PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w26 Februari hlm. 2-7
  • Caranya Membantu Anggota Keluarga yang Tidak Seiman

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Caranya Membantu Anggota Keluarga yang Tidak Seiman
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
  • Subjudul
  • Bahan Terkait
  • TERUSLAH BERIBA HATI KEPADA MEREKA
  • MENGHADAPI KATA-KATA DAN SIKAP YANG NEGATIF
  • TETAPLAH SABAR DAN OPTIMIS
  • TUNJUKKAN RASA SAYANG SAUDARA
  • JANGAN MENYERAH
  • Kebenaran Membawa ”Bukan Perdamaian, Tetapi Pedang”
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2017
  • Carilah Jawaban untuk Pertanyaan Berikut
    Daftar Acara Pertemuan Wilayah dengan Pengawas Wilayah 2025-2026
  • Andalkan Yehuwa Sewaktu Membuat Keputusan
    Pelayanan dan Kehidupan Kristen—Lembar Pelajaran—2023
  • Ajaran Dasar Alkitab—Apakah Masih Bermanfaat bagi Saudara?
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2025
Lihat Lebih Banyak
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
w26 Februari hlm. 2-7

6-12 APRIL 2026

NYANYIAN 82 ”Pancarkan Terang”

Caranya Membantu Anggota Keluarga yang Tidak Seiman

”Jangan menyerah dalam melakukan apa yang baik.”—GAL. 6:9.

INTI

Caranya kita bisa punya hubungan yang baik dengan anggota keluarga yang tidak seiman dan caranya kita bisa memberikan kesaksian jika keadaannya memungkinkan.

1-2. Apa yang mungkin membuat hubungan kita dengan keluarga yang tidak seiman menjadi kurang baik?

YESUS pernah mengatakan kepada seorang pria yang ingin menjadi pengikutnya, ”Pulanglah ke keluargamu, dan ceritakan semua yang Yehuwa lakukan bagimu.” (Mrk. 5:19) Yesus mengatakan hal itu karena dia tahu bahwa orang biasanya senang menceritakan hal-hal baik kepada keluarga mereka.

2 Bagaimana perasaan Saudara waktu mulai belajar kebenaran? Saudara mungkin menceritakannya dengan bersemangat kepada keluarga. Tapi, mereka mungkin tidak senang mendengarnya. Atau Saudara mungkin menyampaikan kebenaran dengan blak-blakan sehingga mereka tersinggung. Artikel ini bisa membantu Saudara untuk tetap punya hubungan baik dengan keluarga tapi juga tetap mengikuti standar Alkitab.

3. Apa yang akan kita bahas di artikel ini?

3 Di artikel ini, kita akan membahas: (1) Meskipun keluarga kita belum berminat pada kebenaran, kenapa kita perlu terus beriba hati kepada mereka? (2) Apa yang bisa kita lakukan sewaktu menghadapi kata-kata atau sikap negatif keluarga kita? (3) Kenapa kita perlu tetap sabar dan optimis saat berupaya membantu mereka? (4) Bagaimana kita bisa menunjukkan bahwa kita menyayangi mereka?

TERUSLAH BERIBA HATI KEPADA MEREKA

4. Bagaimana reaksi Yesus meskipun kebanyakan orang tidak mendengarkan dia?

4 Dalam sebuah perumpamaan, Yesus pernah menyamakan dirinya dengan seorang tukang kebun yang mencoba berbagai cara untuk membuat sebuah pohon ara berbuah. (Luk. 13:​6-9) Saat Yesus menyampaikan perumpamaan itu, sudah lebih dari tiga tahun Yesus berupaya membantu orang Yahudi untuk beriman kepadanya dan menjadi muridnya. Tapi, kebanyakan dari mereka tidak mau mendengarkan dia. Meski begitu, Yesus tidak menyerah. Karena beriba hati kepada mereka, dia dengan sabar mencoba berbagai cara untuk membantu mereka.

5. Kenapa Yesus beriba hati kepada orang Yahudi?

5 Yesus beriba hati kepada orang Yahudi karena dia tahu bahwa para pemimpin agama tidak pernah membantu mereka untuk beriman kepada Allah. Yesus melihat bahwa mereka ”seperti domba tanpa gembala”. (Mrk. 6:34) Tidak lama sebelum kematiannya, Yesus menangisi kota Yerusalem karena dia tahu banyak penduduknya akan mati karena tidak beriman. (Luk. 19:​41-44) Seperti Yesus, kalau kita beriba hati kepada keluarga kita dan memikirkan kenapa mereka membutuhkan kebenaran, kita akan tergerak untuk terus memberikan kesaksian kepada mereka.

6. Kenapa Saudara perlu bersabar terhadap keluarga yang tidak seiman? (Galatia 6:9)

6 Baca Galatia 6:9. Kalaupun keluarga Saudara belum tertarik pada kebenaran, Saudara harus bersabar dan terus ”melakukan apa yang baik” kepada mereka. Ingatlah, mereka pasti butuh waktu untuk mengubah kepercayaan mereka dan beriman kepada Yehuwa. Dulu, Saudara mungkin juga pernah ”tidak punya harapan dan tidak mengenal Allah”. (Ef. 2:12) Tapi kemudian, ada orang yang dengan sabar membantu Saudara mengenal Yehuwa. Apakah Saudara juga mau menjadi orang yang seperti itu bagi keluarga Saudara?

MENGHADAPI KATA-KATA DAN SIKAP YANG NEGATIF

7. Apa yang mungkin membuat adik-adik tiri Yesus tidak langsung beriman kepadanya?

7 Kemungkinan besar, adik-adik tiri Yesus pernah mendengar tentang berbagai mukjizat yang Yesus lakukan di Galilea. (Luk. 4:​14, 22-24) Tapi, mereka tidak langsung beriman kepada Yesus. (Yoh. 7:5) Kenapa? Alkitab tidak memberitahukannya. Tapi, Alkitab memberi tahu kita setidaknya dua alasan yang membuat sebagian orang Yahudi tidak mau menjadi pengikut Yesus. Ada yang takut dijauhi oleh sesama orang Yahudi. (Yoh. 9:​18-22) Ada juga yang sudah mengenal Yesus sejak dia masih kecil. Jadi, mereka merasa Yesus itu orang biasa dan tidak mungkin diutus oleh Allah. (Mrk. 6:​1-4) Adik-adik tiri Yesus mungkin juga terpengaruh oleh pandangan-pandangan seperti itu. Dan bisa jadi, alasan seperti itulah yang membuat anggota keluarga kita belum mau belajar kebenaran.

8. Apa yang mungkin membuat keluarga kita berkomentar atau bersikap negatif?

8 Cari tahu alasan di balik kata-kata dan sikap mereka. Keluarga Yesus, mungkin termasuk adik-adik tirinya, pernah mengatakan bahwa dia ”sudah tidak waras”. (Mrk. 3:21) Kenapa mereka mengatakan itu? Alkitab menunjukkan bahwa Yesus sibuk mengabar dan menyembuhkan banyak orang sampai-sampai dia tidak sempat makan. (Mrk. 3:20) Jadi, keluarga Yesus mungkin berpikir dia terlalu fanatik. Anggota keluarga kita juga mungkin menganggap kita seperti itu. Kalau mereka berpikir begitu, kita perlu menunjukkan melalui kata-kata dan tindakan bahwa kita masuk akal dan tidak fanatik.

9. Apa yang bisa mengubah pandangan keluarga kita tentang Saksi-Saksi Yehuwa? (1 Petrus 3:​1, 2; lihat juga gambar.)

9 Teruslah bersikap masuk akal dan baik hati. Kata-kata dan tindakan kita yang positif bisa mengubah pandangan keluarga kita tentang Saksi-Saksi Yehuwa. (Baca 1 Petrus 3:​1, 2.) Sebagai contoh, seorang saudari mungkin punya suami yang tidak seiman. Saat saudari itu berdinas atau berhimpun, suaminya mungkin bisa kesal dan merasa diabaikan. Karena tidak mau suaminya merasa begitu, saudari tersebut menyesuaikan jadwal dinasnya supaya bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama suaminya. Dia mungkin memutuskan untuk berdinas waktu suaminya sedang sibuk atau tidak ada di rumah. Dengan bersikap masuk akal seperti itu, seorang istri Kristen bisa membantu suaminya punya pandangan positif tentang Saksi-Saksi Yehuwa.

Beberapa gambar: 1. Seorang saudari menyiapkan makan siang dan kopi untuk suaminya yang tidak seiman sebelum suaminya berangkat kerja. 2. Belakangan, saudari itu mengabar dengan seorang saudari lain. Dia menunjukkan sebuah ayat dari HP-nya kepada seorang wanita di depan pintu rumahnya.

Kata-kata dan tindakan kita yang positif bisa mengubah pandangan teman hidup kita yang tidak seiman tentang Saksi-Saksi Yehuwa (Lihat paragraf 9)f


10. Bagaimana kita bisa meniru Yesus waktu keluarga kita berkomentar negatif tentang kita?

10 Ingatlah bahwa kita tidak perlu selalu menanggapi omongan negatif keluarga kita. Yesus pernah dituduh sebagai orang yang rakus dan suka mabuk. Tapi, dia tidak membela diri. Sebaliknya, dia ingin orang-orang melihat sendiri faktanya. (Mat. 11:19) Melalui tindakannya, dia menunjukkan bahwa dia seimbang dalam menjalani hidup. (Bandingkan Yohanes 2:​2, 6-10.) Sama seperti itu, Saudara tidak perlu selalu menanggapi omongan negatif keluarga Saudara. Sebaliknya, tunjukkan melalui tindakan Saudara bahwa hidup Saudara bahagia dan seimbang. Dengan begitu, keluarga Saudara bisa melihat sendiri faktanya. Dan saat mereka mendengar informasi negatif tentang Saksi Yehuwa, mereka bisa sadar bahwa itu tidak benar.

TETAPLAH SABAR DAN OPTIMIS

11. Bagaimana sikap Yesus kepada adik-adiknya?

11 Alkitab menunjukkan bahwa Yesus terus bersabar kepada adik-adiknya. Waktu Yesus melakukan mukjizat pertamanya di Kana, mereka kemungkinan besar juga ada di sana. (Yoh. 2:​11, 12) Meski begitu, mereka tetap tidak beriman. Tapi, Yesus terus baik kepada mereka dan tidak menjauhi mereka. Misalnya, sekitar tiga tahun setelah mukjizat di Kana, Alkitab menunjukkan bahwa Yesus berbicara dengan lembut kepada mereka.—Yoh. 7:​5-8.

12. Apa yang bisa membantu kita tetap optimis dan terus berharap keluarga kita akan menerima kebenaran?

12 Kita juga harus tetap optimis dan terus berharap keluarga kita akan menerima kebenaran. Kita bisa seperti itu kalau kita memahami belas kasihan Yehuwa. Setelah kesengsaraan besar dimulai, orang-orang mungkin masih punya kesempatan untuk berpihak kepada Yehuwa. Bisa jadi, saat agama palsu dihancurkan, keluarga kita akan ingat bahwa kita sudah pernah memberi tahu mereka tentang hal itu, dan mereka mungkin akan memutuskan untuk menjadi penyembah Yehuwa.a (Why. 17:16) Tapi dari sekarang pun, kalau keluarga kita menghadapi kesulitan, kita mau berupaya sebisa-bisanya membantu mereka. Kalau mereka melihat bahwa kita tulus menyayangi mereka, mereka mungkin akan lebih tertarik pada kebenaran.

TUNJUKKAN RASA SAYANG SAUDARA

13. Meskipun kita sibuk melayani Yehuwa, apa yang perlu kita ingat?

13 Meskipun kita sibuk melayani Yehuwa, kita tidak mau membuat keluarga kita berpikir bahwa kita tidak punya waktu untuk mereka atau tidak lagi menyayangi mereka. (Mat. 7:12) Bagaimana kita bisa menunjukkan bahwa kita menyayangi mereka? Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan.

14-15. Apa salah satu cara kita bisa menunjukkan kepada keluarga kita bahwa kita menyayangi mereka?

14 Tetaplah berkomunikasi dengan mereka. Kita perlu secara rutin memberi tahu keluarga kita tentang keadaan kita. Misalnya, kita bisa menelepon mereka, mengirim pesan singkat, dan mengirim foto-foto kita saat berlibur atau berkumpul dengan saudara-saudari. Kita juga bisa memberi mereka hadiah sederhana atau menulis surat yang menguatkan. Kalau kita melakukan hal-hal itu, kita menunjukkan bahwa kita menyayangi mereka, dan kita bisa punya hubungan yang lebih baik dengan mereka.

15 Perhatikan contoh Anna, yang tinggal di Armenia. Keluarganya sering menghabiskan waktu bersama, khususnya di acara ulang tahun atau perayaan lainnya. Saat Anna menjadi Saksi Yehuwa, keluarganya takut dia akan menjauh dari mereka. Mereka juga khawatir Anna akan mengalami banyak kesulitan karena menjadi Saksi Yehuwa. Jadi, apa yang Anna lakukan? Dia bercerita, ”Waktu mengunjungi keluarga, saya cerita tentang kehidupan dan kegiatan saya. Saya juga mengundang mereka ke rumah dan memperkenalkan saudara-saudari kepada mereka. Hasilnya, keluarga saya jadi lebih kenal dengan teman-teman saya dan tidak merasa canggung saat bertemu mereka.” Dia menambahkan, ”Banyak anggota keluarga saya mengatakan bahwa saya kelihatan lebih bahagia, dan mereka tidak khawatir lagi.”

16. Bagaimana Yesus menunjukkan kepedulian kepada Yakobus? (Lihat juga catatan kaki.)

16 Tunjukkan kepedulian. Setelah dibangkitkan, Yesus menunjukkan kepedulian kepada Yakobus adiknya dengan menemui dia secara pribadi. (1 Kor. 15:7) Yakobus pasti sangat tersentuh saat sadar bahwa Yesus masih sangat memedulikan dia. Kelihatannya, pertemuan inilah yang membuat Yakobus yakin bahwa Yesus adalah Mesias. Setelah itu, Yakobus mungkin juga membantu anggota keluarganya yang lain untuk beriman bahwa Yesus adalah Mesias.b—Kis. 1:14.

17. Bagaimana kita bisa mengikuti nasihat di Roma 12:15? (Lihat juga gambar.)

17 Baca Roma 12:15. Kalau kita menunjukkan kepedulian kepada keluarga kita di masa senang maupun sulit, mereka bisa punya pandangan yang lebih positif terhadap kita.c Misalnya, kalau ada anggota keluarga kita yang melahirkan, kita bisa memberi mereka ucapan selamat dan hadiah. Kalau ada yang berduka, kita bisa menghibur mereka, menawarkan bantuan, atau menulis kata-kata yang menguatkan. Dan kita bisa secara rutin menanyakan kabar keluarga kita, khususnya waktu mereka sedang menghadapi kesulitan.

Saudari yang ada di gambar sebelumnya sedang berfoto dengan suaminya yang tidak seiman dan ibu mertuanya, yang duduk di kursi roda.

Kalau kita menunjukkan kepedulian kepada keluarga kita di masa senang maupun sulit, mereka bisa punya pandangan yang lebih positif tentang kita dan iman kita (Lihat paragraf 17)g


Bolehkah Saya Menghadiri Acara Pernikahan atau Pemakaman?

Keluarga-keluarga biasanya berkumpul waktu ada acara pernikahan atau pemakaman. Sebelum memutuskan untuk hadir di acara itu, coba pikirkan beberapa prinsip Alkitab ini:

  • Apakah di sana akan ada upacara keagamaan atau kebiasaan dan acara adat yang tidak sesuai Alkitab? (2 Kor. 6:​14, 15)

  • Kalau ya, apakah Saudara bisa menolak tekanan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang tidak sesuai Alkitab? (Ams. 22:3)

  • Apakah anggota keluarga Saudara yang tidak seiman tahu bahwa Saudara tidak akan ikut berpartisipasi dalam semua kegiatan yang tidak menyenangkan Yehuwa?

  • Kalau acaranya diadakan di tempat ibadah dan Saudara memutuskan untuk hadir, bagaimana perasaan saudara-saudari terhadap keputusan Saudara? (Flp. 1:10)

Tidak soal apa yang Saudara putuskan, berupayalah untuk menjelaskannya kepada keluarga Saudara dengan jelas dan baik hati. Yang terpenting, pastikan keputusan Saudara menyenangkan Yehuwa.e

18. Bagaimana kita bisa meniru Andreas?

18 Perkenalkan saudara-saudari kepada mereka. Saat Andreas menyadari bahwa Yesus adalah Mesias, dia dengan bersemangat memperkenalkan Yesus kepada Petrus saudaranya. (Yoh. 1:​40-42) Apakah kita juga bisa melakukan itu? Misalnya, kita bisa sesekali mengajak keluarga kita berhimpun atau makan bersama saudara-saudari. Setelah mengenal saudara-saudari, keluarga kita kemungkinan akan sadar bahwa Saksi-Saksi Yehuwa adalah orang yang baik dan tidak fanatik.

19. Meskipun keluarga kita tidak sepenuhnya memahami kepercayaan kita, bagaimana seharusnya sikap kita kepada mereka? (1 Petrus 3:15)

19 Baca 1 Petrus 3:15. Keluarga kita mungkin tidak sepenuhnya paham kenapa kita tidak mau melakukan beberapa hal tertentu. Tapi kalau kita selalu baik hati dan merespek mereka, mereka pasti akan selalu mengingat hal itu. Dan meskipun kita tidak bisa mengikuti perayaan atau acara adat tertentu, mereka pasti senang kalau kita meluangkan waktu untuk mereka. Misalnya, kita bisa mengunjungi mereka, makan bersama mereka, dan memberi mereka hadiah.

JANGAN MENYERAH

20. Kenapa contoh Yakobus bisa menguatkan kita?

20 Yakobus tidak menjadi murid Yesus selama Yesus melayani di bumi. Tapi Yakobus akhirnya menjadi pengikut Yesus, dan dia pasti merenungkan hal-hal yang Yesus ajarkan. (Gal. 1:​18, 19; 2:9) Misalnya, dalam suratnya kepada orang-orang Kristen, dia menyebutkan beberapa hal yang mirip dengan beberapa ajaran Yesus dalam Khotbah di Gunung.d

21. Kenapa kita tidak boleh menyerah dan perlu tetap berupaya membantu keluarga kita?

21 Meskipun kita sudah berupaya sebisa-bisanya untuk memperlakukan keluarga kita dengan baik, mereka mungkin tetap memperlakukan kita dengan kurang baik dan tidak tertarik pada kebenaran. Tapi, kenapa kita tidak boleh menyerah? Karena setiap kali kita berbuat baik kepada keluarga kita, kita meniru Allah kita yang berbelaskasihan, Yehuwa, dan Putra-Nya, Yesus. (Luk. 6:​33, 36) Dan seiring berjalannya waktu, kebaikan kita mungkin akan mengubah sikap keluarga kita. Selain itu, tanpa kita sadari, mereka mungkin mengingat banyak hal yang pernah kita sampaikan tentang Yehuwa dan janji-Nya. Kalau kita tidak menyerah, pada saatnya nanti mereka mungkin akan memutuskan untuk melayani Yehuwa, dan kita pasti akan sangat bersukacita!

APA JAWABAN SAUDARA?

  • Kenapa keibaan hati sangat penting sewaktu kita berupaya membantu anggota keluarga yang tidak seiman?

  • Kenapa kita perlu tetap sabar dan optimis saat membantu keluarga yang tidak seiman?

  • Bagaimana kita bisa menunjukkan kepada keluarga yang tidak seiman bahwa kita menyayangi mereka?

NYANYIAN 60 Hidup Kekal bagi Mereka

a Lihat artikel ”Penghakiman Yehuwa Selama Kesengsaraan Besar—Apa yang Kita Ketahui?” di Menara Pengawal Mei 2024, hlm. 11, par. 11-13.

b Setidaknya ada dua adik Yesus, yaitu Yakobus dan Yudas, yang menjadi beriman setelah Yesus mati dan dibangkitkan.

c Lihat kotak ”Bolehkah Saya Menghadiri Acara Pernikahan atau Pemakaman?”

d Bandingkan Yakobus 1:2 dan Matius 5:​11, 12; Yakobus 1:19 dan Matius 5:22; Yakobus 1:22; 2:24 dan Matius 7:21; Yakobus 2:13 dan Matius 5:7; 6:​14, 15.

e Untuk mendapat lebih banyak informasi mengenal topik ini, lihat ”Pertanyaan Pembaca” di Menara Pengawal 15 Mei 2002 dan 15 November 2007.

f PENJELASAN GAMBAR: Sebelum berdinas, seorang saudari menyiapkan makanan untuk suaminya.

g PENJELASAN GAMBAR: Saudari itu juga mengunjungi ibu mertuanya, yang bukan Saksi Yehuwa.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan