PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w83_No55 hlm. 6-11
  • Melayani Yehuwa Dengan Hati yang Penuh Sukacita

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Melayani Yehuwa Dengan Hati yang Penuh Sukacita
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1983 (No. 55)
  • Subjudul
  • Dapatkah Saudara Menemukannya?
  • Hak-Hak Kehormatan Penuh Sukacita Tiada Tara
  • Kebebasan Sejati dan Terang Rohani
  • Sukacita dengan Membantu Orang-Orang Lain
  • Bahkan Penindasan Mendatangkan Sukacita
  • Alasan-Alasan Lain untuk Bersukacita
  • Terus ”Melayani Yehuwa dengan Sukacita”
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1983 (No. 55)
w83_No55 hlm. 6-11

Melayani Yehuwa Dengan Hati yang Penuh Sukacita

”Beribadahlah kepada TUHAN [Yehuwa] dengan sukacita, datanglah ke hadapanNya dengan sorak-sorai!”—Mazmur 100:2.

1, 2. Pandangan hidup yang saling bertentangan apa dikutip di sini?

”KEHIDUPANKU berantakan, dan sudah terlambat untuk mengubahnya . . . Sewaktu berjalan sendirian, aku memikirkan kehidupanku di masa lalu, dan aku tidak merasa bahagia dengan cara aku menempuhnya.” Demikianlah kata seorang wanita yang sudah berumur yang terkenal sebagai seorang aktris dan nampaknya mempunyai cukup alasan untuk merasa bahagia. Namun sudah jelas kata-kata tersebut bukan berasal dari hati yang benar-benar bersukacita.

2 Sebagai perbandingan, pertimbangkan seorang pria yang harus berjuang melawan kelumpuhan selama lebih dari tiga puluh tujuh tahun. Kelihatannya, orang sedemikian tidak mempunyai alasan untuk bersukacita. Namun ia berbicara tentang kebahagiaan dan mengatakan bahwa ia telah menggunakan sesuatu yang ”membuat kehidupan sungguh-sungguh penuh berkat dan berarti”.

3. (a) Pengalaman-pengalaman pribadi apa dapat membuat kita bertanya-tanya apakah ada seseorang yang dapat memiliki sukacita sejati? (b) Bagaimana sukacita dapat didefinisikan?

3 Kebanyakan dari kita tidak usah menderita dan melakukan perjuangan yang panjang dan menyakitkan melawan cacat tubuh. Kita juga tidak menjadi terkenal di seluruh dunia sebagai penghibur. Mungkin, kita hanya orang-orang biasa yang harus menghadapi kekuatiran sehari-hari dan kesulitan hidup. Pengalaman-pengalaman kita membuktikan bahwa ”manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan”, dan pasti kita setuju bahwa ”segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit”. (Ayub 14:1; Roma 8:22) Sebenarnya, kita mungkin saja bertanya-tanya apakah ada seseorang di bumi ini yang dapat menikmati sukacita sejati—”perasaan sukacita atau kebahagiaan yang besar disebabkan oleh sesuatu yang baik atau memuaskan”. Bagaimana pendapat saudara? Apakah sukacita benar-benar dapat diperoleh?

Dapatkah Saudara Menemukannya?

4. Siapakah yang ada di antara jutaan makhluk yang mengalami sukacita sejati?

4 Jutaan makhluk memang mengalami sukacita. Malaikat-malaikat yang suci dengan penuh sukacita ’melaksanakan firman Allah’. (Mazmur 103:20) Mereka selalu melayani Allah Yehuwa dengan sukacita sejati. Ya, ketika dasar bumi ini diletakkan, ”bintang-bintang fajar bersorak-sorak [dengan gembira, NW] bersama-sama”! (Ayub 38:4-7) Pasti malaikat yang setia yang mengumumkan kelahiran Yesus mempunyai tugas yang menyenangkan, karena ia menyatakan ”kesukaan besar [Kabar baik yang menggembirakan, BIS]”.—Lukas 2:8-14.

5. Berkenaan sukacita, bagaimana pengalaman Putra tunggal Allah?

5 Tetapi bagaimana dengan ”Anak Tunggal Allah”? (Yohanes 3:18) Sebelum menjadi manusia Yesus Kristus, ia menjadi ”pekerja ahli” (NW) dari Yehuwa di surga. Apakah dinas itu menyenangkan? Memang, karena kita diberitahu, ”Setiap hari aku menjadi kesenanganNya [Yehuwa], dan senantiasa bermain-main [bergembira, NW] di hadapanNya”. (Amsal 8:22-31) Selama berada di bumi sebagai manusia Yesus mendapatkan sukacita dalam melakukan kehendak Allah. (Mazmur 40:6-8; Ibrani 10:5-10) Selain itu, ’demi sukacita yang disediakan bagi Dia, ia mengabaikan kehinaan tekun memikul salib [tiang siksaan, NW] dan sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah’. (Ibrani 12:2) Kini, sebagai ”Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia” yang segera akan melaksanakan penghukuman ilahi atas bumi, Yesus Kristus benar-benar melayani Yehuwa dengan hati yang penuh sukacita.—1 Timotius 6:13-16; 2 Tesalonika 1:6-10.

6. Di mana saudara dapat menemukan sukacita dewasa ini?

6 Jadi, dapatkah saudara menemukan sukacita dewasa ini? Dapat, dan orang yang lumpuh yang disebutkan sebelumnya menyatakan bagaimana caranya dengan mengatakan, ”Aku mendapati bahwa kebahagiaan terbesar memang diperoleh dengan melayani Allah. Hal ini membuat kehidupan benar-benar penuh berkat dan berarti. Meskipun lumpuh aku tidak kehilangan hak kehormatan dan berkat-berkat yang diperoleh dari melayani Pencipta.” Sukacita sejati didapati di antara orang-orang yang berbakti sepenuh hati kepada Allah Yehuwa. Dan betapa tidak? Mereka mengumumkan ”kabar kesukaan” (Bode) dari ’Allah yang penuh bahagia’—suatu berita yang membesarkan hati tentang hidup kekal penuh berkat-berkat besar di bawah pemerintahan ”Kerajaan Sorga”. (Matius 24:14; 1 Timotius 1:11; Matius 5:3) Jadi mereka mempunyai alasan untuk ’beribadah kepada Yehuwa dengan sukacita’, ’datang ke hadapanNya dengan sorak-sorai’.—Mazmur 100:2.

7, 8. (a) Meskipun bersukacita, mengapa orang-orang yang berbakti kepada Yehuwa tidak selalu gembira? (b) Mengapa kesulitan-kesulitan hidup tidak menguasai umat Yehuwa?

7 Ini tidak berarti bahwa seseorang yang berbakti kepada Allah akan selalu bergembira. Dalam masyarakat manusia yang tidak sempurna, umat Yehuwa sewaktu-waktu mengalami kesedihan. (Roma 5:12) Misalnya, ketika Esau mengambil wanita-wanita Het sebagai istri, ”kedua perempuan itu menimbulkan kepedihan hati bagi Ishak dan bagi Ribka [kedua orangtuanya yang takut akan Allah]”. (Kejadian 26:34, 35) Selain itu, melalui penindasan langsung dan ”tipu muslihat” yang tidak langsung, Setan si Iblis berusaha merusak hubungan orang Kristen yang berharga dengan Yehuwa. (Efesus 6:11) Karena itu, orang-orang yang mengasihi Allah dapat mengharapkan kesukaran sepanjang jalan hidupnya. Namun kesulitan-kesulitan ini tidak menguasai umat Yehuwa. Mereka mendapatkan ”penghiburan dari Kitab Suci” dan dengan yakin berdoa meminta roh dan bantuan Allah untuk memupuk buah roh yaitu sukacita. (Roma 15:4; Lukas 11:13; Galatia 5:22, 23) Meskipun adanya ujian-ujian dalam kehidupan, orang-orang Kristen dapat menikmati ”sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus”. (1 Tesalonika 1:6) Terutama sekali berkat-berkat dari Yehuwa memang menambah sukacita itu.

8 Berkat-berkat dari Yehuwa benar-benar menjadikan kaya. (Amsal 10:22) Tetapi, jika saudara seorang Kristen, apakah saudara menghitung berkat-berkat saudara? Hal itu seharusnya membuat saudara ’bersukacita dalam TUHAN [Yehuwa]’. (Mazmur 32:11) Renungkan beberapa saja dari berkat-berkat saudara dan saudara akan mendapatkan banyak sekali alasan untuk melayani Yehuwa dengan hati penuh sukacita.

Hak-Hak Kehormatan Penuh Sukacita Tiada Tara

9. Apa artinya mengenal Yehuwa, dan apa pengaruh hal-hal ini atas sukacita?

9 Mengenal dan melayani Yehuwa adalah berkat-berkat yang tiada bandingnya. Melalui nabi Yeremia, Allah mengatakan, ”Siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN [Yehuwa] yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi.” (Yeremia 9:24) Tentu saja, hanya memiliki pengetahuan tentang nama ilahi tidak cukup. Mengenal Yehuwa berarti mengetahui sifat-sifatNya, caraNya berurusan, sikap dan maksud-tujuanNya. Ini berarti mentaati Dia, mengakui dan tunduk kepada kekuasaanNya. (1 Yohanes 5:3) Mempelajari Alkitab dengan sungguh-sungguh dan merenungkan kata-kata serta tindakan Putra Allah, yang sangat selaras dengan Bapanya, memungkinkan kita mempunyai hubungan pribadi yang erat dengan Allah. (Yohanes 1:18; 14:9-11) Mereka yang dengan demikian mengenal Yehuwa memang bersukacita. Sebenarnya, ”kepada orang yang dikenanNya Ia [Yehuwa] mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan”.—Pengkhotbah 2:26.

10. Dengan cara yang paling penting dan memuaskan apakah kehidupan manusia dapat digunakan?

10 Hak kehormatan yang tidak ternilai untuk memberikan ”dinas suci” (NW) kepada Allah yang benar adalah berkat lain yang dinikmati oleh Saksi-Saksi Yehuwa. Tidak seorang pun dapat menggunakan kehidupannya dengan cara yang lebih penting atau memuaskan. Tepatlah, Zakharia (ayah Yohanes Pembaptis) menyatakan hal ini dengan bagus pada waktu memuji Yehuwa yang telah mengaruniakan kepada umatNya ”hak istimewa untuk memberikan dinas suci kepada dia tanpa perasaan takut disertai loyalitas dan keadilbenaran” seumur hidup mereka.—Lukas 1:67-79, NW; bandingkan Roma 12:1; Wahyu 7:9, 13-15.

11. Hak kehormatan apa yang menghasilkan sukacita dihubungkan dengan memberikan ”dinas suci” kepada Allah?

11 Hak kehormatan memakai nama Yehuwa sebagai saksi-saksiNya dihubungkan dengan memberikan kepada Allah ”dinas suci”. (Yesaya 43:10-12) Hal ini pasti menambah sukacita, seperti dikatakan Yeremia, ”FirmanMu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab namaMu telah diserukan atasku, ya TUHAN [Yehuwa], Allah semesta alam.”—Yeremia 15:16.

12. Jika kita merasa kecil hati, merenungkan perbandingan-perbandingan apa dapat membangkitkan semangat kita?

12 Jika saudara melayani Allah namun kadang-kadang kehilangan semangat, merenungkan sebentar beberapa perbandingan dapat membangkitkan lagi semangat saudara. Misalnya, bila kita memikirkan bahwa malaikat-malaikat jahat ’ditahan dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman’ untuk mendapat hukuman yang setimpal dari Allah, maka keadaan malaikat-malaikat yang benar dalam dinas Yehuwa nampak jauh lebih menyenangkan. (Yudas 6) Dan betapa bertentangan kedudukan Yesus yang penuh sukacita dibandingkan dengan Setan si Iblis, yang menghadapi kebinasaan kekal! (Wahyu 20:10, 14) Kemudian, juga, pemeliharaan Yehuwa yang penyayang serta berkat-berkatNya pasti memudahkan kita untuk melihat ”perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepadaNya”. (Maleakhi 3:17, 18) Namun, pikirkan satu berkat lain yang memberikan alasan-alasan yang baik untuk melayani Yehuwa dengan hati penuh sukacita.

Kebebasan Sejati dan Terang Rohani

13, 14. Secara agama, kebebasan sejati dan terang rohani apa dinikmati hamba-hamba Yehuwa?

13 Pembebasan dari ”Babel Besar”, imperium agama palsu sedunia, pasti suatu berkat lain yang menambah sukacita. Orang-orang Kristen yang sejati berbahagia karena mereka tidak akan ’mengambil bagian dalam dosa-dosanya dan tidak turut ditimpa malapetaka-malapetakanya’. (Wahyu 18:2, 4) Selain itu, hamba-hamba Yehuwa menikmati kebebasan dari rasa takut dan dongeng-dongeng agama palsu. ”Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:32) Kebebasan sejati akan nampak makin lebih berharga bila kita merenungkan keadaan orang-orang yang diperbudak dalam kegelapan rohani.

14 Misalnya, berbeda dengan begitu banyak pemeluk agama palsu, para penyembah Yehuwa tidak membungkuk dan berdoa di depan patung-patung yang tidak dapat berbicara, melihat, mendengar, mencium, merasa atau berjalan. (Mazmur 115:4-8) Orang-orang Kristen yang mendapat kebebasan dan penerangan rohani juga tidak takut kepada orang-orang mati, seperti halnya dengan begitu banyak penduduk bumi ini. Ajaran agama palsu bahwa manusia mempunyai jiwa yang tidak dapat mati memupuk rasa takut bahwa orang-orang yang sudah mati dapat kembali untuk menghantui atau mengganggu orang yang hidup. Tetapi terang rohani dari Allah telah menghilangkan rasa takut sedemikian, karena orang-orang Kristen yang sejati tahu bahwa orang-orang mati ”tak tahu apa-apa”. (Pengkhotbah 9:5, 10) Betapa jauh lebih menyenangkan untuk menyadari bahwa orang-orang mati yang mereka kasihi dan diingat oleh Allah akan mengalami kebangkitan! (Yohanes 5:28, 29; Kisah 24:15) Pastilah, saksi-saksi Yehuwa yang berbakti dapat bersukacita bahwa Bapa surgawi yang mereka layani secara bersatu padu, melalui roh suciNya, telah menyatakan kepada mereka ”hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah [perkara Allah yang dalam-dalam, Bode]”. (1 Korintus 2:10) Ya, Ia telah mengaruniakan kepada umatNya terang dan kebenaran rohani yang menghasilkan sukacita.—Mazmur 43:3.

Sukacita dengan Membantu Orang-Orang Lain

15, 16. (a) Apa yang terjadi ketika murid-murid Yesus yang mula-mula ’membiarkan terang mereka bercahaya’? (b) Orang-orang Kristen dewasa ini mengalami apa dalam menjadikan murid?

15 Merenungkan terang rohani juga suatu berkat. Yesus mengatakan kepada para pengikutnya, ”Kamu adalah terang dunia. . . . Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:14-16) Apa yang terjadi seraya murid-murid yang mula-mula itu ’membiarkan terang mereka bercahaya’ melalui kata-kata dan perbuatan? Orang-orang lain mendapat faedah, tetapi kegiatan sedemikian juga menghasilkan sukacita bagi para pengikut Kristus itu sendiri. (Lukas 10:1, 17-20; Kisah 8:4-8) Tentu, orang-orang yang menjadikan murid itu melayani Yehuwa dengan hati penuh sukacita.—Matius 28:19, 20.

16 Orang-orang Kristen mengalami sukacita yang sama dewasa ini dalam pekerjaan mengabarkan berita Kerajaan. Terutama hal ini terjadi pada waktu mereka membantu orang-orang lain untuk memperoleh pengetahuan tentang kebenaran Allah. Rasul Paulus memperoleh sukacita sedemikian, karena ia mengatakan bahwa orang-orang Filipi yang ia bantu adalah ’sukacitanya dan mahkotanya’. (Filipi 4:1) Berkenaan mereka yang telah ia bantu di Tesalonika, rasul itu menulis, ”Siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatanganNya, kalau bukan kamu? Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.” (1 Tesalonika 2:19, 20) Ya, Paulus—sama seperti orang-orang Kristen dewasa ini—mendapatkan sukacita dalam orang-orang yang ia bantu secara rohani. Apakah saudara bekerja keras dalam dinas Yehuwa dan mengalami sukacita sedemikian?

17. Mengapa, meskipun hasil-hasilnya sedikit di beberapa daerah, Saksi-Saksi Yehuwa mendapatkan sukacita dalam pekerjaan menjadikan murid?

17 Meskipun hasil-hasilnya sedikit bila memberi kesaksian di daerah-daerah tertentu dewasa ini, Saksi-Saksi Yehuwa mendapatkan sukacita dengan mengetahui bahwa mereka menyenangkan dan memuji Allah mereka. Mereka tetap demikian walaupun penghuni-penghuni rumah tertentu tidak senang melihat Saksi-Saksi Yehuwa di depan pintu mereka. Hal ini tidak mengecilkan hati hamba-hamba Yehuwa, karena mereka sadar bahwa melayani Allah adalah hak kehormatan terbaik yang dapat dinikmati seseorang di bumi ini.

Bahkan Penindasan Mendatangkan Sukacita

18. Mengapa orang-orang Kristen dapat bersukacita meskipun menderita penganiayaan?

18 Orang-orang Kristen melayani Yehuwa dengan hati penuh sukacita meskipun mereka sering menderita penindasan. Yesus menyatakan bahwa orang-orang yang dianiaya demi dia berbahagia, dan rasul Petrus menyatakan, ”Bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaanNya. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus.” Mengapa? ”Sebab,” kata Petrus, ”Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.” (1 Petrus 4:13, 14; Matius 5:11, 12) Mengalami penganiayaan karena menjadi seorang Kristen mungkin nampaknya bukan suatu berkat. Tetapi jika saudara bertekun di bawah penderitaan sedemikian, saudara mempunyai bukti bahwa roh dan perkenan Allah ada pada saudara—dan, pasti, hal itu menambah sukacita.

19. Bagaimana seorang korban dari penindasan Nazi menyatakan dirinya?

19 Karena memiliki roh suci Allah dan kekuatan yang Yehuwa berikan, orang-orang Kristen yang dianiaya dapat memelihara sukacita mereka di bawah keadaan-keadaan yang paling buruk. (Filipi 4:13) Beberapa tahun yang lalu, seorang Saksi muda yang dihukum mati secara tidak adil, menulis surat kepada orangtuanya dari sebuah kamp konsentrasi Nazi, ”Kini sudah lewat tengah malam. Saya masih ada waktu untuk mengubah pendirian. Oh! Dapatkah saya merasa bahagia lagi dalam dunia ini setelah saya menyangkal Tuhan kita? Pasti tidak! Tetapi kini kalian mempunyai keyakinan bahwa saya meninggalkan dunia ini dengan bahagia dan damai.” Ya, orang-orang Kristen yang dianiaya memang melayani Yehuwa dengan hati penuh sukacita.

Alasan-Alasan Lain untuk Bersukacita

20. Bagaimana sukacita dipengaruhi dengan bergaul bersama saudara-saudara seiman?

20 Meskipun Saksi-Saksi Yehuwa harus menderita penganiayaan, mereka mengalami sukacita sejati dalam pergaulan dengan saudara-saudara seiman mereka. Betapa suatu berkat! Dalam suatu dunia yang dipenuhi dengan ketidakjujuran, dusta dan perbuatan-perbuatan jahat, betapa baiknya untuk memiliki teman-teman yang jujur, benar, yang mengenakan ”manusia [kepribadian, NW] baru”! (Kolose 3:8-11) Kemudian, juga, ada kepuasan besar dengan mengetahui bahwa tingkah laku kita sendiri akan membuat hati Yehuwa bersukacita.—Amsal 27:11.

21. Apa beberapa cara untuk memajukan kepentingan ibadat yang sejati dengan penuh sukacita?

21 Juga suatu berkat untuk memajukan kepentingan dari ibadat sejati dengan penuh sukacita, mungkin dengan ikut dalam membangun, memelihara dan menunjang suatu tempat perhimpunan. (Keluaran 36:1-7; 2 Raja 12:4-15) Tentu, usaha-usaha sedemikian membuat hati seseorang senang. Dan bagaimana seseorang dapat sepenuhnya menilai berkat-berkat dan sukacita yang diperoleh dengan berhimpun secara tetap tentu bersama umat Yehuwa, maupun dengan bekerja sama dengan mereka dalam pekerjaan kesaksian yang diberikan Allah?—Mazmur 122:1; 1 Korintus 3:5-9.

22. Kesetiaan dalam melakukan perbuatan-perbuatan yang saleh menghasilkan apa?

22 Kesetiaan dalam melaksanakan perbuatan-perbuatan yang saleh juga menghasilkan berkat-berkat yang limpah—harapan keselamatan dan masa depan yang penuh sukacita dalam susunan perkara baru yang Allah janjikan. (2 Petrus 3:11-13) Betapa besar beda antara hamba-hamba Yehuwa yang penuh harapan dengan orang-orang yang ”tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia”! (Efesus 2:11, 12) Pastilah, bersama dengan Daud, umat Yehuwa dewasa ini dapat mengatakan kepada Allah, ”Tetapi aku, kepada kasih setiaMu aku percaya, hatiku bersorak-sorak [gembira, NW] karena penyelamatanMu.” (Mazmur 13:6) Memang, bila orang-orang Kristen menghitung berkat-berkat mereka, mereka mendapati banyak alasan untuk melayani Yehuwa dengan hati penuh sukacita.

Terus ”Melayani Yehuwa dengan Sukacita”

23. Sebaliknya dari membiarkan tekanan-tekanan yang bertambah banyak menguasai pikiran kita, apa yang hendaknya kita lakukan?

23 Meskipun saksi-saksi dari Yehuwa kini menikmati banyak berkat, mereka tidak luput dari tekanan-tekanan yang makin bertambah dari susunan perkara tua ini. Ini harus dihadapi dengan tabah di tempat pekerjaan, di sekolah dan di mana-mana, dan faktor-faktor sedemikian dapat mengecilkan hati. Namun, sebaliknya dari membiarkan hal-hal yang tidak menyenangkan ini menguasai pikiran kita dan terus mengganggu kita, adalah bijaksana untuk mengalihkan pikiran kita kepada hal-hal yang positif dan membina. Ya, sebaliknya dari merasa kecil hati atau sedih, marilah kita ”rajin berbuat baik” dan merenungkan berkat-berkat kita sebagai hamba-hamba Yehuwa. (Titus 2:14) Maka kita akan merasa gembira, seolah-olah kita menikmati pesta yang tidak ada habisnya. Seperti dinyatakan Amsal 15:15, ”Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.”

24. (a) Bagaimana kehidupan saudara dapat memiliki tujuan yang penuh berkat? (b) Pertanyaan-pertanyaan apa sepatutnya diajukan?

24 Tak dapat disangkal, banyak orang tidak bahagia dengan keadaan hidup mereka. Namun jika saudara mengasihi dan mentaati Allah, dengan bergairah bertekun dalam dinasNya, kehidupan saudara akan mempunyai tujuan yang penuh berkat. Selain itu, dengan bantuan Yehuwa, problem-problem dan tekanan-tekanan dalam kehidupan dapat ditanggung dengan berhasil. Jadi milikilah ketabahan dan tetaplah hargai berkat-berkat yang Allah limpahkan ke atas saudara seraya saudara melayani Yehuwa dengan hati penuh sukacita. (Mazmur 100:2) Tetapi apa yang dituntut agar kita tetap dapat bersukacita dalam ibadat kepada Yehuwa?

Apakah saudara mengingat pokok-pokok ini?

□ Mengapa umat Yehuwa tidak dikuasai oleh kesulitan-kesulitan hidup?

□ Apa artinya mengenal Yehuwa, dan apa pengaruh hal ini terhadap sukacita?

□ Apa hubungannya menjadikan murid dengan sukacita?

□ Bagaimana kita dapat dengan penuh sukacita memajukan ibadat yang sejati?

[Blurb di hlm. 8]

Mereka yang menikmati terang rohani dari Yehuwa tidak takut kepada orang mati. Sebaliknya, mereka menantikan kebangkitan dari orang-orang yang ada dalam ingatan Allah

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan