PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • hdu artikel 35
  • Terus Menyediakan Publikasi Tercetak di Era Digital

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Terus Menyediakan Publikasi Tercetak di Era Digital
  • Bagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
  • Subjudul
  • Bahan Terkait
  • Kenapa Publikasi Tercetak Masih Dibutuhkan?
  • Memenuhi Kebutuhan Saudara-Saudari
  • ”Allah Benar-Benar Peduli pada Setiap Orang”
  • Gunakanlah, Jangan Hanya Disimpan
    Pelayanan Kerajaan Kita—2011
  • Apakah Anda Gunakan Teknologi Digital dengan Bijak?
    Sadarlah!—2015
  • Fitur Menarik dari Buku ”Hidup Bahagia Selamanya!”
    Pelayanan dan Kehidupan Kristen—Lembar Pelajaran—2022
  • Kotak Kecil yang Berisi Makanan Rohani
    Bagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
Lihat Lebih Banyak
Bagaimana Sumbangan Saudara Digunakan
hdu artikel 35
Sewaktu membuat persiapan perhimpunan, seorang saudari memakai Alkitab dan ”Lembar Pelajaran” versi tercetak.

BAGAIMANA SUMBANGAN SAUDARA DIGUNAKAN

Terus Menyediakan Publikasi Tercetak di Era Digital

1 APRIL 2026

Waktu mau membaca Alkitab atau publikasi, kebanyakan dari kita sudah tidak lagi memakai versi tercetak. Kita biasanya lebih sering memakai HP atau tablet. Kemungkinan besar, Saudara juga sedang membaca artikel ini di perangkat elektronik. Kita sangat bersyukur karena publikasi kita tersedia di aplikasi JW Library dan di jw.org!

Kenapa ada semakin banyak publikasi yang tersedia dalam versi digital? Banyak dari kita menyukai publikasi digital karena itu lebih praktis dan punya berbagai fitur yang berguna. Dan sekarang, saat berdinas, meskipun kita masih menawarkan publikasi tercetak, kita lebih berfokus untuk memulai percakapan.

Sekarang, jumlah publikasi yang dicetak berkurang 60 persen dibandingkan sepuluh tahun lalu! Pada 2015, sebelum JW Library banyak digunakan untuk mendownload publikasi, kebanyakan mesin cetak kita dioperasikan 16 jam sehari. Dan karena permintaan publikasi sangat tinggi, beberapa percetakan kita bahkan sempat berencana untuk beroperasi 24 jam. Tapi sekarang, kebanyakan mesin cetak kita hanya dioperasikan delapan jam sehari.

Kita bukanlah satu-satunya organisasi yang mengurangi pencetakan publikasi. Menurut beberapa sumber, beberapa tahun belakangan ini, jumlah koran, majalah, dan media tercetak lainnya semakin berkurang. Itu menunjukkan bahwa banyak orang di seluruh dunia memang lebih memilih versi digital dibandingkan versi tercetak. Jadi, apakah kita masih perlu mencetak publikasi? Ya! Mari kita lihat kenapa kita masih melakukannya dan bagaimana sumbangan Saudara mendukung hal itu.

Sewaktu memandu pelajaran Alkitab, dua saudari di Malawi menggunakan brosur Hidup Bahagia Selamanya! versi tercetak

Kenapa Publikasi Tercetak Masih Dibutuhkan?

Sebagian saudara-saudari kita masih membutuhkan publikasi tercetak. Perhatikan beberapa komentar mereka:

”Saya memakai publikasi tercetak karena tidak ada pilihan lain. Saya tidak mampu membeli perangkat elektronik. Kalaupun saya bisa membelinya, saya pasti tidak akan bisa selalu memakainya. Listrik di daerah kami sering mati, jadi pasti sulit untuk mengisi baterai perangkat saya.”​—Odete, Mozambik.

”Saya tidak mampu membeli perangkat elektronik. Kalaupun saya mampu beli perangkat yang murah, itu biasanya cepat rusak dan perlu sering diperbaiki. Dan selama perangkat itu diperbaiki, saya jadi tidak bisa baca publikasi.”​—Linley, Malawi.

”Karena kami tidak punya banyak uang, saya dan dua anak perempuan saya hanya punya satu HP. Di perhimpunan, kami bergantian memakainya. Kalau salah satu dari kami pakai HP itu, dua lainnya harus pakai publikasi tercetak.”​—Sinine, Mikronesia.

Ada juga saudara-saudari yang lebih memilih publikasi tercetak meskipun punya perangkat elektronik. Perhatikan beberapa alasannya:

”Saya sering pakai publikasi digital. Tapi waktu persiapan untuk perhimpunan, saya lebih suka pakai yang tercetak. Saya senang bisa membaca sambil memegang langsung publikasinya. Saya suka menandai poin-poin pentingnya dan membuat catatan di pinggir halaman. Semua itu memang bisa dilakukan di publikasi digital. Tapi saya merasa, kalau saya lakukan itu di publikasi tercetak, saya lebih mudah ingat pelajarannya dan menjalankan itu.”​—Márcia, Brasil.

”Saya lebih suka publikasi tercetak. Publikasi digital membuat mata saya capek. Saya juga tidak terlalu paham teknologi, jadi saya sering kesulitan waktu mau buat catatan, mendownload publikasi, atau mencari informasi.”​—Selina, Mozambik.

”Sepanjang hari, saya memakai HP dan komputer. Jadi waktu saya meluangkan waktu untuk Yehuwa, saya tidak mau pakai perangkat elektronik. Menurut saya, kalau saya pakai publikasi tercetak, saya jadi bisa baca pelan-pelan dan tidak tersimpangkan dengan notifikasi yang masuk.”​—Guillaume, Kanada.

”Dalam dinas, orang yang kami temui biasanya tidak langsung mau memberikan nomor HP atau alamat e-mail untuk menerima publikasi digital. Jadi, lebih mudah bagi kami untuk menawarkan publikasi tercetak. Selain itu, kami sering mengabar di daerah yang berbahaya. Jadi di daerah-daerah itu, kami biasanya berupaya tidak memakai perangkat elektronik.”​—Seorang pengawas wilayah di Amerika Selatan.

Seorang saudara sedang membuat persiapan dengan menggunakan versi tercetak dari ”Menara Pengawal” edisi pelajaran. Dia menandai jawaban dengan spidol berwarna. Di mejanya, ada Alkitab tercetak yang beberapa ayatnya sudah ditandai.

Banyak saudara-saudari lebih suka memakai publikasi tercetak waktu membuat persiapan untuk perhimpunan

Apa saja yang dilakukan organisasi untuk membantu saudara-saudari yang membutuhkan atau lebih menyukai publikasi tercetak?

Memenuhi Kebutuhan Saudara-Saudari

Sekarang ini, publikasi kita terus dicetak di sembilan kantor cabang yang punya percetakan. Selama tahun dinas 2025, kita mencetak lebih dari 1,5 miliar publikasi, termasuk lebih dari 3 juta Alkitab, lebih dari 18 juta buku, dan lebih dari 941 juta risalah dan undangan. Untuk mencetak semua publikasi itu, kita menghabiskan lebih dari 35 juta dolar AS (lebih dari 587 miliar rupiah). Selain itu, selama tiga tahun terakhir, kita menghabiskan sekitar 10 juta dolar AS (lebih dari 167 miliar rupiah) untuk membeli peralatan percetakan dan penjilidan yang baru.

Untuk menghemat dana sumbangan, kita hanya mencetak sesuai dengan kebutuhan. Seperti yang disebutkan sebelumnya, meskipun kita masih menawarkan publikasi tercetak dalam dinas, kita sekarang lebih berfokus untuk memulai percakapan. Jadi dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah majalah Sadarlah! yang dicetak sudah jauh berkurang. Sebelumnya, jumlahnya adalah 86 majalah untuk setiap penyiar per tahun, tapi sekarang, jumlahnya hanya 11. Dan karena kita semakin sering memakai kartu kontak, jumlah kartu kontak yang sekarang dicetak meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan sebelum tahun 2020.

”Allah Benar-Benar Peduli pada Setiap Orang”

Saudara-saudari sangat bersyukur karena publikasi kita masih terus dicetak. Ricardo, di Brasil, mengatakan, ”Saya senang karena bisa menjadi bagian dari organisasi yang memastikan makanan rohani tersedia untuk semua, bahkan bagi mereka yang tidak bisa memakai publikasi digital. Dengan begitu, ’siapa pun yang haus’ dan ’siapa pun yang mau’ bisa mendapat kebenaran yang menyelamatkan kehidupan.” (Wahyu 22:17) Bernard, di Tahiti, mengatakan, ”Saya sangat bersyukur karena ada publikasi tercetak. Ini adalah bukti bahwa organisasi Yehuwa itu pengasih, bijaksana, dan mempertimbangkan semua orang. Organisasi ini memastikan semua orang bisa mendengar kabar baik, tidak soal dia tua atau muda, kaya atau miskin. Jelas sekali, Allah peduli pada semua orang.”

Andréia, dari Brasil, senang karena sumbangannya bisa mendukung pencetakan publikasi. Dia mengatakan, ”Organisasi kita menggunakan uang, waktu, keterampilan, dan tenaga untuk mencetak publikasi bagi mereka yang tidak bisa memanfaatkan publikasi digital. Saya jadi yakin bahwa Allah benar-benar peduli pada setiap orang. Kalaupun sumbangan saya hanya dipakai untuk mencetak publikasi, saya tetap akan senang memberikan sumbangan.”

Terima kasih banyak untuk semua sumbangan Saudara, termasuk yang diberikan melalui donate.jw.org. Karena kemurahan hati Saudara, publikasi tercetak bisa terus tersedia bagi saudara-saudari yang membutuhkannya atau yang lebih menyukainya.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan