PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w26 Juni hlm. 8-13
  • Cara Mempertahankan Persahabatan dengan Saudara-Saudari

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Cara Mempertahankan Persahabatan dengan Saudara-Saudari
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
  • Subjudul
  • Bahan Terkait
  • PENTINGNYA SIFAT-SIFAT KRISTEN
  • WAKTU ADA PERSELISIHAN
  • WAKTU ADA PERBEDAAN KEPRIBADIAN
  • WAKTU SAUDARA-SAUDARI SEDANG SAKIT ATAU TERTEKAN
  • Mempertahankan Persahabatan dalam Dunia tanpa Kasih
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—2009
  • Mendekat kepada Satu Sama Lain Itu Sungguh Baik!
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2025
  • Carilah Jawaban untuk Pertanyaan Berikut
    Daftar Acara Pertemuan Wilayah dengan Pengawas Wilayah 2025-2026
  • Tirulah Kerendahan Hati Yehuwa
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2025
Lihat Lebih Banyak
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
w26 Juni hlm. 8-13

17-23 AGUSTUS 2026

NYANYIAN 90 Mari Saling Menguatkan

Cara Mempertahankan Persahabatan dengan Saudara-Saudari

”Kenakanlah kasih sayang, keibaan hati, kebaikan hati, kerendahan hati, kelembutan, dan kesabaran.”—KOL. 3:12.

INTI

Cara mengatasi hal-hal yang bisa mengancam persahabatan kita dengan rekan seiman.

1. Di mana kita bisa menemukan teman sejati?

”ALLAH tahu pada akhir zaman banyak kesulitan. Kita perlu punya teman agar bisa bertahan.” Apakah Saudara setuju dengan kata-kata pembuka dari lagu ”Teman Sejati” itu? Kita pasti bersyukur bisa punya teman-teman sejati di antara umat Yehuwa! (Mz. 119:63) Kita senang menjadi bagian dari satu keluarga yang melayani Yehuwa dan saling mengasihi.

2. Hubungan seperti apa yang ingin kita miliki dengan saudara-saudari kita?

2 Kita mau bersahabat dengan saudara-saudari kita, bukan sekadar mengenal mereka. Sebagai hamba Allah, kita sama-sama mengasihi Yehuwa dan Yesus, dan kasih itu mempersatukan kita. (Yoh. 13:35) Tapi, butuh upaya yang besar untuk menjalin persahabatan yang akrab. Dan karena kita tidak sempurna, kadang ada saja yang bisa merusak persahabatan kita.

3. Kenapa kita mungkin sulit mempertahankan persahabatan?

3 Wajar kalau kita merasa lebih akrab dengan beberapa saudara-saudari dibandingkan yang lain. Kenapa? Kita mungkin menyukai hal-hal yang sama atau punya sifat-sifat yang mirip. Tapi di sisi lain, kita mungkin sulit mempertahankan persahabatan dengan saudara-saudari tertentu karena perbedaan pendapat. Atau, kepribadian kita mungkin sangat berbeda sampai-sampai kita merasa tidak cocok bergaul dengan mereka. Persahabatan juga bisa diuji waktu rekan seiman kita terkena penyakit serius atau sedang tertekan. Di artikel ini, kita akan membahas bagaimana teladan Yesus bisa membantu kita mempertahankan persahabatan waktu ada kesulitan. Tapi sebelumnya, mari kita bahas sifat-sifat Kristen yang bisa membantu kita mempertahankan persahabatan.

PENTINGNYA SIFAT-SIFAT KRISTEN

4. Bagaimana kita bisa memperkuat persahabatan dengan saudara-saudari?

4 Supaya persahabatan kita semakin kuat, kita perlu mencari hal-hal baik dalam diri saudara-saudari kita. Untuk itu, kita perlu menghabiskan waktu bersama mereka. Dulu, Rasul Paulus sangat ingin berada bersama saudara-saudarinya. Dia menulis kepada orang Kristen di Tesalonika: ”Kami berusaha keras untuk bertemu dengan kalian.” (1 Tes. 2:17) Banyak saudara-saudari merasa bahwa cara terbaik untuk memperkuat persahabatan adalah dengan bertemu langsung dan mengobrol bersama. Kita punya banyak kesempatan untuk melakukannya waktu berdinas, berhimpun, dan menghadiri pertemuan wilayah atau regional. Tapi, sekadar menghabiskan waktu bersama tidak menjamin bahwa persahabatan kita akan bebas masalah.

5. Waktu ada kesulitan, apa yang bisa membantu kita mempertahankan persahabatan? Berikan gambaran. (Kolose 3:12)

5 Waktu ada kesulitan, kita bisa mempertahankan persahabatan kalau kita memiliki sifat-sifat Kristen seperti kerendahan hati, kesabaran, kebaikan hati, dan keibaan hati. (Baca Kolose 3:12.) Sama seperti oli dibutuhkan supaya mesin kendaraan bisa berjalan dengan mulus, sifat-sifat Kristen juga dibutuhkan untuk mengurangi gesekan dalam persahabatan. Sekarang, mari kita bahas tiga hal apa yang bisa merusak persahabatan dan bagaimana kita bisa terus menjadi teman sejati dengan meniru Yesus yang rendah hati, sabar, baik hati, dan beriba hati.

WAKTU ADA PERSELISIHAN

6. Bagaimana perbedaan pendapat bisa merusak persahabatan?

6 Kesulitannya. Waktu dua orang berbeda pendapat, masing-masing mungkin merasa bahwa pendapatnya paling benar. Bayangkan sebuah situasi yang bisa merusak persahabatan di sidang: Dua saudara punya pendapat yang berbeda tentang pengaturan terbaik untuk pengabaran di kelompok dinas lapangan mereka. Kalau mereka tidak rendah hati dan tidak mau mencari solusi bersama-sama, mereka bisa menjadi kesal terhadap satu sama lain. Akhirnya, mereka bisa semakin jauh dan bahkan tidak berteman lagi, hanya karena mereka berbeda pendapat dalam hal kecil.

7. Bagaimana Yesus mengajarkan bahwa kerendahan hati itu penting untuk mengatasi perselisihan?

7 Tirulah Yesus yang rendah hati. Dia mengajar murid-muridnya satu hal penting yang bisa mengatasi perselisihan, yaitu kerendahan hati. Murid-murid itu sudah beberapa kali berdebat tentang siapa yang terbesar di antara mereka. Untuk membantu mereka membuang sikap yang sudah berurat berakar itu, Yesus menjelaskan bahwa mereka perlu memandang orang lain lebih tinggi dari mereka. (Mat. 20:​25-28) Mereka harus belajar untuk menjadi rendah hati. Pada malam terakhir sebelum kematiannya, Yesus memberikan teladan dengan mencuci kaki murid-muridnya, seperti yang biasanya dilakukan seorang pelayan. (Yoh. 13:​3-5, 12-16) Dengan begitu, dia menunjukkan caranya mereka bisa mempertahankan persahabatan. Kalau mereka memandang orang lain lebih tinggi, mereka bisa lebih mudah mengalah waktu ada perselisihan. Dan hasilnya, mereka bisa tetap bersahabat.

8. Bagaimana kerendahan hati bisa membantu kita mempertahankan persahabatan? (Kolose 3:13; lihat juga gambar.)

8 Cara mempertahankan persahabatan. Kalau Saudara rendah hati, Saudara bisa lebih mudah mengabaikan perselisihan kecil dan memaafkan dengan tulus. (Baca Kolose 3:13.) Kerendahan hati juga bisa membantu Saudara untuk tidak bereaksi dengan negatif waktu ada yang membuat Saudara kesal. (Mz. 4:4) Kalaupun seseorang mengatakan sesuatu yang menyakiti hati Saudara, jangan lupa bahwa kita semua pernah mengatakan hal-hal yang belakangan kita sesali. (Pkh. 7:​21, 22) Coba pikirkan: ’Mana yang lebih penting: menunjukkan bahwa sayalah yang benar atau mempertahankan persahabatan?’ Ingatlah, Saudara bisa memilih untuk mengalah. Setelah itu, Saudara tidak perlu terus memikirkannya atau mengungkit-ungkitnya lagi.

Beberapa gambar: Seorang saudara lansia meniru kerendahan hati Yesus. 1. Yesus mencuci kaki seorang rasul. 2. Seorang saudara lansia terlihat kurang setuju waktu mendengarkan seorang saudara muda berbicara sambil menunjuk ke peta daerah sidang. 3. Kedua saudara itu berdinas bersama dan terlihat senang.

Kalau kita rendah hati, kita bisa lebih mudah mengabaikan perselisihan kecil dan memaafkan dengan tulus (Lihat paragraf 8)a


9. Bagaimana kerendahan hati bisa membantu Saudara menyelesaikan perselisihan yang berkepanjangan? (Amsal 17:9)

9 Kerendahan hati juga bisa membantu Saudara menyelesaikan perselisihan yang berkepanjangan. Jangan berdebat untuk membuktikan bahwa Saudaralah yang benar. (Baca Amsal 17:9; 1 Kor. 6:7) Ingatlah, tujuan Saudara adalah mempertahankan persahabatan. Banyak saudara-saudari berhasil menyelesaikan perselisihan dengan menemui orang yang berselisih dengan mereka lalu mengajaknya bicara baik-baik. (Mz. 34:14) Saudara bisa mengatakan, ’Kita kan sudah lama berteman. Bagaimana kalau kita selesaikan masalahnya sama-sama?’ Bersiaplah untuk mengakui bahwa Saudara juga ada salahnya dan sudah membuat dia sakit hati. Lalu, Saudara perlu minta maaf. Dan kalau dia juga minta maaf, maafkan dia dengan baik hati. (Luk. 17:​3, 4) Jangan lupa, tujuan Saudara bukan untuk menentukan siapa yang benar dan salah, tapi untuk menyelesaikan perselisihan dan mempertahankan persahabatan.—Ams. 18:24.

WAKTU ADA PERBEDAAN KEPRIBADIAN

10. Apa yang bisa membuat kita sulit bersahabat dengan saudara-saudari?

10 Kesulitannya. Kita mungkin sulit bersahabat atau tetap dekat dengan saudara-saudari yang kepribadiannya berbeda dengan kita. Beberapa sifat mereka mungkin membuat kita kesal. Atau, mungkin cara bergaul mereka berbeda dengan yang kita harapkan, karena dulunya mereka pernah diperlakukan dengan buruk atau berasal dari budaya yang lebih kalem atau yang lebih bersemangat. Selain itu, kita mungkin lebih suka berada bersama banyak orang, sedangkan mereka pemalu dan tidak suka keramaian, atau sebaliknya.

11. Kenapa Yesus bisa tetap bersahabat dengan orang-orang yang kepribadiannya berbeda dengan dia?

11 Tirulah Yesus yang sabar. Dia tetap bersahabat dengan orang-orang yang kepribadiannya berbeda dengan dia, misalnya Rasul Yakobus dan Rasul Yohanes. Mereka pernah dengan ambisius meminta kedudukan yang penting di Kerajaan Allah. (Mrk. 10:​35-37) Sebaliknya, Yesus dengan rendah hati meninggalkan kedudukannya yang tinggi dan tugasnya yang penting di surga untuk datang ke bumi. (Flp. 2:​5-8) Kedua sikap itu sangat bertolak belakang. Tapi, Yesus tetap sabar kepada Yakobus, Yohanes, dan murid-murid lainnya.

12. Kenapa Yesus bisa tetap sabar kepada sahabat-sahabatnya?

12 Yesus tidak mengharapkan kesempurnaan dari sahabat-sahabatnya. Dia tahu bahwa selain Yakobus dan Yohanes, banyak murid lainnya juga punya semangat bersaing. (Mrk. 9:34) Yesus sendiri dibesarkan dalam budaya yang sama, yang sangat mementingkan kedudukan. Jadi, dia bisa mengerti cara berpikir mereka. Dia tetap sabar dan memberi mereka waktu untuk membuang kesombongan dan ambisi mereka, yang sudah tertanam dalam hati mereka selama bertahun-tahun.—Mrk. 10:​42-45.

13. Bagaimana kesabaran bisa membantu kita mempertahankan persahabatan? (Efesus 4:2)

13 Cara mempertahankan persahabatan. Kita perlu berupaya untuk bersabar dengan tidak menjadi kesal waktu kita tidak suka dengan sifat atau kebiasaan seseorang. (Ams. 14:29) Kita semua punya sifat dan kebiasaan yang berbeda-beda. Banyak di antaranya bukan kelemahan, tapi bisa membuat orang lain kesal. Misalnya, ada yang suka bicara, dan ada yang pendiam. Kita pasti berharap orang lain mau menerima kepribadian kita yang berbeda. (Baca Efesus 4:2.) Jadi, kita juga mau melakukan yang sama. Kalau seseorang pendiam atau pemalu, hargai upayanya untuk bergaul dan mengobrol. Di sisi lain, kalau seseorang senang bergaul dan suka bicara, bersabarlah dengannya. Memang, kita tidak bisa bersahabat akrab dengan semua orang. Tapi ingatlah, orang Kristen yang kepribadiannya sangat berbeda pun bisa tetap bekerja sama dengan baik dalam melayani Yehuwa.

14. Kalau kita sabar, kita jadi bisa memperhatikan apa?

14 Kalau kita sabar, kita jadi bisa memperhatikan sifat-sifat baik saudara-saudari kita. Hasilnya, kita bisa lebih mudah untuk bersahabat dengan mereka meskipun kepribadian kita berbeda. Pikirkan lagi contoh Yakobus dan Yohanes. Memang, waktu itu mereka dengan egois meminta kedudukan penting. Tapi, permintaan mereka menunjukkan bahwa Kerajaan Allah nyata bagi mereka. Yesus pun memperhatikan dan menghargai iman mereka. Kalau kita mencari hal-hal baik dalam diri saudara-saudari, itu berarti kita meniru Yesus dan juga Bapaknya, Yehuwa.

15. Siapa yang bisa membantu kita untuk tetap bersahabat dengan saudara-saudari yang kepribadiannya berbeda?

15 Yang terpenting, kita bisa berdoa meminta bantuan Yehuwa untuk tetap bersahabat dengan saudara-saudari yang kepribadiannya berbeda. Pikirkan situasi apa saja yang bisa membuat Saudara kesal, dan berdoalah supaya Saudara bisa tetap sabar. Ingatlah bahwa Yehuwa, Pencipta kita, mengerti kesulitan yang bisa terjadi karena perbedaan kepribadian. Jadi waktu berdoa, yakinlah Yehuwa tahu apa yang Saudara butuhkan untuk bisa tetap sabar. Dan waktu ada situasi yang menguji kesabaran Saudara, mintalah kuasa kudus Yehuwa supaya Saudara bisa mengendalikan reaksi Saudara.—Luk. 11:13; Gal. 5:​22, 23.

WAKTU SAUDARA-SAUDARI SEDANG SAKIT ATAU TERTEKAN

16. Kenapa kita mungkin sulit mempertahankan persahabatan waktu saudara-saudari kita sedang menderita?

16 Kesulitannya. Waktu saudara-saudari kita sedang menderita secara fisik atau emosi, mereka bisa saja mengatakan atau melakukan sesuatu yang membuat kita kesal. Misalnya, mereka mungkin jadi lebih tertutup atau cepat tersinggung, dan bahkan reaksi mereka mungkin tidak bisa ditebak. Kita bisa saja sakit hati dengan kata-kata atau tindakan mereka. (Ayb. 6:​2, 3) Dan kalau kita tidak tahu kesulitan yang mereka hadapi, kita mungkin tidak bisa terima kenapa mereka seperti itu.

17. Apa yang Saudara pelajari dari cara Yesus memperlakukan Bartimeus?

17 Tirulah Yesus yang baik hati dan beriba hati. Dia selalu bersikap seperti itu terhadap orang-orang yang tertekan, termasuk yang baru pertama kali bertemu dengannya. Perhatikan bagaimana dia memperlakukan Bartimeus, seorang pria yang buta. Waktu Bartimeus mendengar bahwa Yesus sedang lewat, dia berteriak-teriak memanggil Yesus. Orang-orang menyuruhnya untuk diam, tapi dia malah berteriak semakin keras karena sangat ingin disembuhkan. Apakah orang-orang menjadi kesal? Kelihatannya begitu. Tapi, Yesus ”tergerak oleh rasa kasihan”. Dalam bahasa aslinya, itu berarti Yesus merasakan kepedihan yang mendalam waktu melihat Bartimeus menderita. (Mat. 20:34; Mrk. 10:​46-52) Yesus pun berbicara kepadanya dengan baik hati dan menunjukkan bahwa dia menghargai imannya. Lalu, Yesus menyembuhkan Bartimeus secara mukjizat.

18. Apa yang perlu kita lakukan waktu sahabat kita menderita? (1 Tesalonika 5:14)

18 Cara mempertahankan persahabatan. Jadilah sahabat yang baik hati dan beriba hati. Dengan begitu, Saudara akan bisa memberikan ”kata-kata yang menghibur” kepada saudara-saudari yang sedang sakit atau tertekan. (Baca 1 Tesalonika 5:14.) Ingatlah bahwa teman sejati selalu siap membantu, terutama ”saat ada kesusahan”. (Ams. 17:17) Teman seperti itu tidak hanya merasa kasihan, tapi juga berupaya sebisa-bisanya untuk menenangkan hati, menyampaikan kata-kata yang menguatkan, dan memberikan bantuan.

19. Bagaimana kita bisa berbaik hati dan beriba hati kepada rekan seiman kita yang sedang menderita? (Lihat juga gambar.)

19 Bagaimana Saudara bisa berbaik hati dan beriba hati kepada rekan seiman Saudara yang sedang menderita? Tentu saja, Saudara tidak bisa menyingkirkan rasa sakitnya. Tapi, Saudara bisa berupaya memahami perasaannya. (Mat. 7:12; 1 Ptr. 3:8) Dengarkan waktu dia menceritakan apa yang dia alami. Kalau cocok, katakan sesuatu yang bisa menghibur dia. (Ams. 12:25) Jangan sampai Saudara berpikir bahwa Saudara mengerti seluruh situasinya padahal tidak. (Ams. 18:13) Tetaplah sabar, dan jangan mengharapkan dia melakukan sesuatu di luar kemampuannya.—Ef. 4:32.

Beberapa gambar: Seorang saudari menghibur saudari lain. 1. Dia mendengarkan waktu saudari itu menceritakan perasaannya sambil menangis. 2. Belakangan, dia membawakan biskuit buatannya untuk saudari itu.

Teman sejati bisa menghibur satu sama lain karena baik hati dan beriba hati (Lihat paragraf 19)


20. Saudara mau menjadi sahabat yang seperti apa?

20 Kita pasti menghargai persahabatan kita dengan saudara-saudari kita. Tapi, kita semua tidak sempurna, dan banyak dari kita pernah mengalami hal-hal buruk yang membentuk kepribadian kita. Karena itu, kadang kita melakukan atau mengatakan hal-hal yang menyakiti hati orang lain. Tapi, kita bersyukur karena saudara-saudari kita berupaya mempertahankan persahabatan dengan bersikap rendah hati, sabar, baik hati, dan iba hati. Semoga kita juga berupaya sebisa-bisanya untuk menjadi sahabat yang seperti itu.

BAGAIMANA SAUDARA BISA MEMPERTAHANKAN PERSAHABATAN . . .

  • waktu ada perselisihan?

  • waktu ada perbedaan kepribadian?

  • waktu rekan seiman Saudara sedang sakit atau tertekan?

NYANYIAN 124 Selalu Setia

a PENJELASAN GAMBAR: Seorang saudara lansia dan seorang saudara muda berbeda pendapat tentang pengaturan daerah dinas. Belakangan, mereka berdinas bersama dan terlihat senang.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan