Pertanyaan Pembaca
◼ Apakah rasul Paulus bagian dari badan pimpinan Kristen?
Memang masuk akal untuk menyimpulkan bahwa Paulus adalah bagian dari badan pimpinan Kristen di abad pertama.
Alkitab hanya memberikan perincian yang terbatas tentang susunan dari badan pimpinan yang mula-mula. Sebagian besar dari keterangan mengenai hal itu terdapat dalam Kisah pasal 15. Kisah itu menyatakan bahwa pada tahun 49 M. kelompok pria-pria yang membentuk badan pimpinan terdiri dari ”rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem”. Siapakah mereka?—Kisah 15:2, 4, 6.
Yakobus, saudara tiri Yesus, mengetuai rapat yang membahas pertanyaan apakah orang-orang Kafir yang ditobatkan kepada Kekristenan harus memelihara Hukum Musa, termasuk sunat. Rasul Petrus ikut dalam pembahasan itu. Kisah itu berbicara tentang Yudas (yang disebut Barsabas) dan Silas sebagai ”orang terpandang di antara saudara-saudara itu”, tetapi tidak dikatakan dengan spesifik bahwa mereka adalah bagian dari badan pimpinan. (Kisah 15:7, 13, 22) Masalahnya ialah Alkitab tidak memberikan sebuah daftar nama yang lengkap dari anggota-anggota badan pimpinan. Ada yang merasa bahwa Paulus kemungkinan tidak termasuk karena ia adalah seorang utusan injil keliling dan karena dialah yang mengajukan pertanyaan itu dari sidang di Antiokhia, Siria.
Memang Paulus tidak termasuk salah satu dari ”kedua belas rasul” yang bersama-sama dengan Yesus, karena Matias telah dipilih untuk menggantikan Yudas Iskariot.a Tetapi Yakobus, murid itu, juga tidak, meskipun ia jelas adalah bagian dari badan pimpinan. (Kisah 6:2; 1:15-26) Selain itu, Yesus muncul di hadapan Paulus dan mengangkat dia menjadi ’alat pilihan untuk memberitakan namaNya kepada bangsa-bangsa lain’. Maka Paulus menjadi ”rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah”. Ia menyebut dirinya ”rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi”.—Kisah 9:3-6, 15; Galatia 1:1; Roma 11:13; 1 Korintus 9:1; 15:7, 8.
Sebagai petunjuk lebih lanjut bahwa Paulus menjadi bagian dari badan ”rasul-rasul dan penatua-penatua” yang membimbing sidang-sidang, pertimbangkan apa yang ia lakukan di bawah kuasa Allah. Paulus menulis 14 buku dari Alkitab Yunani Kristen. Petrus menyamakan tulisan-tulisan ”Paulus, saudara kita yang kekasih” dengan ”tulisan-tulisan yang lain”. (2 Petrus 3:15, 16) Paulus mengambil pimpinan yang penting dalam menyebarkan Kekristenan, dan ia memberikan banyak sekali petunjuk kepada sidang-sidang. Tulisan-tulisannya yang terilham menunjukkan bahwa Paulus kadang-kadang menyelesaikan sendiri persoalan-persoalan. Hal itu dapat diharapkan pada jaman dulu jika salah seorang dari badan pimpinan berada jauh dari pusat badan itu dan sarana komunikasi waktu itu lambat. (1 Korintus 5:11-13; 7:10, 17) Tetapi pada waktu-waktu lain ia membawa persoalannya ke hadapan seluruh badan, seperti dilukiskan dalam Kisah 15.
Kepada Titus, ”Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus”, menulis, ”Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu.” (Titus 1:1, 5) Jadi jika ia dalam perjalanan, Paulus pasti berbicara atas nama badan pimpinan pusat.—Kisah 16:4, 5.
Jadi, meskipun penugasannya dari Tuhan adalah mengadakan banyak perjalanan dan karena itu sering absen dari rapat-rapat badan pimpinan pusat, bukti tentang bagaimana ia digunakan oleh Allah dan Kristus menunjukkan bahwa Paulus adalah bagian dari badan itu.
[Catatan Kaki]
a Pada waktu itu rasul Yakobus juga sudah dibunuh.—Kisah 12:2.