PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • g91 Maret hlm. 30-31
  • Mengamati Dunia

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Mengamati Dunia
  • Sedarlah!—1991
  • Subjudul
  • Setiap Anjing Laut 51.260 Dolar
  • Para Pengemudi Perhatikan
  • Para Ayah yang Merokok
  • Penemuan Air di Mesir
  • Eropa Tidak Lagi Terpisah!
  • Berkurangnya Jumlah Kupu-Kupu
  • Alkitab Bahasa Mongol
  • Lemak yang Sehat
  • Belajar di Rumah
Sedarlah!—1991
g91 Maret hlm. 30-31

Mengamati Dunia

Setiap Anjing Laut 51.260 Dolar

Setelah tragedi tumpahnya minyak Exxon Valdez pada tahun 1989, perusahaan itu menyediakan anggaran 18,3 juta dolar untuk menangkap dan merawat 357 anjing laut yang terkena minyak. Meskipun usaha yang ekstensif untuk menyelamatkan mereka, lebih dari sepertiga mati. Dari ke-225 anjing laut yang masih hidup, sebagian besar dikembalikan kepada habitat asal mereka, dan yang lainnya ditempatkan dalam akuarium. ”Ahli-ahli biologi laut telah memperhitungkan bahwa untuk merawat setiap anjing laut yang diselamatkan, dibutuhkan biaya 51.260 dolar,” kata sebuah laporan dalam New York Times, ”tetapi para ilmuwan percaya bahwa pengetahuan yang diperoleh dari proyek itu akan membantu menyelamatkan korban-korban akibat kecelakaan yang sama di masa mendatang.” Penemuan yang penting adalah bahwa minyak mentah jauh lebih beracun bagi binatang-binatang itu daripada anggapan pada umumnya. Dikatakan bahwa proyek itu ”terutama merupakan usaha kemanusiaan”, karena anjing laut bukan spesies yang berada dalam bahaya kepunahan dan ”sejumlah besar binatang yang berada di dalam selat itu luput dari pencemaran minyak yang mematikan”. Para pimpinan Exxon dikatakan telah mengakui bahwa ”anjing-anjing laut yang sekarat, terendam minyak, benar-benar merusak citra perusahaan”.

Para Pengemudi Perhatikan

Mobil-mobil yang berusaha mendahului kereta api di lintasan jalan merupakan hal yang umum hampir pada setiap perjalanan, demikian kata para teknisi kereta api. Statistik tampaknya meneguhkan hal itu. Pada tahun 1989 telah terjadi 5.766 tabrakan pada persimpangan jalan kereta api di seluruh Amerika Serikat, menewaskan 798 orang dan melukai 2.588 orang. Dalam kebanyakan kasus, pengemudi mobil mengabaikan palang pintu dan cahaya kelap-kelip lampu yang menunjukkan kereta api sedang mendekat. Mengapa para pengemudi mencoba berlomba dengan kereta api di persimpangan? Kemungkinan besar karena mereka mengira cara bekerja kereta api sama seperti mobil, kata para pimpinan jawatan kereta api. Namun tidak demikian. Untuk kereta barang yang biasa, lokomotifnya saja berbobot lebih dari 160 ton. Dengan kecepatan 80 kilometer per jam, lebih dari satu setengah kilometer dibutuhkan untuk menghentikan kereta api setelah rem diinjak. Pengemudi mobil seharusnya ingat, Kereta api selalu menang.

Para Ayah yang Merokok

Bahaya yang dapat ditimbulkan oleh seorang ibu yang merokok atas anaknya yang belum lahir telah diketahui umum. Namun bagaimana dengan para ayah yang merokok? ”Ayah yang merokok,” South African Medical Journal memperingatkan, ”harus menerima tanggung jawab yang sama atas akibatnya jika sang ibu terus merokok selama masa kehamilan. Seorang ibu membutuhkan dukungan dari suaminya untuk dapat berhenti merokok dan janin pasti tidak kebal terhadap akibat asap rokok orang-tuanya.” Terbitan itu juga memperingatkan terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh perokok pasif setelah bayi lahir. Anak-anak yang kena asap rokok di rumah memiliki angka ”absen dari sekolah karena alasan sakit” di atas rata-rata dan ”mempunyai kemungkinan yang lebih besar menjadi perokok juga”.

Penemuan Air di Mesir

Dari semua negeri yang kena pengaruh kekurangan air, Mesir yang paling menonjol. Sungai Nil, satu-satunya sumber airnya yang utama, harus terus memenuhi tuntutan yang semakin bertambah dari negeri-negeri lain di hulu sungai itu. Penduduk Mesir yang berjumlah 55 juta terus bertambah dengan kecepatan 1 juta setiap sembilan bulan. Negara itu sudah harus mengimpor 65 persen dari persediaan makanannya. Akan tetapi, sekarang, hasil penelitian atas daerah-daerah yang jauh terpencil dengan satelit telah menyingkapkan adanya persediaan air di bawah tanah, yang sangat luas dan tidak diduga di bawah gurun pasir Mesir bagian Barat. ”Para ilmuwan percaya bahwa [tempat itu] mungkin mengandung lebih banyak air tanah daripada yang diperkirakan untuk seluruh Afrika,” tulis World Press Review. ”Sebuah pengeboran uji coba menunjukkan bahwa ada cukup banyak air dalam satu sumber air ’untuk pertanian seluas 80.000 hektar selama 200 tahun’, kata Dr. Farouk al-Baz, direktur berkebangsaan Mesir dari Pusat Penelitian Daerah Terpencil Universitas Boston.”

Eropa Tidak Lagi Terpisah!

Selama tiga tahun, penggalian terus berlangsung di bawah terusan yang memisahkan Inggris dengan Perancis. Akhirnya, pada tanggal 30 Oktober 1990, dua wilayah itu dipertemukan ketika mesin pembuat terowongan milik Perancis menerobos batu kapur menembus sebuah lubang yang telah dibor oleh pihak Inggris. Pemotretan satelit yang dirangkaikan dengan sistem laser membimbing tim-tim teknisi dengan sedemikian baik sehingga penyimpangan antara dua bagian itu tidak lebih dari 0,5 meter dalam terowongan sepanjang 50 kilometer, The Times dari London melaporkan. Terobosan yang sesungguhnya terjadi pada tanggal 1 Desember setelah bongkahan batu kapur yang masih sisa beberapa meter dikikis untuk membuat lubang sebesar ukuran manusia sehingga para pekerja dari kedua pihak dapat bertemu dan berjabat tangan. Pekerjaan sekarang dilanjutkan untuk menyelesaikan terowongan ini dan dua terowongan utama untuk rel, satu pada masing-masing pihak.

Berkurangnya Jumlah Kupu-Kupu

Di Eropa ada kira-kira 380 spesies kupu-kupu yang dikenal, yang kira-kira sepertiganya bukan berasal dari benua itu. Sebuah laporan dalam The European menunjukkan bahwa ”hampir semua . . . telah berkurang jumlahnya secara drastis dan beberapa terancam kepunahan”. Beberapa negara yang dipengaruhi termasuk Belanda, Jerman, Swiss, dan Inggris. Apa penyebabnya? Peningkatan dalam produksi pertanian, yang khususnya didorong oleh pertumbuhan Masyarakat Eropa, mengakibatkan habitat margasatwa musnah. Pembajakan padang-padang rumput, pengeringan rawa-rawa, penggunaan pestisida yang meluas, punahnya pagar-pagar semak, dan pengelolaan yang buruk atas padang-padang rumput telah memperburuk keadaan.

Alkitab Bahasa Mongol

Orang-orang yang berbahasa Mongol di dunia sekarang dapat membaca sebagian dari Alkitab dalam bahasa mereka sendiri. Sarjana Inggris John Gibbens membutuhkan waktu 18 tahun untuk menyelesaikan terjemahan Kitab-Kitab Yunani Kristen. Menurut Tn. Gibbens, Asia Magazine melaporkan, ”bahasa Mongol adalah bahasa nasional resmi yang terakhir di dunia yang mendapat Perjanjian Baru”. Akan tetapi, majalah itu menambahkan bahwa jumlah orang yang percaya pada Alkitab ”diperkirakan tidak lebih dari selusin di antara 2,2 juta orang yang tinggal di Republik Rakyat Mongol”. Suatu lembaga Alkitab di Inggris menjelaskan bahwa ada minat yang makin bertambah kepada Alkitab sebagai karya klasik dunia.

Lemak yang Sehat

Suatu penyelidikan baru-baru ini menyingkapkan bahwa penderita penyakit jantung di kalangan orang-orang yang hidup di sepanjang pantai di Jepang lebih sedikit dibandingkan dengan penduduk di pedalaman. Alasannya? Asiaweek melaporkan bahwa banyak makan makanan hasil laut ”telah dikaitkan dengan berkurangnya risiko beberapa penyakit koroner yang umum”. Khususnya ikan salem dan sejenis ikan air tawar (trout) mempunyai kandungan tinggi lemak tak jenuh (polyunsaturated) yang dikenal sebagai omega-3. Mereka yakin bahwa jenis lemak ini dapat menurunkan kadar triglicerida dan mengurangi ”’kelekatan’ darah—yaitu kecenderungannya untuk menggumpalkan dan kemungkinan menyumbat pembuluh-pembuluh darah”, kata Asiaweek. Beberapa orang menyatakan bahwa omega-3 mungkin bahkan dapat membantu mencegah penyakit lain, seperti radang sendi, kanker payudara, kelainan ginjal, dan sakit kepala migrain.

Belajar di Rumah

Ratusan ribu orang-tua di Amerika Serikat mengajar sendiri anak-anak mereka di rumah sebaliknya daripada mengirim mereka ke sekolah. The New York Times melaporkan bahwa menurut beberapa perkiraan, hampir 500.000 anak diajar di rumah. Pilihan ini makin populer di kalangan orang-tua yang prihatin ”terhadap obat bius dan kejahatan di sekolah-sekolah negeri dan merosotnya mutu guru-guru”. Menurut Times, para pendidik mengatakan bahwa anak-anak ini ”rawan terhadap pengaruh orang-tua yang berniat baik namun tidak memenuhi syarat”. Seorang juru bicara untuk National Home-school Association mengakui bahwa ”sekolah di rumah bukan untuk setiap orang”. Kemudian ia menambahkan, ”Namun, sekolah negeri juga bukan untuk setiap orang.”

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan