PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w26 Februari hlm. 8-13
  • Apakah Saudara Memahami Makna Baptisan?

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Apakah Saudara Memahami Makna Baptisan?
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
  • Subjudul
  • Bahan Terkait
  • MAKNA BAPTISAN
  • BAGAIMANA BAPTISAN DILAKUKAN
  • ”DENGAN NAMA BAPAK DAN PUTRA DAN KUASA KUDUS”
  • Baptisan—Langkah Menuju Masa Depan yang Cerah
    Hidup Bahagia Selamanya!—Pelajari Caranya dari Alkitab
  • Makna Baptisan Saudara
    Bersatu dalam Ibadat dari Satu-Satunya Allah yang Benar
  • Baptisan—Syarat untuk Menjadi Orang Kristen
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2018
  • Apa Baptisan Itu?
    Pertanyaan Alkitab Dijawab
Lihat Lebih Banyak
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
w26 Februari hlm. 8-13

13-19 APRIL 2026

NYANYIAN 52 Pembaktian Kristen

Apakah Saudara Memahami Makna Baptisan?

”Buatlah orang-orang . . . menjadi muridku. Baptislah mereka.”—MAT. 28:19.

INTI

Makna baptisan, kenapa itu penting, dan bagaimana itu dilakukan.

1. Dari mana kita tahu bahwa baptisan itu sangat penting?

KITA pasti senang waktu ada yang dibaptis! Itu juga yang dirasakan murid-murid Yesus pada pertemuan pertama saat sidang Kristen dibentuk. Di pertemuan itu, ada banyak yang dibaptis dan Rasul Petrus menyampaikan sebuah khotbah yang menjelaskan pentingnya baptisan. (Kis. 2:​38, 40, 41) Belakangan, Rasul Paulus menulis bahwa ”ajaran . . . tentang baptisan” adalah salah satu ”ajaran dasar tentang Kristus”. (Ibr. 6:​1, 2) Jadi, kita perlu benar-benar memahaminya.

2. Kenapa kita perlu benar-benar memahami ajaran tentang baptisan?

2 Sebuah rumah bisa berdiri dengan kokoh kalau fondasinya kuat. Begitu juga, kita bisa punya iman yang kokoh kalau kita benar-benar memahami ajaran tentang baptisan. Hal ini penting bukan hanya bagi mereka yang sedang berupaya untuk dibaptis, tapi juga bagi yang sudah lama dibaptis. Jadi di artikel ini, kita akan menjawab tiga pertanyaan: Apa itu baptisan? Bagaimana itu dilakukan? Dan, kenapa kita dibaptis dengan nama Bapak, Putra, dan kuasa kudus?

MAKNA BAPTISAN

3. Waktu dibaptis, kita menunjukkan apa?

3 Waktu dibaptis, kita menunjukkan kepada orang-orang bahwa kita sudah (1) menerima kebenaran tentang Allah Yehuwa dan Yesus Kristus, (2) bertobat dari dosa-dosa kita, (3) membuat perubahan dalam kehidupan kita untuk melayani Yehuwa, (4) mengakui bahwa Allah sudah menggunakan Yesus untuk menebus dosa kita, dan (5) membaktikan diri, atau berjanji kepada Allah dalam doa bahwa kita mau melakukan kehendak-Nya dan mengikuti arahan organisasi-Nya. Setelah kita membaktikan diri dan dibaptis, kita mulai melangkah di jalan menuju kehidupan abadi.

4. Waktu kita dibenamkan ke dalam air dan diangkat keluar, itu menunjukkan apa? (Lihat juga gambar.)

4 Saat dibaptis, kita dibenamkan sepenuhnya ke dalam air lalu diangkat keluar.a Kita seolah-olah dikubur lalu dibangkitkan. (Bandingkan Kolose 2:12.) Ya, baptisan menggambarkan perubahan besar yang kita buat dalam hidup. Apa maksudnya? Waktu dibenamkan ke dalam air, kita menunjukkan bahwa kita sudah meninggalkan kehidupan kita yang lama. Dan waktu keluar dari air, kita menunjukkan bahwa kita memulai kehidupan baru yang berfokus pada kehendak Allah.

Beberapa gambar yang menunjukkan seorang pria dibaptis setelah berhasil membuat perubahan. 1. Dia menonton pertandingan tinju di TV dengan seru. 2. Dia merokok. 3. Dia minum-minum alkohol. 4. Belakangan, dia dibaptis di kolam.

Waktu dibaptis, Saudara meninggalkan kehidupan yang lama dan memulai kehidupan baru yang berfokus pada kehendak Allah (Lihat paragraf 4)


5. Upaya Saudara untuk dibaptis bisa disamakan dengan apa, dan kenapa? (1 Petrus 3:​18-21)

5 Baca 1 Petrus 3:​18-21. Upaya Saudara untuk dibaptis bisa disamakan seperti upaya Nuh membangun bahtera. Kalau Saudara baru mulai belajar tentang Yehuwa, Saudara mungkin merasa kewalahan karena ada banyak hal yang harus diupayakan untuk bisa dibaptis. Rasanya mungkin seperti membangun sebuah bahtera. Tapi, apakah semua hal itu memang perlu diupayakan? Iya. Coba pikirkan: Dulu, Nuh bisa selamat karena dia membangun bahtera persis seperti yang Allah perintahkan. Dia beriman kepada Yehuwa, dan Yehuwa membantunya. Seperti Nuh, Saudara juga bisa melakukan ”semua yang Allah perintahkan”.—Kej. 6:22.

6. Kenapa bisa dikatakan bahwa baptisan menyelamatkan kita?

6 Di ayat 21, Rasul Petrus menulis bahwa baptisan ”menyelamatkan [kita]”. Memang, dibenamkan dalam air saja tidak bisa membuat kita diselamatkan atau dibersihkan dari dosa. Hanya darah Yesus yang bisa membersihkan kita dari dosa. (1 Yoh. 1:7) Meski begitu, baptisan sangat penting. Kenapa? Karena dengan melakukannya, kita menjalankan apa yang Allah perintahkan. Dan dengan dibaptis, kita sebenarnya ”meminta hati nurani yang bersih dari Allah”. Yehuwa pun memenuhi permintaan kita dengan mengampuni dosa-dosa kita atas dasar korban tebusan Yesus. Karena itu, bisa dikatakan baptisan ”menyelamatkan [kita]”, atau membuka kesempatan bagi kita untuk hidup selamanya.

BAGAIMANA BAPTISAN DILAKUKAN

7. Bagaimana seharusnya baptisan dilakukan?

7 Selain seseorang harus dibenamkan ke dalam air waktu dibaptis, tidak ada perincian lain di Alkitab tentang caranya baptisan seharusnya dilakukan. Meski begitu, prinsip-prinsip Alkitab bisa membantu kita untuk tahu apa yang pantas dan tidak pantas selama baptisan. Misalnya, Alkitab memberi prinsip tentang bagaimana calon baptis seharusnya berpakaian dan bagaimana seharusnya sikap orang-orang yang menyaksikan acara baptisan. (1 Kor. 14:40; 1 Tim. 2:9) Biasanya, yang membaptis adalah seorang penatua, tapi kita tidak akan memberi dia perlakuan yang istimewa. (1 Kor. 1:​14, 15) Selain itu, baptisan tetap sah di mata Yehuwa tidak soal berapa banyak orang yang menyaksikannya.—Kis. 8:36.

8. Kenapa ada pertanyaan yang diajukan di acara baptisan, dan apa saja pertanyaannya? (Kisah 2:​38-42; lihat juga gambar.)

8 Alkitab mengatakan bahwa untuk diselamatkan, kita harus membuat pernyataan iman di hadapan umum. (Rm. 10:​9, 10) Kita melakukannya tidak hanya waktu mengabar, tapi juga di hari kita dibaptis. Karena itu, dua pertanyaan diajukan ke calon baptis di acara baptisan. Pertama: ”Apakah Saudara sudah bertobat dari dosa-dosa Saudara, membaktikan diri kepada Yehuwa, dan memperlihatkan iman bahwa Dia memberikan keselamatan melalui Yesus Kristus?” Pertanyaan ini memberi calon baptis kesempatan untuk menunjukkan bahwa dia sudah melakukan semua itu untuk bisa dibaptis. Dan, pertanyaan itu mirip dengan kata-kata Petrus kepada orang-orang di hari Pentakosta. Pertanyaan kedua: ”Apakah Saudara memahami bahwa dengan dibaptis, Saudara menunjukkan kepada orang lain bahwa Saudara menjadi seorang Saksi-Saksi Yehuwa dan bergabung dengan organisasi Yehuwa?” Pertanyaan ini mengingatkan kita untuk memenuhi ikrar pembaktian kita dengan mengikuti arahan organisasi Yehuwa dan melayani Dia bersama saudara-saudari, seperti yang dilakukan murid Yesus di abad pertama. (Baca Kisah 2:​38-42.) Nah, kalau seseorang dengan sepenuh hati menjawab ya untuk kedua pertanyaan itu, dia memenuhi syarat untuk dibaptis.

Di pertemuan wilayah, beberapa calon baptis yang umurnya berbeda-beda membuat pernyataan iman di hadapan umum. Mereka berdiri di baris depan.

Di acara baptisan, Saudara membuat pernyataan iman di hadapan umum (Lihat paragraf 8)d


9. Apa saja yang harus dilakukan setiap orang untuk menyenangkan Allah?

9 Sebelum mengenal kebenaran, Saudara mungkin orang yang baik dan tidak pernah melakukan dosa serius. Atau, Saudara mungkin dibesarkan orang tua Saksi, yang membantu Saudara menyayangi Yehuwa. Kalau begitu, apakah Saudara masih perlu bertobat dan dibaptis untuk menyenangkan Allah? Iya. Tidak soal latar belakang kita, kita mewarisi dosa, yang membuat kita terpisah dari Dia dan melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan Dia. (Mz. 51:5) Nah, setelah mengenal Yehuwa, kita menyadari ada hal-hal yang perlu kita ubah, dan kita bertekad untuk mengutamakan kehendak-Nya. Kita pun tergerak untuk bertobat dan mulai melakukan hal-hal yang menyenangkan Yehuwa. Setelah itu, kita bisa dibaptis.—Kis. 3:19.

10. Meskipun pernah dibaptis, apa yang masih perlu Saudara lakukan untuk menjadi Saksi Yehuwa?

10 Sebelum mengenal kebenaran, Saudara mungkin pernah dibaptis di agama lain. Kalau begitu, apakah Saudara masih perlu dibaptis untuk menjadi Saksi Yehuwa? Iya, karena dulu Saudara tidak punya pengetahuan yang tepat tentang Allah Yehuwa dan Yesus. Dan meskipun dulu Saudara pernah membaktikan diri kepada Allah dalam doa, pembaktian Saudara tidak berdasarkan pemahaman yang tepat tentang kehendak-Nya. Di abad pertama, Rasul Paulus pernah bertemu dengan orang-orang Efesus yang sebelumnya sudah dibaptis tapi tidak memahami kebenaran tentang Kristus. Paulus pun mengatur supaya mereka dibaptis lagi.b (Kis. 19:​1-5) Begitu juga sekarang, baptisan seseorang dianggap sah oleh Yehuwa hanya kalau orang itu punya pengetahuan yang tepat tentang kehendak-Nya.

”DENGAN NAMA BAPAK DAN PUTRA DAN KUASA KUDUS”

11. Apa maksudnya dibaptis ”dengan nama Bapak dan Putra dan kuasa kudus”? (Matius 28:​18-20)

11 Yesus memerintahkan bahwa murid-muridnya harus dibaptis ”dengan nama Bapak dan Putra dan kuasa kudus”. (Baca Matius 28:​18-20.) Di Alkitab, kata ”nama” sering memaksudkan reputasi seseorang. Kata itu juga bisa memaksudkan kedudukan, wewenang, dan perannya. Jadi, waktu kita dibaptis ”dengan nama” Bapak, Putra, dan kuasa kudus, itu berarti kita mengakui kedudukan dan wewenang Bapak dan Putra serta peran kuasa kudus. (Bandingkan Matius 10:41; lihat keterangan tambahan untuk ”karena orang itu nabi”.) Mari kita bahas ini satu per satu.

12. Apa maksudnya dibaptis dengan nama Bapak? (Wahyu 4:11; lihat juga gambar.)

12 Dengan nama Bapak. Kita mengakui Yehuwa sebagai Bapak kita yang di surga, atau Pemberi kehidupan. Dia adalah Allah Yang Mahakuasa, yang menciptakan segala sesuatu. (Baca Wahyu 4:11.) Kita juga mengakui Dia sebagai Pendengar doa, dan kita tidak ragu menggunakan nama-Nya dengan hormat waktu berdoa. (Mz. 65:2) Selain itu, kita menceritakan kepada orang-orang tentang nama-Nya. Tapi kalau seseorang dibaptis dengan nama Bapak, ada hal lain lagi yang harus dia akui. Dulu, orang-orang yang mendengarkan Petrus di hari Pentakosta sudah tahu tentang Yehuwa. Tapi, mereka perlu mengakui Yehuwa sebagai Allah yang menyediakan keselamatan melalui Yesus Kristus.—Rm. 5:8.

Salah satu saudari di gambar sebelumnya yang baru dibaptis sedang berdoa di rumahnya.

Setelah dibaptis, Saudara perlu terus mengakui kedudukan dan wewenang Bapak (Lihat paragraf 12)


13. Apa maksudnya dibaptis dengan nama Putra? (Lihat juga gambar.)

13 Dengan nama Putra. Kita mengakui Yesus sebagai Putra tunggal Allah. Dan sebagai ”jalan”, Yesus adalah satu-satunya yang bisa membuat kita punya hubungan baik dengan Yehuwa. (Yoh. 14:6) Dia juga adalah Penebus kita, yang mati demi kita supaya kita bisa hidup abadi. Karena itu, kita tergerak untuk mengikuti teladannya setiap hari, bukan hanya saat kita dibaptis. (1 Yoh. 2:6) Jadi, kita mau mengabar dengan bersemangat meski ada tantangan. (Luk. 4:43) Kita juga mau tetap setia melayani Allah bahkan saat dianiaya. (2 Tim. 3:12) Selain itu, karena menghormati Yesus sebagai ”kepala sidang jemaat”, kita rela tunduk kepada orang-orang yang dia pilih untuk memimpin dan mengurus para pengikutnya.—Ef. 4:​8, 11, 12; 5:23.

Salah satu saudara di gambar sebelumnya yang baru dibaptis sedang membacakan sebuah ayat dari Alkitab kepada seorang pria waktu mengabar.

Setelah dibaptis, Saudara perlu terus mengakui kedudukan dan wewenang Putra (Lihat paragraf 13)


14. (a) Apa maksudnya dibaptis dengan nama kuasa kudus? (Lihat juga gambar.) (b) Selain baptisan air, ada baptisan apa saja untuk orang terurap? (Lihat kotak ”Baptisan untuk Orang-Orang Terurap”.)

14 Dengan nama kuasa kudus. Kita mengakui bahwa kuasa kudus bukanlah suatu pribadi atau bagian dari Tritunggal, tapi adalah tenaga dari Allah. Kita juga mengakui bahwa Allah menggunakan kuasa kudus untuk membimbing para nabi dan penulis Alkitab. (2 Ptr. 1:​20, 21) Karena itu, kita mau membaca Alkitab tiap hari dan mengikuti ajarannya. Kita juga tidak mau melakukan dosa serius, karena itu bisa membuat kita, dan bahkan sidang, tidak lagi mendapat kuasa kudus.—Ef. 4:30.

Salah satu saudari di gambar sebelumnya yang baru dibaptis sedang membaca Alkitab di rumahnya.

Setelah dibaptis, Saudara perlu terus mengakui peran kuasa kudus (Lihat paragraf 14)


Baptisan untuk Orang-Orang Terurap

Selain baptisan air, ada beberapa baptisan lain untuk orang-orang Kristen terurap.

  • Mereka dibaptis dengan kuasa kudus. Ini terjadi waktu mereka dipilih untuk melayani bersama Kristus di surga. (Mat. 3:11)

  • Mereka ”dibaptis ke dalam Kristus”. Maksudnya, mereka benar-benar bersatu dengan Kristus sampai-sampai mereka bisa disebut ”tubuh Kristus”. (Gal. 3:​27, 28; 1 Kor. 12:27)

  • Mereka dibaptis ke dalam kematian Yesus. Maksudnya, mereka mengikuti teladan Yesus dengan setia sampai mereka menyelesaikan kehidupan mereka di bumi dan dibangkitkan di surga. (Rm. 6:​3-5)

15. Apa seharusnya tekad kita?

15 Kalau Saudara sudah dibaptis, bertekadlah untuk benar-benar memahami ”ajaran . . . tentang baptisan”c dan hidup sesuai dengan ikrar pembaktian Saudara kepada Yehuwa. Tapi, bagaimana kalau Saudara belum dibaptis? Apakah ada sesuatu yang menghalangi Saudara? Di artikel berikutnya, kita akan membahas bagaimana Saudara bisa terus berupaya untuk dibaptis.

APA JAWABAN SAUDARA?

  • Apa makna baptisan?

  • Pertanyaan apa saja yang diajukan kepada calon baptis, dan kenapa itu diajukan?

  • Apa maksudnya dibaptis ”dengan nama Bapak dan Putra dan kuasa kudus”?

NYANYIAN 161 Kulakukan Kehendak-Mu

a Di Alkitab, kata Yunani untuk ”baptis” adalah baptisma, yang artinya ”pembenaman” atau ”pencelupan”. Jadi waktu seseorang dibaptis, seluruh tubuhnya dibenamkan, tidak hanya dipercik dengan air seperti ajaran beberapa agama.

b Orang-orang di Efesus itu sudah dibaptis dengan ”baptisan Yohanes”. (Kis. 19:3) Yohanes Pembaptis mengajak orang Yahudi untuk bertobat dari dosa mereka karena mereka sudah melanggar Hukum Musa. Lalu, mereka yang mau bertobat dibaptis oleh Yohanes. (Mrk. 1:​4, 5) Tapi, baptisan Yohanes tidak berlaku lagi setelah Hukum Musa berakhir. Sejak itu, hanya ada ”satu baptisan” yang diterima Allah dan bisa memberikan keselamatan.—Ef. 4:5.

c Lihat artikel ”Apa Baptisan Itu?” di seri artikel ”Pertanyaan Alkitab Dijawab” di jw.org dan JW Library®.

d PENJELASAN GAMBAR: Di pertemuan wilayah, para calon baptis berdiri untuk menyatakan iman mereka di depan umum.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan