PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • g83_No9 hlm. 12
  • Mesias (Almasih)—Suatu Berkat bagi Segala Bangsa

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Mesias (Almasih)—Suatu Berkat bagi Segala Bangsa
  • Sedarlah!—1983 (No. 9)
  • Bahan Terkait
  • Keselamatan dan Sukacita di bawah Pemerintahan Mesias
    Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia I
  • Haruskah Mesias Menderita dan Mati?
    Sedarlah!—1983 (No. 9)
  • Siapa yang Akan Memimpin Bangsa-Bangsa kepada Perdamaian?
    Apakah Akan Ada Suatu Dunia tanpa Perang?
  • Menubuatkan sang Mesias
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—2008
Lihat Lebih Banyak
Sedarlah!—1983 (No. 9)
g83_No9 hlm. 12

Mesias (Almasih)—Suatu Berkat bagi Segala Bangsa

NABI Yesaya berbicara tentang suatu waktu di masa depan manakala ”Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing . . . sedang singa akan makan jerami seperti lembu,” suatu waktu manakala orang-orang tidak akan ”berbuat jahat” atau ”berlaku busuk.”—Yesaya 11:6-9.

Tetapi, bagaimana keadaan-keadaan aman-sentosa demikian dapat terwujud? Menarik sekali, Yesaya menghubungkan keadaan-keadaan demikian dengan seorang calon penguasa yang disebutnya sebagai ”suatu tunas . . . dari tunggul Isai [ayah Raja Daud dari Israel jaman purba].” Keturunan Raja Daud ini akan merupakan seorang penguasa idaman, yang tidak akan mengadili perkara-perkara hanya berdasarkan rupa luar atau menurut kata orang, melainkan seorang yang akan mengadili dengan kebenaran, menegakkan keadilan dan damai. Lebih-lebih lagi, calon penguasa ini bukan hanya akan menjadi penguasa bagi orang-orang Yahudi, melainkan seseorang kepada siapa segala bangsa bisa berpaling untuk memohon bimbingan. Memang, seperti dinubuatkan Yesaya, ”dia akan dicari oleh suku-suku bangsa.”—Yesaya 11:1-10; bandingkan Yesaya 9:5, 6.

Meskipun pada tahun-tahun sesudah nubuat Yesaya itu bangsa Yahudi mulai menyebut penguasa yang dinantikan ini sebagai Mesias, atau yang diurapi, identitas Mesias ini telah lama dipersengketakan. Sejarah menceritakan tentang banyak orang sepanjang masa yang telah mengaku diri sebagai Mesias, masing-masing muncul dan jatuh popularitasnya. Akhli antropologi Yahudi Raphael Patai mencatat tentang ”kesediaan massa untuk memberikan kepercayaan kepada tiap penyamar atau pengkhayal yang membohongi-diri yang mengaku sebagai Mesias.” Dan, seperti diharapkan, mereka yang menaruh harap pada pengakuan Mesianik yang palsu, akhirnya mengalami kekecewaan yang pahit. Pastilah ini menunjukkan bahwa kita harus berhati-hati dalam mengindentifisir Mesias.

Namun, Yesaya menunjukkan bahwa kita perlu ’mencari’ Mesias jika kita ingin menikmati berkat-berkat yang akan dibawanya. Untunglah ada banyak yang dapat kita pelajari dari sejarah pengakuan-pengakuan Mesianik, maupun dari Alkitab Ibrani sendiri. Karena itu, kami mengundang anda untuk mempertimbangkan artikel-artikel berikut.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2026)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2026 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan