PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w94 15/2 hlm. 31
  • Amalek

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Amalek
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1994
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1994
w94 15/2 hlm. 31

Amalek

AMALEK (Amʹa·lek), BANGSA AMALEK (A·malʹek·ites). Putra dari anak sulung Esau, Elifas, dengan gundiknya yaitu Timna. (Kej 36:12, 16) Amalek, cucu lelaki Esau, adalah salah seorang kepala bangsa Edom. (Kej 36:15, 16) Nama Amalek juga menunjukkan keturunan sukunya.—Ul 25:17; Hak 7:12; 1 Sam 15:2.

Anggapan beberapa orang bahwa bangsa Amalek memiliki asal-usul yang jauh lebih awal dan bukan keturunan Amalek cucu Esau, tidak berdasarkan bukti faktual yang kuat. Gagasan bahwa bangsa Amalek ada sebelum Amalek didasarkan atas kata-kata yang diungkapkan Bileam dalam bentuk peribahasa, ”Yang pertama di antara bangsa-bangsa ialah Amalek, tetapi akhirnya ia akan sampai kepada kebinasaan.” (Bil 24:20) Akan tetapi, Bileam di sini tidak berbicara tentang sejarah secara umum dan asal-usul bangsa-bangsa tujuh atau delapan abad sebelumnya. Ia berbicara tentang sejarah hanya dalam hubungan dengan bangsa Israel. Bileam disewa untuk mengutuk bangsa tersebut yang sudah akan memasuki Negeri Perjanjian. Maka, setelah mendaftarkan Moab, Edom, dan Seir sebagai musuh-musuh Israel, Bileam menyatakan bahwa bangsa Amalek sebenarnya adalah ”yang pertama di antara bangsa-bangsa” yang bangkit melawan bangsa Israel dalam perjalanan mereka dari Mesir menuju Palestina, dan untuk alasan ini, akhir bangsa Amalek ”akan sampai kepada kebinasaan”.

Oleh karena itu, pada waktu Musa menuturkan peristiwa-peristiwa pada zaman Abraham sebelum Amalek dilahirkan, ketika menyebut tentang ”seluruh daerah orang Amalek”, ia dengan jelas memaksudkan suatu wilayah yang dikenal oleh orang-orang pada zaman Musa, bukannya menyatakan bahwa bangsa Amalek ada lebih dahulu daripada Amalek. (Kej 14:7) Pusat daerah Amalek ini terletak di U dari Kadesh-barnea di gurun pasir Negeb di wilayah selatan Palestina, dengan perkemahan-perkemahan suku mereka yang membentang hingga ke Semenanjung Sinai dan Arab bagian utara. (1 Sam 15:7) Pada suatu waktu, pengaruh mereka boleh jadi telah meluas sampai ke bukit Efraim.—Hak 12:15.

Bangsa Amalek adalah ”yang pertama di antara bangsa-bangsa” yang melancarkan serangan atas bangsa Israel setelah masa-masa Eksodus tanpa diprovokasi terlebih dahulu, di Rafidim dekat Gunung Sinai. Sebagai akibatnya, Yehuwa menetapkan pembinasaan kekal bagi bangsa Amalek. (Bil 24:20; Kel 17:8-16; Ul 25:17-19) Satu tahun kemudian, sewaktu bangsa Israel berupaya memasuki Negeri Perjanjian bertentangan dengan firman Yehuwa, mereka dipukul mundur oleh bangsa Amalek. (Bil 14:41-45) Selama masa Hakim-Hakim, dua kali musuh-musuh Israel ini turut menyerang bangsa Israel. Mereka melakukannya pada masa raja Moab yang bernama Eglon. (Hak 3:12, 13) Sekali lagi, bersama bangsa Midian dan orang-orang wilayah Timur, mereka menjarah tanah Israel tujuh tahun sebelum Gideon dan 300 prajuritnya memukul mereka hingga kalah telak.—Hak 6:1-3, 33; 7:12; 10:12.

Karena kebencian yang terus-menerus ini, selama masa raja-raja, Yehuwa ”akan membalas” bangsa Amalek dengan memerintahkan Raja Saul untuk menumpas mereka, yang dilakukan oleh sang raja ”mulai dari Hawila sampai ke Syur, yang di sebelah timur Mesir”. Akan tetapi, Saul melanggar perintah Yehuwa, dengan membiarkan Agag raja mereka hidup. Namun Yehuwa tidak dipermalukan, karena Samuel ”mencincang Agag di hadapan [Yehuwa] di Gilgal”. (1 Sam 15:2-33) Beberapa penyergapan Daud meliputi perkampungan orang-orang Amalek, dan sewaktu mereka balik menyerang Ziklag serta melarikan istri-istri dan barang-barang Daud, ia beserta 400 pria membalas dan merebut kembali semua yang telah dirampas. (1 Sam 27:8; 30:1-20) Selama masa pemerintahan Hizkia, beberapa orang suku Simeon membinasakan sisa-sisa dari bangsa Amalek.—1 Taw 4:42, 43.

Selanjutnya, bangsa Amalek tidak pernah disebut-sebut lagi secara langsung dalam sejarah Alkitab ataupun sejarah dunia. Akan tetapi, ”Haman bin . . . orang Agag” kemungkinan adalah keturunannya, karena ”Agag” adalah gelar atau nama raja-raja Amalek tertentu. (Est 3:1; Bil 24:7; 1 Sam 15:8, 9) Jadi, bangsa Amalek, bersama dengan bangsa-bangsa lain yang disebutkan namanya, dibinasakan supaya ”mereka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama [Yehuwa], Yang Mahatinggi atas seluruh bumi”.—Mzm 83:7-19.—Cuplikan dari Insight on the Scriptures.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan