PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • ijwex artikel 34
  • Hidup Mereka Berubah Setelah Belajar Alkitab

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Hidup Mereka Berubah Setelah Belajar Alkitab
  • Pengalaman Saksi-Saksi Yehuwa
  • Subjudul
  • Bahan Terkait
  • Tadinya Mengejar Uang Tapi Akhirnya Benar-Benar Bahagia
  • Seorang Penjahat Akhirnya Punya Kehidupan yang Bermakna
  • Alkitab Bisa Membantu Kita Menjadi Orang yang Lebih Baik
  • ”Saya Menggali Kuburan Saya Sendiri”
    Alkitab Mengubah Kehidupan
  • Pengalaman Ricardo dan Andres
    Sadarlah!—2019
  • ”Saya Sangat Mudah Marah”
    Alkitab Mengubah Kehidupan
  • Pendidikan​—Gunakanlah untuk Memuji Yehuwa
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1996
Lihat Lebih Banyak
Pengalaman Saksi-Saksi Yehuwa
ijwex artikel 34
Beberapa gambar: Foto dua pria sebelum mereka menjadi Saksi-Saksi Yehuwa. 1. Lanh Văn Nguyễn. 2. Thắng Viết Phùng.

Hidup Mereka Berubah Setelah Belajar Alkitab

Ini adalah pengalaman dua pria dari Vietnam yang hidupnya berubah drastis. Dulu, mereka merasa bahwa kekayaan bisa membuat mereka bahagia dan bebas dari perasaan khawatir. Jadi, demi mendapat banyak uang, mereka mengorbankan banyak hal dan bahkan melakukan hal-hal yang merugikan orang lain. Tapi belakangan, mereka sadar bahwa mereka baru bisa benar-benar damai dan bahagia kalau mereka mempelajari Alkitab. Pengalaman mereka menunjukkan bahwa prinsip Alkitab bisa membantu kita menjadi orang yang bertanggung jawab, taat hukum, dan bermoral.

Tadinya Mengejar Uang Tapi Akhirnya Benar-Benar Bahagia

Lanh Văn Nguyễn memakai seragam militer.

Waktu Lanh Văn Nguyễn masih kecil, dia mengalami dampak dari peperangan, pergolakan politik, dan kemiskinan. Belakangan, dia jadi merasa bahwa seseorang harus punya banyak uang agar bisa benar-benar bahagia. Pada tahun 1988, dia pindah ke Jerman untuk mencari pekerjaan. Dia bekerja siang malam untuk mencari uang.

Sepuluh tahun kemudian, Lanh bertemu Saksi-Saksi Yehuwa. Mereka menunjukkan kepadanya buku Amsal di Alkitab. Dia sangat tertarik dengan buku itu karena dia menyukai peribahasa dan kata-kata bijak. Setelah tahu bahwa Alkitab berisi banyak nasihat yang berguna, dia jadi ingin mempelajari Alkitab lebih dalam. Dia pun meminta seorang wanita Saksi membelikan Alkitab untuknya. Wanita itu mengatakan bahwa kalau Lanh mau membahas Alkitab bersama dia dan suaminya, mereka akan memberinya Alkitab secara gratis. Waktu wanita itu berkunjung lagi, dia membawakan Alkitab dan sebuah buku untuk belajar Alkitab, yaitu buku Pengetahuan yang Membimbing kepada Kehidupan Abadi.

Setelah mulai belajar Alkitab dengan Saksi-Saksi Yehuwa, Lanh merasa ragu dengan bisnis yang dia jalankan, yaitu jual beli senjata. Dia pun memutuskan untuk berhenti menjalankan bisnisnya. Itu membuat pendapatannya menurun sampai 80 persen. Jadi, dia berdoa tentang hal itu dan mulai menjual barang-barang lain. Lama-lama, pendapatannya mulai meningkat.

Lanh ingin menggunakan sebanyak mungkin waktunya untuk ikut mengajarkan Alkitab dan menceritakan apa yang dia pelajari kepada orang lain. Tapi, dia kesulitan melakukannya karena tidak lancar berbahasa Jerman. Jadi, dia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya, Vietnam, untuk mengajarkan Alkitab kepada orang-orang di sana.

Karena belajar Alkitab, Lanh berhasil mengubah cara berpikir dan cara hidupnya. Sekarang dia, istrinya, dan anak-anaknya menjalani kehidupan yang bahagia.

Lanh dan istrinya tersenyum di sebuah taman.

Lanh dan istrinya

Seorang Penjahat Akhirnya Punya Kehidupan yang Bermakna

Thắng Viết Phùng sebelum menjadi seorang Saksi Yehuwa.

Thắng Viết Phùng lahir pada 1976 di Nghe An, Vietnam. Dulu, dia punya impian untuk menjadi orang kaya. Jadi, waktu berumur 19 tahun, dia pergi dari rumahnya untuk mencari kekayaan. Dia menyelundup ke Jerman dan bergabung dengan sebuah geng yang sering berbuat kriminal. Dia selalu membawa senjata ke mana-mana. Sewaktu tidur, dia bahkan menaruh senjatanya di bawah bantal. Belakangan, karena terlibat kasus penculikan, dia ditangkap dan dijatuhi hukuman enam tahun penjara. Tapi dua tahun kemudian, dia dibebaskan.

Setelah itu, Thắng bergabung dengan geng baru dan kembali melakukan tindakan kriminal. Dia ditangkap lagi, tapi dia tidak diadili, karena para saksi mata tidak berani memberikan kesaksian. Lama-lama, dia menjadi penjahat yang terkenal. Belakangan, dia ditangkap lagi dan dijatuhi hukuman sepuluh tahun penjara. Di antara para tahanan dan sipir, dia terkenal sangat kejam.

Suatu hari, seorang tahanan lain mengajak Thắng untuk ikut pertemuan ibadah Saksi-Saksi Yehuwa yang diadakan di dalam penjara. Awalnya dia tidak mau ikut, tapi akhirnya dia ikut juga. Sewaktu mengikuti pertemuan ibadah itu, dia merasa sangat damai. Di sana, dia mendapat buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?, yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa. Dia membaca seluruh buku itu dalam satu malam. Di salah satu pasalnya, ada ayat-ayat Alkitab yang menjelaskan bahwa orang mati itu seperti orang yang sedang tidur. (Pengkhotbah 9:5; Yohanes 11:11-14) Sebelumnya, Thắng percaya bahwa anggota keluarganya yang sudah meninggal selalu mengawasi dia. Dia sering bertanya-tanya kenapa mereka tidak mencegah dia melakukan hal-hal yang buruk.

Thắng terus mengikuti pertemuan ibadah Saksi-Saksi Yehuwa, yang diadakan secara rutin untuk membantu orang-orang belajar Alkitab. Belakangan, dia belajar bahwa Yehuwa sangat mengasihi manusia, termasuk dirinya. Dia juga belajar untuk membedakan mana yang benar dan yang salah. Dia berupaya keras untuk tidak lagi berfokus pada uang dan bersikap kasar. Bagi Thắng, perubahan yang paling sulit adalah mengendalikan emosinya. Tapi, dia terus berdoa dan berupaya, dan dia akhirnya berhasil. Belakangan, Thắng kembali ke Vietnam. Dia bercerita, ”Sekarang, saya punya keluarga yang bahagia, dan kami bisa melayani Yehuwa bersama-sama. Dia menyelamatkan hidup saya dan memberkati saya dengan limpah. Ketika merenungkan masa lalu saya, saya berpikir, ’Apa jadinya hidup saya kalau saya tidak mengenal Yehuwa?’”

Thắng bersama istri dan anak perempuannya.

Thắng dan keluarganya

Alkitab Bisa Membantu Kita Menjadi Orang yang Lebih Baik

Pengalaman Lanh dan Thắng menunjukkan manfaatnya belajar Alkitab. Mereka tidak lagi menghabiskan waktu dan tenaga mereka untuk mencari uang. Lanh, yang dulunya merasa bahwa kekayaan bisa membuat dia bahagia, sekarang merasa bahagia karena bisa melayani Allah bersama keluarganya. Thắng, yang dulunya sering melanggar hukum demi menjadi kaya, sekarang mengajar orang lain tentang pentingnya tetap jujur dan menaati hukum. Mereka tidak lagi berfokus mengejar kekayaan. Sebaliknya, mereka berfokus untuk membantu orang-orang belajar Alkitab supaya orang-orang itu bisa bahagia dan menjadi warga yang baik.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan