Makna Warta Berita
Hikmat Ilahi bagi Para Pemimpin Dunia?
Seraya perdamaian dunia makin tak terjangkau, pikiran para pemimpin dunia terus dihantui oleh ancaman perang. Majalah Time melaporkan bahwa pemimpin partai Soviet Mikhail S. Gorbachev berkeluh-kesah, ”Sungguh, Allah di atas masih mau memberikan kepada kita cukup hikmat untuk menemukan cara-cara perbaikan bagi kita . . . dalam hubungan-hubungan antara kedua bangsa besar di bumi, bangsa-bangsa yang menjadi tumpuan nasib akhir dari peradaban.” Demikian pula sewaktu mengakhiri pidatonya di Durban pada tanggal 15 Agustus, yang ramai diperdebatkan, Presiden Afrika Selatan P. W. Botha mencetuskan rasa prihatinnya akan perdamaian bangsanya, ”Kita bertanggung jawab untuk melakukan apapun yang mungkin dilakukan manusia. . . . Doa saya semoga Allah Yang Mahakuasa mau mengaruniakan kita hikmat dan kekuatan dalam usaha untuk melaksanakan kehendakNya.”
Menarik bahwa para pemimpin pemerintah yang terkemuka menyebut perlunya hikmat ilahi berkenaan usaha mereka memulihkan damai. Tetapi, menurut Alkitab, perdamaian dan keamanan sedunia hanya akan terwujud melalui Kerajaan Allah. (Daniel 2:44; bandingkan Yesaya 9:5, 6.) Maka, hanya orang-orang yang bersekutu dengan Kerajaan surgawi ini yang dapat berharap menemukan perdamaian abadi.