PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w26 Juni hlm. 20-25
  • Perhatikan Cara Saudara Mendengarkan

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Perhatikan Cara Saudara Mendengarkan
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
  • Subjudul
  • Bahan Terkait
  • INGATLAH BAHWA YEHUWA-LAH YANG MENGAJAR KITA
  • KENAPA KITA PERLU MENDENGARKAN BAIK-BAIK DI PERHIMPUNAN?
  • CARA MEMBANTU HADIRIN UNTUK FOKUS
  • CARA MENJADI PENDENGAR YANG BAIK
  • TERUSLAH DENGARKAN YEHUWA
  • Bantulah Orang ”yang Memiliki Sikap yang Benar”
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2025
  • Tingkatkan ”Keterampilan Mengajar” Saudara
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
  • Carilah Jawaban untuk Pertanyaan Berikut
    Daftar Acara Pertemuan Wilayah dengan Pengawas Wilayah 2025-2026
  • Andalkan Yehuwa Sewaktu Membuat Keputusan
    Pelayanan dan Kehidupan Kristen—Lembar Pelajaran—2023
Lihat Lebih Banyak
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
w26 Juni hlm. 20-25

31 AGUSTUS–6 SEPTEMBER 2026

NYANYIAN 89 Dengarkan, Taati, dan Dapatkan Berkat

Perhatikan Cara Saudara Mendengarkan

”Coba perhatikan cara kalian mendengarkan.”—LUK. 8:18.

INTI

Alasannya kita perlu mendengarkan baik-baik di perhimpunan dan cara kita bisa melakukannya.

1-2. (a) Bagaimana Yehuwa menyediakan makanan rohani untuk umat-Nya sekarang? (Mazmur 23:​1, 2, 5) (b) Apa yang akan kita bahas di artikel ini?

YEHUWA terus menyediakan makanan rohani yang berlimpah bagi kita. Kita pasti setuju dengan Daud, yang bernyanyi, ”Yehuwa-lah Gembalaku. Aku tidak akan kekurangan apa pun.”—Baca Mazmur 23:​1, 2, 5.

2 Salah satu cara Yehuwa menyediakan makanan rohani adalah melalui perhimpunan. Sering kali, hal-hal yang dibahas di perhimpunan sudah pernah kita dengar. Tapi, semua itu adalah pengingat yang kita butuhkan, meskipun kita mungkin sudah lama dalam kebenaran. (2 Ptr. 1:12) Kalau bahan yang dibahas di perhimpunan sudah sering Saudara dengar, apakah Saudara merasa sulit untuk fokus mendengarkannya? Artikel ini bisa membantu Saudara. Kita akan membahas kenapa kita perlu mendengarkan baik-baik di perhimpunan, bagaimana saudara-saudara yang mengajar bisa membantu hadirin untuk mendengarkan, dan apa saja yang bisa kita lakukan untuk menjadi pendengar yang baik. Tapi sebelumnya, mari kita bahas siapa yang sebenarnya mengajar kita.

INGATLAH BAHWA YEHUWA-LAH YANG MENGAJAR KITA

3. Bagaimana Yehuwa mengajar kita, dan bagaimana hamba-hamba Yehuwa menggunakan Firman-Nya?

3 Yehuwa mengajar kita melalui Firman-Nya, Alkitab. (2 Tim. 3:​16, 17) Yesus tahu hal itu, dan dia menggunakan Firman Allah dengan sangat terampil sampai-sampai para pendengarnya mengatakan, ”Bagaimana orang ini bisa tahu banyak tentang Kitab Suci? Dia kan tidak pernah belajar di sekolah agama.” (Yoh. 7:15) Waktu mendengar Yesus menjelaskan Firman Allah, orang-orang yang tulus sangat tersentuh. Selain Yesus, orang Kristen di abad pertama seperti Rasul Paulus dan Apolos juga selalu menggunakan Kitab Suci waktu memberikan penjelasan. (Kis. 17:​2, 3; 18:​24, 28) Dan sekarang, kita sebagai Saksi-Saksi Yehuwa tahu bahwa semua artikel, rangka khotbah, acara JW Broadcasting®, dan video lainnya dari organisasi kita dibuat berdasarkan Alkitab. Banyak orang yang berhimpun untuk pertama kalinya terkesan melihat bagaimana umat Yehuwa selalu menggunakan Alkitab di perhimpunan. Saudara-saudara yang mengajar selalu berfokus pada Alkitab. Mereka tidak hanya membacakannya, tapi juga menunjukkan cara menjalankan nasihatnya.—Luk. 24:32.

4. Di Alkitab, ”mendengarkan” bisa berarti apa?

4 Di Alkitab, ”mendengarkan” sering kali berarti ”menaati”. Waktu kita mendengarkan Firman Yehuwa di perhimpunan dan mengerti apa yang Dia inginkan dari kita, kita jadi bisa menaati Dia. Kita yakin Yehuwa pasti senang waktu kita menjalankan apa yang kita dengar.—Ams. 27:11.

KENAPA KITA PERLU MENDENGARKAN BAIK-BAIK DI PERHIMPUNAN?

5. Kalau kita menyayangi Yehuwa, kita akan tergerak untuk melakukan apa? (Yohanes 4:​23, 24; 1 Yohanes 5:3)

5 Kita menyayangi Yehuwa. (Mat. 22:37) Semakin banyak yang kita pelajari tentang Yehuwa, kita pun semakin menyayangi Dia. Hasilnya, kita jadi tergerak untuk mendengarkan Dia, menaati-Nya, dan melayani-Nya dengan cara yang Dia tetapkan di Firman-Nya.—Baca Yohanes 4:​23, 24; 1 Yohanes 5:3.

6. Bagaimana perhimpunan mengajar kita caranya membantu orang lain?

6 Kita menyayangi orang lain. (Mat. 22:39) Di perhimpunan, Yehuwa mengajar kita caranya membantu rekan seiman dan orang lain yang belum mengenal Dia. Misalnya, di perhimpunan tengah pekan, kita belajar caranya menerapkan saran-saran di brosur Kasihi Semua Orang—Jadikan Murid. Apakah Saudara kesulitan untuk memulai percakapan? Coba perhatikan baik-baik bagaimana saudara-saudari melakukannya di bagian tugas siswa.

7. Kenapa kita harus terus menaati Yehuwa?

7 Kita ingin hidup bahagia selamanya. Seperti hamba-hamba Yehuwa di zaman dulu, kita harus menaati Firman Allah untuk bisa hidup bahagia selamanya. (Ul. 32:​44-47) Dan supaya kita mendapat kekuatan untuk bertekun sambil menantikan dunia baru, kita perlu mendengarkan baik-baik di perhimpunan. (Rm. 8:25) Ini sangat penting karena kita hidup di hari-hari terakhir dan harus tetap berjaga-jaga secara rohani.—Mat. 24:​42-44; Why. 1:3.

CARA MEMBANTU HADIRIN UNTUK FOKUS

8. Kenapa saudara-saudara yang mengajar di perhimpunan perlu terus meningkatkan keterampilan?

8 Saudara-saudara yang mengajar di perhimpunan, terutama yang menyampaikan khotbah umum, perlu terus meningkatkan keterampilan. Khotbah berdasarkan Alkitab yang dipersiapkan dengan baik bisa punya pengaruh yang besar. Orang-orang bisa tertarik untuk belajar kebenaran, dan saudara-saudari bisa dibantu untuk bertekun. Ingatlah hal itu waktu Saudara mendapat bagian di perhimpunan. Pikirkan bagaimana Saudara bisa mengikuti saran-saran berikut ini. Meskipun saran-saran ini terutama untuk saudara-saudara yang menyampaikan khotbah umum, prinsipnya berlaku bagi semua yang mendapat bagian di sidang.—2 Tim. 4:2; Tit. 1:9.

9. Kenapa sebuah khotbah perlu mudah diikuti?

9 Buatlah khotbah yang disusun dengan baik. Kalau khotbah Saudara terlalu rumit, hadirin bisa tersimpangkan. Jadi, supaya khotbah Saudara mudah diikuti, coba lakukan langkah-langkah ini: (1) Di awal khotbah, sebutkan poin-poin utamanya. (2) Bahas poinnya satu per satu. Setelah membahas satu poin, berikan jeda dan sebutkan poin selanjutnya. (3) Di akhir khotbah, tinjau lagi poin-poinnya secara singkat.

10. Kenapa seorang pembicara perlu berupaya menyukai bahan yang akan disampaikan?

10 Berupaya menyukai bahannya. Saudara bisa berbicara dengan bersemangat kalau Saudara menyukai poin-poin dalam khotbah Saudara. (Ams. 2:​4, 5; Kis. 4:20) Karena itu, Saudara perlu memikirkan baik-baik bahan dan ayat-ayat yang akan dibahas. Seorang saudara yang berumur 70-an dari Amerika Serikat bercerita tentang khotbah yang dia dengar waktu masih remaja: ”Saya masih ingat pembicaranya menasihati kami untuk melakukan perenungan yang mendalam waktu membaca Firman Allah. Dia menjelaskan cara melakukannya, dan dia berbicara dengan bersemangat. Khotbah itu mengubah hidup saya. Pembacaan Alkitab saya jadi lebih baik, dan saya jadi lebih akrab dengan Yehuwa.”

11. Apa yang perlu dilakukan seorang pembicara supaya hadirin mendapat manfaat dari khotbahnya? (1 Timotius 4:​13-16)

11 Pikirkan kebutuhan hadirin, dan berikan saran yang cocok. Daripada sekadar memberikan informasi, gunakan ayat-ayat untuk memberikan nasihat yang spesifik dan saran yang cocok. Dulu, Rasul Paulus memberi Timotius saran-saran yang spesifik supaya dia bisa tetap kuat secara rohani waktu melayani di Efesus. (Baca 1 Timotius 4:​13-16.) Jadi, pikirkan kebutuhan pendengar Saudara, dan bantu mereka untuk mengerti apa saja yang perlu dilakukan.

12. Kenapa sebuah khotbah sebaiknya disampaikan dengan gaya percakapan?

12 Berlatih menyampaikan khotbah dengan bersuara supaya Saudara bisa berbicara dengan wajar. Daripada menulis khotbah Saudara kata per kata dan membacanya, sampaikan khotbah Saudara dengan gaya percakapan. Hasilnya, khotbah Saudara akan lebih enak didengar dan lebih mudah dimengerti. Brosur Teruslah Bersungguh-sungguh dalam Membaca dan Mengajar mengatakan, ”Berbicaralah dengan wajar dan tulus, supaya pendengar tahu bahwa Saudara peduli kepada mereka dan bahwa Saudara yakin berita Saudara itu penting.” Kalau Saudara berbicara dari hati, khotbah Saudara akan jadi lebih hidup, menarik, dan menyentuh hati.

13. Kenapa saudara-saudara yang mengajar di sidang perlu meminta nasihat dari pembicara yang berpengalaman? (Lihat juga gambar.)

13 Minta nasihat dari pembicara yang berpengalaman. Kadang, Saudara mungkin tidak sadar kalau ada poin-poin dalam khotbah Saudara yang kurang jelas. Jadi, apa yang bisa Saudara lakukan? Waktu persiapan, Saudara bisa menunjukkan catatan Saudara kepada pembicara yang berpengalaman, meminta sarannya, dan mengikuti saran itu. Mintalah dia mendengarkan Saudara berlatih supaya dia bisa memberi tahu Saudara apa yang perlu ditingkatkan. (Ams. 1:5) Kita semua pasti mau menjadi pembicara dan guru yang lebih baik, karena kita ingin pendengar kita benar-benar mendapat manfaat dari permata rohani yang ada dalam Firman Allah.a

Di Balai Kerajaan, seorang saudara latihan khotbah di depan seorang saudara yang berpengalaman, yang mendengarkan sambil membuat catatan.

Mintalah bantuan seorang pembicara yang berpengalaman supaya Saudara bisa lebih terampil mengajar (Lihat paragraf 13)


CARA MENJADI PENDENGAR YANG BAIK

14. Kenapa kita perlu punya perasaan yang sama seperti penulis Mazmur 119? (Mazmur 119:​24, 111, 167)

14 Hargai pengingat dari Yehuwa. Kita membutuhkannya untuk bisa bertekun di masa-masa yang ”sulit dihadapi dan berbahaya” ini. (2 Tim. 3:1) Jadi, kalau Saudara merasa bahwa apa yang Saudara dengar di perhimpunan sudah sering dibahas, coba renungkan perasaan penulis Mazmur 119 terhadap pengingat dari Allah.—Baca Mazmur 119:​24, 111, 167.

15. Bagaimana kita bisa terus menghargai makanan rohani yang kita terima di perhimpunan?

15 Kita perlu punya pandangan yang positif terhadap makanan rohani yang kita terima, tidak seperti sebagian orang Israel yang meremehkan manna yang Yehuwa berikan di padang belantara. (Kel. 16:​15, 31) Manna berasal dari Yehuwa, rasanya enak, dan bisa menunjang kehidupan mereka. Awalnya, orang Israel menghargainya. Tapi belakangan, sebagian dari mereka muak karena makan manna setiap hari. (Bil. 21:5) Apa pelajarannya? Kita tidak boleh memandang makanan rohani sebagai hal yang biasa atau sesuatu yang diulang-ulang saja. Kita harus ingat bahwa itu berasal dari Yehuwa dan sudah dipersiapkan dengan baik oleh organisasi-Nya. Itu juga bisa memberi kita hikmat yang kita butuhkan untuk tetap hidup.—Ams. 3:​13, 16-18; Yoh. 17:3.

16. Bagaimana beberapa saudara-saudari yang sudah lama melayani Yehuwa bisa tetap fokus di perhimpunan? (Lihat juga kotak ”Tips untuk Bisa Tetap Fokus”.)

16 Ikuti beberapa saran untuk menjadi pendengar yang baik. Perhatikan apa yang membantu beberapa saudara-saudari yang sudah lama melayani Yehuwa untuk bisa tetap fokus di perhimpunan. Ashley, yang sudah melayani selama lebih dari 30 tahun, mengatakan, ”Kunci untuk tetap fokus adalah persiapan. Kalau tidak persiapan, saya sulit komentar, dan pikiran saya jadi ke mana-mana.” József, yang sudah melayani selama 52 tahun, mengatakan, ”Saya senang mendengarkan topik-topik yang sudah sering dipelajari. Karena bahannya dibahas dari sudut pandang yang berbeda, saya jadi memahaminya dengan lebih dalam.” Dia menambahkan, ”Kalau pembicaranya kurang terampil, saya fokus pada isi khotbahnya yang berasal dari Firman Allah, bukan cara dia berkhotbah.”

Tips untuk Bisa Tetap Fokus

Ada satu pertanyaan yang diajukan kepada beberapa saudara-saudari yang sudah lama melayani Yehuwa: ”Apa yang membantu kalian fokus di perhimpunan?”

  • Suefawn, yang dibaptis tahun 1986, menjawab, ”Duduk di bagian depan supaya bisa fokus melihat pembicara dan video yang diputar.”

  • David, yang dibaptis tahun 1983, menjawab, ”Saya sering berdoa supaya Yehuwa membantu saya konsentrasi. Saya juga selalu ingat bahwa datang berhimpun, berfokus, dan berkomentar adalah bagian dari ibadah saya.”

  • Nicolas, yang dibaptis tahun 1982, menjawab, ”Tetapkan tujuan untuk berterima kasih pada setiap orang yang dapat bagian, dan sebutkan contoh spesifik, poin, atau perumpamaan yang Saudara sukai dari bagian mereka.”

  • Augustin, yang dibaptis tahun 1988, menjawab, ”Saya selalu ingat bahwa kalau ada topik tertentu yang dibahas lagi oleh budak yang setia, itu adalah makanan rohani pada waktu yang tepat.”

17. Apa lagi yang membantu Saudara mendengarkan dengan baik di perhimpunan? (Lihat juga gambar.)

17 Beberapa saran ini bisa membantu Saudara mendengarkan dengan baik di perhimpunan: (1) Jangan makan terlalu kenyang sebelum berhimpun supaya Saudara tidak mengantuk. (2) Datang lebih awal dan cari tempat duduk sebelum acara dimulai. (3) Matikan suara HP Saudara, dan jangan sampai itu membuat Saudara tersimpangkan selama perhimpunan. (4) Pikirkan sebelumnya poin-poin apa yang mungkin akan dibahas. (5) Berfokuslah pada pembicara. (6) Buat catatan singkat atau gambar sederhana untuk poin-poin utamanya. (7) Perhatikan ayat-ayat kuncinya dan bagaimana ayat-ayat itu diurutkan sehingga penjelasannya masuk akal. (8) Pikirkan, ’Bagaimana saya bisa menggunakan poin ini untuk membantu orang lain di sidang atau dalam dinas?’ (9) Sebelum pertemuan wilayah dan regional, perhatikan ayat tema untuk hari itu serta judul-judul khotbah dan ayat kuncinya. (10) Siapkan hati Saudara dengan duduk tenang dan memperhatikan baik-baik waktu musik atau video diputar di awal acara.

Seorang saudara mengirim pesan ke temannya lewat HP selama Pelajaran ”Menara Pengawal”.

Teruslah dengarkan pengingat Yehuwa, dan jangan tersimpangkan oleh HP Saudara (Lihat paragraf 17)


TERUSLAH DENGARKAN YEHUWA

18. Kenapa kita harus terus mendengarkan baik-baik di perhimpunan?

18 Kita harus terus mendengarkan baik-baik di perhimpunan, karena dengan cara itulah kita dituntun oleh Yehuwa di ”jalan yang benar”. (Mz. 23:3; 31:3) Kita membutuhkan nasihat dan koreksi dari-Nya supaya kita tidak seperti perahu yang menyimpang karena terbawa angin. Jadi, ”perhatikan cara [Saudara] mendengarkan”, dan ikuti petunjuk yang Saudara terima di perhimpunan. (Luk. 8:18) Kalau Saudara mendengarkan Yehuwa, Saudara akan bahagia dan hidup selamanya di masa depan.—Mz. 119:​2, 14.

APA JAWABAN SAUDARA?

  • Kenapa kita harus mendengarkan di perhimpunan?

  • Bagaimana saudara-saudara yang mengajar di perhimpunan bisa membantu hadirin untuk fokus?

  • Bagaimana Saudara bisa menjadi pendengar yang baik?

NYANYIAN 87 Datanglah, Dapatkan Kesegaran!

a Untuk lebih banyak saran tentang caranya menjadi pembicara dan guru yang lebih baik, lihat brosur Teruslah Bersungguh-sungguh dalam Membaca dan Mengajar dan buku Memperoleh Manfaat dari Pendidikan Sekolah Pelayanan Teokratis.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan