PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w97 15/12 hlm. 30
  • Apakah Saudara Ingat?

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Apakah Saudara Ingat?
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1997
  • Bahan Terkait
  • Teladan Sikap Rela Berkorban dan Loyalitas
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1997
  • ’Teruslah Ampuni Satu Sama Lain dengan Lapang Hati’
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1997
  • Elisa Melihat Kereta Perang Berapi​—Bagaimana dengan Saudara?
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—2013
  • Pertanyaan Pembaca
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—2003
Lihat Lebih Banyak
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1997
w97 15/12 hlm. 30

Apakah Saudara Ingat?

Apakah saudara menghargai pembacaan dari terbitan-terbitan Menara Pengawal belum lama ini? Nah, coba lihat apakah saudara dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

◻ Apa tujuan utama pendidikan bagi seorang anak muda Kristen?

Tujuan utama dari pendidikan hendaknya untuk memperlengkapi anak muda menjadi seorang rohaniwan Yehuwa yang efektif. Dan pendidikan yang terpenting untuk itu adalah pendidikan rohani.​—15/8, halaman 21.

◻ Apa saja alasan untuk melaporkan perbuatan salah yang serius dari seorang rekan Kristen kepada para penatua sidang?

Salah satu alasan untuk melaporkan perbuatan salah yang serius adalah karena itu berfungsi untuk menjaga kebersihan sidang. Alasan lain adalah karena melakukannya merupakan tindakan kasih Kristen yang berprinsip yang diperlihatkan kepada Allah, sidang, dan si pelaku kesalahan.​—15/8, halaman 28, 30.

◻ Apa artinya tetap ”mengingat kehadiran hari Yehuwa”? (2 Petrus 3:12)

Ini mengartikan bahwa kita tidak menyingkirkan ”hari Yehuwa” dari pikiran kita. Kita tidak boleh lupa bahwa hari manakala Yehuwa membinasakan sistem perkara ini sudah dekat. Hari itu hendaknya sedemikian nyata bagi kita sehingga kita melihatnya dengan jelas, seolah-olah tepat di hadapan kita. (Zefanya 1:​7, 14)​—1/9, halaman 19.

◻ Mengapa hari-hari terakhir dari sistem yang fasik ini berlangsung lebih lama daripada yang diharapkan banyak orang?

Yehuwa mempertimbangkan yang terbaik bagi semua orang. Ia peduli akan kehidupan manusia. (Yehezkiel 33:11) Kita dapat merasa yakin bahwa akhir itu akan datang pada waktu yang tepat untuk menggenapi maksud-tujuan dari Pencipta kita yang mahabijaksana dan pengasih.​—1/9, halaman 22.

◻ Bagaimana kita yang berada dalam dinas sepenuh waktu memelihara sukacita kita meskipun menghadapi problem?

Kita hendaknya merenungkan banyak berkat yang kita miliki dan merenungkan ribuan orang lain yang menderita kesukaran yang lebih hebat. (1 Petrus 5:​6-9)​—15/9, halaman 24.

◻ Apa tujuan William Tyndale dalam menerjemahkan Alkitab?

Tujuan Tyndale adalah agar Alkitab tersedia bagi orang-orang awam dalam bahasa yang sesaksama dan sesederhana mungkin.​—15/9, halaman 27.

◻ Bagaimana kita dapat memperlihatkan bahwa kita adalah pembela yang loyal dari Firman Allah?

Kita memperlihatkan keloyalan kita kepada Firman Allah dengan cara mengabarkannya kepada orang-orang lain dengan penuh gairah. Sebagai guru, kita hendaknya menggunakan Firman Allah secara hati-hati, tidak sekali-kali memutarbalikkannya atau melonggarkan apa yang dikatakannya demi mencocokkan hal itu dengan gagasan-gagasan kita. (2 Timotius 2:​15)​—1/10, halaman 20.

◻ Bagaimana roh yang beracun dari dunia ini dapat melemahkan integritas kita?

Roh dunia dapat melemahkan integritas kita dengan membuat kita tidak berpuas dengan apa yang kita miliki dan berupaya mati-matian untuk menempatkan kebutuhan dan kepentingan kita di atas kepentingan Allah. (Bandingkan Matius 16:​21-​23.)​—1/10, halaman 29.

◻ Apa artinya melayani Yehuwa sepenuh jiwa?

”Jiwa” merujuk kepada manusia seutuhnya, dengan segenap kesanggupan jasmani dan mentalnya. Melayani Yehuwa sepenuh jiwa berarti memberikan diri kita, menggunakan segenap kesanggupan kita dan mengarahkan energi kita semaksimal mungkin dalam dinas Allah. (Markus 12:​29, 30)​—15/10, halaman 13.

◻ Apa kunci untuk menjadi orang yang memiliki prinsip yang saleh?

Sesungguhnya kuncinya adalah mengenal Yehuwa, apa yang Ia sukai, apa yang tidak Ia sukai, dan maksud-tujuan-Nya. Jika prinsip-prinsip dasar yang berkaitan dengan Allah ini mengendalikan kehidupan kita, maka hal itu akan menjadi prinsip-prinsip hidup kita. (Yeremia 22:16; Ibrani 4:​12)​—15/10, halaman 29.

◻ Sikap seimbang apa yang dimiliki hamba-hamba Yehuwa terhadap pemerintahan manusia?

Mereka bersikap netral dalam urusan-urusan politik karena mereka melayani sebagai duta besar atau utusan dari Kerajaan Allah. (2 Korintus 5:​20) Di lain pihak, mereka memperlihatkan ketundukan berdasarkan hati nurani kepada kalangan berwenang.​—1/11, halaman 17.

◻ Pelajaran apa yang dapat kita peroleh dari haluan yang diambil Elisa sang nabi?

Sewaktu diulurkan undangan untuk dinas istimewa bersama Elia, Elisa segera meninggalkan ladangnya untuk melayani Elia, meskipun beberapa tugasnya dianggap rendah. (2 Raja 3:​11) Beberapa rohaniwan Allah dewasa ini memperlihatkan semangat rela berkorban yang serupa dengan meninggalkan penghidupan mereka untuk memberitakan kabar baik di daerah-daerah yang jauh.​—1/11, halaman 31.

◻ Nasihat bermanfaat apa yang dimuat dalam surat Yakobus?

Ini memperlihatkan kepada kita bagaimana menghadapi cobaan-cobaan, menasihati kita terhadap sikap pilih kasih, dan mendesak kita untuk ambil bagian dalam pekerjaan-pekerjaan yang benar. Yakobus mendesak kita untuk mengendalikan lidah, melawan pengaruh duniawi, dan untuk memajukan perdamaian. Kata-katanya juga dapat membuat kita sabar dan saleh.​—15/11, halaman 24.

◻ Mengapa Yehuwa ”siap mengampuni”? (Mazmur 86:5, NW)

Yehuwa siap mengampuni karena Ia tidak melupakan bahwa kita adalah makhluk yang berasal dari debu, memiliki ketidakberdayaan, atau kelemahan, sebagai akibat dari ketidaksempurnaan. (Mazmur 103:​12-​14)​—1/12, halaman 10.

◻ Mengapa kita hendaknya bersedia mengampuni orang lain?

Jika kita tidak bersedia mengampuni orang lain padahal ada dasar untuk berbelaskasihan, ini akan berakibat buruk terhadap hubungan kita sendiri dengan Allah. (Matius 6:​14, 15)​—1/12, halaman 17.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan