruslah berjaga-jaga.” (Mat. 24:42; 25:13; 26:41) Sekarang, mari kita bahas dengan lebih terperinci nubuat tentang pengumuman itu, yang Rasul Paulus sampaikan dalam suratnya kepada sidang di Tesalonika.

Paulus menulis, ”Nanti ketika orang-orang mengatakan, ’Damai dan aman!’ tiba-tiba kehancuran itu datang dalam sekejap.” (1 Tes. 5:​2, 3) Selama ini, publikasi kita memberikan penjelasan ini: Pengumuman ”damai dan aman” akan disampaikan tidak lama sebelum mulainya kesengsaraan besar, yang akan diawali dengan dihancurkannya Babilon Besar, yaitu semua agama palsu. Publikasi kita juga mengatakan bahwa pengumuman itu akan menjadi tanda yang jelas bahwa kesengsaraan besar akan segera dimulai.

Tapi setelah nubuat itu dipelajari dengan lebih mendalam, kita tidak bisa mengatakan dengan pasti bahwa pengumuman ”damai dan aman” akan disampaikan sebelum agama palsu dimusnahkan. Ada kemungkinan pengumuman itu disampaikan setelah agama palsu dimusnahkan. Kenapa kemungkinan itu juga masuk akal? Coba perhatikan beberapa faktor berikut ini.

Keterlibatan agama palsu dalam berbagai perang selama ini. Alkitab mengatakan, ”Di sana [di dalam Babilon Besar, atau ”pelacur besar”] telah ditemukan darah . . . semua orang yang telah dibunuh di bumi.” (Why. 17:​1, 5; 18:24) Sepanjang sejarah, agama palsu tidak membawa perdamaian dan keamanan. Sebaliknya, agama palsu telah mendukung perang dan menyebabkan banyak tindak kekerasan dan terorisme. Jadi, ada kemungkinan bangsa-bangsa akan menyampaikan pengumuman ”damai dan aman” setelah agama palsu dimusnahkan. Tapi, kita memang belum tahu pasti soal itu.

Peristiwa yang terjadi setelah pengumuman ”damai dan aman”. Alkitab menunjukkan bahwa setelah bangsa-bangsa menyampaikan pengumuman itu, ”tiba-tiba kehancuran itu datang dalam sekejap, . . . dan mereka pasti tidak akan lolos”. (1 Tes. 5:3) Kita tidak tahu pasti apa yang Paulus maksudkan. Bisa jadi, Paulus memaksudkan bahwa akan ada sedikit jarak waktu antara disampaikannya pengumuman damai dan aman dengan kehancuran bangsa-bangsa. Atau, dia bisa jadi memaksudkan bahwa sama sekali tidak akan ada jarak waktu antara dua peristiwa itu. Kalau yang dimaksud adalah kemungkinan yang kedua, masuk akal kalau pengumuman ”damai dan aman” disampaikan setelah agama palsu dimusnahkan, karena itu berarti kehancuran bangsa-bangsa akan terjadi dengan sangat ”tiba-tiba” dan benar-benar ”datang dalam sekejap”.

Reaksi umat Yehuwa saat peristiwa-peristiwa itu terjadi. Paulus mengatakan, ”Saudara-saudara, kalian tidak berada dalam kegelapan. Maka ketika hari itu datang, kalian tidak akan kaget.” (1 Tes. 5:4) Coba pikirkan: Kalau pengumuman ”damai dan aman” disampaikan setelah kehancuran agama palsu, umat Yehuwa akan langsung tahu bahwa tidak lama setelah itu, bangsa-bangsa akan dihancurkan. Mereka tidak akan kaget saat itu terjadi. Tapi bagi bangsa-bangsa, itu akan menjadi peristiwa yang sangat tidak disangka-sangka, seperti pencuri yang tiba-tiba datang.—1 Tes. 5:2.

Kita tahu bahwa sebentar lagi, ”sepuluh tanduk” dan ”binatang buas” yang diberi kuasa yang besar pasti akan menghancurkan agama palsu. Itu akan menjadi awal dari kesengsaraan besar. Kita juga tahu bahwa bangsa-bangsa pasti akan menyampaikan pengumuman ”damai dan aman”. Kapan pengumuman itu disampaikan? Kita sudah membahas dua kemungkinan. Kemungkinan pertama: Pengumuman itu disampaikan sebelum agama palsu dihancurkan. Kemungkinan kedua: Pengumuman itu akan disampaikan setelah agama palsu dihancurkan. Untuk tahu kemungkinan mana yang benar, kita perlu menunggu nubuat itu menjadi kenyataan. Sering kali, nubuat Alkitab memang baru sepenuhnya dipahami saat nubuat itu sedang atau sudah menjadi kenyataan.—Bandingkan Yohanes 12:16.

Tapi sebenarnya, kita tidak perlu terlalu berfokus pada kapan pengumuman ”damai dan aman” disampaikan. Yang terpenting, kita harus tetap setia kepada Yehuwa. Kita perlu ”tetap bangun dan berpikiran jernih” supaya kita bisa benar-benar siap tidak soal apa yang akan terjadi.—1 Tes. 5:6.

a Paulus tidak secara spesifik menyebutkan apakah pengumuman ”damai dan aman” itu akan disampaikan beberapa kali atau hanya dalam satu pengumuman.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan