PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w84_s-4 hlm. 32
  • Pertanyaan Pembaca

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Pertanyaan Pembaca
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1984 (s-4)
  • Bahan Terkait
  • Orang Kristen Menghadapi Penganiayaan Dengan Ketekunan
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1983 (No. 57)
  • Kasih Sejati Memberi Imbalan
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1990
  • Menempuh Jalan yang Lebih Utama yaitu Kasih
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1992
  • ”Orang Mati Akan Dibangkitkan”
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1998
Lihat Lebih Banyak
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1984 (s-4)
w84_s-4 hlm. 32

Pertanyaan Pembaca

Karena jalan hidup Kristen dikatakan menguntungkan bahkan sekarang, mengapa Paulus menulis, ”Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia”?

Kekristenan sejati memang suatu jalan hidup yang baik dan memuaskan. Tetapi komentar rasul Paulus di 1 Korintus 15:19 menunjukkan betapa malangnya seseorang yang menahan penderitaan demi harapannya jika harapan tersebut tidak mempunyai dasar.

Ada banyak alasan untuk menyimpulkan bahwa jalan hidup yang dihasilkan dengan mempraktekkan Kekristenan sejati adalah suatu jalan hidup yang baik. Pertimbangkan beberapa bukti. Seorang Kristen sejati menjadi bagian dari sidang yang terdiri dari orang-orang yang bersih, sehat dan pengasih yang menaruh perhatian padanya, rela memberikan bantuan rohani maupun materi. Karena mengikuti nasihat Allah seorang Kristen dilindungi dari banyak bahaya fisik dan penyakit, misalnya yang ada hubungannya dengan imoralitas, pemabukan, merokok dan narkotika. (Roma 1:26, 27; 1 Korintus 6:18; 2 Korintus 7:1; Efesus 4:18, 19) Ia tidak berjalan tanpa arah, ragu-ragu akan arti atau arah hidup ini; sebaliknya, ia menghargai hubungannya dengan Penciptanya dan memperoleh kepuasan dalam melakukan kehendak Allah. Karena mengikuti prinsip-prinsip Alkitab, keluarganya menjadi lebih tenteram dan sukses. Karena kejujurannya, orang Kristen mungkin akan dicari sebagai karyawan dan kecil kemungkinannya akan diberhentikan atau dipecat dari pekerjaan.

Bahkan catatan singkat ini menunjukkan bahwa jalan hidup Kristen benar-benar berharga serta menguntungkan.

Tapi, kadang-kadang, seorang Kristen akan mengalami penolakan, penganiayaan atau bahkan kekerasan. (2 Timotius 3:12) Yesus menubuatkan bahwa hal ini akan terjadi. (Matius 24:9, 10; Markus 8:34; 10:30; Lukas 21:12; Yohanes 16:2) Orang-orang Kristen di Korintus purba mengetahui hal ini. Mereka menyadari bahwa Paulus, yang ”menganiaya Jemaat Allah” sekarang menjadi sasaran penganiayaan. Ia menulis kepada mereka, ”Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar.” (1 Korintus 15:9; 4:12; 2 Korintus 11:23-27) Namun, ia menerangkan, ”Kami juga—mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya? Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. . . . Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka ’marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati.’”—1 Korintus 15:30-32.

Maka, penganiayaan yang dihadapi orang-orang Kristen, dihubungkan dengan harapan mereka. Jika harapan ini hanya angan-angan belaka, tidak ada artinya mereka menjalani penganiayaan. Maka Paulus dapat berkata, ”Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.”—1 Korintus 15:19.

Tetapi ia tahu bahwa Kristus pasti telah dibangkitkan. Setelah dibangkitkan, Yesus muncul di hadapan ratusan saksi, termasuk Paulus sendiri. (1 Korintus 15:3-8) Maka, ia mendesak orang-orang Korintus, ”Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”—1 Korintus 15:58.

Paulus yakin bahwa dia maupun orang-orang Kristen lainnya yang menderita demi kepentingan Kristus tidak perlu dikasihani. Ia memiliki kehidupan yang penuh, patut dikenang dan bahkan dapat membuat orang menjadi iri. Apa yang ia alami, juga dapat kita alami, bahwa ”ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang”.—1 Timotius 4:8.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan