PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • km 6/03 hlm. 6
  • Ulangan Sekolah Pelayanan Teokratis

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Ulangan Sekolah Pelayanan Teokratis
  • Pelayanan Kerajaan Kita—2003
Pelayanan Kerajaan Kita—2003
km 6/03 hlm. 6

Ulangan Sekolah Pelayanan Teokratis

Pertanyaan-pertanyaan berikut ini akan dibahas secara lisan pada Sekolah Pelayanan Teokratis selama minggu mulai 30 Juni 2003. Pengawas sekolah akan memimpin ulangan selama 30 menit berdasarkan bahan yang tercakup dalam tugas-tugas untuk minggu 5 Mei sampai 30 Juni 2003. [Catatan: Apabila tidak ada rujukan setelah pertanyaan, Saudara perlu melakukan riset sendiri untuk mendapatkan jawabannya.​—Lihat buku Sekolah Pelayanan, hlm. 36-7.]

POKOK NASIHAT KHOTBAH

1. Mengapa modulasi penting sewaktu menyampaikan khotbah, dan bagaimana hal ini bisa dicapai? [be-IN kotak hlm. 111; kotak hlm. 112]

2. Meskipun seorang pembicara yakin tentang apa yang ia katakan dan mengasihi Yehuwa, mengapa ia bisa kurang antusias? [be-IN hlm. 115 par. 3-4; hlm. 116 par. 1]

3. Apa yang akan membantu seorang pembicara mengekspresikan kehangatan dan perasaan dalam membawakan khotbah, dan mengapa hal ini penting? [be-IN hlm. 119 par. 1-4]

4. Apa yang menentukan antusiasme, kehangatan, dan emosi lain yang cocok sewaktu menyampaikan khotbah? [be-IN hlm. 120 par. 2-5]

5. Benar atau Salah: Isyarat dan ekspresi wajah sangat diperlukan hanya jika hadirin Saudara memperhatikan Saudara. Jelaskan. [be-IN hlm. 121 par. 3]

TUGAS NO. 1

6. Apa yang membantu Yosia memilih haluan yang benar sekalipun masa kanak-kanaknya memprihatinkan? (2 Taw. 34:1, 2) [w01-IN 15/4 hlm. 26 par. 5–hlm. 27 par. 5; hlm. 28 par. 4]

7. Apa makna Amsal 9:7, 8a, dan bagaimana hal ini dapat diterapkan dalam dinas lapangan? [w01-IN 15/5 hlm. 29 par. 4-5]

8. Apa yang Yehuwa maksudkan sewaktu Ia memberi tahu bangsa Israel, ’Engkau tidak boleh lupa’, dan bagaimana caranya agar kita tidak lupa? (Ul. 4:9; 8:11) [be-IN hlm. 20 par. 1-3]

9. Bagaimana ungkapan Daud yang tulus di Mazmur 32:1, 5 dan di Mazmur 51:10, 15 memperlihatkan bahwa seseorang tidak perlu merasa tidak berharga setelah melakukan dosa serius tetapi mempertunjukkan pertobatan yang sejati? [w01-IN 1/6 hlm. 30 par. 1-3]

10. Apa yang dapat dipelajari dari instruksi Paulus yang dipaparkan di 1 Timotius 5:3-16 sehubungan dengan mengurus orang yang kekurangan? [w01-IN 15/6 hlm. 10 par. 3]

PEMBACAAN ALKITAB MINGGUAN

11. Apa yang Yesus maksudkan sewaktu ia memakai ungkapan ”dilahirkan kembali”, sebagaimana yang dicatat di Yohanes 3:3? [w95-IN 1/7 hlm. 9-10 par. 4-5]

12. Dengan cara apa Yesus menggunakan pendidikannya, dan hikmah berharga apa yang dapat kita pelajari dari hal ini? (Yoh. 7:15-18) [w96-IN 1/2 hlm. 9-10 par. 4-7]

13. Mengapa Yohanes 7:53–8:11 tidak dimasukkan dalam naskah utama Terjemahan Dunia Baru?

14. Bagaimana Yesus ”datang dengan cara yang sama” sebagaimana ia naik ke surga? (Kis. 1:11) [w90-IN 1/6 hlm. 11 par. 5]

15. Mengapa ”tidak ada orang lain yang berani menggabungkan diri dengan [para rasul]”, seperti yang dinyatakan dalam Kisah 5:13?

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan