Mengamati Dunia
Sedikit Orang Swedia Pergi ke Gereja
Suatu penelitian yang dilakukan oleh Institut Penelitian Pendapat Umum Swedia atas nama Gereja Swedia memperlihatkan bahwa lebih dari 1.000 orang yang ditanya apakah mereka percaya kepada Allah, 47 persen menjawab ya. Akan tetapi, hadirin gereja, tidak memperlihatkan hal ini. Dari orang-orang yang diwawancarai, hanya 9 persen yang pergi ke Gereja secara tetap tentu. ”Orang-orang tidak akan berduyun-duyun ke gereja kecuali mereka mengharapkan bahwa di sanalah mereka dapat menemukan apa yang mereka cari,” kata Anders Swärd, wakil ketua Dewan Pusat Gereja Swedia.
Tidak Ada Uang untuk Menyelamatkan Kehidupan
Meskipun radang paru-paru dan diare dapat diobati, penyakit-penyakit tersebut membunuh kira-kira 7,5 juta anak setiap tahun, demikian laporan kantor berita Agence France-Presse. Di seluruh dunia, anak-anak di bawah lima tahun dijangkiti kira-kira 40 juta kasus radang paru-paru dan lebih dari satu miliar kasus diare. Akan tetapi, Doktor Ralph Henderson dari WHO (World Health Organization) mengakui bahwa penyakit-penyakit ini ”mudah dan murah untuk diobati”. Sayangnya, banyak dari program yang direncanakan oleh WHO guna memerangi kedua penyakit ini harus dibatalkan atau ditunda untuk jangka waktu yang tidak terbatas karena kendala keuangan. Menurut WHO, setengah kematian yang disebabkan oleh diare dan sepertiga kematian yang disebabkan oleh radang paru-paru dapat dicegah jika tersedia dana.
Pengingat-Pengingat yang Memautkan dari Perang Dunia II
Hampir 50 tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II, kota di Jerman, Hamburg, masih memiliki pengingat-pengingat yang memautkan dari konflik tersebut. Surat kabar Süddeutsche Zeitung melaporkan bahwa dalam periode 12 bulan yang berakhir pada bulan Juli 1993, 23 anggota Unit Pembuangan Senjata dari kota itu membuang lebih dari 500 bom, 2.440 selongsong, 97 granat tangan, 24 peluncur roket antitank, 4 ranjau antitank, dan 149 kilogram bahan peledak yang belum terbungkus dari tanah dan air di Hamburg. Menurut perkiraan, terdapat 2.000 bom lagi di lapisan bagian dalam tanah kota tersebut. ”Itu semua akan membuat dua generasi berikutnya sibuk menemukan dan menjinakkannya,” demikian laporan surat kabar tersebut.
TBC Meningkat
TBC sekarang ini adalah penyakit yang paling memautkan di dunia, demikian laporan harian Dagens Nyheter. Pada tahun 1992, lebih dari 3.000.000 orang meninggal karena penyakit tersebut—berarti lebih banyak daripada yang meninggal akibat AIDS, kolera, dan malaria. Dalam upaya mencegah menyebarnya TBC, baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia menyelenggarakan suatu konferensi di London. Dinyatakan bahwa penyakit tersebut merupakan epidemi global yang serius, dan negara-negara belum berkembang yang paling terkena pengaruhnya. Namun penyakit itu juga terus berkembang di negara-negara industri karena orang yang melakukan perjalanan dan imigrasi. Dari bentuk TBC yang paling umum ada 95 persen kasus yang dapat diobati; tetapi dari bentuk yang terbaru dan lebih bertahan, kurang dari 40 persen kasus yang terobati.
Wanita Asia Hidup Lebih Lama
Harapan hidup bagi wanita-wanita di Hong Kong telah bertambah baik selama lebih dari 20 tahun belakangan ini, demikian menurut majalah China Today. Pada tahun 1971, masa hidup yang diharapkan bagi wanita Hong Kong adalah 75,3 tahun. Pada tahun 1981 meningkat menjadi 78,5. Dan pada tahun 1991 mencapai puncaknya hingga 80,6 tahun. Nutrisi yang lebih baik dan pelayanan pengobatan yang bertambah maju dianggap menyumbang kepada perbaikan ini. Pada umumnya wanita Asia tampak menikmati harapan hidup yang lebih baik daripada yang rata-rata. Wanita di Taiwan dapat berharap untuk hidup sekitar 77 tahun. Di Singapura harapan hidup bagi wanita adalah sekitar 76 tahun, dan di Republik Rakyat Cina, sekitar 71 tahun. China Today menyatakan bahwa ”Wanita Jepang hidup paling lama di dunia yaitu selama 83 tahun”.