PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w26 April hlm. 26-31
  • Teruslah Perkuat Persahabatan dengan Teman Hidup Saudara

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Teruslah Perkuat Persahabatan dengan Teman Hidup Saudara
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
  • Subjudul
  • Bahan Terkait
  • CARA MEMILIH SAHABAT SEUMUR HIDUP
  • HABISKAN WAKTU BERSAMA-SAMA
  • ATASI MASALAH BERSAMA-SAMA
  • Cara Menemukan Calon Teman Hidup
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2024
  • Perkawinan—Hadiah dari Allah
    Cara agar Tetap Dikasihi Allah
  • Menjalani Kehidupan Perkawinan
    Cara agar Tetap Dikasihi Allah
  • Perkawinan—Karunia dari Allah yang Pengasih
    ”Tetaplah Berada dalam Kasih Allah”
Lihat Lebih Banyak
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
w26 April hlm. 26-31

29 JUNI–5 JULI 2026

NYANYIAN 131 Yang Yehuwa Satukan

Teruslah Perkuat Persahabatan dengan Teman Hidup Saudara

”Ada teman yang lebih dekat daripada saudara.”—AMS. 18:24.

INTI

Perkawinan bisa bahagia kalau suami istri bersahabat akrab dan sama-sama menyayangi Yehuwa.

1. Kenapa sahabat yang baik adalah hadiah dari Yehuwa?

SAHABAT yang baik adalah hadiah dari Yehuwa. (Yak. 1:17) Mereka menyayangi Allah dan menyayangi kita. Mereka ikut senang waktu kita senang, menghibur kita waktu kita sedih, dan memberi kita nasihat waktu kita membutuhkannya. Mereka setia dan bisa dipercaya. Sahabat seperti itu benar-benar ”membuat hati senang”!—Ams. 27:9.

2. Kenapa suami istri perlu terus memperkuat persahabatan mereka? (Matius 19:6)

2 Suami istri perlu menjadi sahabat yang akrab. Untuk itu, mereka perlu terus memperkuat persahabatan mereka. Kalau tidak, mereka bisa merasa kesepian, kesal, dan tidak bahagia. Tapi, kalau mereka terus memperkuat persahabatan mereka, mereka akan menikmati persahabatan paling akrab yang bisa terjalin antara dua manusia. (Baca Matius 19:6.) Di artikel ini, kita akan membahas bagaimana suami istri bisa melakukannya. Tapi sebelum itu, mari kita bahas caranya orang Kristen bisa memilih siapa yang akan menjadi sahabat terbaik mereka seumur hidup.

CARA MEMILIH SAHABAT SEUMUR HIDUP

3-4. Bagaimana seseorang bisa mendapatkan teman hidup yang baik? (Amsal 18:22)

3 Sebelum membuat keputusan penting, kita perlu mempertimbangkan baik-baik apa saja risikonya, keuntungannya, dan hasil akhirnya. Kenapa? Karena keputusan itu bisa berpengaruh seumur hidup.

4 Keputusan untuk memilih teman hidup adalah salah satu keputusan terpenting yang bisa kita buat, karena kita memilih orang yang akan menjadi sahabat kita seumur hidup. Sebelum membuat keputusan itu, kita perlu mencari bimbingan Yehuwa, Pencipta perkawinan. Dia ingin kita mendapatkan teman hidup yang baik, dan Dia selalu tahu apa yang terbaik untuk kita. (Baca Amsal 18:22; Yes. 48:​17, 18) Prinsip-prinsip yang ada di Firman-Nya bisa membantu kita menemukan teman hidup yang cocok.

5. Kenapa penting untuk memilih teman hidup yang seiman?

5 Waktu kita dibaptis, kita menjadi sahabat Allah. (Mz. 25:14) Jadi kalau Saudara mau menikah, pilihlah teman hidup yang juga adalah sahabat Yehuwa. (1 Kor. 7:39) Dengan begitu, Saudara mengikuti standar Yehuwa, dan Saudara akan merasakan bahwa teman hidup Saudara benar-benar hadiah dari Yehuwa. (Ams. 19:14) Saudara juga akan terhindar dari masalah yang muncul karena menikah dengan orang yang tidak seiman. (2 Kor. 6:14) Berpacaran dengan orang yang tidak seiman adalah keputusan yang tidak bijaksana, bahkan kalau Saudara tidak menemukan rekan seiman yang cocok. Jangan berpikir bahwa kalau Saudara berpacaran dengan orang itu, nantinya dia bisa menjadi Saksi Yehuwa juga.

6-7. Apa saja yang perlu dipikirkan waktu berpacaran?

6 Tentu saja, tidak semua orang yang sudah dibaptis adalah teman hidup yang cocok. Kalau Saudara menyukai seseorang, coba amati sikapnya dan pikirkan: ’Bagaimana dia memperlakukan keluarganya? Apakah dia perhatian dan baik kepada mereka? Siapa teman-temannya? Bagaimana sikapnya waktu ada perbedaan pendapat? Apakah dia memaksakan pendapatnya, atau apakah dia mau mengalah kalau itu tidak bertentangan dengan prinsip Alkitab? Bagaimana pandangannya soal uang?’

7 Pikirkan juga: ’Apakah dia benar-benar menyayangi Yehuwa? Apakah dia mengenakan ”kepribadian baru”? Apakah dia akan membantu saya untuk melayani Yehuwa lebih sepenuhnya? Apakah cita-cita rohani kami sama? Apakah kami akan bisa menjadi sahabat yang paling akrab?’ (Kol. 3:​9, 10) Untuk para saudari, apakah saudara itu bisa menjadi sahabat dan kepala keluarga yang baik? (1 Kor. 11:3) Untuk para saudara, apakah saudari itu mau tunduk kepada Saudara sebagai kepala keluarga, meskipun Saudara tidak sempurna? Butuh waktu untuk menjawab semua pertanyaan itu. Jadi, gunakan masa berpacaran untuk mengenal baik-baik calon teman hidup Saudara.

8-9. Apa yang bisa membantu seseorang yang berpacaran untuk membuat keputusan yang bijak? (Lihat juga gambar.)

8 Supaya Saudara bisa membuat keputusan yang bijak, cari tahu seperti apa sebenarnya calon teman hidup Saudara. Mintalah pendapat orang lain tentang reputasi dan sifat-sifatnya. Misalnya, apakah dia dikenal sebagai orang yang rendah hati, baik hati, dan bersikap masuk akal? Perhatikan kata-kata Sarah, seorang saudari di Guyana Prancis yang menikah dengan seorang saudara bernama Daniel: ”Saya minta pendapat tentang Daniel dari teman sekamarnya yang sama-sama merintis dengan dia, dari seorang penatua di sidangnya, dari teman-teman kami berdua, dan dari saudari-saudari di sidangnya.” Waktu berpacaran, Saudara bisa bertanya baik-baik apakah ada sesuatu tentang dia atau masa lalunya yang perlu Saudara ketahui. Itu penting, karena bisa jadi ada hal-hal atau kebiasaan tertentu yang nantinya bisa menyebabkan masalah serius dalam perkawinan.

9 Kalau Saudara punya keraguan yang serius, atau kalau saudara-saudari yang matang melihat sesuatu yang negatif tentang dia, jangan abaikan itu. Semua itu bisa membantu Saudara memutuskan apakah bijak untuk menikah dengannya.a Nah sekarang, kita akan membahas tentang pasangan yang sudah menikah.

Pasangan yang sedang berpacaran mengobrol di sebuah acara ramah tamah.

Selama berpacaran, cari tahu seperti apa dia sebenarnya (Lihat paragraf 8-9)


HABISKAN WAKTU BERSAMA-SAMA

10. Kenapa suami istri perlu memberikan waktu dan perhatian untuk satu sama lain?

10 Suami istri bisa menjaga persahabatan dan perkawinan mereka tetap kuat dengan meluangkan waktu untuk satu sama lain, tidak soal seberapa sibuk mereka masing-masing. Dengan begitu, mereka jadi bisa mengobrol tentang hal-hal sehari-hari, menceritakan pikiran dan perasaan mereka yang terdalam, menunjukkan kasih sayang, dan menikmati kegiatan bersama-sama.

11. Apa yang bisa membahayakan persahabatan suami istri?

11 Suami istri yang akrab lebih suka bersama-sama daripada sendiri-sendiri. Memang, ada saatnya mereka mungkin tidak bisa bersama-sama. Tapi kalau mereka terpisah untuk waktu yang lama, itu bisa berbahaya. Misalnya, ada yang harus meninggalkan keluarga mereka cukup lama karena bekerja di luar negeri. Meskipun penghasilan mereka mungkin lebih besar, perkawinan mereka bisa terancam kalau mereka terpisah untuk waktu yang lama.

12-13. (a) Apa yang dilakukan beberapa pasangan Kristen supaya bisa menghabiskan waktu bersama-sama? (Lihat juga gambar.) (b) Seberapa penting seharusnya teman hidup kita? (Lihat kotak ”Seberapa Penting Teman Hidup Saudara?”)

12 Perhatikan apa yang dilakukan beberapa pasangan supaya mereka bisa sering menghabiskan waktu bersama-sama. Leah, dari Guam, mengatakan, ”Saya dan suami senang melakukan berbagai kegiatan bersama-sama. Kami jarang punya acara sendiri-sendiri.” Roxanne, dari Amerika Serikat, berkata, ”Karena semakin sibuk, kami jadi perlu menjadwalkan waktu untuk berdua saja, sama seperti kami menjadwalkan acara penting lainnya.” (Bandingkan Amos 3:3.) Damien, dari Prancis, mengatakan, ”Kami berupaya untuk berminat pada hal-hal yang disukai satu sama lain. Akhirnya, kami jadi sama-sama menyukainya.” (Mat. 7:12) Katie, dari Amerika Serikat, berkata, ”Kadang, kami taruh HP kami di tempat lain supaya kami tidak tersimpangkan waktu sedang bersama-sama.”

13 Yang terpenting, lakukan kegiatan rohani bersama-sama. Myriam, dari Prancis, mengatakan, ”Kami memulai hari kami dengan membaca Alkitab, lalu kami membahas hal-hal menarik yang kami temukan dan apa penerapannya. Saya sangat menikmati saat-saat itu.” Dia menambahkan, ”Saya juga senang waktu kami berdoa bersama. Saya bisa melihat betapa sayangnya suami saya kepada Yehuwa.” Katie, yang disebutkan sebelumnya, mengatakan, ”Kami paling suka berdinas bersama. Saya senang bisa mendengar suami saya menyatakan imannya, dan dia juga merasa begitu waktu saya memberi kesaksian. Selalu ada hal baru yang kami pelajari dari satu sama lain.”—Ams. 27:17.

Pasangan dari gambar sebelumnya sekarang sudah menikah dan menikmati waktu bersama-sama waktu kamping.

Perkuat perkawinan Saudara dengan sering menghabiskan waktu bersama (Lihat paragraf 12-13)


Seberapa Penting Teman Hidup Saudara?

Kita mungkin punya banyak sahabat dan tanggung jawab. Tapi, mana yang harus diutamakan?—Flp. 1:10.

  1. 1. Yehuwa. Persahabatan kita dengan Yehuwa harus menjadi yang paling utama. (Mat. 6:33; Mrk. 12:30) Kita tidak akan melanggar perintah-Nya demi menyenangkan teman hidup kita.—Kis. 5:29; bandingkan Kejadian 2:​16, 17; 3:6.

  2. 2. Teman hidup kita. Kita dan teman hidup kita sudah menjadi satu. Kita benar-benar peduli kepadanya sama seperti kita peduli kepada diri sendiri.—Kej. 2:24; Ef. 5:​28, 29, 33.

  3. 3. Orang lain dan tanggung jawab kita. Kita perlu memperhatikan kebutuhan orang tua, keluarga, dan saudara-saudari kita. Kita juga perlu menjalankan tugas kita di sidang. Tapi selain Yehuwa, tidak boleh ada yang lebih penting dari kebutuhan dan kebahagiaan teman hidup kita.—1 Tim. 5:8.

ATASI MASALAH BERSAMA-SAMA

14-15. Kenapa suami istri perlu berupaya sebisa-bisanya untuk mengatasi masalah dalam perkawinan? Berikan perumpamaan.

14 Karena tidak sempurna, suami istri tidak bisa terhindar dari masalah dalam perkawinan. Alkitab mengatakan bahwa orang yang menikah ”akan mengalami banyak kesusahan”. (1 Kor. 7:28) Dalam perkawinan yang paling bahagia sekalipun, pasti ada masalah. Waktu itu terjadi, mereka harus berupaya sebisa-bisanya untuk mengatasinya bersama-sama. Kenapa?

15 Perumpamaannya seperti ini: Kalau ada gedung bersejarah atau karya seni yang rusak, pemiliknya akan berupaya memperbaikinya. Dia rela menghabiskan banyak waktu dan uang untuk melakukannya. Dia tidak menyerah meskipun perbaikannya butuh waktu bertahun-tahun. Kenapa? Karena gedung atau karya seni itu berharga baginya. Begitu juga, setiap perkawinan itu berharga. Sama seperti gedung atau karya seni yang rusak bisa diperbaiki, perkawinan yang rusak juga bisa diselamatkan. Prosesnya mungkin butuh banyak waktu dan upaya, tapi Yehuwa senang kalau suami istri berupaya keras untuk memperbaiki perkawinan mereka dan tetap bersama. (Mal. 2:16) Itu menunjukkan bahwa mereka menyayangi dan menghormati satu sama lain dan juga Yehuwa, Pencipta perkawinan.

16. Sesuai dengan 1 Korintus 13:​4-8a, bagaimana suami istri bisa mengatasi masalah yang serius dalam perkawinan? (Lihat juga gambar dan kotak ”Bantuan untuk Memperkuat Persahabatan Saudara”.)

16 Kalau ada masalah dalam perkawinan Saudara, jangan cepat-cepat berpisah. (1 Kor. 7:​10, 11) Tapi coba pikirkan: ’Apa lagi yang bisa saya lakukan untuk memperkuat persahabatan kami?’ Renungkan apa yang Alkitab katakan tentang kasih, dan pikirkan bagaimana Saudara bisa lebih menunjukkan sifat-sifat yang ada di 1 Korintus 13:​4-8a. (Baca.) Daripada mencari cara untuk berpisah, carilah cara untuk kembali menyayangi teman hidup Saudara. Berfokuslah pada apa yang bisa Saudara lakukan untuk memperbaiki hubungan Saudara dengannya. Berdoalah meminta bimbingan Yehuwa. Cari publikasi dan video yang bisa membantu Saudara, dan mintalah nasihat dari para penatua serta orang Kristen yang matang lainnya. Ingatlah, Yehuwa adalah tali yang paling kuat dalam ”tali rangkap tiga” perkawinan Saudara. Jadi kalau Saudara mengandalkan Dia, perkawinan Saudara tidak akan mudah diputuskan.—Pkh. 4:12.

Pasangan yang sama mengobrol dari hati ke hati. Istrinya menceritakan perasaannya sambil menangis, dan suaminya mendengarkan dengan tenang sambil menaruh tangan di pundak istrinya. Di meja di depan mereka ada Alkitab yang terbuka dan brosur ”Keluarga Anda Bisa Bahagia”.

Atasi masalah dalam perkawinan bersama-sama (Lihat paragraf 16)


Bantuan untuk Memperkuat Persahabatan Saudara

Organisasi Yehuwa menyediakan berbagai publikasi dan video yang bisa membantu suami istri memperkuat dan bahkan memperbaiki persahabatan mereka. Cobalah saran-saran di:

  • Brosur Keluarga Anda Bisa Bahagia

  • Seri video Kunci Perkawinan yang Bahagia

  • Seri artikel ”Bantuan untuk Keluarga”

  • Bagian ”Suami Istri dan Orang Tua” di jw.org

17. Bagaimana orang yang ingin menikah dan yang sudah menikah bisa bahagia?

17 Yehuwa ingin semua hamba-Nya bahagia, termasuk mereka yang sedang memikirkan untuk menikah dan yang sudah menikah. Jadi kalau Saudara ingin menikah, pertimbangkan baik-baik siapa yang bisa menjadi sahabat Saudara seumur hidup. Kalau Saudara sudah menikah, teruslah perkuat persahabatan Saudara dengan teman hidup Saudara. Berupayalah untuk menyelesaikan masalah apa pun dalam perkawinan, sambil mengandalkan bantuan Yehuwa. Dengan begitu, Saudara bisa menikmati hidup yang bahagia bersama teman hidup Saudara yang tercinta!—Pkh. 9:9.

APA JAWABAN SAUDARA?

  • Bagaimana kita bisa memilih orang yang akan menjadi sahabat kita seumur hidup?

  • Bagaimana suami istri bisa memperkuat persahabatan mereka?

  • Bagaimana suami istri bisa mengatasi masalah dalam perkawinan?

NYANYIAN 132 Kita Menjadi Satu

a Untuk lebih banyak saran tentang caranya lebih mengenal satu sama lain, baca artikel ”Cara Mencapai Tujuan Berpacaran” di Menara Pengawal Mei 2024, di bawah subjudul ”Berupaya Mengenal Dia dengan Baik”.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan