PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w91 15/6 hlm. 32
  • Ahasyweros

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Ahasyweros
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1991
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1991
w91 15/6 hlm. 32

Ahasyweros

[Inggris, Ahasuerus]

AHASYWEROS (A·has·u·eʹrus). Nama atau gelar dalam Kitab-Kitab Ibrani yang dikenakan kepada tiga penguasa yang berbeda.

1. Ayah Darius dari Media yang disebut di Daniel 9:1. Ahasyweros di sini tidak mungkin langsung diidentifikasikan sebagai seorang tokoh dalam sejarah dunia.

2. Ahasyweros di Ezra 4:6, kemungkinan adalah Cambyses, pengganti Kores, orang yang menaklukkan Babel dan membebaskan bangsa Yahudi. Pada awal pemerintahannya, orang-orang Yahudi mendapat surat tuduhan yang ditulis oleh musuh-musuh mereka. Cambyses memerintah dari tahun 529 sampai 522 S.M.

3. Ahasyweros dalam buku Ester dianggap sebagai Xerxes I, putra raja Persia, Darius Agung (Darius Hystaspis). Ahasyweros (Xerxes I) diperlihatkan menguasai 127 wilayah hukum, dari India sampai ke Etiopia. Kota Susan adalah ibu kota kekuasaannya selama sebagian besar masa pemerintahannya.—Est 1:1, 2.

Dalam buku Ester tahun-tahun pemerintahan dari raja ini tampaknya dihitung dari masa pemerintahannya bersama sang ayah, Darius Agung. Ini berarti bahwa Xerxes naik takhta tahun 496 S.M. dan bahwa tahun pertama pemerintahannya adalah 495 S.M. (Lihat PERSIA, PERSIANS.) Dalam tahun ketiga pemerintahannya, pada suatu pesta perjamuan yang mewah, ia memerintahkan Ratu Wasti yang elok untuk hadir dan memperlihatkan kecantikannya kepada rakyat serta para pembesar. Karena sang ratu menolak maka raja murka, dan menceraikannya. (Est 1:3; 10-12, 19-21) Pada tahun ketujuh masa pemerintahannya ia memilih Ester, seorang wanita Yahudi, sebagai pilihannya dari sekian banyak gadis yang dibawa untuk menggantikan Wasti. (Est 2:1-4, 16, 17) Dalam tahun ke-12 pemerintahannya ia mengizinkan Haman, perdana menterinya, menggunakan cincin meterai raja untuk menandatangani sebuah dekrit yang akan mengakibatkan pemusnahan bertahap atas orang-orang Yahudi. Maksud ini digagalkan oleh Ester dan Mordekhai saudara sepupunya, Haman digantung, dan sebuah dekrit baru dikeluarkan yang memberi hak kepada bangsa Yahudi untuk berjuang melawan para penyerang mereka.—Est 3:1-9, 11; 7:9, 10; 8:3-14; 9:5-10.

Kemudian, ”raja Ahasyweros mengenakan upeti atas negeri dan daerah-daerah pesisir”. (Est 10:1) Tindakan ini cocok sekali dengan cita-cita Xerxes, yang menyelesaikan sebagian besar pekerjaan pembangunan yang diprakarsai ayahnya di Persepolis.

Xerxes I tampaknya juga adalah ”[raja] keempat” yang disebut di Daniel 11:2, tiga raja yang sebelumnya adalah Kores Agung, Cambyses II, dan Darius Hystaspis. Walaupun tujuh raja lain memerintah setelah Xerxes di Kekaisaran Persia, Xerxes adalah kaisar Persia terakhir yang melancarkan perang sampai ke Yunani, yang pemunculannya sebagai kuasa dunia yang dominan digambarkan dalam ayat selanjutnya.—Dan 11:3.—Cuplikan dari Insight on the Scriptures.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan