PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w26 Maret hlm. 20-25
  • Tunjukkan Pemahaman, dan Saudara ”Akan Berhasil”!

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Tunjukkan Pemahaman, dan Saudara ”Akan Berhasil”!
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
  • Subjudul
  • Bahan Terkait
  • TETAP RENDAH HATI—JANGAN SOMBONG
  • TETAP TENANG—JANGAN MARAH
  • TETAP PERCAYA KEPADA YEHUWA—JANGAN TAKUT
  • TERUSLAH DAPATKAN DAN HARGAI PEMAHAMAN
  • Dia Bercerita tentang Allahnya di Negeri Asing
    Jadilah Sahabat Allah yang Berani
  • Pemimpin Pasukan dan Gadis Kecil
    Belajarlah dari Cerita-Cerita di Alkitab
  • Ia Mau Menolong
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—2008
  • Naaman
    Pemahaman Alkitab, Jilid 2
Lihat Lebih Banyak
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Pelajaran)—2026
w26 Maret hlm. 20-25

25-31 MEI 2026

NYANYIAN 135 Yehuwa Memohon, ”Anakku, Jadilah Bijaksana”

Tunjukkan Pemahaman, dan Saudara ”Akan Berhasil”!

”Orang yang menunjukkan pemahaman dalam suatu masalah akan berhasil.”—AMS. 16:20.

INTI

Caranya pemahaman bisa membantu kita berhasil mengatasi suatu masalah.

1-2. Apa itu pemahaman, dan apa manfaatnya kalau kita punya pemahaman?

APAKAH Saudara pernah merasa tidak dihargai atau dihormati? Apakah Saudara pernah disalahpahami atau diperlakukan dengan buruk? Atau, apakah Saudara pernah menghadapi situasi yang sangat menakutkan? Kalau pernah, Saudara mungkin tahu bahwa tidak mudah untuk mengatakan atau melakukan sesuatu yang benar saat itu terjadi. Nah, apa yang bisa membantu Saudara? Menurut Alkitab, pemahaman bisa membantu kita.

2 Pemahaman adalah kesanggupan untuk melihat bukan hanya apa yang kelihatan, tapi juga yang tidak kelihatan. Kesanggupan ini bisa membantu kita mengerti suatu situasi, misalnya kenapa sesuatu mungkin terjadi atau kenapa seseorang mungkin melakukan sesuatu. Karena itu, pemahaman bisa membantu kita bertindak dengan bijaksana. Misalnya, kita jadi bisa ’mengendalikan bibir’ kita dan tahu kapan saatnya kita harus ’tetap diam’. (Ams. 10:19; Mz. 4:4) Kita juga jadi bisa mengendalikan emosi, mengampuni kesalahan orang lain, dan menerima nasihat atau koreksi. (Ams. 19:20) Hasilnya, kata-kata dan tindakan kita akan menyenangkan Yehuwa. Kita sendiri dan orang lain juga akan mendapat manfaatnya. Pemahaman khususnya bermanfaat waktu kita berada dalam situasi yang bisa membuat kita sangat marah atau bertindak tanpa dipikir. Di artikel ini, kita akan membahas tiga kisah Alkitab yang menunjukkan bagaimana pemahaman bisa membantu kita tetap rendah hati, tenang, dan percaya sepenuhnya kepada Yehuwa.

TETAP RENDAH HATI—JANGAN SOMBONG

3. Siapa itu Naaman?

3 Untuk bisa menghadapi sebuah situasi dengan cara yang benar, kita tidak boleh sombong. (1 Ptr. 5:5) Nah, pemahaman bisa membantu kita untuk rendah hati. Perhatikan contoh Naaman. Dia tinggal di Siria, sebuah negeri yang terletak di sebelah utara Israel. Sebagai panglima di negerinya, dia adalah pejuang yang hebat. Tapi dia terkena kusta, penyakit kulit yang mengerikan.—2 Raj. 5:1.

4. Apa yang menunjukkan bahwa Naaman bukan orang yang sama sekali tidak punya pemahaman?

4 Salah satu pelayan istri Naaman adalah seorang gadis kecil Israel. Dia memberi tahu istri Naaman bahwa ada seorang nabi di Israel yang bisa menyembuhkan penyakit suaminya. (2 Raj. 5:​2, 3) Naaman bisa saja berpikir, ’Anak itu dari bangsa yang bermusuhan sama bangsa saya. Dia juga cuma seorang budak. Memangnya dia bisa bantu saya?’ Tapi, Naaman dengan rendah hati mau mendengarkan saran gadis kecil itu. Ini menunjukkan bahwa dia bukan orang yang sombong atau sama sekali tidak punya pemahaman. Naaman pun meminta izin dari raja Siria untuk pergi ke Israel supaya bisa disembuhkan.—2 Raj. 5:​4, 5. 

5. Waktu sampai di Israel, apa yang Naaman alami?

5 Naaman tiba di istana Raja Yehoram di Israel dan berharap untuk disembuhkan. Tapi, Yehoram berpikir bahwa raja Siria hanya mau cari masalah. Waktu Nabi Elisa mendengar tentang hal itu, dia meminta Yehoram untuk menyuruh Naaman datang kepadanya. (2 Raj. 5:​6-9) Apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan Naaman. Elisa bahkan tidak keluar dari rumahnya untuk menemui Naaman atau berbicara kepadanya. Elisa hanya mengirim seorang utusan untuk memberi tahu Naaman apa yang harus dia lakukan untuk bisa sembuh.—2 Raj. 5:10.

6. (a) Apa yang bisa jadi membuat Naaman sempat bersikap sombong? (b) Bagaimana hamba-hamba Naaman menunjukkan pemahaman, dan apa hasilnya? (2 Raja 5:​13, 14)

6 Waktu mendengar apa yang dikatakan utusan Elisa, Naaman marah dan ”pergi dengan kesal”. (2 Raj. 5:​11, 12) Kenapa? Bisa jadi, sebagai orang yang punya kedudukan tinggi, dia merasa bahwa Elisa seharusnya lebih menghormati dia. Atau, petunjuk Elisa mungkin membuat Naaman merasa bahwa Elisa merendahkan negeri Siria. Apa pun alasannya, Naaman sempat bersikap sombong dan memutuskan untuk pulang. Tapi, hamba-hambanya menunjukkan pemahaman. Mereka memohon kepada Naaman untuk memikirkan kembali keputusannya. Akhirnya, Naaman dengan rendah hati mau mengikuti petunjuk Elisa, dan dia pun sembuh.—Baca 2 Raja 5:​13, 14.

7. Apa yang bisa kita pelajari dari Naaman? (Amsal 22:4; lihat juga gambar.)

7 Apa pelajarannya? Kalau kita punya pemahaman, kita tidak akan berfokus pada apa yang terlihat dari luar, termasuk penampilan luar seseorang. Kita juga tidak akan membiarkan perasaan kita memengaruhi keputusan kita. Selain itu, kita akan menjadi orang yang rendah hati. Kita mengakui bahwa ada hal-hal yang tidak kita ketahui dan bahwa kita butuh bantuan, terutama dari Yehuwa. Naaman waktu itu belum menjadi penyembah Yehuwa, tapi dia menunjukkan pemahaman dengan bersikap rendah hati dan mau mendengarkan gadis kecil Israel, hamba-hambanya, dan terutama Elisa, wakil Yehuwa. Naaman tidak berfokus pada perasaan atau harga dirinya. Hasilnya, dia berhasil membuat keputusan yang bijaksana. Nah, waktu menghadapi suatu situasi, kita perlu memikirkan baik-baik apa yang akan kita katakan atau lakukan. Misalnya, bagaimana kalau kita tidak setuju dengan nasihat Alkitab yang diberikan seseorang? Atau, bagaimana kalau kita tidak mengerti petunjuk organisasi tertentu? Kita perlu memikirkan baik-baik apa yang akan kita katakan atau lakukan, karena hal itu akan menunjukkan apakah kita sombong atau rendah hati.—Baca Amsal 22:4.

Beberapa gambar: Seorang saudara menunjukkan pemahaman saat dia dengan rendah hati mendengarkan orang lain. 1. Dia mendengarkan seorang saudara muda yang memberi dia nasihat dari brosur ”Teruslah Bersungguh-sungguh dalam Membaca dan Mengajar”. 2. Dia mendengarkan seorang saudari lansia yang memberi dia saran tentang pengaturan kesaksian rak beroda. 3. Dia mendengarkan baik-baik waktu dia menonton acara JW Broadcasting di tabletnya.

Seperti Naaman yang dengan rendah hati mendengarkan orang lain, kita perlu mendengarkan waktu kita dinasihati, waktu ada yang memberi kita saran, atau waktu ada petunjuk dari organisasi Yehuwa (Lihat paragraf 7)


TETAP TENANG—JANGAN MARAH

8. Situasi apa yang mungkin membuat kita sulit untuk tetap tenang?

8 Pemahaman bisa membantu kita untuk tetap tenang dan tidak marah waktu ada situasi yang membuat kita kesal. Memang, ini tidak selalu mudah, karena kita mungkin merasa bahwa kita punya alasan untuk marah kalau kita diperlakukan dengan buruk atau tidak adil. (Ef. 4:26) Nah, perhatikan bagaimana Daud dan Abigail menunjukkan pemahaman di situasi seperti itu.

9. Bagaimana Nabal memperlakukan Daud?

9 Bayangkan kejadiannya: Daud dan anak buahnya tinggal di Padang Belantara Paran sebagai buronan. (1 Sam. 25:1) Selama tinggal di sana, mereka dengan baik hati melindungi para gembala dan ternak seorang pria kaya bernama Nabal. (1 Sam. 25:​15, 16) Saat musim untuk menggunting bulu domba tiba, Daud mengirim anak buahnya kepada Nabal untuk meminta makanan dengan sopan dan baik-baik. (1 Sam. 25:​6-8) Tapi, Nabal menolak permintaan Daud dan anak buahnya dengan kasar, bahkan menghina mereka. Nabal sama sekali tidak menghargai apa yang sudah mereka lakukan untuk dia.—1 Sam. 25:​10, 11.

10. Bagaimana Daud dan Abigail menunjukkan pemahaman? (1 Samuel 25:​32, 33; lihat juga gambar.)

10 Bayangkan perasaan Daud waktu itu. Karena dia mudah terbawa perasaan, dia jadi sangat marah sampai-sampai dia mau membunuh Nabal! (1 Sam. 25:​13, 21, 22) Tapi, waktu Daud dan anak buahnya sedang dalam perjalanan, Abigail, istri Nabal yang bijaksana, datang menemui mereka. Bagaimana Abigail menunjukkan pemahaman? Meskipun Daud sedang marah besar, Abigail bisa melihat bahwa Daud sebenarnya orang yang baik. Jadi, dia berupaya sebisa-bisanya membantu Daud untuk tetap tenang. Dia membawakan banyak hadiah dan dengan rendah hati memberi Daud nasihat yang bijaksana. (1 Sam. 25:​18, 23-31) Nah, Daud menunjukkan pemahaman dengan mendengarkan Abigail dan mengakui bahwa nasihatnya sesuai dengan cara berpikir Yehuwa. Hasilnya, Daud menjadi tenang dan tidak melakukan kesalahan yang besar.—Baca 1 Samuel 25:​32, 33.

Daud mendengarkan baik-baik waktu Abigail memohon kepadanya sambil berlutut. Anak-anak buah Daud berdiri di belakang Daud. Para pelayan Abigail berdiri di belakang Abigail sambil membawa banyak hadiah.

Karena Daud dan Abigail menunjukkan pemahaman, nyawa banyak orang diselamatkan (Lihat paragraf 10)


11. Waktu ada yang membuat kita marah, bagaimana pemahaman bisa membantu kita? (Amsal 19:11)

11 Apa pelajarannya? Kalau kita punya pemahaman, kita bisa tetap tenang meskipun kita punya alasan untuk marah. Pemahaman bisa membantu kita untuk memikirkan dulu akibat dari kata-kata dan tindakan kita. (Baca Amsal 19:11.) Waktu Daud diingatkan Abigail tentang cara berpikir Yehuwa, dia jadi bisa mengendalikan emosinya dan tetap tenang. Seperti Daud, Saudara juga bisa tetap tenang kalau ada yang membuat Saudara kesal atau marah. Jangan langsung bereaksi tanpa dipikir. (Yak. 1:19) Berdoalah kepada Yehuwa, dan coba pikirkan cara Yehuwa memandang situasinya.

12. Sebelum bereaksi terhadap suatu situasi, kenapa ada baiknya kita berbicara kepada orang lain?

12 Seperti Yehuwa menggunakan Abigail untuk membantu Daud punya pemahaman, Dia bisa menggunakan orang lain untuk membantu kita. Jadi, sebelum bereaksi terhadap sesuatu yang membuat kita kesal, cobalah bicara kepada rekan seiman yang matang. Dia bisa membantu Saudara melihat masalahnya dari sudut pandang yang lebih luas. (Ams. 12:15; 20:18) Tapi, bagaimana kalau teman Saudara yang butuh bantuan? Seperti Abigail, apakah Saudara bisa membantu dia untuk melihat masalahnya dari sudut pandang Yehuwa? Yehuwa pasti akan memberkati upaya Saudara untuk membantu orang lain menunjukkan pemahaman dan tetap tenang.

TETAP PERCAYA KEPADA YEHUWA—JANGAN TAKUT

13. Waktu kita merasa takut, bagaimana pemahaman bisa membantu kita?

13 Kadang, kita menghadapi situasi yang membuat kita takut. Nah, pemahaman bisa membantu kita untuk ingat bahwa Yehuwa jauh lebih kuat dari apa pun dan siapa pun. Jadi, meskipun ada berbagai peristiwa yang menakutkan di dunia ini, kita bisa tetap percaya kepada Yehuwa. (Mz. 27:1) Dia bisa membantu kita melewati situasi apa pun, bahkan yang kelihatannya tidak ada jalan keluarnya. Itulah pelajaran dari kisah Nabi Yunus. Dia orang yang rohani, tapi dia butuh lebih banyak pemahaman untuk berhasil menjalankan tugas yang sulit dari Yehuwa.

14. Apa yang mungkin membuat Yunus lari dari tugasnya?

14 Yunus diberi tugas untuk pergi ke Niniwe dan menyampaikan berita penghukuman kepada penduduk di sana. (Yun. 1:​1, 2) Bayangkan perasaan Yunus. Untuk bisa sampai ke kota Niniwe di Asiria, dia harus berjalan kaki selama kira-kira satu bulan. Selain itu, orang Asiria terkenal kasar dan kejam. Bahkan, Niniwe disebut ”kota penumpahan darah”! (Nah. 3:​1, 7) Yunus pun memutuskan untuk lari dari tugasnya.—Yun. 1:3.

15. Apa yang membuat Yunus semakin percaya kepada Yehuwa? (Yunus 2:​6-9)

15 Yunus naik kapal untuk melarikan diri. Lalu waktu dia dilempar ke laut, Yehuwa menyelamatkan dia secara mukjizat. (Yun. 1:​15, 17) Peristiwa ini mengingatkan Yunus bahwa Yehuwa punya kuasa yang luar biasa. Yunus pun menyadari bahwa dia tidak perlu takut menjalankan tugasnya karena Yehuwa bisa melindungi dia dari bahaya apa pun. (Baca Yunus 2:​6-9.) Waktu Yehuwa memberi Yunus kesempatan kedua, Yunus tidak ragu lagi. Dia pergi ke Niniwe dan berhasil menjalankan tugasnya. Penduduk di sana mau mendengarkan beritanya, dan mereka pun tidak jadi dimusnahkan.—Yun. 3:5.

16. Waktu menghadapi situasi yang membuat kita takut, bagaimana pemahaman bisa membantu kita? (Amsal 29:25; lihat juga gambar.)

16 Apa pelajarannya? Kita tidak mau membiarkan apa pun, terutama rasa takut terhadap manusia, menghalangi ibadah kita kepada Yehuwa. (Baca Amsal 29:25.) Meskipun Yunus sempat takut menjalankan tugasnya, pemahaman membantu dia untuk berfokus pada bantuan Yehuwa, bukan pada rasa takutnya. Begitu juga, pemahaman bisa membantu kita untuk berfokus pada bantuan yang Yehuwa berikan selama ini, bukan pada rasa takut kita. Kita juga bisa merenungkan teladan saudara-saudari yang berhasil melewati situasi yang menakutkan atau berhasil menjalankan tugas yang sulit karena mengandalkan Yehuwa.a (Ibr. 13:6) Ya, semoga kita terus percaya sepenuhnya kepada Yehuwa dan membantu orang lain untuk melakukannya. Dengan begitu, kita menunjukkan bahwa kita punya pemahaman.

Beberapa gambar: 1. Nabi Yunus berjalan menuju gerbang kota Niniwe. 2. Seorang saudara yang masih remaja berjalan di lorong sekolahnya. Di sekelilingnya, ada banyak hal yang Yehuwa tidak suka. Bendera pelangi dipajang di mana-mana. Di sebelah kiri, seorang remaja di-bully oleh remaja lain.

Dari Yunus, kita belajar bahwa pemahaman bisa membantu kita mengikuti petunjuk Yehuwa dan melewati situasi yang sulit (Lihat paragraf 16)


TERUSLAH DAPATKAN DAN HARGAI PEMAHAMAN

17. Bagaimana kita bisa mendapat lebih banyak pemahaman?

17 Seperti yang sudah dibahas, pemahaman bisa membantu kita berhasil mengatasi situasi yang sulit. Nah, bagaimana kita bisa mendapat lebih banyak pemahaman? Yehuwa adalah Sumber pemahaman yang terbaik, dan Dia memberi pemahaman kepada umat-Nya melalui Alkitab dan kuasa kudus-Nya. (Neh. 9:20; Mz. 32:8) Nasihat yang Dia berikan bisa membantu kita untuk mengendalikan perasaan kita dan bertindak dengan bijaksana. (Mz. 119:​97-101) Jadi, kita perlu merenungkan isi Alkitab dan berdoa meminta kuasa kudus Yehuwa. Dengan begitu, kita bisa tahu cara terbaik untuk menghadapi suatu situasi, dan reaksi kita pun akan sesuai dengan apa yang Yehuwa inginkan.—Ams. 21:​11, catatan kaki.

18. Apa tekad Saudara?

18 Semoga kita terus mencari dan menghargai pemahaman dari Yehuwa. (Mz. 14:2) Kalau kita melakukannya, kita tidak akan pernah ”menyimpang dari jalan pemahaman”. (Ams. 21:16) Kita juga akan semakin bertekad untuk menunjukkan pemahaman dalam setiap situasi. Dengan begitu, kita ”akan berhasil”!

BAGAIMANA KITA BISA MENUNJUKKAN PEMAHAMAN SEPERTI . . .

  • Naaman?

  • Daud dan Abigail?

  • Yunus?

NYANYIAN 42 Doa Hamba Allah

a Misalnya, bacalah pengalaman Georgiy Porchulyan di seri artikel ”Kisah Hidup Saksi-Saksi Yehuwa” di JW Library® atau di jw.org.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan