PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w85_s-15 hlm. 16-17
  • Hamil tetapi Belum Menikah

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Hamil tetapi Belum Menikah
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1985 (s-15)
  • Bahan Terkait
  • Hamil Tetapi Belum Menikah
    Tokoh Terbesar Sepanjang Masa
  • Maria—Hamil tapi Belum Menikah
    Yesus—Jalan, Kebenaran, Kehidupan
  • Hal-Hal yang Dapat Dipelajari dari Teladan Maria
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—2009
  • ”Lihat! Budak Perempuan Yehuwa!”
    Tirulah Iman Mereka
Lihat Lebih Banyak
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1985 (s-15)
w85_s-15 hlm. 16-17

Kehidupan dan Pelayanan Yesus

Hamil tetapi Belum Menikah

MARIA sudah tiga bulan hamil. Saudara tentu ingat bahwa selama awal kehamilannya ia tinggal di rumah Elisabet, tetapi kini ia telah pulang kembali ke Nazaret. Tidak lama lagi keadaannya akan diketahui umum di kota kediamannya. Ia benar-benar Ia benar-benar dalam keadaan yang menyedihkan!

Yang membuat keadaan lebih buruk ialah Maria telah bertunangan dan akan menjadi istri Yusuf, seorang tukang kayu. Dan ia tahu bahwa, di bawah hukum Allah kepada orang-orang Israel, seorang wanita yang telah bertunangan, tetapi dengan suka rela mengadakan hubungan seks dengan pria lain, harus dilempari dengan batu sampai mati. Bagaimana ia dapat menjelaskan kehamilannya kepada Yusuf?

Karena Maria telah pergi selama tiga bulan, kita dapat merasa pasti bahwa Yusuf ingin sekali bertemu dengannya. Ketika mereka bertemu, kemungkinan besar Maria menyampaikan berita ini kepada Yusuf. Ia mungkin berusaha menjelaskan sebaik-baiknya bahwa ia hamil melalui roh suci Allah. Tetapi, seperti dapat saudara bayangkan, ini suatu hal yang sangat sulit diterima oleh Yusuf.

Yusuf mengetahui bahwa Maria mempunyai nama baik. Dan jelas sekali ia sangat mencintainya. Namun, meskipun apa yang telah Maria katakan, kelihatannya ia benar-benar hamil karena seorang pria. Meskipun demikian, Yusuf tidak ingin Maria dirajam sampai mati atau dipermalukan di hadapan umum. Maka ia memutuskan untuk diam-diam menceraikannya. Pada jaman itu, orang yang bertunangan dianggap seperti sudah menikah, dan untuk mengakhiri pertunangan harus ada perceraian.

Belakangan, ketika Yusuf masih mempertimbangkan persoalan ini, ia tidur. Malaikat Yehuwa nampak kepadanya dalam mimpi dan mengatakan, ’Jangan kuatir untuk mengambil Maria sebagai istrimu, karena ia mengandung oleh roh suci Allah. Dan engkau harus menamakan anak itu Yesus, karena ia akan menyelamatkan bangsanya dari dosa-dosa mereka.’

Ketika Yusuf bangun, betapa bersyukurnya ia! Tanpa menunda ia berbuat tepat seperti diperintahkan malaikat. Ia membawa Maria ke rumahnya. Tindakan di depan umum ini sebenarnya, merupakan upacara perkawinan, pemberitahuan bahwa Yusuf dan Maria kini sudah resmi menikah. Tetapi Yusuf tidak bersetubuh dengan Maria selama ia mengandung Yesus.

Lihat! Maria sudah hamil tua, namun Yusuf masih menaruhnya di atas seekor keledai. Ke mana mereka pergi, dan mengapa mereka mengadakan perjalanan ketika Maria sudah hampir melahirkan? Lukas 1:39-41, 56; Matius 1:18-25; Ulangan 22:23, 24.

◆ Bagaimana pikiran Yusuf ketika ia mengetahui tentang kehamilan Maria, dan mengapa?

◆ Bagaimana Yusuf dapat menceraikan Maria sedangkan mereka belum menikah?

◆ Tindakan di depan umum apa merupakan upacara perkawinan dari Yusuf dan Maria?

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan